Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Mencurigai sesuatu


__ADS_3

Keduanya saling diam dan menatap lurus kedepan sana. Hingga keduanya malah melanjutkan pembicaraan mereka berdua yang sudah kemana saja bicaranya.


"Kak, apa kakak tidak akan melangsungkan pernikahan kakak yang sempat tertunda sebelumnya?" tanya Zio yang langsung menatap wajah Zoya yang tidak langsung menjawab.


"Kakak juga tidak tahu Zi. Cuman kakak merasa bingung dengan apa yang akan kakak lakukan, apa lagi semuanya membuat kakak bingung. Kamu ingat wanita yang pernah bicara dengan Dharma dikantin rumah sakit waktu itu?" tanya Zoya yang diangguki oleh Zio.


"Kenapa memangnya kak? Apa dia melakukan hal yang sama lagi atau melakukan yang sama seperti Joyce lakukan dengan bang Zi?" tanya Zio yang berasumsi seperti itu.


"Bukan seperti itu. Yang ada dia malah menghilang dan entah pergi kemana, dia menghilang bagai ditelan bumi Zi. Bahkan dia tidak mengatakan resign atau memberikan alasan apapun pada perusahaan. Kakak sempat berfikir jika dia memang sengaja ingin mencari perhatian dari Dharma, tapi ini sudah lebih dari seminggu tidak ada klarifikasi apapun darinya. Bahkan nomernya pun sudah tidak aktif, apa mungkin telah terjadi sesuatu padanya Zi?" tanya Zoya yang sudah menceritakan semuanya pada Zio.


"Bisa jadi dia memang sengaja melakukan itu atau memang ada sesuatu yang terjadi padanya. Itu bisa saja terjadi bukan kak? Biasanya jika wanita yang seperti itu akan memiliki banyak musuh, apa lagi jika dia memang sudah lama tinggal disini dan memang bukan wanita baik-baik. Itu baru asumsiku loh kak, jadi jangan beranggapan jika itu adalah benar dan memang terjadi" ucap Zio yang mengatakan semua asumsinya pada Zoya.


'Apa mungkin ini adalah ulah pria itu? Jika iya ini sudah sangat keterlaluan, karena yang dia lakukan sudah melampaui batas karena sudah melenyapkan nyawa seseorang yang tidak berdosa' gumam Zoya yang merasa jika ini semua ada hubungan nya dengan Addofo Barnard yang selalu mengatakan akan menyingkirkan seseorang yang beraniengusik dirinya.


"Kak, hei kak. Kenapa kakak diam saja? Apa ada yang salah? Kenapa hanya diam saja sejak tadi dan malah melamun?" tanya Zio yang sudah beberapa kali memanggil-manggilnya.


"Maaf Zi, kakak hanya seperti teringat sesuatu dan kakak harus segera pergi sekarang. Jangan mengatakan pada Mommy jika aku keluar malam-malam seperti ini, oke" ucap Zoya yang langsung pergi dari tempat duduknya bersama dengan Zio tadi.


"Aneh banget, kenapa juga harus malam-malam seperti ini. Apa tidak ada hari esok lagi apa?" gumam Zio yang mengedikan bahunya bingung dengan apa yang dilakukan oleh Zoya.


"Biarkan saja lah, sudah besar dan dewasa ini Mami melakukan apapun nantinya. Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada kamu kak, dan semoga saja kakak bisa bersatu dengan Dharma. Dia adalah pria yang baik dan juga terlihat sangat bertanggung jawab" gumam Zio yang menatap Zoya sudah tidak terlihat lagi.


Zio langsung bangkit dari duduknya untuk masuk kedalam lagi. Dia tidak ingin hanya duduk sendirian ditaman belakang, walau ini mainson sendiri tapi semakin malam udaranya semakin dingin. Dan terasa menusuk ketulang.


"Kamu dari mana Zi?" tanya seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zia.


"Dari belakang, menanggung fikiran yang sedang kusut. Kakak sendiri kenapa berada disini? Apa kamu sengaja ingin mengintip pengantin baru itu?" jawab Zio dan dia malah bertanya balik pada Zia sambil menatap Zico dan Joyce yang sedang tertawa dan juga mengobrol berdua itu.


"Enak saja. Ngapain lagi melihatnya yang tidak tahu diri itu, bikin mood hancur saja" jawab Zia yang memang tidak ingin melihat pasangan baru yang sedang hangat-hangatnya berduaan.


"Lalu, apa yang kakak lakukan disini? Apa kakak sengaja ingin mengganggu ku ya? Ngaku saja kak, aku nggak akan apa-apa ini" tanya Zio lagi sambil tersenyum samar lalu menatap penuh selidik pada Zia.


"Aku bukan wanita yang seperti itu. Kamu saja yang berfikiran macam-macam tentang ku, asal kamu tahu. Aku baru saja ambil air minum malah melihat kamu lewat" jelas Zia yang memang seperti itu kenyataan nya jika dia barusaja selesai minum.

__ADS_1


"Baiklah, lagian aku tidak perduli. Aku mau masuk kedalam kamar, bye" ucap Zio yang langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas untuk masuk kedalam kamarnya.


"Dasar aneh" ucap Zia yang langsung mengikuti langkah Zio untuk kembali kedalam kamarnya lagi.


Keduanya memang sering sekali memanggil abang atau kakak untuk memberikan contoh pada adik-adiknya. Sehingga mereka berdua bingung sendiri akan panggilan mereka.


.


Sedangkan Zayd, dia sedang terlelap sambil memeluk bantal yang sengaja dia tempelkan wajah Eleanor yang selalu dia rindukan.


Hingga pagi menjelang semua orang berkumpul untuk sarapan bersama. Tapi Zia selalu menghindar dan tidak ingin berada didalam satu meja dengan Joyce.


"Zi, kenapa kamu tidak ikut sarapan bersama?" tanya Mom Vita saat melihat putrinya tidak ingin bergabung untuk sarapan bersama.


"Zia buru-buru Mom, sudah ada janji dengan pasien pagi ini. Dan tadi aku dapat telpon dari suster ku, maaf ya Mom, semua. Dah... " ucap Zia yang sebenarnya memang hanya ingin menghindari Joyce yang paling tidak dia sukai.


"Dasar anak itu, jika sudah seperti itu mana bisa ditahan" ucap Mom Vita yang langsung menyantap sarapan nya dengan lahap dan juga yang lainnya juga sama.


"Jangan memikirkan ucapan Zia. Dia memang seperti itu" ucap Zico menenangkan Joyce supaya tidak tidak terfikirkan ucapan dari Zia.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir" jawab Joyce yang mencoba menenangkan dirinya sendiri dan juga Zico.


"Itu harus, jangan difikirkan" ucap Zico mengusap tangan Joyce. Lalu keduanya tersenyum dan saling menatap.


Sedangkan semuanya sarapan dengan diam hingga mereka semua selesai dan pergi dengan kegiatan masing-masing. Dengan Mom Vita dan Dad Louis setelah sarapan selesai hanya duduk-duduk saja diruang keluarga. Karena kemarin baru saja pulang dari America karena Zayn sudah sembuh dan juga sudah menikah dengan wanita pilihan nya sendiri.


"Apa kita tidak salah mengambil keputusan secepat ini? Zayn pasti akan sangat merasa kesusahan dengan gadis ceroboh seperti Azalya itu. Walau dia adalah anak dari keluarga terpandang, tapi apa mungkin jika Zayn bisa bertahan?" tanya Mom Vita yang masih ada keraguan didalam hatinya. Walau dia menerima pernikahan itu.


"Jangan berfikiran yang macam-macam honey, kamu harus percaya dan juga mendo'akan yang terbaik untuk mereka berdua. Aku yakin jika Zayn sudah merasa nyaman dan memang itu pilihan nya, karena Zayn pasti akan menolak jika dia tidak menyukainya. Kita hanya harus mempercayainya, itu saja yang harus kita lakukan" ucap Dad Louis yang memberikan masukan pada Mom Vita.


"Iya juga Dad. Kenapa aku tidak terfikirkan akan hal itu, seharusnya aku bisa tahu itu. Dia adalah putra kesayangan ku dan juga sudah mengerti apa yang disukai maupun tidak disukai. Dasar" ucap Mom Vita saat dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Dad Louis menahan benar adanya.


"Makanya aku hanya diam saja saat kalian para wanita dengan semangatnya mengatur pernikahan mereka berdua. Apa lagi saat Azalya terluka, Zayn dengan sangat sabar dan juga tlaten mengurusnya dengan baik, seharusnya kamu mengerti itu honey" ucap Dad Louis yang mencubit gemas hidung mungil Mom Vita.

__ADS_1


"Dad, kamu ini. Masih saja selalu mencubit hidungku ini" ucap protes Mom Vita yang tidak terima akan perlakuan yang masih saja sama seperti masih muda dulu.


"Habisnya kamu itu selalu membuatku candu dan tidak mau berjauhan dengan mu honey. Walau usianya kita sudah tidak muda lagi dan juga sudah berkeriput sekalipun, tapi aku akan selalu seperti ini hingga maut memisahkan kita honey" ucap Dad Louis yang mengucapkan kata-kata manis itu pada Mom Vita.


"Uuuhhh, so sweet banget sih suamiku ini" ucap Mom Vita yang mencubit gemas kedua pipi Dad Louis yang sedang tersenyum menatap wajah Mom Vita.


"Terimakasih honey, kau memang yang terbaik. Aku sangat bersyukur dan juga sangat bahagia telah memiliki kamu dalam hidupku saat ini dan selamanya" ucap Dad Louis yang menatap penuh cinta pada Mom Vita.


"Amiin, semoga saja semuanya memang terjadi dan akan selalu membuat kita selalu bersama-sama hingga kelak menua nanti" ucap Mom Vita yang tersenyum dan mengingat kejadian dulu hingga sekarang.


keduanya saling tersenyum dan berpelukan hingga mereka berdua dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zayd yang malah kembali lagi setelah beberapa saat pergi untuk kerumah sakit.


"Cieeeee Mommy dan Daddy so sweet banget sih. Bikin aku ingin segera bertemu dengan seseorang" ucap Zayd yang malah menggoda keduanya orang tuanya yang sedang bermesraan.


"Kamu ini Zayd bikin kaget saja. Siapa yang ingin kamu temui? Kenapa hanya kamu yang tidak mengenakan nya pada Mommy dan Daddy?" tanya Mom Vita yang balik menggoda putra bungsunya.


"Justru itu Mom, dia belum siap untuk aku kenalkan pada Mommy dan Daddy. Aku sudah mengatakan berulang kali padanya, tapi tetap saja dia tidak mau" ucap Zayd yang berubah sedih setelah tadi menggoda Mommy dan Daddy nya.


"Kenapa bisa seperti itu? Apa dia tidak benar-benar tulus pada kamu? Atau dia hanya memanfaatkan kamu saja?" tanya Mom Vita dengan beruntun pada Zayd.


"Dia tidak seperti itu Mom, dia hanya belum siap dan juga dia takut jika dia tidak diterima dan malah mendapatkan sebuah hinaan dari orang yang akan dia kenalkan padanya. Makanya dia masih trauma akan hal itu Mom, jadi untuk saat ini Mommy jangan meminta untuk bertemu dengan nya. Karena aku tidak ingin memaksanya untuk itu" jelas Zayd panjang lebar pada kedua orang tuanya supaya lebih mengerti.


Mom Vita dan Dad Louis hanya bisa saling pandang dan juga mengangguk akan ucapan yang dikatakan oleh Zayd padanya mereka. Mom Vita hanya bisa mendukung apa yang putra bungsunya inginkan dan juga wanita yang sedang dekat dengan nya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk Othor.


Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya...

__ADS_1


__ADS_2