
"Biarkan saja palingan juga itu adalah kakak Zia yang menghubungi ku. Aku hanya ingin menghabiskan waktuku hanya bersamamu hari ini. Jika kamu tidak keberatan untuk selamanya" ucap Zayd yang sedang memeluk Eleanor dari belakang dan dagunya dia taruh dipundak Eleanor.
"Mungkin saja itu penting sayang. Sejak tadi tidak berhenti berdering ponselmu" ucap Eleanor dengan membalikkan tubuhnya menatap wajah Zayd yang berada didepan nya saat ini.
"Biarkan saja. Dia memang seperti itu, selalu saja mengganggu ku. Dan tidak pernah satu hari saja tidak mengganggu ku, entah itu dimainson atau dirumah sakit" ucap Zayd sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ya sudah jika seperti itu. Sekarang kita sarapan saja, setelah itu baru kita pergi sesuai dengan rencana kamu tadi malam. Akan mengajak ku kesuatu tempat" jawab Eleanor dengan senyuman yang sangat manis.
"Thank you my honey bunny sweetie" ucap Zayd dengan tersenyum pada Eleanor.
Mereka berdua benar-benar merasa sangat senang dengan semua ini. Apa lagi kamu ini mereka berdua sarapan dengan orang terkasih mereka. Dan itu membuat mereka sangat bahagia hari ini.
kira-kira seperti itu mereka berdua sedang menikmati sarapan bersama nya.
Setelah sarapan bersama mereka berdua keluar dari ruangan kerja yang menyatu dengan kamar pribadi Eleanor dengan bergandengan tangan bersama.
Mereka berdua tidak menghiraukan pandangan semua orang yang sedang menatap kearah mereka berdua.
"Sayang, apa ada yang salah dengan penampilan ku saat ini? Kenapa mereka semua memandang kearah ku?" tanya Eleanor saat sudah berada diluar cafe bersama dengan Zayd yang selalu menggandengnya.
"Biarkan saja. Toh mereka hanya memandang saja bukan? Jadi jangan dipermasalahkan, oke" ucap Zayd dengan mengusap rambut Eleanor dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah, mulai sekarang aku harus bisa tidak memperdulikan mereka yang memandang ku dengan seperti itu" jawab Eleanor dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"God, ini baru pacarnya aku" ucap Zayd yang mengusap pipi Eleanor dengan sangat mesra sekali.
"Thank you sayangnya aku" ucap Eleanor dengan membalas mengusap pipi Zayd tak kalah mesranya.
__ADS_1
Saat akan memasuki mobilnya, tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil nama Eleanor dengan sebutan yang berbeda dari yang lain nya.
"El, Eleanor. Aku tahu itu kamu, kenapa kamu tidak mau menemui ku lagi? Apa karena kamu sekarang sudah sukses. Makanya kamu lupa pada ku yang selalu membantu mu" ucap seseorang yang mendekati kearah Eleanor yang akan masuk kedalam mobilnya Zayd.
Eleanor mengepalkan tangan nya. Dia sangat mengenal suara ini, dan dia juga yang memang sudah melupakan itu semua. Tapi kenapa dia muncul kembali disaat dia sudah bisa bangkit dengan kekuatan nya sendiri.
"Apa kamu sengaja untuk melupakan aku Eleanor? Apa kamu lupa dengan Papa yang selalu merindukan kamu Eleanor? Apa kamu memang sengaja membuang kami semua karena kamu malu dengan kami semua karena kami miskin sekarang" ucapnya lagi semakin membuat Eleanor semakin marah dan juga kesal.
"Dia siapa sayang?" tanya Zayd yang sejak tadi diam dan menyimak apa yang dikatakan oleh wanita itu.
Eleanor tidak menjawab pertanyaan dari Zayd, dia hanya diam saja dengan menahan sesak didalam dadanya. Dia sedang meredam emosinya supaya tidak meledak.
"Dia bukan siapa-siapa sayang. Hanya orang yang sudah tidak waras ingin mencoba mengelabui ku lagi dengan tampang polosnya" jawab Eleanor dengan tersenyum sinis melirik wanita yang sejak tadi bicara padanya.
"Oh, jadi dia tidak waras. Ya, sudah lebih baik kita pergi saja sekarang. Hari juga sudah semakin siang" jawab Zayd dengan tatapan yang sangat teduh dan juga penuh dengan pada Eleanor.
"Iya sayang penuh cepat lebih baik" ucap Eleanor membenarkan ucapan Zayd.
Wanita itu tentu saja sangat marah karena dia tidak berhasil untuk bisa membuat Eleanor menjadi percaya lagi padanya. Tapi dia masih punya rencana lain nya untuk bisa membuat Eleanor mau mendengarkan ucapan nya.
Eleanor yang akan masuk kedalam mobil menguntungkan niatnya. Dia masih menyayangi sang Papa walau selama ini dia merasa dibedakan oleh beliau. Eleanor langsung berbalik dan menatap wanita yang sangat dia benci seumur hidupnya.
"Apa yang dia inginkan? Bukankah dia sudah mengusirku dan tidak menganggap ku lagi! Mengapa dia ingin menemui ku?" tanya Eleanor dengan tatapan sangat tajam dan juga menusuk.
"Beliau tidak pernah bersungguh-sungguh mengatakan itu. Papa sangat merindukan kamu, bukankah kita berdua adalah saudara? Walaupun bukan saudara kandung, tetap saja saudara bukan" ucapnya dengan penuh drama yang biasa dia gunakan untuk membuat Eleanor selalu percaya padanya.
"Tidak perlu berbasa-basi dengan ku. Katakan saja apa mau mu dan juga jal*ng itu!" ucap Eleanor dengan penuh kebencian nya terhadap wanita didepan nya saat ini.
"Kamu boleh menghina ku tapi jangan pernah menghina Ibu ku! Aku kesini karena disuruh oleh Papa kamu, jika tahu begini aku tidak sudi untuk menemui mu" ucapnya dengan amarah dan juga kesedihan yang dibuat-buat.
"Tidak perlu banyak drama disini. Karena gue muak dengan semua itu, gue tekankan sekali lagi. Jika dia ingin menemui ku maka dia harus memilih antara gue dan benalu seperti loe dan nyokap loe yang tidak tahu diri itu!" ucap Eleanor sambil melangkah pergi menjauhi wanita yang sedang menangis. Lebih tepatnya pura-pura menangis supaya mendapatkan simpati dari pria tampan yang sedang bersama dengan Eleanor.
__ADS_1
"Are you okay sweetie?" tanya Zayd saat Eleanor sudah masuk kedalam mobil dan duduk dengan sangat tegang.
"I'm okay" jawab Eleanor dengan menghela nafasnya dengan sangat kasar untuk menahan amarah dan juga emosinya yang sudah sangat memuncak.
"Apa sudah siap jika kita berangkat sekarang sayang?" tanya Zayd dengan menatap lekat wajah Eleanor yang sedang menahan marah.
"Tentu" jawab Eleanor dengan senyuman yang dia rasakan. Karena dia masih sangat kesal, dia tidak mau jika dia sampai marah pada Zayd yang tidak tahu apa-apa tentang masalah nya.
Zayd mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang sedikit ramai. Tapi untungnya belum macet, jadi walau ramai tetap lancar diperjalanan nya.
Setelah menempuh perjalanan lumayan singkat mereka sampai disebuah pantai yang sangat bagus dan juga sedang ramai oleh orang yang sengaja menghabiskan waktunya untuk bermain-main dipantai.
"Kamu menyukainya kan sayang?" tanya Zayd dengan tatapan penuh keceriaan.
"Tentu saja. Ini adalah tempat paforit ku dulu hingga sekarang. Karena ini selalu mengingatkan aku pada mendiang Mama, dia selalu membawa ku kemari jika weekend tiba. Seperti keluarga yang berada disana" jawab Eleanor sambil menunjuk keluarga kecil yang sedang bermain pasir.
"Benarkah? Itu lebih baik, aku juga dulu sering kemari dengan Mommy dan juga yang lain nya. Terkecuali abang Zi, dan juga abang Z yang tidak suka dengan keramaian seperti ini" tanya Zayd pada Eleanor dan juga bercerita pada Eleanor tentang masalalu nya bersama dengan Mommy dan juga para saudara nya.
"Jika aku ingat pada masa itu. Aku selalu ingin kembali pada masa dimana keluargaku masih utuh dan mereka masih bersama hingga sekarang" ucap Eleanor sambil menatap lurus kedepan sana memandangi lautan luas didepan nya.
"Tapi kamu juga harus tetap bahagia sayang. Jangan pernah melihat masalalu jika masa itu menyakitkan. Lihatlah masa depanmu yang indah ini dengan ku" ucap Zayd yang menaik turunkan alisnya pada Eleanor.
"Itu sudah pasti sayang. Jika suatu saat nanti kamu mengetahui jika aku sebenarnya masih memiliki keluarga apa kamu masih mau menerima ku tetap disamping kamu?" tanya Eleanor pada Zayd sambil menatap dengan penuh rasa sesak didalam matanya.
"Mau bagaimana pun masalalu kamu. Itu tetaplah masalalu, kamu harus bisa merubah diri kamu dimasa sekarang dan masa mendatangi. Jangan pernah membuat kamu selalu terjebak didalam masalalu yang kamu bilang sangat menyakitkan" jawab Zayd penuh dengan senyuman mengembang dibibirnya.
Zayd mencoba menyalurkan rasa percaya diri pada Eleanor. Dia ingin Eleanor perlahan tapi pasti menceritakan malasalu nya pada dirinya. Supaya dia tidak berprasangka pada Eleanor.
"Apa aku boleh tahu apa yang terjadi dengan keluarga kamu?" tanya Zayd dengan pelan.
"Tidak ada yang bisa aku ceritakan pada kamu sayang. Maaf aku belum bisa menceritakan apa-apa pada kamu. Jika aku sudah siap untuk bercerita maka aku akan menceritakan semuanya sama kamu. Tapi untuk sekarang aku belum bisa" jawab Eleanor dengan rasa bersalah nya pada Zayd.
__ADS_1
"It's okay sweetie tidak masalah. Aku akan menunggu nya dengan sabar" ucap Zayd dengan tatapan teduhnya.
"Jika ada yang bilang jika aku ini dan aku itu. Tolong jangan kamu mempercayai nya, aku tidak bisa hilang kamu juga tidak percaya lagi padaku" ucap Eleanor memberi penjelasan pada Zayd.