Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Kejutan manis dari kekasih manis


__ADS_3

Setelah selesai makan malam yang kemaleman, mereka berdua melanjutkan mengobrol hingga beberapa saat berlalu. Apa lagi besok adalah hari weekend dan waktu mereka berdua habiskan untuk saling mencurahkan rasa cintanya.


"Sayang, apa kamu tidak malu memiliki kekasih seperti ku yang banyak kekurangan ini? Sedangkan kamu orang yang berbakat dan juga dari keluarga yang terpandang dikota ini" tanya Eleanor mendongak menatap wajah Zayd yang sedang menatapnya juga.


"Untuk apa malu? Jika aku merasa nyaman dan juga aku mencintainya. Apa yang perlu dipermalukan?" ucap Zayd yang menatap wajah Eleanor dengan sangat lekat dan juga penuh puja.


"Aku merasa tidak pantas saja berada disamping kamu yang maha sempurna ini sedangkan aku hanya seorang wanita biasa dan juga sebatang kara" jawab Eleanor yang merasa insecure dengan keadaan dirinya sendiri.


"Kamu ini ngomong apa sih sayang? Aku sudah bilang sama kamu berulang kali, jangan pernah berfikiran seperti itu. Karena aku sangat mencintai kamu, dan itu sudah pasti. Jangan pernah membahas ini lagi, oke" ucap Zayd dengan menangkup kedua pipi Eleanor dan menyatukan kening mereka berdua.


"Berjanjilah tidak akan seperti ini lagi?" tanya Zayd dengan tatapan yang hampir menangis menatap Eleanor.


"Iya, aku berjanji. Tapi jangan menangis juga Zayd, kenapa malah menjadi sangat cengeng seperti ini" jawab Eleanor dengan menggoda Zayd yang sudah meneteskan air matanya. Dan begitu juga dirinya.


"Ih, nyebelin" ucap Zayd dengan mencubit gemas kedua pipinya.


"Sakit tahu" ucap Eleanor dengan balik mencubit perut sispack milik Zayd yang sangat menggoda.


"Sayang aku punya sesuatu untuk kamu. Sebentar" ucap Zayd yang langsung beranjak dari berbaring nya menuju tas yang selalu dia bawa saat bekerja.


"Apa sih? Jangan membuat aku jadi penasaran" tanya Eleanor dengan berjalan mendekat juga kearah Zayd yang sedang mencari sesuatu didalam tasnya.


"Ada, pokoknya ada kejutan untuk kamu" jawab Zayd dengan penuh senyuman dan ditangan nya menggenggam sesuatu.


"Apa?" tanya Eleanor lagi dengan wajah yang sudah sangat penasaran.


"Tada... " ucap Zayd sambil membuka kepalan tangan nya dan disana ada sebuah jepit rambut yang sangat lucu sekali.


"Ini lucu banget sayang. Makasih yah" ucap Eleanor yang langsung menerima jepit rambut tersebut. Dan langsung memeluk tubuh Zayd dengan sangat erat.


"Sama-sama, aku tadi melihatnya dipedagang yang keliling. Dan aku membelinya, maaf hanya ini yang bisa aku berikan saat ini. Tapi nanti setelah kamu menjadi milik aku seutuhnya aku akan memberikan segalanya untuk kamu" jawab Zayd dengan membalas pelukan kekasihnya.


Mereka berdua saling pandang dan tersenyum bersama. Hingga Zayn mengambil kembali jepit rambut dari tangan Eleanor.


"Aku pakaikan. Pasti terlihat sangat cantik" ucap Zayd sambil tersenyum.


Zayd langsung memakaikan nya pada Eleanor dengan sangat hati-hati dan juga langsung memberikan kecupan sayang dikening Eleanor lumayan lama.


"Terimakasih banyak. Ini adalah hadiah yang sangat istimewa dari segala hadiah. Karena kamu memberikan ini dengan penuh kasih sayang dan juga ketulusan dari hati kamu" ucap Eleanor dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya.

__ADS_1


"Benarkah kamu menyukainya sayang?" tanya Zayd dengan menatap wajah yang selalu dia rindukan setiap saat.


"Iya" jawab Eleanor dengan mengangguk kan kepalanya dan selalu tersenyum pada Zayd.


"Ya sudah, kita istirahat lagi. Besok pagi aku akan mengajak kamu kesuatu tempat. Jadi sekarang kita harus segera tidur untuk mempersiapkan hari esok" ucap Zayd yang membawa Eleanor untuk tidur bersama dengan nya.


Pagi menjelang mereka berdua masih saling berpelukan dibawah selimut tebalnya. Apa lagi hari ini malah turun hujan, jadinya malah membuat keduanya tidak ingin bangun.


TOK


TOK


TOK


Pintu ruangan Eleanor ada yang mengetuk dari luar. Mungkin kariawan nya yang sudah mulai buka cafe dan sudah ada pengunjung nya mungkin.


"Sayang aku harus bangun. Diluar sudah ramai pasti, ini juga sudah menjelang siang. Sayang... Iihhh, lepas dulu pelukan nya" ucap Eleanor yang langsung bangkit dari berbaring nya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.


"Maaf mbak, saya mengganggu" ucap pegawai cafe tersebut pada Eleanor saat pintu ruangan nya sudah terbuka sedikit oleh Eleanor.


"Iya tidak apa-apa. Ada apa?" jawab Eleanor dengan muka bantalnya dan juga suaranya bertanya pada pegawai nya tersebut.


"Ada yang mencari mbak, katanya ingin bertemu" jawab pegawai tersebut pada Eleanor.


"Saya tidak tahu mbak, dia bilang ini sangat penting. Dia perempuan" jawabnya dengan takut-takut. Karena wajah Eleanor yang terlihat ketus dan juga galak.


"Bilang saja saya sibuk. Jika kamu tidak mengenalnya lebih baik jangan meladeninya. Kamu boleh pergi dan kerja lagi sekarang. Aku sudah ada janji akan keluar, jadi jangan mengganggu ku lagi" ucap Eleanor dengan sangat tegas dan dengan tatapan tajam nya.


"Baik mbak, akan saya sampaikan padanya" jawab pegawai tersebut lalu pergi.


"Siapa sayang? Kenapa terlihat aneh begitu?" tanya Zayd yang entah sudah sejak kapan berada dibelakang nya dan langsung memeluk pinggangnya dari belakang.


"Pegawai kita, dia bilang ada seseorang yang mencari ku dijam segini. Aku bilang saja jika aku sibuk dan akan pergi dengan seseorang" jawab Eleanor dengan wajah yang berubah tersenyum kembali pada Zayd.


"Bagus. Karena ini adalah waktu untuk kita habiskan berdua dan tidak ingin ada yang mengganggu dari siapapun" ucap Zayd yang meletakkan dagunya dipundak Eleanor dengan menatapi wajah kekasihnya dari samping.


"Karena aku masih sangat merindukan kekasih tampan ku ini" jawab Eleanor dengan senyuman dibibirnya.


"Kita mandi dulu baru kita keluar" ucap Zayd yang langsung menggandeng tangan kekasihnya menuju kedalam kamarnya kembali.

__ADS_1


"Mandilah lebih dulu. Baru aku" ucap Zayd setelah mereka berdua sudah ada didalam kamar Eleanor.


"Baiklah" jawab Eleanor yang langsung mengambil handuk dan juga baju ganti untuknya. Sedangkan Zayd mengecek ponselnya yang sengaja semalaman dia matikan. Karena tidak mau jika waktunya berdua dengan Eleanor terganggu oleh panggilan atau pesan dari seseorang.


Benar saja baru dia mengaktifkan kembali ponselnya sudah ada panggilan masuk dari kakak nya yang0 selalu saja rese padanya.


"Zayd..... " suara lengkingan dari Zia yang menghubungi nya setelah panggilan nya dia angkat.


Zayd sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya, karena sakit mendengar suara cempreng dari sang kakak.


"Zayd kau kemana saja tidak bisa dihubungi semalaman!" teriak Zia dari sebrang sana.


"Kak, kau itu menyakiti telinga ku yang tidak bersalah ini. Kakak kan bilang bicara pelan-pelan dan tidak dengan teriak-teriak seperti dihutan" protes Zayd pada Zia.


"Habisnya kamu sudah dibubunginya. Kamu ada dimana sekarang? Kenapa tidak pulang?" tanya Zia dengan berbagai pertanyaan yang dari semalam tidak bisa dia katakan pada adiknya ini.


"Kakak bisa kan bertanya itu satu-satu? Bikin mood gue pagi ini hancur saja" gerutu Zayd yang ingin mematikan panggilan nya.


"Jangan berani-berani kamu mematikan nya Zayd! Kakak sedang bertanya padamu" ucap Zia dengan suara yang dia tinggikan lagi.


"Oke, oke. Aku sedang bersama kekasihku sekarang. Puas!" ucap Zayd yang langsung memutusakan panggilan nya dengan wajah yang ditekuk.


"Kakak ini suka banget sih neror aku. Tidak bisakah jika hidup ku ini tenang dan jauh dari gangguan kak Zia yang cerewetnya minta ampun" gerutu Zayd saat sudah mematikan panggilan nya sepihak.


Zayd benar-benar tidak habis fikir dengan kakak nya yang satu ini. Kenapa selalu saja mengganggunya dan juga selalu ada didekatnya setiap saat. Sehari saja tidak bertemu atau tidak melihatnya pasti saja sudah heboh seperti tadi. Membuat Zayd semakin pusing dibuatnya.


"Kamu kenapa sayang? kelihatan nya kesal banget?" tanya Eleanor yang ternyata sudah sangat rapih dan juga wangi.


"Biasa, kak Zia yang sudah membuat mood ku menjadi anjlok kaya jatuh dari tebing" jawab Zayd yang masih bad mood.


"Biasa saja sayang, ngga usah drama gitu lah. Lagian kan Nona Zia adalah kakak kamu, masa kesel gitu mukanya?" tanya Eleanor dengan tatapan yang dibuat sangat biasa saja.


"Sana gih mandi dulu. Katanya mau mengajak aku jalan, masa belum siap-siap sih pacarnya aku yang paling ganteng sekebon raya. Hihihi" ucap Eleanor yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Zayd.


"Sana mandi. Aku sudah siapkan pakaian dan juga handuk nya didalam. Aku juga akan menyiapkan sarapan untuk kita" ucap Eleanor lagi sambil mendorong Zayd menuju kamar mandi.


Saat Zayd sedang mandi ternyata ponselnya tidak Zayd matikan, dan ada yang menghubungi nya dengan nama pemanggil perempuan diponsel milik Zayd. Eleanor tentu saja sudah tahu siapa yang memanggil.


Eleanor tidak berani mengangkatnya karena itu melanggar prifasi dari Zayd. Eleanor menyiapkan sarapan saja untuk keduanya, hingga Zayd selesai mandi dan sudah terlihat segar dan wangi tentunya.

__ADS_1


"Sayang, sejak tadi ponselmu berdering terus tuh" ucap Eleanor sambil menunjuk ponsel Zayd yang tergeletak dimeja nakas.


Zayd langsung menghampiri dimana Eleanor sedang menyiapkan sarapan untuknya.


__ADS_2