
"Untuk apa abang takut jika abang tidak berbuat kesalahan. Abang hanya ingin berada didekat kamu saja seperti ini sudah cukup untuk abang. Jangan pernah menolak abang untuk bisa dekat dengan kamu Ara" jawab Zico dengan tatapan teduh nya untuk Ara nya.
"Iya, Ara tidak akan menolak atau membuat abang sedih. Cuman Ara mau jangan seperti ini, Ara tidak mau jika nanti abang akan mendapat masalah saja" ucap Ara tetap dengan ucapan nya yang tadi.
"Sudah berapa kali abang jika jangan pernah berfikiran seperti itu terus. Abang paling tidak suka jika Ara berfikiran seperti ini terus, abang mau Ara selalu percaya diri dan selalu percaya sama abang dan diri Ara sendiri. Oke" ucap Zico lagi yang membuat Ara tersenyum karena merasa sangat dihargai dan juga kasih sayang penuh dari Zico.
"Terimakasih untuk semua nya abang" ucap Ara dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Sama-sama sayang nya abang" jawab Zico dengan memeluk Ara dengan erat.
"Ara mau kan menikah dengan abang?" tanya Zico menatap wajah Ara nya.
Ara hanya mengangguk setuju dengan yang ditanyakan oleh Zico. Dan Zico sangat senang dibuatnya.
"Ara sekarang tidur ya. Besok abang akan mempersiapkan untuk pernikahan kita. Ara ingin konsep pernikahan seperti apa?" tanya Zico pada Ara.
"Ara hanya ingin sah secara agama dan negara. Itu saja keinginan Ara bang" ucap Ara menggunakan gerakan jari-jari lentik nya.
"Apa tidak ingin pesta seperti impian Ara mungkin? Insya Allah abang akan mengabulkan keinginan Ara nanti" tanya Zico pada Ara yang tidak menginginkan apa-apa.
"Itu saja sudah cukup. Satu saja permintaan Ara untuk abang" jawab Ara dengan tatapan teduh dan juga penuh dengan kesedihan didalam nya.
"Katakan saja apa keinginan Ara dari abang" tanya Zico sambil menangkup kedua pipi Ara.
"Ara hanya ingin abang jangan pernah meninggalkan Ara walau abang sudah tidak mau lagi dengan Ara. Ara tidak mau jika Ara akan sendiri lagi. Ara tidak mau seperti itu" ucap Ara dengan sangat sedih nya.
"Dengarkan abang. Lihat mata abang, abang tidak akan melakukan itu jika abang melakukan itu. Tolong ingatkan abang dan tegur abang. Karena abang tidak mungkin tidak melakukan kesalahan dan juga ke khilafan karena abang pasti akan berbuat salah dan juga tidak selama nya abang juga berbuat salah. Semoga saja abang dijauhkan dari hal-hal yang buruk untuk Ara" ucap Zico dengan menatap wajah cantik dan juga teduh nya seorang Arabella.
"Terimakasih segalanya abang" ucap Ara dengan memeluk tubuh kekar Zico dengan meneteskan air mata bahagia nya.
"Jangan pernah meneteskan air mata kesedihan lagi sayang. Hanya boleh air mata bahagia saja yang boleh kamu keluarkan" ucap Zico lagi masih memeluk dan menciumi pucuk kepala Ara.
__ADS_1
Ara hanya mengangguk mendengar ucapan dari calon suami nya ini.
"Sekarang Ara tidurlah. Abang akan menemani hingga Ara tertidur" ucap Zico saat Ara sudah beberapa kali menguap.
Ara langsung memejamkan matanya. Rasanya sangat nyaman berada didalam pelukan hangat dari orang yang sangat kita sayangi dan kita cintai.
"Aku berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi kamu sampai nafas ini berhenti sayang. Jika ada yang mengganggu nya suatu saat nanti, aku akan mengingat masa-masa dimana aku merasakan kebahagiaan bersama kamu hanya dengan bisa melihat senyuman indah dibibir kamu. Dengan seperti itu aku tidak akan mengkhinati kamu walau mungkin diluaran sana banyak yang sempurna atau baik" ucap Zico panjang lebar sambil memeluk tubuh mungil Ara.
"Kamu tahu sayang? Jika aku seperti ini sangat-sangat nyaman jika berada didekat kamu walau hanya memeluk kamu seperti ini. Ini adalah perasaan yang luar biasa bersama kamu" ucapnya lagi sebelum dia juga ikut memejamkan matanya menyusul Ara nya kedalam mimpi nya.
.
Sedangkan dikamar yang lain Zoya dan Dharma sedang membahas masalah pekerjaan terus. Mereka tidak pernah tidak membahas masalah pekerjaan.
"Zoya, aku ingin bicara sesuatu" ucap Dharma sedikit ragu untuk mengucapkan nya.
"Bicara saja. Kenapa harus izin segala?" jawab Zoya dengan menatap wajah Dharma yang terlihat gugup.
Ternyata yang Dharma lakukan dilihat oleh seseorang yang juga baru keluar dari kamar nya ingin mengambil minum. Tapi dia malah melihat Dharma keluar dari kamar sang kakak dengan sangat terburu-buru. Dia curiga dan langsung memasuki kamar Zoya kakak nya.
"Kakak kenapa?" tanya Zia, ternyata yang melihat Dharma keluar dari kamar kakak nya tadi.
"Kenapa memangnya Zi?" Zoya balik bertanya.
"Tadi aku lihat Dharma keluar dengan sangat buru-buru dari kamar kakak. Makanya aku langsung kemari nyamperin kakak" jawab Zia seperti yang dia lihat tadi.
"Kakak juga nggak tahu. Tadi kami sedang mengerjakan berkas-berkas ini, tiba-tiba dia bilang ingin mengatakan sesuatu. Pas kakak tanya dia malah bilang nggak jadi dan langsung lari dari kamar kakak" jawab Zoya yang memang seperti itu adanya.
Zoya tidak ingin jika Zia nanti salah faham akan dirinya. Dia ingin memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Jangan sampai dia memberi contoh yang salah nantinya.
"Apa selama ini kakak nggak sadar jika Dharma itu menyukai kakak?" tanya Zia yang melihat wajah kaget mendengar ucapan Zia barusan.
__ADS_1
"Kamu jangan asal bicara Zia, mana mungkin jika dia suka sama kakak? Aneh-aneh saja kamu ini Zi kalo ngomong" ucap Zoya yang menyangkal itu semua.
"Kakak ini pintar dan juga cerdas dalam segala hal. Tapi kenapa justru jika soal perasaan kakak malah jadi maaf kak Be*o sih? Sudah sangat jelas dari tatapan Dharama ke kakak itu seperti apa kak. Coba deh nanti kakak buktikan sendiri. Ucapan aku benar atau salah" ucap Zia yang langsung pergi begitu saja meninggalkan sang kakak yang bingung akibat ulah nya.
"Apa benar yang diucapkan oleh Zia barusan? Jika Dharma suka sama aku? Tapi jika benar aku harus bagaimana? Apa aku harus menerima nya juga? Jika aku menerimanya sama saja aku membohongi diri sendiri. Karena aku sama sekali tidak menaruh hati sedikit pun pada nya" gumam Zoya yang memikirkan ucapan dari Zia.
"Tali jika tidak diterima. Pasti diantara kita akan semakin canggung dan juga tidak seperti sebelumnya mengungkapkan atau penolakan itu sendiri. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan... Aku bingung dengan perasaan aku sendiri" gumam Zoya dengan mengusap-ngusap wajah beberapa kali.
Tidak berbeda jauh dengan Zoya. Dharma juga melakukan hal yang sama.
"Bodoh, bodoh! Kenapa kamu hampir saja mengungkapkan perasaan kamu sendiri. Jika sampai itu terucap dan akhirnya ditolak, mau ditaruh dimana wajah kamu Dharma... Kamu itu bagaikan pungguk merindukan bulan tahu nggak sih.." gumam Dharma sendiri mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
"Kamu pasti akan malu besar dengan mengungkapkan perasaan kamu sendiri Dharma... Kamu juga tidak akan punya muka jika melakukan pekerjaan bersama dengan Zoya" ucap Dharma pada dirinya sendiri.
Dia benar-benar sangat frustasi akan perasaan yang sangat membuatnya tersiksa memendam sendirian. Dia tidak tahu sampai kapan ini akan terjadi jika Zoya tidak memiliki perasaan pada nya. Dia mungkin akan duduk dipojokan sambil menangisi nasibnya yang tidak beruntung dalam percintaan.
Zoya juga sama dengan Dharma yang sedang meratapi kebingungan nya dengan perasaan masing-masing. Mereka berdua sedang dilanda dilema yang sangat besar dan juga berat.
Bagaimana jika keduanya saling menyukai dan menjalin hubungan tapi tiba-tiba ditengah jalan putus akan seperti apa hubungan kerja mereka berdua nantinya? Benar-benar sangat rumit.
.
Jika pasangan Zico dan Ara sedang berbahagia menyambut hari bahagia mereka berdua. Dan pasangan yang sedang dilema Zoya dan juga Dharma. Disini Zia sedang menatapi layar ponselnya yang sedang bergetar jika ada panggilan masuk tapi tidak dihiraukan oleh Zia.
"Kenapa dia selalu mengganggu hidup aku sih?" gumam Zia saat layar ponselnya tidak berhenti berkedip.
"Apa dia tidak punya kerjaan lain apa selain menghubungi ku?" gerutunya lagi pada layar ponselnya yang sudah mati dan menyala kembali.
Zia langsung mematikan ponselnya supaya tidak bisa dihubungi lagi oleh pria yang membuat Zia sangat kesal dibuatnya. Padahal sejak awal bertemu Zia tidak ingin bertemu lagi dan menghubungi nya.
"Dasar pria nggak tahu diri. Sudah ditolak masih saja mengganggu orang. Dasar gila!" ucap Zia yang memaki ponselnya sendiri.
__ADS_1
"Mampus kan tidak akan bisa menghubungi ku lagi. Makanya jangan rese jadi orang" ucap Zia berbicara sendiri seperti orang waras.