Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Menenangkan diri


__ADS_3

Zico mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan dia melewati jalanan yang biasa. Tapi fikiran nya seperti sedang bercapang. Dia memikirkan Ara dan juga Joyce secara bersamaan.


"Ada apa dengan Joyce sekarang? Apa dia benar-benar menghindari ku karena aku sudah menolak perasaan nya? Dan ada hubungan apa dia dengan Alvin? Apa mungkin mereka hanya menjalin kerjasama biasa atau lebih?" begitu banyak pertanyaan yang ada didalam benaknya saat ini.


Apa lagi melihat sikap Ara padanya saat ini membuat fikiran nya semakin kacau dibuatnya. Zico sendiri tidak tahu kenapa perasaan nya seperti ini. Jika sedang bersama dengan Ara fikiran nya justru tertuju pada Joyce yang tidak dengan nya.


"Apa yang sedang aku fikirkan sebenarnya? Kenapa fikiran ku menjadi kacau seperti ini dibuatnya? Ah... Sudahlah, semakin difikirkan semakin pusing juga kepala ku saat ini" gumam Zico melampiaskan nya pada stir mobil yang tidak bersalah.


Sedangkan Ara sedang merenungkan semua yang akan dia putuskan kedepan nya seperti apa. Ara benar-benar tidak bisa berfikir dengan jernih saat perasaan nya sedang kacau dan juga sangat sedih.


"Kamu kenapa Bel? Kenapa nangis seperti ini?" tanya Alvin yang mana sudah masuk kedalam kamar adiknya.


"Ara tidak apa-apa kak hanya lelah saja" jawab Ara dengan mata yang sembab.


"Kamu tidak bisa membohongi kakak Bel. Kita ini saudara dan kakak tahu kamu jika kamu sedang memendam perasaan kamu. Apa yang kamu sembunyikan dari kakak? Jawab jujur Bella!" ucap Alvin dengan nada tegasnya.


"Ara bingung kak. Kenapa perasaan Ara semakin gamang setelah kembali lagi dengan bang Zico kak" jawab Ara pada akhirnya.


"Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Alvin lagi dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Ara juga tidak tahu kak. Ara merasa tidak seperti biasanya dengan abang Zi. Dia tidak seperti dulu yang Ara kenal kak. Apa mungkin itu hanya perasaan Ara saja? Ara juga tidak tahu kak" jawab Ara dengan menangis kembali didalam pelukan Alvin sang kakak.


"Apa kamu sudah tidak memiliki perasaan nyaman lagi dengan nya? Jika iya, lepaskan dia. Biarkan dia dengan kebahagiaan nya. Begitu pula dengan kamu Bel" tanya Alvin memberi saran pada Ara.


"Apa Ara bisa kak? Ara juga masih bingung dengan perasaan Ara kak" tanya Ara sendiri yang masih bingung dengan perasaan nya sendiri.


"Apa kamu ingin pergi kesuatu tempat dulu untuk menenangkan fikiran kamu?" tanya Alvin memberikan saran untuk pergi.


"Apa maksud kakak?" Ara masih belum mengerti dengan yang diucapkan oleh kakak nya.


"Iya, kamu kesuatu tempat untuk bisa melupakan kesedihan kamu untuk sementara dan bisa membuat kamu bisa memutuskan masadepan kamu sendiri" jelas Alvin pada Ara.

__ADS_1


"Baiklah kak aku akan pergi ketempat yang membuatku lebih tenang dan bisa memikirkan masadepan ku juga" jawab Ara dengan senyuman nya yang khas.


"Bersiaplah. Kakak akan menyuruh sekertaris kakak yang akan mengurus semua keberangkatan kamu nanti" ucap Alvin yang langsung mengusap kepala Ara dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih kak" ucap Ara yang langsung memeluk sang kakak.


Alvin menyambut pelukan adiknya dan juga memberinya kekuatan dan dukungan nya. Supaya Ara bisa melewati semuanya dengan baik.


'Aku akan memberinya perhitungan Bel, dia sudah dengan teganya dan juga terang-terangan nya sudah menyakiti hati dan perasaan kamu yang begitu tulus nya. Kakak akan melakukan semampu dan sebisa kakak untuk menjaga dan membantu kamu Bel' ucap Alvin dalam hati sambil memeluk tubuh adiknya yang sangat dia sayangi.


.


Sedangkan Zico bukan mengendarai mobilnya untuk pulang. Tapi malah menuju kearah rumah Joyce, entah apa yang ada didalam fikiran nya sekarang. Dia benar-benar membuat kesal siapa saja yang mengetahuinya.


Dia menjalin hubungan dengan Ara. Tapi dia juga dekat dengan Joyce. Zico memasuki kediaman Joyce yang terlihat sangat sepi itu.


"Permisi" ucap Zico saat sudah didepan pintu masuk rumah Joyce.


"Eh, bang Zico. Tumben bang, ada apa?" tanya Joyce dengan sumringah melihat Zico ada dirumah nya.


"Iya sudah tidak apa-apa. Justru aku senang abang menemani aku disini" ucap Joyce yang selalu menampilkan senyuman yang paling manis nya.


"Memangnya kemana semua orang? Dan juga ini terlihat sangat sepi sekali" tanya Zico yang melihat sekeliling nya tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan juga Joyce.


"Joyed sedang pergi dengan kekasihnya. Dan pelayan semuanya sudah kembali kebelakang. Jika Mommy dan Daddy, pasti abang sudah tahu lah kesibukan mereka berdua" jawab Joyce dengan menunjukkan wajah sedihnya.


"Lalu apa yang kamu lakukan sejak tadi disini sendiri?" tanya Zico dengan heran menatap Joyce yang juga menatapnya.


"Ya diam saja dan juga memainkan ponsel. Memangnya kenapa jika aku sendirian dirumah. Ini itu sudah sering sekali aku alami, dan ini sudah seperti makanan setiap hari untuk ku" jawab Joyce dengan lugas.


Karena memang setiap hari dia seperti ini, selalu sendiri didalam rumah sebesar dan semewah ini. Jadi dia tidak heran jika rumahnya terlihat sepi seperti tidak berpenghuni. Tidak seperti kediaman Zico yang selalu ramai oleh orang-orang yang berada didalam rumah tersebut.

__ADS_1


"Maaf Joyce bukan bermaksud membuat kamu tersinggung dengan perkataan ku barusan" ucap Zico merasa bersalah akan ucapan nya barusan pada Joyce.


"Tidak apa bang. Itu memang kenyataan nya kan jika aku disini sendiri dan sendirian didalam rumah sebesar ini bukan?" jawab Joyce dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa abang ingin menginap disini? Menemani ku yang selalu sendirian" tanya Joyce dengan wajah cerianya.


"Itu tidak mungkin Joyce. Abang tidak berani jika harus menginap dirumah kamu dengan posisi yang sepi seperti ini. Abang tidak mau jika nanti akan ada timbul fitnah diantara kita berdua. Jadi sebelum itu terjadi lebih baik jangan bukan" tolak Zico dengan sangat halus pada Joyce.


Zico hanya ingin memastikan keadaan Joyce baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa setelah dia menolak nya waktu itu. Tapi entah kenapa perasaan nya pada Joyce sulit diartikan dan sulit untuk dimengerti.


Dia bingung dengan perasaan nya yang seperti ini kepada dua wanita sekaligus. Apa itu pantas dan wajar memiliki perasaan yang bercabang pada dua wanita? Tentu saja tidak. Dia harus bisa menentukan pilihan nya salah satu dari mereka berdua yang membuat hati dan fikiran nya merasa tenang.


Jika dia memaksakan kehendaknya untuk memiliki perasaan pada keduanya. Maka salah satu dari kedua wanita itu akan sangat terluka dan merasa dipermainkan oleh Zico.


"Iya bang, aku ngerti kok. Lagi pula kan diantara kita tidak ada hubungan apa-apa selain hanya saling kenal dan menganggap adik dan kakak saja bukan? It's okey bang" jawab Joyce yang menampilkan wajah sedih nya.


"Maaf Joyce. Abang tidak bisa menerima kamu lebih dari seorang adik saja dan tidak lebih" ucap Zico merasa bersalah dan juga terlihat berat mengucapkan nya pada Joyce.


"Tidak masalah bang. Justru aku merasa lega, karena sudah mengungkapkan isi hati aku sama abang. Dan tidak ada rasa mengganjal lagi dihati dan fikiran saat ini" jawab Joyce yang memaksakan senyuman nya pada Zico.


"Sekali lagi maafkan abang Joyce" ucap Zico yang menggenggam tangan Joyce dengan mengusap nya juga.


"Tidak masalah bang. Jangan difikirkan lagi, kita jalani ini masing-masing dan kita akan menjadi teman mulai saat ini dan seterusnya. Dengan begitu aku merasa ada yang menjaga dan juga menyayangi ku sebagai keluarga" jawab Joyce yang langsung memeluk Zico dengan sangat erat.


Zico membalas pelukan dari Joyce tak kalah eratnya. Dia merasa tenang dan juga nyaman bisa memeluk wanita yang sudah menemaninya selama beberapa tahun kebelakang disaat dia sedang terpuruk dan tidak tahu apa yang terjadi jika tidak ada Joyce.


"Sudah, abang harus pulang sekarang. Ini sudah malam, kamu juga harus istirahat untuk menyambut hari esok yang indah untuk kamu lewati" ucap Zico mengurai pelukan nya pada Joyce.


"Iya, abang juga hati-hati dijalan. Jika sudah sampai hubungi aku, supaya aku tidak khawatir pada abang" jawab Joyce dengan senyuman yang mengembang sempurna.


"Abang pulang sekarang" ucap Zico lalu memasuki mobilnya dan langsung melajukan nya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Joyce merasa senang bukan main. Dengan kedatangan Zico malam ini. Dia juga terlihat sangat sumringah dengan semua yang dilakukan oleh Zico padanya barusan.


Joyce tak henti-hentinya tersenyum mengingat nya. Zico juga terlihat sangat nyaman berada didekatnya juga. Joyce yakin jika Zico juga sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengan nya juga. Hanya saja dia menutupi dengan kata adik dan kakak saja.


__ADS_2