Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Ungkapan Juan


__ADS_3

Zia hanya diam saja mendengar ucapan dari Juan padanya. Dia tidak tahu hrus mengucapkan apa? Yang jelas dia tidak tahu dengan perasaan nya sendiri. Zia diam mematung dan merenungi isi hatinya sendiri.


"Kenapa hanya diam saja?" tanya Juan saat mengurai pelukan dan memegang kedua pundak Zia.


"Saya harus mengatakan apa?" Zia balik bertanya pada Juan.


"Apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama dengan ku?" tanya Juan lagi yang masih menatap Zia dengan tatapan teduh dan memohon.


"Saya tidak tahu. Saya hanya biasa saja dan tidak merasakan apa-apa" jawab Zia yang masih bingung dengan perasaan nya sendiri.


"Jika seperti itu, izinkan aku untuk bisa membuat perasaan mu ada untuk ku" ucap Juan yang menatap mata Zia dengan sangat dalam.


"Bagaimana caranya?" tanya Zia yang memang ingin tahu.


"Kamu cukup diam dan menerima yang aku berikan untuk kamu. Baik itu terhatian dan juga kasih sayang yang akan ku berikan untuk mu" ucap Juan dengan mengusap pipi Zia dengan sangat lembut dan juga tersenyum padanya dengan sangat manis nya.


DEG...


DEG...


DEG...


Detak jantung Zia menjadi tidak karuan karena mendapatkan perhatian dari seorang pria yang berada didepan nya saat ini.


Juan mendekatkan wajah pada Zia dan reflek Zia melototkan matanya menatap Juan yang semakin mendekat dan ingin menciumnya. Tapi Juan hanya berbisik saja didepan bibir Zia.


"Jangan bersikap seperti ini. Karena itu sangat membuatku ingin segera memiliki kamu seutuhnya" ucap Juan yang tepat didepan bibir Zia yang merah.


Zia langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Dia mencoba mengontrol detak jantung nya yang tidak seperti biasanya.


'Aku harus memeriksakan jantung ku ini. Jika tidak aku bisa mati muda karena debaran jantung ku tidak beraturan seperti Ini' ucap Zia dalam hati mencoba menetralkan debaran jantung nya saat ini.


"Jangan mentapku seperti itu Nyonya Davish" ucap Juan yang memanggil Zia dengan sebutan itu. Lalu dia tersenyum sangat manis pada Zia.



Seperti itu senyuman babang Juan Davish. Bikin meleleh ya senyuman nya😍😍


Zia beberapa kali mengerjapkan matanya dan juga menajamkan pendengaran nya jika dia tidak salah menedngar. Jika Juan memanggilnya dengan sebutan Nyonya Davish.


"Kenapa hanya diam saja?" tanya Juan yang masih setia tersenyum kepada Zia yang hanya diam dan melotot kearahnya.


"Apa maksud anda dengan sebutan itu?" tanya Zia yang ingin tahu alasan apa yang akan dikatakan oleh Juan padanya.


"Sesuai yang aku katakan tadi. Jika kamu hanya diam dan menerima semua yang aku lakukan untuk kamu. Termasuk dengan sebutan itu untuk kamu" jawab Juan dengan masih tetap tersenyum.

__ADS_1


"Dasar gila" ucap Zia yang langsung pergi dari hadapan Juan yang masih menatapnya.


Juan masih tersenyum akan tingkah Zia yang sedang merajuk seperti anak kecil. Dan itu tidak jauh berbeda dengan Quinzy yang sedang merajuk akan melakukan hal yang sama.


"Mom, apa cudah bicala cama Daddy?" tanya Quinzy yang melihat Zia keluar dari rumah dengan menggerutu tidak jelas.


"Sudah, kenapa memangnya?" Zia balik bertanya pada Quinzy yang sedang menatap nya saat ini.


"Ici, inin cama Mommy" jawab Quinzy dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Oke, kita akan melakukan apa? Apa akan lanjut mendekor ruangan menjadi sangat indah? Atau mau bermain saja dengan Mommy?" tanya Zia yang memberikan berbagai pilihan pada Quinzy.


"Emm, main cama Mommy" jawab Quinzy yang langsung diangguki oleh Zia.


"Sekarang ingin bermain apa?" tanya Zia yang menatap Quinzy yang sedang berfikir akan bermain apa.


"Emm, main tak upet" jawab Quinzy dengan sangat antusias.


"Boleh, tapi jangan jauh-jauh ya. Hanya boleh disekitaran rumah dan disini. Tidak boleh keluar dari pagar itu, oke?" ucap Zia yang menjelaskan pada Quinzy yang mengangguk dengan sangat senang.


"Oke, sekarang siapa yang akan jaga untuk pertama kalinya?" tanya Zia pada Quinzy yang sedang menatapnya.


"Ici aja" jawabnya dengan langsung menutup matanya dengan kedua tangan mungilnya juga mulai berhitung dengan suara cadelnya.


"Sudah" teriak Zia yang tidak jauh bersembunyi nya.


"Mommy ana? Ici cali" teriak Quinzy yang sudah berlarian kesana kemari mencari Zia yang sedang bersembunyi dibalik pohon yang ada dibelakang Quinzy tadi.


"Mommy, Ici nda ica cali Mommy. Mommy kual" teriak Quinzy yang hampir menangis karena tidak menemukan Zia dimana-mana.


Zia langsung keluar dari balik pohon, karena melihat Quinzy yang sudah menangis karena mencari nya tidak ketemu.


"Kenapa menangis? Katanya mau main petak umpet, kenapa menangis?" tanya Zia yang sedang mengusap air mata Quinzy yang mengalir dipipinya.


"Mommy janan jauh-jauh. Ici atut tindal Mommy" ucap Quinzy yang masih menangis sesegukan.


"Mommy tidak akan pergi, kan Mommy sudah berjanji pada Izy kan jika Mommy akan bersama dengan Izy" ucap Zia dengan memeluk tubuh mungil Quinzy.


Quinzy mendekap leher Zia dengan sangat erat. Seolah-olah dia akan ditinggalkan pergi olehnya. Juan yang melihat itu semua langsung menghampiri mereka berdua dan mengusap kepala Quinzy yang sedang menangis didalam pelukan Zia.


"My princess jangan menangis lagi. Jika menangis mungkin Mommy akan pergi, karena tidak mau berdekatan dengan anak yang cengeng" ucap Juan yang langsung membuat Quinzy diam dan tidak menangis lagi.


Quinzy juga langsung tersenyum karena takut ditinggalkan oleh Zia. Quinzy juga langsung turun dari gendongan Zia dan beralih memeluk bonekanya.


__ADS_1


Imut banget nggak sih Quinzy....


"Lucu banget sih... Anaknya siapa sih ini?" ucap Zia yang gemas pada Quinzy yang sudah berpenampilan seperti itu.


"Anaknya Mommy dan Daddy" jawab Quinzy dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Kita masuk kedalam saja dan kita akan melangsungkan acara ulang tahun nya sekarang saja" ucap Juan pada kedua wanita beda usia itu.


"Oke Dad" ucap Quinzy yang mengiyakan ucapan Daddy nya.


Mereka bertiga jalan bergandengan tangan dengan Quinzy berada ditengah-tengah mereka berdua. Pemandangan yang sangat bagus dan juga terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia pada umumnya.


"Mom, Mommy inap cini ya?" ucap Quinzy menatap wajah Zia yang berada disebelah kirinya.


"Emm, Mommy tidak janji princess. Takutnya Mommy tidak diizinin oleh grandma" ucap Zia yang memberi alasan pada Quinzy.


"Ici inin cama Mommy, no Daddy" ucap Quinzy yang terlihat murung kembali saat mendengar penolakan dari Zia.


"Nanti Mommy usahakan untuk bilang pada grandma, apa Mommy boleh menginap atau Quinzy yang ikut Mommy" ucap Zia yang malah mendapatkan pelototan dari Juan.


"No, Izy jangan pernah tinggalkan Daddy sendiri!" ucap Juan yang akan marah saat mendengar jika Quinzy dan Zia akan pergi.


"Daddy jaat. Daddy malah-malah" ucap Quinzy dengan menatap sedih kearah Zia dan juga kearah Daddy nya.


"No, Daddy tidak jahat. Mommy akan disini menemani Izy hingga Izy bobo oke" ucap Zia yang mengalah pada dua orang yang membuatnya serba salah.


"Yey Yey Yey Yey.... Thank you Mom" ucap Quinzy dengan berjingkrak-jingkrak kegirangan.


"Anak-anak memang paling bisa. Walau dijanjikan seperti itu saja sudah sangat bahagia sekali" gumam Zia yang menatap Quinzy yang sedang berlari-lari kegirangan mendengar Zia mau menemaninya hingga dia tertidur.


"Itulah hati anak-anak. Sangat berbeda dengan hati orang dewasa yang sulit untuk ditebak" jawab Juan yang juga sedang menatap putri kecilnya.


"Apa maksud anda?" tanya Zia dengan tatapan menyelidik.


"Tidak ada. Hanya sedang mengumpamakan saja, apa itu salah?" ucap Juan sambil menatap Zia balik.


Zia hanya diam ditatap seperti itu oleh Juan. Bahkan dia menjadi salah tingkah sendiri dibuatnya, jantung Zia semakin tidak karuan saat mendapatkan tatapan yang sangat dalam dari Juan.


"Berhentilah menatap ku seperti itu. Aku tidak suka ditatap seperti itu oleh anda" ucap Zia yang langsung memalingkan wajahnya kearah lain.


"Kenapa memangnya? Saya malah suka melihat wajah salah tingkah anda saat ini" tanya Juan yang malah menatap Zia dengan sangat dalam dan juga sangat lekat.


"You are crazy!" ucap Zia yang langsung pergi dari hadapan Juan saat ini.


Juan hanya tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan dari Zia yang menurutnya sangatlah lucu. Jika sudah bertingkah seperti itu. Seperti Quinzy yang sedang merajuk.

__ADS_1


__ADS_2