
Setelah melihat dua pria tadi masuk kedalam mainson keempat saudara itu saling diam dan menatap kedepan dan tiba-tiba ada pria satu lagi yang datang membawa setumpuk berkas yang terlihat sangat banyak dan juga terburu-buru masuk kedalam mainson.
"Dia memang tidak pernah berubah jika sudah bekerja. Pasti ingin terburu-buru segera selesai" ucap Zoya yang sedikit banyaknya mengenal Chris Brown yang memang ditugaskan untuk menjadi asisten pribadi Zayn.
"Kakak benar, tapi dia adalah asisten yang bagus dan juga mumpuni dalam hal ini. Aku saja mau jika mendapatkan asisten sepertinya" ucap Zio yang mengiyakan ucapan Zoya.
"Jadi maksud kamu Alex tidak sesuai keinginan kamu gitu Zi? Kakak bisa bilang ini pada Daddy dan kami akan mendapatkan asisten barunya dan mungkin akan lebih parah dan juga penuh kejam dibandingkan dengan Alex" ucap Zoya yang malah menakut-nakuti Zio.
"Tentu saja tidak. Kenapa juga harus ganti, satu itu saja sudah membuatku pusing apa lagi harus hlgamti dengan yang baru" ucap Zio yang menolak untuk mengganti asisten.
"Abang sendiri, bagaimana dengan Joyed? Apa dia harus juga sama seperti Chris?" tanya Zio yang sekarang berganti topik pembicaraan mereka saat ini.
"Aku mah apa atuh... Kalian membahas masalah asisten pribadi dan juga pekerjaan yang tidak aku mengerti, lebih baik aku pergi saja lah buat nyari-nyari reference dan juga mencari makanan yang mungkin saja membuatku bisa sedikit melupakan kerinduan ku pada Ele" ucap Zayd yang menyela ucapan abangnya dan langsung beranjak pergi dari tepi kolam renang tersebut dengan mendapatkan tatapan aneh dari para saudaranya.
"Dia ini memang sudah menjadi budak cintainya Eleanor. Apa kalian sudah pernah bertemu dengan nya?" tanya Zoya yang menatap Zico dan Zio bergantian tapi mendapatkan gelengan kepala dari kedua adiknya itu.
"Kapan anak itu mau mengenalkan nya pada kami semua?" gumam Zoya yang masih bisa didengar oleh Zico dan Zio yang sedang menatapnya.
"Mungkin saja memang dia tidak ingin mengenalkan nya pada kita semua. Atau memang sebaliknya? Kita tidak tahu" ucap Zio yang malah menatap kedepan tapi fikiran nya memikirkan Alexa yang sedang bertugas diluar kota.
"Kamu kenapa Zi, apa yang sedang kamu fikirkan sekarang?" tanya Zoya yang melihat Zio malah diam dan seperti sedang melamun.
"Aku juga merindukan Alexa... " jawab Zio yang membuat Zoya menepuk keningnya sendiri akan ucapan yang dikatakan oleh Zio barusan.
PLAK...
"Jika merindukan nya kenapa tidak mau ajak kemari!" ucap Zoya yang gemas akan sikap Zio saat ini yang seperti anak kecil.
"Dia sedang tugas diluar kota kak. Tadinya dia juga mau ikut kesini, sama seperti kecengan nya Zia itu" jawab Zio yang malah menunduk lesu akan ucapan nya sendiri.
"Huh... Ternyata yang dikatakan dilan memang benar, jika rindu itu berat. Dan tidak akan kuat, Aaa... Aku sangat merindukan nya" ucap Zio yang berteriak karena dia sangat merindukan Alexa yang jauh disana.
"Zi. Kau itu berisik sekali" ucap Zoya yng langsung beranjak pergi dari dekat Zio yang sedang mereog karena merindukan Alexa.
__ADS_1
"Dasar aneh" ucap Zico yang juga ikut pergi meninggalkan Zio yang sedang menatapnya dengan tatapan kesalnya. Karena keduanya saudaranya malah pergi meninggalkan nya sendiri ditepi kolam.
.
Sedangkan Zia sedang mengajak jalan Juan dan Quinzy untuk berburu kuliner dan juga mendatangi berbagai permainan yang ada disana. Quinzy dan Zia sangat antusias dengan semua permainan dan juga makanan-makanan yang ada disana.
"Apa kalian berdua tidak merasa lelah, sejak tadi berlarian seperti itu?" tanya Juan pada Zia dan juga Quinzy.
"Tidak Dad, kami malah senang" jawab Quinzy dengan senyuman dan juga sangat bersemangat untuk terus menikmati semua wahana permainan.
"Baiklah jika seperti itu. Daddy akan menunggu Kaplan disana saja" ucap Juan yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
Zia dan Quinzy langsung berlari menuju stan makanan yang membuat mereka berdua ini. segera menikmatinya dengan sangat antusias, hingga Juan hanya menggelengkan kepalanya saja melihat dua wanita kesayangan nya sedang menikmati makanan yang mereka pesan berdua.
Juan mendekati lagi keduanya yang sedang makan dengan sangat lahap sekali, membuat Juan hanya diam dan menatapnya saja. Lalu dia juga memesan makanan juga yang ikut merasa lapar setelah melihat Zia dan Quinzy sedang makan.
"Daddy menginginkan nya juga kan?" ucap Quinzy yang menertawakan Daddy nya yang ikut makan juga dengan mereka berdua.
"Biarkan saja, Daddy juga pasti lapar juga menunggui kita main tadi" ucap Zia yang tidak ingin jika Juan ditertawakan oleh Quintina, putrinya sendiri.
Juan dan Quinzy memang tidak mau tinggal didalam mainson Zayn. Karena Juan tidak ingin jika nanti akan ada yang keberatan atau akan menimbulkan masalah nantinya. Jadi sebelum itu terjadi Juan dan Quinzy menginap didalam hotel saja dan itu disetujui oleh Zia.
Mereka bertiga berpisah setelah Juan dan Quinzy sudah berada didalam hotel, karena Zia juga harus kembali ke mainson milik Zayn yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel yang disewa oleh Juan.
"Kamu dari mana Zi?" tanya Zoya yang melihat Zia berikan memasuki mainson.
"Jalan-jalan kak. Kenapa?" jawab Zia yang balik bertanya juga pada Zoya yang hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Syukurlah jika tidak ada masalah. Aku kekamar dulu ya kak, mau membersihkan diri dulu. Aku sangat lengket dan juga gerah banget" ucap Zia yang langsung pergi dari hadapan Zoya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zia.
"Kenapa kak?" tanya Mom Vita yang baru saja keluar dari dalam lift yang terhubung dengan kamar Zayn.
"Tidak kenapa-kenapa Mom, tadi dia baru saja pulang habis jalan-jalan dengan Juan dan juga Quinzy, yang entah dari mana saja seharian ini mereka bertiga" jawab Zoya yang mengatakan nya pada Mom Vita.
__ADS_1
"Oh, Mommy kira kenapa. Oh iya, Mommy hanya mau bilang jika Zayn mungkin akan sangat lama komanya dan itu tidak bisa diperkirakan dia akan bangun. Jika kalian ingin pulang juga tidak apa-apa, disana juga kalian semua sibuk mengerjakan pekerjaan kalian. Mommy tidak ingin kalian tidak bertanggung jawab akan tugas kalian" ucap Mom Vita dengan wajah yang masih sembab dan juga mata yang memerah karena kebanyakan menangis untuk kondisi Zayn yang sedang tidak sadarkan diri itu.
"Baiklah Mom, kami akan membicarakan ini semua dengan yang lain. Karena mereka mungkin sudah mengambil cuti untuk bisa memberikan dukungan untuk Z, jadi Mommy jangan terlalu banyak fikiran ini itu. Mommy hanya harus fokus pada kesehatan Z saja, juga kesehatan Mommy sendiri" ucap Zoya yang memang sedikit mirip dengan Mommy nya katakan selalu perhatian pada keluarga.
"Baiklah jika kalian mau seperti itu. Mommy hanya tidak ingin membuat kalian tidak fokus pada pekerjaan kalian semua. Terimakasih banyak sayang, Mommy senang jika kalian selalu seperti ini dan selalu kompak jika dalam urusan seperti ini" jawab Mom Vita yang langsung memeluk tubuh Zoya dan mengeluarkan segala lelah dan penat yang mengatakan dalam dadanya dan juga dalam hatinya yang sangat berat.
"Iya Mom, inilah gunanya keluarga dan juga banyak saudara. Dengan begitu kita semua saling mendukung dan juga selalu ada disaat senang maupun susah seperti sekarang. Jadi Mommy jangan merasa sungkan dan juga banyak fikiran yang tidak-tidak" ucap Zoya yang juga membalas pelukan dari Mom Vita dengan sangat erat.
"Terimakasih sayang, kamu memang seorang kakak yang sangat pengertian dan juga bisa membuat Mommy bangga pada kamu. Kalian harus selalu bisa saling menjaga dan saling asah, asih, asuh walau nanti jika Mommy sudah tidak ada lagi. Kalian harus bisa salaing menjaga dan juga saling mengingatkan satu sama lain" ucap Mom Vita yang mengurai pelukan nya dan mengusap pipi Zoya dengan sangat lembut dan juga penuh kasih sayang.
"Sama-sama Mom, karena memang itu adalah kewajiban kami selaku saudara dan juga anak-anak Mommy. Kami akan melakukan apa yang Mommy inginkan dan juga kami akan selalu seperti ini hingga nanti, karena kami adalah anak-anak Mommy yang akan selalu kompak" jawab Zoya pada Mom Vita yang sedang menatapnya.
"Ya sudah, lebih baik Mommy jangan terlalu banyak fikiran ini itu. Nanti yang ada darah tinggi Mommy kambuh lagi, jadi Mommy jangan banyak fikiran yang macam-macam" ucap Zoya yang tersenyum pada Mom Vita yang juga tersenyum padanya.
Setelah mengatakan itu Mom Vita langsung pergi meninggalkan Zoya yang sedang menatap punggung Mom Vita. Tidak lama kemudian Zia datang dan melihat kakaknya seperti sedang melamun.
"Kakak kenapa? Terus sedang melihat apa?" tanya Zia yang ikut menatap apa yang sedang Zoya lihat saat ini.
"Kakak tadi sedang berbicara dengan Mommy. Dan baru saja Mommy pergi, ada apa?" jawab Zoya dan dia bertanya pada Zia dan menatapnya lekat.
"Oh, memangnya Mommy kenapa kak? Apa Zayn sudah sadar dari komanya?" tanya Zia yang menatap Zoya malah menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
"Belum, Mommy bilang entah sampai kapan Zayn akan bangun. Makanya tadi Mommy bilang jika kita boleh pulang dan mengerjakan apa yang seharusnya menjadi tugas kita, kakak juga tidak tahu harus bagaimana. Apa mungkin kita meninggalkan Mommy dan Daddy disini berdua saja untuk menjaga Zayn? Atau memang kita akan tetap disini tapi pekerjaan kita terbengkalai, apa lagi kakak dan abang kamu yang lain" jawab Zoya dengan menghela nafasnya dengan sangat kasar dan dia mendudukan dirinya disofa dengan sedikit kasar.
"Jadi Zayn belum bisa bangun? Jika memang kita harus pulang kenapa tidak, kita akan menanyakan nya pada Mommy dan Daddy jika sudah berada disana. Apa kakak keberatan jika kita pulang saat ini?" tanya Zia pada Zoya yang hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi karena dia sendiri juga bingung.
Keduanya saling diam dan tidak mengatakan apa-apa. Karena sekarang mereka berdua juga berada didalam dilema yang sangat besar. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau malah membuat mereka semua menyesal atau apapun itu. Yang jelas mereka berdua saling diam dan juga saling memikirkan keputusan apa yang akan mereka ambil nantinya. Dan keduanya larut dalam fikiran nya yang entah bagaimana cara untuk menghadapi masalah ini kedepan nya.
.
.
.
__ADS_1
Othor tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan supaya para reader kesayangan Othor meninggalkan jejaknya ya... Like, komen, vote dan hadiah seiklasnya...
Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya....