
Tidak terasa mereka sudah sampai didepan sebuah mainson yang sangat mewah dan juga sangat besar dan menjulang tinggi didepan nya. Senua orang berdecak kagum melihatnya, apa lagi Quinzy yang melihat beberapa ada binatang peliharaan yang sedang berlarian.
"Apa meleka boleh dipegang?" tanya Quinzy pada Juan dan Zico yang sedang menuntun nya masuk kedalam halaman mainson Zayn.
"Tentu saja boleh. Karena uncle pemilik mainson ini sangat menyukai binatang dan juga memelihara semuanya didalam mainson ini. Nanti akan ada pelayan yang akan membantu Izy untuk memegangnya dan juga memberinya makan" jawab Zico yang sudah tahu bagaimana Zayn yang memang sangat menyukai binatang. Dari yang jinak hingga yang liar dia pelihara.
"Wah benalkah? Izy boleh main belsama kelinci itu?" tanya Quinzy dengan sangat antusias dan jijawab anggukan kepala oleh Zico.
"Hole" teriak Quinzy yang berjingkrak-jingkrak kegirangan mendengar jika dia boleh bermain dengan kelinci putih itu.
Sedangkan Mom Vita langsung masuk kedalam mainson dan menuju kamar Zayn. Melihat keadaan Zayn yang memang sedang koma dan disana Mom Vita melihat ada seorang gadis yang sedang duduk menunggunya.
.
Sedangkan Zia sedang bermain dengan Quinzy dan juga Juan yang sedang bermain dengan kelinci-kelinci yang ada didalam kandangnya dan juga sedang berlarian. Quinzy benar-benar sangat senang melihat banyak kelinci yang sedang dia kejar-kejar.
"Mommy, itu lucu" ucap Quinzy yang masih berlarian mengejar-ngejar kelinci.
"Iya, tapi jangan lari-lari. Nanti Izy jatuh bagaimana?" ucap Zia yang memperhatikan Quinzy yang berlarian kesana kemari mengejar kelinci.
"Apa saudara kamu baik-baik saja?" tanya Juan yang menatap Zia dari dekat dan itu terlihat sangat romantis.
"Dia sedang koma, dan mungkin akan lama disana bangun. Aku sendiri bingung dengan semua ini, tapi semuanya sudah terjadi dan itu tidak bisa dicegah. Tapi sekarang aku tidak terlalu khawatir dengan nya, karena sekarang dia sudah ada yang menjaganya. Dimana ada seorang wanita cantik yang selalu berada didekatnya" jawab Zia yang menatap lurus kedepan sana sambil menatapi Quinzy.
"Apa dia akan menikahi wanita itu?" tanya Juan lagi masih menatap Zia dengan sangat lekat.
"Semoga saja. Lagi pula jika memang berjodoh kenapa tidak" jawab Zia yang menatap Juan yang sedang menatapnya juga.
"Semoga saja. Sebelum saudara kamu yang menikah lebih baik kita lebih dulu, sebelum semuanya terlambat" ucap Juan yang malah membuat Zia melototkan matanya menatap Juan yang mengatakan kata-kata itu.
"Sebenarnya kamu sendiri bukan yang sudah tidak tahan lagi jika berlama-lama menduda seperti sekarang?" ucap Zia yang malah menggoda Juan.
"Jika iya memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan semua itu?" tanya Juan yang malah mendekatkan tubuhnya pada Zia.
__ADS_1
"Ya tidak ada yang salah, tapi tidak bisakah bersabar dulu sebentar untuk menunggu kak Zoya menikah. Sudah cukup bang Zi yang sudah mendahului kak Zoya. Aku tidak melakukan hal yang sama seperti bang Zi, cukup dia saja yang seperti itu" ucap Zia yang malah menatap Juan dengan lekat dan juga penuh senyuman.
"Aku akan menunggu kamu sampai kamu benar-benar siap dan memang menjadi milik ku seutuhnya. Jadi jangan pernah merasa jika aku tidak sabar atau ingin terburu-buru menikahi kamu. Karena aku hanya ingin kamu merasa nyaman dan juga merasa terlindungi berada didekat ku hingga nanti" ucap Juan yang menggenggam tangan Zia dengan sangat erat.
"Mommy, Daddy aku bisa menangkapnya" ucap Quinzy yang sedang menggendong salah satu kelinci yang berukuran besar dan juga sangat gembul.
"Iya, hati-hati pegangnya. Itukan berat nanti kamu kebawa dan jatuh" ucap Zia yang memberi peringatan pada Quinzy yang terlihat keberatan menggendong kelinci gembul itu.
"Iya Mom, Izy akan hati-hati" jawab Quinzy yang sedang berjalan mendekat kearah kedua orang tuanya yang sedang duduk berdua dan memperhatikan nya.
"Lihat Mom, Dad. Dia lucu sekali bukan?" ucap Quinzy yang sudah mendekat dan mendekatkan kelinci gembul itu pada Zia dan Juan.
"Iya, ini lucu sekali. Mommy juga sangat suka dengan bunny ini, memang sangat menyukainya" ucap Zia yang ikut mengusap kepala kelinci itu dengan sangat gemasnya.
"Benarkan Mom, jika dia ini memang sangat lucu sekali bukan" ucap Quinzy yang mengiyakan ucapan Zia.
Mereka bertiga saling bercengkrama bersama dengan penuh suka cita. Mereka bertiga sudah seperti keluarga utuh pada umumnya dan juga terlihat bahagia ketiganya.
.
"Kak, apa ada kemajuan dengan hubungan kakak sama bang Dharma?" tanya Zayd yang menantap Zoya hanya diam saja.
"Seperti sebelumnya saja, kami berdua baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun" jawab Zoya yang tidak mengalihkan pandangan nya dari depan sana.
"Syukurlah jika kakak dan bang Dharma baik-baik saja. Karena kalian berdua sangat serasi satu sama lainnya, semoga saja kalian berdua memang berjodoh. Amiin" ucap Zio yang mengaminkan ucapan nya sendiri dan do'a untuk Zoya.
"Aku minta maaf pada kamu kak, karena aku sudah mendahului kakak untuk menikah. Karena memang kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk bisa diundur-undur lagi. Sekali lagi maafkan aku kak" ucap Zico yang merasa bersalah karena sudah melangkahi kakaknya menikah.
"It's okay Zi. Kakak tidak masalah, karena ini adalah sebuah kecelakaan dan juga memang harus kamu pertanggung jawabkan semuanya pada Joyce. Sekarang tugas kamu adalah membuat Zia bisa menerimanya dengan baik dan juga tidak menganggap Joyce seperti musuhnya lagi" jawab Zoya yang memang sangat mengetahui bagaimana sikap Zia pada Joyce yang tidak pernah bisa akur satu sama lain.
"Aku akan berusaha semampu dan sebisa aku kak. Karena sekarang Joyce adalah istriku dan Zia adalah adik perempuan aku satu-satunya. Aku akan membuat keduanya akrab dan juga saling menerima satu sama lain" ucap Zico yang menjawab dengan sangat mantap ingin menyatukan dua wanita yang tidak bisa akur.
"Semoga saja kau memang bisanya melakukan nya. Karena kamu tahu bukan jika dia itu adalah wanita yang keras dan juga teguh dalam pendirian nya. Jika dia mengatakan tidak, maka akan tetap tidak. Kamu jangan memaksakan semuanya, karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik" ucap Zoya yang mengusap lengan Zico.
__ADS_1
"Yang dikatakan oleh kak Zoya memang benar bang. Karena semuanya memang butuh waktu, jika Zia tidak mau jangan dipaksakan" sambung Zio yang ikut menyela pembicaraan Zico dan Zoya.
"Kak, bang. Bukan nya itu wanita yang sedang dekat dengan abang Z ya? Kenapa terlihat menangis dan juga dibawa oleh orang-orang itu?" tanya Zayd yang menunjuk pada keluarga yang sedang membawa wanita yang sedang dekat dengan Zayn.
"Iya juga, kenapa dengan... Eh tunggu, bukankah itu adalah Danu Wijaya Kusuma dan juga Alkana Wijaya Kusuma. Ada hubungan apa mereka berdua dengan wanita itu?" tanya Zio yng memang mengenali dua pria itu.
"Tunggu dulu. Kamu bilang Danu Wijaya Kusuma, yang CEO WJ.CORP?" tanya Zoya yang mengingat nama tersebut yang ternyata adalah salah satu klien PRATAMA.GROUP.
"Iya kak. Kita berdua pernah bertemu dengan beliau saat akan membahas proyek kerjasama dan juga kita sudah sepakat akan hal itu" jawab Zio yang masih menatap kearah mobil yang sudah melaju menjauhi mainson Zayn.
"Apa mungkin jika wanita itu adalah keluarga dari WJ.CORP atau bisa jadi itu adalah putri bungsu yang selama ini mereka sembunyikan?" tanya Zayd yang sudah mengingat jika WJ.CORP itu adalah perusahaan besar yang bisa bersanding dengan EDC.CORP dan sebanding dengan nya.
"Bisa jadi. Tadi aku mendengar jika dia memanggil Tuan Danu Papa, tapi kenapa mereka membawanya pulang dengan kasar? Apa mungkin mereka tidak menyetujui jika wanita itu dekat dengan Z?" tanya Zico yang sedikit mendengar ucapan Azalya yang memanggil Papa pada Papa Danu.
"Bukankah dia itu Azalya Wijaya Kusuma? Aku baru ingat jika aku pernah kenal dengan nya. Dan dia itu adalah adik kelas aku dulu. Aku baru mengingatnya" ucap Zayd yang mengingat kejadian dulu waktu dia sekolah.
"Apa Zayn sudah berbuat kesalahan yang fatal? Hingga membuat mereka marah pada Zayn dan tidak mengizinkan mereka bertemu" ucap Zoya yang memikirkan apa yang terjadi pada adiknya dan juga anak dari Danu Wijaya Kusuma.
"Bisa jadi kak. Siapa yang tahu akan kejadian itu" jawab Zico yang memang tidak ingin mencari masalah atau menggali masalah yang belum tentu kebenaran nya.
Mereka berempat malah membicarakan hal yang tidak penting sama sekali. Bahkan mereka malah menggibahkan satu sama lain dan juga menjelek-jelekan saudaranya yang lain. Hingga mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang pria muda yang sangat tamvan dan juga gagah. Dan itu baru mereka lihat sekarang, karena sebelumnya tidak pernah bertemu.
Dibelakngnya ada sosok yang mereka kenal dan juga sudah dekat dulu. Siapa lagi jika bukan Angga, tapi mereka berempat masih bertanya-tanya siapa pria yang ada didepan Angga tadi, terlihat seperti bukan orang biasa dan sepertinya memang orang yang berpengaruh atau mungkin seorang CEO dan itu adalah klien Zayn yang ingin menjenguknya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiah seiklasnya untuk Othor receh ini supaya semakin semangat untuk up...
Subscribe dan pollow akun Othor juga ya, supaya bisa tahu jika ada notifikasi bab baru😉🤗
__ADS_1