
Zico sudah membawa koper kecilnya untuk diartikan bawa ke America untuk menjenguk Zayn. Zico melihat Joyce malah sedang terlelap dengan memeluk pakaian nya yang tadi dia gunakan tadi. Zico hanya tersenyum menatapnya.
"Kamu memang lucu Joyce. Jika berada didekat ku kamu akan bersikap ketus pada ku, jika aku tidak ada kau malah memeluk pakaian ku" gumam Zico yang membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Joyce yang sedang terlelap.
Joyce malah tersenyum dalam tidurnya. Sepertinya dia memang sedang bahagia didalam mimpinya. Zico langsung beranjak setelah mengecup kening Joyce yang sedang terlelap.
.
Sedangkan ditempat lain Zayd sedang berpamitan pada Eleanor yang sedang menatapnya dengan datarnya. Karena Zayd mengatakan nya sekarang mendadak, dan bukan nya ini memang mendadak. Jadi tidak ada salahnya bukan?
"Ayolah sayang. Aku tahu aku salah, aku ingin menjenguk dan memberikan semangat pada bang Z. Dia katanya sedang sakit parah, tapi aku juga tidak tahu separah apa dia sekarang. Jika kau mau, kau bisa ikut dengan ku sayang. Malah perjalanan ku kesana akan semakin senang karena bersama dengan kamu. Pacarnya aku" ucap Zayd yang menatap penuh dengan kelembutan dan juga penuh cinta.
"Enak saja. Aku tidak mau ikut dengan kamu, yang ada nanti aku akan dinikahkan langsung sama kamu lagi. Aku belum siap" ucap Eleanor yang seketika membuat Zayd lemas mendengarnya, dia berharap jika Eleanor mau diajak ke America untuk sekalian liburan dan menghabiskan waktu bersama.
"Jangan manyun gitu. Jika sudah waktunya maka aku akan mengambilnya senang hati menerimanya, jadi jangan sedih dong" ucap Eleanor yang mencubit kedua pipi Zayd yang sedang mengerucutkan bibirnya kesal dengan Eleanor yang menolak ajakan nya.
CUP...
"Sudah, sekarang semangat lagi bukan?" tanya Eleanor yang habis mengecup bibir Zayd sekilas.
"Kamu kenapa sih selalu saja bisa membuat aku tidak bisa marah sama kamu" ucap Zayd yang memeluk pinggang Eleanor yang sedang berada disampingnya.
"Masa sih? Apa tidak salah? Tapi memang benar sih, jika aku ini memang sangat cantik dan juga menggemaskan makanya kamu tidak akan bisa marah padaku" ucap Eleanor yang mengibaskan rambut pendeknya.
"Kamu benar sayang. Jadi aku tidak ingin pergi kemana-mana jika sudah seperti ini" ucap Zayd yang langsung memangku Eleanor yang duduk disampingnya menjadi diatas pangkuan nya.
"Aku pasti akan sangat merindukan kamu. Aku tidak tahu akan berapa lama berada disana dengan yang lainnya. Sebenarnya aku berat meninggalkan kamu disini sendiri, tapi... Bang Z butuh support dari kami semua" ucap Zayd yang kembali sedih jika harus berjauhan dengan Eleanor yang sudah sangat dia cintai.
"Sudahalah jngan bersedih, kita ini hanya berpisah sebentar. Nanti juga akan bertemu lagi, tapi aku ingin dibelikan oleh-oleh yang aneh ya. Siapa tahu ada sesuatu yang membuatku senang setelah kamu kembali dan membelikan aku hadiah" ucap Eleanor yang malah membuat Zayd semakin kesal dan juga sedih.
"Kenapa kamu malah memikirkan oleh-olehnya sih? Apa kamu tidak senang jika hanya bertemu dengan ku saja? Kenapa harus oleh-olehnya" tanya Zayd dengan mengerucutkan bibirnya kesal menatap Eleanor yang malah tersenyum melihat Zayd yang kesal padanya.
"Sudahlah. Jangan dibahas lagi, yang ada nanti kamu yang kesal sendiri. Lebih baik kamu segera bersiap-siap, bukan nya sedang tunggu oleh yng lainnya? Aku akan menunggu kamu kembali lagi dengan senyuman dan kerinduan untuk ku" ucap Eleanor yang menangkup kedua pipi Zayd yang berada dihadapan nya yang sedang memangkunya.
"Akan aku lakukan. Kamu jangan nakal disini, aku akan selalu merindukan kamu" ucap Zayd yang memeluk tubuh Eleanor dalam pelukan nya yang sangat erat dan juga sudah menyiratkan kerinduan.
"Pasti, aku juga akan sangat merindukan kamu. Jaga diri baik-baik dan jangan pernah nakal juga disana, apa lagi wanita-wanita America pasti sangat cantik-cantik" ucap Eleanor yang malah kesal sendiri setelah mengatakan itu pada Zayd.
"Kenapa harus wanita lain jika aku memiliki wanita yang selalu sempurna dimataku dan selalu mengisi penuh didalam hatiku ini. Jadi, jangan mengkhawatirkan yang belum pasti" ucap Zayd yang memeluk tubuh Eleanor yang semakin berat meninggalkan nya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Apa kau yakin tidak ingin mengantarkan aku?" tanya Zayd saat menatap wajah Eleanor yang hanya menggelengkan kepalanya saja menjawab ucapan dari Zayd.
"Aku pergi dulu. Kamu baik-baik disini dan jangan pernah tidak menghubungi ku nanti" ucap Zayd yang sangat posesif pada Eleanor.
"Berhati-hatilah. Dan jangan nakal disana" ucap Eleanor yang melambaikan tangan nya pada Zayd yang sudah masuk kedalam mobilnya.
Setelah kepergian Zayd, Eleanor kembali menyibukan diri dengan semua berkas yang harus dia baca dan dia kerjakan semuanya laporan dan juga memeriksa pemasukan dan pengeluaran cafe.
.
Sedangkan ditempat lain Zio dan Alexa sedang berada didalam rumah keluarganya Alexa yang sedang meminta izin untuk ikut dengan Zio ke America.
"Pi, Mi. Boleh ya Lexa ikut dengan bang Zio ke America, yang Sekalian jalan-jalan juga kan lesanan. Lagian kan juga kami tidak nyaman berdua saja kesananya. Dengan seluruh keluarganya bang Zio untuk menjenguk bang Z" ucap Alexa yang meminta izin pada kedua orang tuanya.
"Jika Papi sih setuju saja. Tapi entah dengan Mami kamu setuju atau tidak" jawab Papi Nando pada Alexa yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh harap.
"Mi, boleh ya Lexa ikut dengan bang Zio. Lexa janji tidak akan nakal dan juga merepotkan mereka semua. Boleh ya Mi" ucap Alexa yang menampilkan puppy eyes nya pada Mami Nindi.
"Kamu ini bagaimana. Bukan nya kamu sudah menerima untuk tugas diluar kota? Kenapa malah ingin jalan-jalan? Apa kamu lupa dengan semua itu? Dasar anak kurang asam" ucap Mami Nindi pada Alexa yang menatap dengan lesu.
"Iya juga, kenapa aku bisa melupakan itu" ucap Alexa yang menepuk keningnya sendiri akan melupakan tugasnya.
"Bang Zio, Maaf ya aku lupa. Karena aku lusa harus pergi keluar kota" Ucap Alexa yang menatap wajah Zico yang sedikit kecewa.
"Maksud abang apa sih. Masa aku hanya seorang dokter biasa harus selalu dikawal oleh bodyguard, apa tidak membuat orang-orang aneh dan juga merasakan curiga. Apa lagi ini adalah luar kota yang mungkin akan bingung dan juga curiga" ucap protes Alexa pada Zio.
"Tidak ada bantahan, Lagi pula bodyguard yang akan menjaga kamu bukan laki-laki. Karena aku tidak suka jika kamu dekat dengan laki-laki selain aku. Walaupun itu adalah orang yang aku suruh untuk menjaga kamu" jawab Zio yang menatap wajah Alexa yang kebingungan.
"Maksud abang, yang akan menjaga ku adalah bodyguard yang suka sama terong, gitu?" tanya Alexa yang malah bergidik ngeri mendengar ucapan nya sendiri.
PLAK...
"Kalo ngomong itu jangan asal jeplak. Emangnya kamu mau jika yang menjaga kamu adalah pria jadi-jadian? Kalo ngomong itu sebaiknya disaring dulu sebelum keluar begitu saja dari mulut kamu ini!" ucap Mami Nindi yang memukul lengan Alexa dan mencubit bibirnya.
"Sakit Mi, yang namanya juga berfikiran itu. Memangnya tahu jika yang dimaksud oleh bang Zio itu bukan laki-laki tulen" ucap Alexa yang mengusap lengan nya yang terasa sakit dan juga perih akibat pukulan dari Mami Nindi.
"Maksud aku yang akan menjaga kamu adalah wanita, dan nanti akan datang jika kamu akan perangkat keluar kota. Jadi jangan pemiliknya dan jangan berfikiran macam-macam tentang apa yang aku katakan tadi" ucap Zio menjelaskan pada Alexa.
"Jika tidak mau sakit, makanya mikir dulu sebelum mengatakan sesuatu" ucap Mami Nindi yang gemas akan putrinya ini.
__ADS_1
"Sudah-sudah, kenapa kalian berdua jadi berdebat. Zio pasti sedang ditunggu oleh keluarganya, sebaiknya langsung pergi saja, takutnya telat dan bisa memperpanjang waktu diperjalanan kalian" ucap Papi Nando yang melerai kedua wanita yang sangat dicintainya.
"Yang dikatakan oleh Papi benar. Zio harus segera pergi sekarang, karena ini semua memang sedang terburu-buru untuk segera kesana. Kami juga tidak tahu jika Z keadaan nya seperti apa" ucap Zio yang pamit pada kedua orang tua Alexa.
"Iya, berhati-hatilah dijalan. Sampaikan salam kami pada Tuan Muda Z, karena kami tidak bisa menjenguknya disana" ucap Papi Nando yang menyampaikan salam pada Zio untuk Zayn.
"Iya Pi, akan Zio sampaikan setelah sampai nanti. Zio pamit dulu ya Mi, Pi" ucap Zio pada Mami Nindi dan Papi Nando.
"Abang hati-hati dijalan, ingat jangan lirik-lirik cewek sana. Aku tidak suka" ucap Alexa yang memperlihatkan sikap posesifnya pada Zio.
"Iya, kamu juga jangan melakukan hal-hal yang aneh-aneh dan membuat kamu susah sendiri. Jangan nakal dan dekat-dekat dengan laki-laki lain" ucap Zio yang mengatakan hal yang sama pada Alexa.
"Aku berjanji bang" ucap Alexa yang langsung memeluk tubuh Zio yang ingin melangkah menuju pintu keluar.
"Kamu jaga diri baik-baik jika sedang jauh dengan ku dan juga keluarga. Ingat pesanku tadi" ucap Zio yang memeluknya dan juga mengusap rambut Alexa dengan sangat lembut.
"Abang pergi dulu. Mi, Pi Zio pergi dulu" ucap Zio pamit pada Lexa dan juga Mami Nindi dan Papi Nando.
"Hati-hati bang" ucap Alexa yang mengekori Zio hingga masuk kedalam mobilnya dan menekan tlakson dua kali tanda dia berpamitan dan Alexa melambaikan tangan nya pada mobil Zio yang sudah melaju menjauhi halaman rumah Permana.
.
Sedangkan tidak jauh berbeda dari Zio, Zico dan Zayd yang merasa galau karena wanita-wanitanya tidak bisa ikut. Sama halnya dengan Zoya yang sedang dia ajak menatap Dharma yang hanya bisa diam setelah mendengar jika Zoya harus ke America sekarang juga.
"Apa kamu akan lama disana sayang?" tanya Dharma yang sejak tadi hanya diam saja.
"Entahlah, aku tidak tahu. Bisa lama dan bisa saja hanya sebentar. Apa ada yang salah?" tanya Zoya pada Dharma yang hanya bisa menghela nafasnya saja karena dia tidak bisa mencegah atau ikut dengan nya.
"Memang tidak ada yang salah, hanya saja aku takut jika kamu akan melupakan ku lagi jika sudah jauh dari ku" jawab Dharma yang menjawab dengan menghela nafasnya kasar.
"Jika kau mau ikut juga tidak masalah. Kenapa harus menampilkan wajah jelek mu itu" ucap Zoya yang malah meledek Dharma.
Dharma hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa lagi pada Zoya. Karena dia akan merasa sedih jika sudah berjauhan dengan nya, apa lagi jika tidak tahu sempai kapan dia akan kembali.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Subscribe dan pollow akun Othor juga....