
Zoya melangkah dengan cepat, dia tidak ingin jika nanti dia malah bertemu dengan seseorang yang sedang dia hindari. Makanya Zoya buru-buru pergi dari sana, Zoya tidak ingin bertemu apa lagi harus terlibat dengan dua orang itu.
'Kak, aku tahu kenapa kakak ingin cepat pergi dari sini' ucap Zayn yang juga sudah tahu kenapa Zoya buru-buru pergi dari sana.
"Kak, seharusnya kakak bisa menghadapinya. Bukan malah lari seperti ini" ucap Zayn yang malah berdiri disamping pohon dengan sangat santai dan juga seolah tidak sedang menatap Zoya.
"Kau itu bicara saja enak Z, tapi jika mengalaminya sendiri akan sangat sulit. Apa kamu bisa membuat mereka menjauh dari kakak tanpa kekerasan?" ucap Zoya yang sudah menyerah dan dia malah terduduk diatas tanah dihadapan Zayn yang sedang berdiri.
"Bisa" jawab Zayn yang sudah tidak ada lagi dihadapan Zoya.
"Dasar hantu! Dengan secepat kilat dia sudah pergi begitu saja" gerutu Zoya yang tidak melihat Zayn adalah dimana-mana.
Sedangkan Zayn sudah berada didekat orang yang sangat dihindari oleh Zoya. Zayn ingin mendengarkan dan juga melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan keduanya. Jika yang dikatakan Zoya benar, maka kedua orang ini harus tiada. Itulah fikiran Zayn yang katanya adalah seorang King Mafia.
"Dharma, kamu masih berharap pada wanita seperti itu? Wanita yang jelas-jelas tidak menganggap kamu dan juga tidak menghargai kamu? Dasar aneh kamu Dharma. Sungguh, kamu itu bo*oh atau memang tidak bisa berfikir dan melihat bagaimana dia!" ucap wanita yang tidak lain adalah Luna. Dia masih saja berusaha untuk bisa masuk kedalam hatinya Dharma dan juga ingin memilikinya dengan cara membuat citra Zoya semakin jelek dihadapan Dharma.
"Aku tidak bisa Lun, kamu tahu sendiri kan. Jika sikapnya itu memang keras, tapi hatinya itu sangat lembut dan juga sangat rapuh. Aku sudah mengenalnya sangat dalam, dan itu sudah cukup menurutku" jawab pria yang tidak lain adalah Dharma yang memang tidak bisa melupakan wanita yang sudah lama mengisi hatinya dan juga hari-hari nya penuh dengan senyuman.
__ADS_1
'Aku sudah tahu apa alasan keduanya saling menyakiti perasaan masing-masing. Kita akan bermain-main Nona!' ucap Zayn yang mana punya rencana untuk wanita yang ada disamping pria itu.
Dimana wanita itu adalah bibit-bibit pelakor yang akan dengan sengaja dan juga siapnya untuk menghancurkan setiap hubungan yang sedang baik-baik saja. Dengan mulut beracun nya itu, Zayn sudah menyeringai licik untuk bisa membuat wanita sepertinya merasa jera dan tidak ingin lagi mendekati mereka berdua lagi. Jangankan untuk mendekatinya, melihatnya saja pasti tidak akan mampu.
"Kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cintanya yang semuanya Dharma. Seharusnya kamu harus bisa melawan itu semua dan masih ada wanita lain diluaran sana lebih dari segalanya. Termasuk aku Dharma!" ucap Luna yang sudah cukup lama untuk menahan dan juga menunggu Dharma untuk bisa melihatnya sebagai wanita dewasa dan juga pantas untuk dicintai. Bukan hanya dijadikan teman saja.
"Aku sungguh minta maaf Lun, aku nggak bisa menerima kamu. Karena aku hanya menganggap kamu sebagai teman saja, tidak lebih. Jadi jangan berharap terlalu banyak padaku Lun" ucap Dharma yang memang tidak memiliki perasaan apa-apa padanya Luna. Yang dia lakukan selama ini hanya menghargainya sebagai teman dan juga persahabatan yang sudah sejak lama mereka jalin.
"Kamu jahat Dharma. Kamu sudah memberikan harapan palsu padaku! Selama ini sikap baik kamu hanya pura-pura! Dan hanya pelampiasan semata. Karena kamu sedang tidak baik-baik saja dengan nya bukan!!" ucap Luna dengan sangat emosinya. Dia merasa sangat dipermainkan oleh Dharma dan itu membuatnya menjadi kesal juga tidak terima.
Zayn masih menjadi pendengar yang setia sebelum akhir-akhir dia bertindak. Lebih tepatnya anggotanya yang bertindak untuk membawa Luna ketempat, dimana dia tidak akan bisa menemui Dharma atau siapapun itu.
"Untuk apa kamu menemui ku lagi! Bukankah kau sudah memiliki seseorang yang sudah membuat mu sangat antusias dengan semua itu!" ucap Zoya dengan sangat sinis. Dia tidak ingin jika hatinya kembali luluh oleh sikap Dharma yang memang selalu baik dan juga penuh perhatian.
"Saya harus mengatakan seperti apa kepada kamu. Jika aku dan dia tidak memiliki hubungan apa-apa dan itu hanya real pertemanan saja. Tidak ada yang lain atau embel-embel yang aku sendiri tidak merasakan apa-apa padanya" jawab Dharma yang sedang duduk dan tidak berani menatap wajah Zoya. Jangankan menatap, melirik saja dia tidak berani karena Zoya sangat tegas jika sudah seperti ini.
"Ck, kau masih saja mengatakan itu pada ku! Aku sudah tidak perduli akan semua itu. Mau kau ada hubungan atau tidak itu bukanlah urusan ku! Karena aku bukan siapa-siapa baginya!" ucap Zoya penuh dengan penekanan juga kekesalan didalamnya.
__ADS_1
"Aku tidak perduli jika kamu percaya atau tidak. Tapi izinkan aku untuk memperbaiki semuanya. Aku akan melakukan apapun untuk kamu, tolong izinkan aku bisa apa didalam hati kamu lagi. Please" ucap Dharma yang langsung berlutut dihadapan Zoya yang sedang duduk dikursi menatap kearahnya.
"Jangan seperti ini. Aku tidak suka dan juga tidak bisa menerima penghianat sepertimu lagi! Jadi enyahlah dari hidup dan juga dari hadapan ku sekarang juga!" ucap Zico sambil memalingkan wajahnya. Sebenarnya didalam hati dia juga menangis mengatakan itu semua pada Dharma. Zoya hanya ingin membentengi hatinya agar tidak mudah untuk percaya lagi pada sosok pria yang sedang berlutut dihadapan nya sekarang.
"Apa kamu yakin ingin aku enyah dari kamu untuk selamanya? Jika iya, tatap mataku dan katakan semuanya dengan jelas dan juga tanpa adanya keterpaksaan mengucapkan nya" ucap Dharma yang ingin melihat keseriusan dan juga keyakinan didalam mata Zoya.
Zoya memberanikan diri untuk menatap Dharma dengan seluruh kekuatan nya dan juga menjaga supaya Dharma tidak tahu jika dia sedang menahan semuanya yang ada didalam dirinya dan juga hatinya.
"Katakan" ucap Dharma yang menatap Zoya dengan sangat lekat dan juga penuh dengan tatapan yang bisa menusuk kedalam hati Zoya. Zoya yang ditatap seperti itu hanya bisa diam dan juga tidak mengatakan apapun, dalam beberapa saat keduanya saling menatap dan juga menyelami perasaan masing-masing itu sudah membuat Dharma yakin jika Zoya memang masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
"Enyah dari hadapanku!" ucap Zoya dengan menatap Dharma dengan tajam dan juga tatapan yang dia tutupi dengan kemarahan, tapi hatinya menangis.
"Kamu berbohong. Kamu tidak bersungguh-sungguh untuk menyuruh ku pergi dan itu sudah pasti" ucap Dharma yang tersenyum dan dia langsung bangkit dari berlututnya dan langsung memeluk Zoya dengan sangat erat juga penuh kerinduan.
"Maaf. Maafkan aku, aku salah padamu. Aku akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi pada mu. Please, izinkan aku selalu bersama dengan kami dan juga dekat dengan kamu lagi. Seperti dulu hingga kita menua nanti" ucap Dharma yang masih memeluk Zoya dengan mata yang sudah basah.
Sedangkan Zoya tidak membalas pelukan Dharma atau menolaknya. Dia hanya diam dan juga ikut meneteskan air matanya, dia merasa ini sudah sangat lama tidak dia rasakan dan dia tidak ingin ini cepat berakhir. Zoya sangat senang sekaligus sedih mendapatkan perlakuan seperti ini dari Dharma. Pria yang sudah sering sekali dia sakiti dan juga tidak diangkat anggap selama ini.
__ADS_1
'Tuhan, jangan biarkan ini cepat berakhir. Ini adalah situasi yang sangat membuat ku bahagia dan juga selalu bisa menjadi diri aku sendiri. Tidak harus membohongi diri sendiri lagi, tolong Tuhan... Aku hanya menginginkan pria ini untuk menjadi Imamku dan juga Ayah dari anak-anak ku kelak. Tolong jangan biarkan kami mengalami perpisahan seperti ini lagi. Tolong Tuhan, jodohkan lah kami berdua' gumam Zoya dalam hati, dia sebenarnya masih sangat berharap banyak pada pria yang sedang memeluknya saat ini. Hingga dia ingin semuanya tidak ingin berakhir dengan sangat cepat.