
Mami Nindi dan Papi Nando saling menatap. Mereka berdua menghembuskan nafasnya sedikit kasar karena melihat kedua anaknya tidak pernah bisa akur.
"Pi, Mami sudah nyerah jika setiap hari seperti ini" ucap Mami Nindi yang sudah sangat frustasi menghadapi keduanya.
"Maka dari itu kita pisahkan dulu meereka untuk sementara waktu. Jika begini mereka berdua akan saling merindukan dan akan menjadi akur" jawab Papi Nando sok iya.
"Benar juga, jika salah satu dari mereka nggak ada pasti mereka saling merindukan dan akan saling akur nantinya. Papi memang yang terbaik" ucap Mami Nindi yang mengiyakan ucapan suaminya dan langsung merangkul pundak Papi Nando.
"Jadi Mami setuju jika Lexa pergi sendiri ke London?" tanya Papi Nando memastikan.
"Iya, kan sejak tadi Mami sudah bilang iya" jawab Mami Nindi yang langsung memicingkan matanya menyelidik.
"Papi hanya memastikan nya saja sayang. Jika sudah begini kan Lexa belajar nya fokus dan tidak berfikiran macam-macam atau memikirkan Mami nya terus" jawab Papi Nando yang memang seperti itu.
Mami Nindi hanya menghembuskan nafasnya, dia memang mendukung putri nya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Semoga apa yang menjadi cita-cita putri nya terwujud dengan kerja keras nya.
.
Sedangkan ditempat yang berbeda. Zia masih saja memeluk tubuh Zayn yang sudah berada didalam kamar nya.
Zayn dengan sabar nya selalu menjaga dan menenangkan kakak nya yang masih bersedih, hingga tidak lama kemudian Zia tertidur setelah tenang dan lelah menangis.
Zayn langsung beranjak pergi meninggalkan kakak perempuan nya untuk menemui Zayd dan Jack. Saksi mata yang menyaksikan kejadian menyakitkan dan sangat membuat memalukan.
"Kalian bisa jelaskan semuanya" ucap Zayn pada Zayd dan Jack setelah berada didalam tempat rahasinya.
"Abang Z, aku tidak tahu kejadian pastinya, aku kesana kakak dalam keadaan yang sudah tertutupi oleh jas nya" jawab Zayd sambil menunjuk Jack yang masih berdiri.
"Saya sejak Tuan Muda Zayd pergi saya coba mendekat pada Nona Zia, tapi saya kehilangan jejak saat saya tiba-tiba tersandung sesuatu yang mungkin sudah direncanakan" jelas Jack tanpa ada yang disembunyikan.
"Lalu" ucap Zayn dengan tatapan tajam nya melebihi tajam paruh burung rajawali.
"Saya mencari nya kesetiap ruangan, hingga ruangan terakhir yang saya temui dia akan melakukan penyatuan nya. Mungkin sebelum nya dia sudah melakukan apa saya tidak tahu. Mungkin jika saya terlambat satu detik saja Nona Zia akan lebih trauma dari sekarang" jelasnya lagi.
"Sudah kau amankan dia ditempat yang sudah ku beri tahu" ucap Zayn yang sudah benar-benar menahan amarahnya supaya tidak meledak dihadapan Zayd.
__ADS_1
"Abang Z mau melakukan apa pada nya? Jangan bertindak gegabah bang, disini adalah negara hukum" ucap Zayd yang memperingati abang nya supaya tidak salah dalam bertindak.
"Tenang saja Zayd aku tidak akan melakukan yang macam-macam. Hanya satu macam saja" jawab Zayn dengan seringai liciknya.
Ternyata Zayn sudah melakukan nya dengan sempurna. Dia tidak mungkin akan melakukan hal yang ceroboh untuk bisa membuat orang yang sudah membuat kakak nya trauma.
Zayn sudah meninggalkan ruangan lebih dulu. Dia memang seperti itu, datang tak diundang pulang juga tak diantar.
Jika Zayn akan melakukan tugasnya hingga tuntas dengan tangan nya sendiri. Apa lagi dia sudah sering melakukan hal seperti ini, jadi tidak membuat nya gentar akan apa pun.
Sedangkan Zayd sedang mengikuti langkah kaki abang nya untuk ikut kemana pun abang nya pergi.
"Zayd, berhenti mengikuti ku" ucap Zayn saat berhenti berjalan. Karena dia merasa kan ada yang mengikutinya.
Dan benar saja, adik bungsu nya itu yang mengikuti nya. Dia tidak ingin jika salah satu keluarga nya tahu bahwa dirinya adalah seorang mafia kejam dan tak berhati.
"Abang akan melakukan hal yang tidak-tidak bukan. Aku sudah tahu semua nya bang. Termasuk profesi abang yang lain" ucap Zayd saat keluar dari persembunyian nya.
"So, apa yang akan kau lakukan jika sudah tahu semua nya tentang ku?" tanya Zayn tanpa menoleh.
"Kau, menjadi dokter? Yang benar saja, bahkan kau masih takut akan darah. Ck, masih mau menjadi dokter" ucap Zayn mengejek adik bungsu nya.
"Dulu aku memang sangat takut akan darah, tapi sekarang aku sudah tidak takut lagi" jawab Zayd dengan suara terbata-bata.
"Kau tidak bisa membohongi ku Zayd. Kau sedang mengendalikan rasa takut mu menjadi keberanian bukan? Semangat lah, tapi jangan lakukan demi abang. Lakukan demi diri mu sendiri dan juga keluarga. Baru setelah itu orang lain" ucap Zayn dengan panjang lebar.
Mungkin ini adalah rekor pertama Zayn bisa bicara banyak dengan seseorang.
"Satu lagi. Jangan berubah demi orang lain. Ingat itu baik-baik" ucap Zayn sebelum dia pergi entah kemana.
"Ish, dasar mafia aneh. Tapi... Ada benarnya juga" ucap Zayd yang menggaruk tengkuk nya sendiri.
.
Sedangkan dikamar Zia, dia masih terlelap. Bahkan tidak terusik sedikit pun saat Mommy Vita memasuki kamar nya.
__ADS_1
"Maafkan Mommy sayang. Mommy belum bisa menjaga kamu dengan baik, Mommy sangat-sangat minta maaf" ucap Mommy Vita sambil mengusap kepala Zia dengan penuh kasih dan sayang.
"Seharus nya Mommy menjaga kamu dan melindungi kamu. Tapi Mommy gagal, Mommy tidak bisa. Maafkan Mommy sayang, maafkan" ucap nya lagi sampai-sampai Zia terusik tidur nya.
"Mom, kenapa Mommy menangis? Apa ada yang menyakiti Mommy? Atau Mommy terluka? Mana, mana yang terluka Mom?" tanya Zia saat melihat Mommy nya sedang menangis.
"Mommy tidak apa-apa, Mommy hanya sangat merindukan mu, itu saja. Apa tidak boleh?" jawab Mommy Vita dengan memaksakan senyuman nya.
"Mommy ini aneh-aneh saja. Aku kan setiap hari ada dirumah dan juga setiap hari kita selalu bertemu. Kenapa Mommy bilang merindukan ku?" tanya Zia dengan tatapan aneh nya.
"Ya, karena Mommy sudah tidak bisa berlama-lama lagi dengan Zia kecil Mommy" jawab Mommy Vita sambil mencolek hidung mancung putri nya.
"Mommy masih bisa bermain dengan Zia, tapi bukan permainan anak kecil lagi. Kita lebih baik mengobrol dan bercerita saja. Bagaimana Mom?" tanya Zia dengan senyuman mengembang dibibir nya.
"Boleh, kita akan mengobrol dan bercerita hingga pagi. Mommy merindukan saat-saat seperti ini" jawab Mom Vita dan dia ikut merebahkan diri diranjang nya Zia.
Zia sangat bahagia dengan situasi seperti ini. Dia bisa dekat dengan Mommy nya, dan bisa memeluk Mommy saat tertidur nanti.
"Apa kamu senang sayang?" tanya Mom Vita saat dia sedang memeluk tubuh putri nya.
"Sangat, ini sangat membuat aku sangat bahagia Mom, Apa Mommy tahu? Jika saat-saat seperti ini lah yang aku inginkan. Bisa berdua dengan Mommy, bercerita dan memeluk Mommy. Aku juga sangat merindukan saat-saat seperti ini" jawab Zia dengan memandangi wajah Mommy Vita yang juga menatap Zia.
"Apa Daddy tidak masalah jika Mommy tidur disini dengan ku?" tanya Zia yang merasa tidak enak pada Daddy nya itu.
"Tidak apa-apa sayang. Justru Mommy dan Daddy mempunyai rencana untuk seperti ini. Mommy bersama putri Mommy, dan mereka berkumpual" ucap Mommy Vita dan melihat kearah pintu ternyata Zoya juga ikut bergabung.
Bukan hanya Zoya yang datang ternyata. Kelima pandawa juga sudah hadir, dengan karisma nya masing-masing.
Mereka adalah Daddy Louis, Zico, Zio, Zayn dan Zayd. Mereka semua kompak masuk kedalam kamar wanita-wanita yang sedang bersama.
"Kalian tidak diterima disini. Karena ini adalah acara kusus untuk wanita. Pria tidak diterima, lebih baik kalian semua juga membuat acara juga" ucap Mommy Vita saat melihat kelima nya ingin bergabung.
Mereka menghela nafasnya dengan sangat kasar. Karena mereka sudah sangat semangat untuk bergabung dengan para wanita kesayangan mereka.
Dan mau tidak mau mereka berlima menuruti nya. Mereka tidak ingin membuat para wanita kesayangan nya marah dan mereka yang akan menanggung kemarahan nya yang pasti akan sangat lama.
__ADS_1