Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Tidak pernah menyukainya


__ADS_3

Zico tidak berani mengatakan apa-apa pada Joyce yang sangat rakus makan semua lele goreng dengan nasi hangat, sambel dan lalapan nya dengan sangat lahap sekali. Bahkan Zico sampai memelan ludahnya berkali-kali karena rasanya ngiler melihat Joyce yang makan seperti itu.


"Apa makanan nya sangat enak Joyce? Apa abang juga boleh memintanya sedikit saja?" tanya Zico yang sudah sangat menginginkan nya juga.


"Kenapa harus bertanya bang, ini masih sangat banyak. Kita makan berdua, eh bertiga ding" jawab Joyce yang meralat ucapan nya jika mereka berdua Padahal sudah bertiga.


"Dengan senang hati abang akan ikut memakan nya" ucap Zico dengan semangat dan mereka berdua makan bersama dan membuat semua pelayan yang ada disana langsung meninggalkan pasangan suami istri itu yang sedang makan.


"Bagaimana bang, enak bukan?" tanya Joyce saat melihat Zico tidak berhenti mengunyah dan terus menambah nasinya.


"Emm, ini sangat enak sekali" jawab Zico dengan mulut penuh dan dia sudah berkeringat karena dia baru memakan sambal dan juga lalapan seperti sekarang.


Joyce tersenyum senang, dan dia sangat bahagia karena bisa berdua dan makan seperti sekarang. Berdua dan kadang-kadang saling menyuapi dengan sangat lahap dan tersenyum karena mereka sudah menghabiskan makanan dengan sangat lahap.


"Alhamdulilah, ini adalah makan-makanan yang sangat nikmat dan baru kali ini abang memakan nya" ucap Zico dengan penuh senyuman dan juga juga sedang menahan pedas.


"Alhamdulilah bang, aku juga sama. Ini adalah makanan yang aku konsumsi selama ini" jawab Joyce dengan senyuman dan juga sangat bahagia.


"Bang, makasih ya. Selama ini aku memang sangat mencintai dan menyayangi abang sejak lama, apa abang bisa mencintai aku juga. Walau tidak sekarang?" tanya Joyce yang menatap Zico dengan serius.


"Abang memang tidak bisa berjanji jika abang tidak akan menyakiti perasaan kamu. Tapi abang akan berusaha semampu dan sebisa abang untuk bisa mencintai kamu, walau abang tidak tahu kapan itu terjadi. Abang harap kamu bisa sabar menunggu waktunya datang" ucap Zico dengan menatap Joyce dengan senyuman dan mengusap pipi Joyce.


Joyce semakin bahagia dan juga sangat senang diperlakukan lembut oleh Zico. Joyce juga sangat bersemangat untuk bisa menggapai hati Zico, dan bisa memasuki dan juga bisa merasakan didalam hatinya untuk selamanya.


.


"Cih, dasar tidak tahu diri" gumam Zia yang melihat kedua orang yang sedang makan bersama saling suap dan tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa aku jadi sensi banget dengan nya? Entah kenapa aku sangat tidak menyukainya, karena dia dengan begitu mudah dan murahan nya menyerahkan diri pada seorang pria. Walau pria itu adalah abang ku sendiri" gumam Zia yang merasa heran dengan dirinya yang paling tidak suka pada wanita yang begitu gampang menyerahkan diri ada pria.


"Sudahlah, kenapa juga aku terlalu memikirkan dia" gumam Zia yang langsung pergi dari tempatnya berdiri tadi.


Zia sangat kesal dan juga ingin sekali marah. Tapi tidak tahu harus marah pada siapa, hanya bisa kesal dan marah-marah sendiri.


.


Berbeda dengan Zia yang sedang marah-marah tidak jelas. Zio malah sedang galau karena dia sulit untuk menghubungi Alexa yang sekarang entah dinas dimana lagi, membuat Zio semakin tidak karuan dibuatnya.


"Kenapa kamu sulit sekali untuk dihubungi Lex, kamu tidak tahu apa jika aku sudah sangat merindukan kamu. Kamu sangat kejam sekali padaku Lex" gumam Zio yang menatap fotonya dan juga foto Alexa dilayar ponselnya.


"Awas saja jika kamu sudah bisa dihubungi. Aku akan mengurung kamu supaya kamu tidak bisa kemana-mana lagi dan aku akan menikahimu secepatnya. Camkan itu Lexa!" ucap Zio yang berbicara sendiri pada ponselnya.


"Hish.... Sungguh menyebalkan sekali ini" ucap Zio yang masih menatapi layar ponselnya.


"Kamu sedang apa disini sendiri Zi?" tanya Zoya yang juga sedang berada disana, sejak tadi berada disana.


"Sedang menenangkan fikiran saja kak. Kakak sendiri sedang apa disini?" jawab Zio dan dia bertanya pada Zoya yang sedang menatapnya.


"Sama dengan kamu Zi, kakak juga sedang menenangkan fikiran kakak juga. Kakak sedang tidak bisa tidur karena memikirkan itu semua" jawab Zoya yang menatap kearah depan dengan tatapan datarnya.


"Kakak memikirkan Dharma juga? Atau ada masalah lain?" tanya Zio yang menatap kearah Zoya yang masih menatap lurus kedepan sana.


"Salah satunya itu. Tapi ada masalah yang lebih besar dan sulit untuk diselesaikan dengan mudah. Tapi semuanya sudah sedikit lebih tenang dan juga sudah sedikit bisa diselesaikan. Kamu jangan khawatir" jawab Zoya yang masih menatap kedepan.


"Jika kakak bilang begitu, aku akan percaya pada kakak. Karena kakak memang paling bisa menyelesaikan masalah seperti apapun itu" ucap Zio yang tidak ingin ikut campur dalam masalah kakaknya.

__ADS_1


"Thank you Zi. Kamu memang bisa untuk diajak bicara dan berdiskusi juga mendengarkan. Tidak seperti Zayd yang malah membuatku kesal" ucap Zoya yang mengingat kejadian tadi siang saat dengan adik bungsunya yang selalu bikin kesal juga bisa mencairkan suasana.


"Kakak berbicara dengan Zayd? Dia itu mana bisa diajak bicara serius, kakak ada-ada saja sih" tanya Zio yang sedikit menertawakan ucapan kakaknya yang mengatakan jika habis berbicara serius dengan adik bungsunya yang suka selengean itu.


"Dia juga bisa diajak bicara serius Zi. Jangan salah, bahkan dia bisa saja seperti Zayn jika sudah dalam mode seriusnya. Kakak juga menyangka jika Zayd adalah Zayn karena mereka sama persis" ucap Zoya yang mengatakan semuanya yang dia alami tadi dengan Zayd saat dimakam pada Zio.


"Iya juga sih, dia akan sama persis dengan Zayn jika sudah mode seriusnya keluar. Tapi tetap saja itu tidak bertahan lama kak, karena dia adalah Zayd yang memang tidak bisa serius dengan lama. Karena dialah Zayd" ucap Zio yang membenarkan ucapan Zoya dan dia juga mengatakan kebenaran tentang Zayd yang memang jarang untuk selalu serius, sama seperti Zia.


"Kamu memang benar Zi, tapi juga tidak semuanya benar" ucap Zoya yang mengiyakan ucapan Zio, tapi juga ada salahnya juga. Tapi semuanya saling menjaga dan juga mengerti keadaan yng lainnya nya.


"Kamu sendiri kenapa duduk disini sendiri?" tanya Zoya yang melihat Zio malah menghela nafasnya kasar.


"Aku sedang menunggu kabar dari Alexa tapi tidak bisa dihubungi sama sekali dan juga aku tidak tahu dimana dia dinas sekarang" jawab Zio yang malah terlihat lesu.


"Mungkin memang tidak signal Zi. Jadi kamu jangan berfikiran macam-macam padanya, seharusnya kamu do'akan dia dan semoga dia baik-baik saja" ucap Zoya yang mencoba untuk menenangkan adiknya yang sedang galau memikirkan kekasih hatinya yang tidak ada kabar.


Zio hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh kakaknya yang memang ada benarnya. Zoya sedang jika Zio mempercayai Alexa yang memang bukan gadis sembarangan, walau dia bar-bar dan juga sangat cuek. Tapi dia bisa menjaga dirinya sendiri dan masa depan nya kelak.


.


.


.


Maaf ya, Othor hanya bisa up sedikit 🙏🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya disetiap babnya ya....

__ADS_1


Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya...


__ADS_2