
Ibu panti langsung memeluk tubuh mungil Ara dan menangis, mengingat gadis kecil yang tidak bisa bicara ini sudah besar dan juga sangat cantik. Ibu panti sempat tidak menyangka jika Ara masih ada dan juga sehat.
Dulu saat Ara diculik, Ibu panti langsung lapor polisi jika salah satu anak asuhnya hilang dan diculik. Tapi sudah berhari-hari hingga berminggu-minggu tidak ada kepastian bahwa Ara nya akan ditemukan. Dan hingga satu tahun berlalu tapi tetap sama.
Ara nya tidak bisa ditemukan. Apa lagi kesulitan nya adalah Ara tidak bisa bicara, dia masih sangat kecil waktu itu. Membuat Ibu panti yang menjaga belasan anak menjadi trauma jika ada anak-anak yang lain mengalami hal yang sama dengan Ara.
"Begitu ceritanya den Zico. Ara ini memang anak saya yang sudah saya asuh dulu, dia menghilang beberapa tahun yang lalu" jelas Ibu panti pada Zico sambil memeluk tubuh Ara nya yang sudah kembali.
"Iya bu, saya juga baru mengenal nya beberapa bulan ini. Dia habis mengalami kejadian yang sangat berat dalam hidupnya" jawab Zico menimpali ucapan Ibu panti.
"Terimakasih den, Aden sudah membawa anak Ibu kembali lagi. Ibu sangat senang bisa bertemu lagi dengan anak Ibu yang cantik dan juga manis ini" ucap Ibu panti tidak henti-hentinya mengucapkan terimakasih pada Zico.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang nak? Apa kamu baik-baik saja selama ini? Maaf kan Ibu yang tidak bisa menemukan kamu" ucap Ibu panti terus memeluk dan menciumi pucuk kepala Ara nya.
Ara hanya terisak dalam pelukan hangat seorang Ibu. Ini yang selalu Ara rindukan jika sedang bersedih. Sebuah pelukan yang dapat menenangkan dirinya dan juga memberi sangat baru untuknya.
"Ara nya Ibu sudah sangat besar dan semakin cantik. Ara sangat beruntung bisa mengenal keluarga abang Zi, mereka yang menolong Ara bu. Terutama abang Zi uamg selalu ada untuk Ara disaat Ara sudah tidak ada tujuan untuk hidup" jelas Ara yang menggunakan bahasa isyarat yang sudah diajarkan oleh Ibu asuhnya.
"Masya Allah nak, ternyata hidup kamu begitu menyakitkan. Maafkan Ibu yang tidak bisa menemukan kamu dulu, Ibu tidak tahu lagi harus mencari kamu kemana. Dan Ibu juga memiliki banyak anak asuh dulu, jika mereka Ibu tinggalkan. Bagaimana nasib mereka nantinya? Maafkan Ibu nak maafkan" ucap Ibu panti juga ikut terisak memeluk tubuh Ara nya.
Mereka bertiga berbincang-bincang dengan hangat, hingga ada seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Ara juga menghidangkan minuman untuk para tamu dari Ibu asuhnya.
Dan sepertinya dia mengingat wanita yang sedang dipeluk oleh Ibu asuhnya. Dia memandangi wajah Ara dengan lekat, dan terus tersenyum saat dia benar-benar tidak salah mengenali wanita tersebut.
"Ara, Arabella kan?" tanya gadis yang masih memeluk nampan yang ada disitu dadanya.
Ara mengangguk dan tersenyum. Ara juga mengingat gadis tersebut, dia adalah sahabat nya Ara yang sangat dekat dan juga selalu ada bersama-sama.
"Lunara" ucap Ara menggunakan bahasa isyarat.
"Iya, ini aku Luna" jawab gadis itu dengan sangat senang bisa bertemu lagi dengan sahabat masa kecilnya.
"Ehmm" terdengar deheman dari Zico yang merasa diacuhkan oleh Ara.
"Abang Zi maaf, kenalkan ini sahabat Ara dulu" ucap Ara memegang tangan Zico untuk berjabat tangan dengan Luna.
__ADS_1
"Luna" ucap Luna memperkenalkan dirinya pada Zico.
"Zico" Zico juga sama, dia memperkenalkan dirinya juga.
"Apa kalian akan menginap disini? Maaf den Zico, bukan nya apa-apa. Ibu masih merindukan Ara, apa boleh Ara menginap disini?" tanya Ibu panti meminta persetujuan dari Zico.
"Saya sih terserah Ara saja. Jika memang dia ingin menginap kenapa tidak" jawab Zico yang tidak langsung memberikan izin.
Sedangkan Ara yang melihat perubahan wajah dari pria yang sudah membuat hatinya berbunga-bunga hanya menghela nafasnya saja. Dia bingung, jika menerima tawaran menginap disini maka Zico akan kecewa dan sedih. Jika menolak tawaran Ibu asuhnya dia juga pasti akan sedih juga.
Ara benar-benar bingung harus pilih yang mana. Ara malah memilih untuk Zico juga menginap bersamanya juga supaya dia tidak marah atau sedih tidak dekat dengan Ara nya.
"Abang Zi mau kan menginap disini untuk satu malam saja? Ara masih ingin mengobrol dengan Ibu dan Luna. Boleh yah?" Ara mencoba untuk membujuk Zico supaya mau menginap disini menemani nya juga.
"Boleh, asalkan kamu harus tidur dengan ku dalam satu kamar dan satu ranjang. Tidak ada penolakan dan tidak ada bantahan" ucap Zico sambil berbisik ditelinga Ara.
Ara membolakan matanya mendengar ucapan dari Zico, Zico memang hanya memintanya untuk tidur bersama saja tidak lebih. Mungkin lebihnya memeluk dan juga mencium, mungkin. Dan mau tidak mau Ara mengangguk setuju dengan permintaan dari Zico.
"Jadi den Zico mau menginap disini juga? Syukurlah jika Aden tidak merasa keberatan untuk menginap disini. Tapi maaf ya den, jika kamar dan kasur disini tidak seperti dirumah aden" ucap Ibu panti merasa sungkan pada Zico.
"Jika yang masih kecil biasanya satu kamar 2-3 orang anak den. Tapi jika mereka sudah berani tidur sendiri baru mereka tidurnya masing-masing" jawab Ibu panti.
"Memangnya kenapa den?" tanya nya lagi.
"Tidak apa-apa bu, cuman disini rumahnya terlihat besar dan juga sudah banyak kamar nya disini" jawab Zico dengan pandangan yang melihat suasana seluruh ruangan dan juga setiap kamar yang berjejer rapih.
"Iya den, awalnya hanya ada tiga kamar saja. Karena ada den Zayd dan non Zia menjadi donatur dan juga merenofasi rumah kami ini. Jadi terlihat lebih besar dan juga lebih luas. Ibu selaku pengurus panti disini sangat bersyukur atas kebaikan Aden dan Nona yang sudah membantu kami disini" jelas Ibu panti dengan meneteskan air matanya terharu.
Karena masih ada anak muda yang masih perduli akan keadaan sesama nya. Dan saling membantu satu sama lain, dan Ibu panti sangat senang bisa dipertemukan dengan mereka semua. Begitu juga dengan Zico yang sudah membantu banyak didalam pengelolaan panti asuhan ini.
"Syukurlah bu, jika memang mereka membantu orang-orang yang memang membutuhkan. Jangan hanya membantu pada yang tidak seharusnya" jawab Zico dan dia melihat Ara nya sedang menyiapkan bahan masakan untuk makan malam.
Zico langsung pamit pada Ibu panti ntuk menghampiri Ara nya dan juga sahabat nya itu.
"Ada yang bisa abang bantu?" tanya Zico pada Ara tepat ditelinganya.
__ADS_1
"Boleh, abang bantu kupas bawang nya" ucap Ara menunjuk bawang-bawangan yang sudah disiapkan oleh Ara tadi.
"Ini saja?" tanya Zico lagi belum percaya.
"Iya, abang harus mengupas nya dengan bersih" jawab Ara dengan senyuman dibibirnya yang selalu membuat Zico kelepek-kelepek.
"Baiklah akan abang lakukan" ucap Zico dengan semangat sebelum matanya terasa perih karena mengupas bawang dan hingga menangis dibuatnya.
"Abang Zi kenapa menangis?" tanya Ara saat melihat Zico menangis.
"Nggak apa-apa, abang baik-baik saja. Hanya saja bawangnya jahat, membuat abang keluar air mata" jawab Zico dengan mata yang sudah memerah.
Ara langsung membawa Zico menuju kamar mandi untuk membersihkan matanya dan juga tangan nya. Ara juga membantu meneteskan obat mata untuk Zico dan meniup-niup nya hingga Zico langsung memeluk pinggang ramping Ara.
"Kamu ingin menggodaku hmm?" tanya Zico saat Ara sudah dalam pelukan nya.
Ara hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak mungkin melakukan itu kan, mereka juga belum menikah. Jadi tidak mungkin melakukan hal diluar batas nya.
Kruyukkk
kruyukkk
Terdengar suara dari dalam perut Zico yang ingin segera diisi. Dan Ara langsung membelai pipi pria yang sangat dia sayangi itu dan mengangguk kan kepalanya.
"Ara akan memasak untuk abang. Jadi abang jangan mengganggu supaya masakan nya cepat selesai" ucap Ara yang langsung pergi dari dalam kamarnya.
Sedangkan Zico sedang senyum-senyum sendiri tidak jelas. Dia memegang pipinya yang tadi dipegang oleh Ara nya. Hatinya tiba-tiba menghangat dan mungkin juga wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Zico menghubungi Mommy nya supaya tidak khawatir karena malam ini dia tidak pulang. Walau mereka semua sudah besar-besar dan dewasa, tapi mereka akan izin jika tidak pulang atau pulang terlambat.
"Assalamualaikum Mom" ucap Zico saat panggilan nya diangkat oleh Mommy Vita.
"Wa'alaikum salam, kenapa abang Zi? Apa mau bilang akan pulang telat?" tanya Mommy Vita menebak.
"Tidak Mom, malam ini abang tidak bisa pulang. Abang sedang disuatu tempat bersama dengan Ara. Tidak apa-apa kan Mom?" jawab Zico dan meminta persetujuan dari Mommy Vita.
__ADS_1