Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Menggoda Zyan


__ADS_3

Kondisi Mom Vita sudah membaik dan diperbolehkan untuk pulang hari ini juga setelah infusan nya habis.


"Apa Mommy menginginkan sesuatu?" tanya Zayd yang tidak pernah mau jauh-jauh dari Mommy nya.


"Mommy tidak mau apa-apa. Mommy hanya ingin kalian selalu bersama-sama seperti ini" jawab Mom Vita pada Zayd.


"Itu tidak mungkin Mom. Bagaimana caranya kita kekamar mandi jika selalu bersama-sama terus?" ucap Zayd dengan kekonyolan yang dia punya.


"Kamu ini" ucap Mom Vita yang mengacak-ngacak rambut Zayd yang selalu rapih.


"Mom, jangan rambutku" ucap Zayd yang langsung menjauh dari sang Mommy.


Sedangkan saudaranya yang lain hanya tertawa. Mereka menertawakan tingkah adiknya yang absurd ini.


"Abang Z kenapa kau itu seperti robot sih? Tidak pernah tersenyum sedikit saja. Abang taruh dimana tombol tertawa atau tersenyum milik abang Z?" ucap Zio yang menggoda adiknya yang terkenal sebagai kulkas 12 pintu.


Sedangkan Zayn hanya diam dan menatapi orang-orang yang sedang menertawakan dirinya. Zayn senang, karena keluarganya semua baik-baik saja. Dia sekarang harus mencari tahu siapa dalang dari kekacauan puluhan tahun silam yang membuat Mommy nya terpisah dari keluarganya dan juga hidup menderita sendirian. Jika saja tidak bertemu dengan Daddy Surya.


"Joyce maaf ya auntie jadi merepotkan kamu. Kamu pasti lelah kan berada disini dan juga menjaga auntie" ucap Mom Vita selalu penuh dengan senyuman pada semua orang.


"Sama sekali tidak auntie. Aku malah senang bisa ikut berkumpul dengan keluarga auntie. Mommy dan Daddy selalu sibuk dengan pekerjaan nya dan juga Joyed sama saja dengan mereka yang selalu sibuk. Jadi aku senang bisa berada ditengah-tengah keluarga auntie" ucap Joyce selalu dengan nada yang lemah lembut dan juga senyuman yang seperti gula batu. Muanis banget.


"Jika merasa kesepian sering-sering saja main ke mainson. Tidak apa-apa, auntie selalu ada dimainson dan juga ada Ara" ucap Mom Vita yang menatap Ara juga.


Mendengar nama Ara disebutkan membuat Joyce ingin sekali marah mendengarnya. Kenapa semua selalu pada gadis gagu itu terus. Mungkin itu fikiran Joyce, karena Othor sendiri tidak tahu isi fikiran Joyce😁.


"Mom, Z harus segera pergi. Karena Z masih ada urusan lagi, dan ini masih ada dinegara ini Mom. Mommy jangan khawatir Z akan segera kembali see you Mom" ucap Zayn yang langsung pergi entah kemana setelah melihat ponselnya sekilas.


"Anak itu, selalu saja seperti itu. Apa kalian tahu dia melakukan apa disini?" tanya Mom Vita pada anak-anak yang lain nya.


"Mom, abang Z sedang menjalankan proyek baru dengan EDC.CORP dan sekarang Z sendiri yang ingin meninjau proyek nya langsung. Dia tidak akan pernah percaya hanya dengan laporan saja tanpa melihat yang sebenarnya" jelas Zico yang memang itulah aslinya mengapa Zayn ada dinegara ini lebih lama.


"Pantas saja saat Mommy disini Z juga ada disini juga. Ternyata dia sudah ada dinegara ini rupanya. Abang, Mommy minta kamu pantau Z juga. Mommy tidak mau jika dia melakukan hal diluar kendali seperti dulu lagi. Mommy tidak mau jika itu terjadi bang" ucap Mom Vita pada Zico.

__ADS_1


"Pasti Mom, Zi akan melakukan sebisa dan semampu Zi lakukan" jawab Zico dengan menggenggam tangan Mom Vita dan mengusap nya.


"Sudah waktunya untuk pulang. Mommy akan segera bersiap, karena sebentar lagi suster akan melepaskan selang infus dari tangan Mommy" ucap Dad Louis yang sejak tadi hanya diam saja melihat interaksi orang-orang tersanyang nya.


"Iya Dad, Mommy akan bersiap" jawab Mom Vita sambil tersenyum.


Benar saja dugaan Dad Louis jika suster akan segera datang dan sekarang sudah ada dihadapan mereka untuk melepaskan selang infus dari tangan Mom Vita. Setelah melakukan semuanya suster tersebut langsung keluar dan memeriksa pasien lain.


"Kita pulang sekarang atau kemana dulu honey?" tanya Dad Louis yang sedang merangkul pinggang Mom Vita karena masih lemas.


"Aku ingin seafood Dad, sepertinya enak jika dimakan malam ini" ucap Mom Vita saat Dad Louis bertanya ingin kemana.


"Boleh, apa sih yang tidak untuk istriku yang paling cantik ini" ucap Dad Louis yang langsung mencolek hidung mancung Mom Vita.


"Mom, Dad bisakah kalian tidak bucin-bucinan didepan kami yang jomblo ini?" ucap Zia yang langsung memeluk Dad Louis juga.


"Wah, my princes Daddy cemburu rupanya" ucap Dad Louis yang sedang menggoda putri manja nya ini.


Sedangkan Zayd malah mengambil alih untuk memapah dan merangkul Mom Vita. Zayd langsung mencuri kesempatan bisa dekat dengan sang Mommy.


"Kau ini Zayd, kita bareng-bareng ke restaurant seafood nya. Mommy memang sangat ingin memakan itu semua" ucap Mom Vita pada Zayd dan diangguki oleh Zayd.


Mereka sekarang sudah dihadapan meja yang sangat besar untuk menghidangkan beraneka macam seafood. Mereka semua menikmatinya dengan sangat antusias dan juga sangat lahap sekali memakan nya.


Tak terkecuali pasangan yang sedang bucin kedua setelah Mommy dan Daddy nya. Siapa lagi jika bukan Zico dan Ara yang sedang saling suap menyuapi itu.


"Ehmm. Dunia serasa milik berdua....." ucap Zia yang memang sudah sangat risih dengan pasangan ini.


"Yang lain ngontrak...." timpal Zayd yang juga sudah jengah melihatnya.


"Sirik aja sih kalian berdua" ucap Zio yang membela abang nya.


Sedangkan Joyce sedang terbakar tapi bukan api. Dia terbakar cemburu yang sangat besar. Dia melihat Zico dan Ara ingin sekali membalikkan meja tersebut jika saja dia punya keberanian yang tinggi.

__ADS_1


"Eh Zayd bukankah itu abang Z ya? Dia sedang makan dengan siapa disini?" tanya Zia yang matanya sangat jeli mengenali seseorang.


"Iya benar. Itu memang abang Z, tapi... Dengan siapa? Kelihatan nya sedang berbicara serius?" tanya Zayd balik pada Zia. Sedangkan Zoya yang memang sangat menyukai seafood tidak mendengarkan ucapan-ucapan dari kedua saudaranya itu.


"Sudah, kalian ini. Sudah berapa kali Mommy bilang. Jika sedang makan dilarang berbicara!" ucap Mom Vita yang langsung membuat kedua anaknya langsung diam.


Mereka menikmati makanan nya terkecuali Joyce yang tidak menikmatinya sama sekali. Di sangat kesal dan juga muak melihat pasangan didepan nya. Dia ingin sekali protes, jika dia lah yang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zico. Bukan gadis gagu itu yang malah bernasib baik dan juga mujur.


.


Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya Tuan Atmajaya dan juga Putra sedang merencanakan sesuatu untuk bisa mengungkap siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini. Yang sudah memisahkan anak dan ayah, kakak dan adiknya.


"Kamu sudah mendapatkan informasi nya?" tanya Tuan Atmajaya pada Putra putranya itu.


"Belum Yah, ini sudah sangat lama jadi kita akan sulit mengungkap semuanya. Semoga saja masih bisa" jawab Putra pada sang Ayah.


"Yah, semoga saja bisa terungkap semuanya. Ayah ingin sekali berkumpul dengan anak-anak dan juga cucu-cucu Ayah. Kamu juga ingin berkumpul juga dengan keluarga baru kamu kan?" ucap Ayah Atmajaya yang sepertinya menahan semuanya sejak dulu.


"Semoga saja Yah. Kita berdo'a saja semoga kita bisa menemukan titik terang untuk masalah ini" jawab Putra dengan semangat dan juga penuh perjuangan dalam menangani masalah ini.


"Kita sekarang harus selalu waspada. Bisa saja ternyata orang terdekat kita sendiri yang melakukan nya. Jadi kita harus berhati-hati dalam mengambil tindakan" ucap Ayah Atmajaya.


"Iya Ayah. Ayah sekarang harus istirahat supaya lekas membaik lagi. Ayah harus bisa sembuh supaya Ayah bisa berkumpul dengan anak dan cucu-cucu Ayah nantinya" ucap Putra sebelum pergi dari kamar sang Ayah dengan wajah yang tegang.


Dia tidak tahu musuh seperti apa sebenarnya yang mengincar keluarga mereka. Jika mereka menginginkan harta mereka, mereka dengan senang hati akan menyerahkan nya. Toh, harta yang paling berharga adalah keluarga. Itulah yang difikirkan oleh Putra selama ini.


.


Sedangkan keluarga Edison sudah pulang dan sudah masuk kedalam kamar masing-masing. Sedangkan Zico selalu menyelinap masuk kedalam kamar Ara yang tidak jauh dari kamarnya berada.


"Ara, kamu sudah tidur?" tanya Zico saat sudah melihat Ara nya sudah tertutup selimut tebal badan nya.


"Abang belum tidur?" tanya Ara langsung duduk menatap wajah tampan Zico.

__ADS_1


"Belum, makanya datang kesini. Jika sudah tidur mana mungkin abang Ada disini?" tanya Zico pada Ara nya.


"Abang tidak takut jika nanti ketahuan jika abang terus kemari? Ara tidak mau jika abang terkena masalah karena Ara" tanya Ara yang memang takut jika Zico akan terkena masalah jika berdekatan terus dengan nya.


__ADS_2