
Ara hanya diam saja, dia tidsak menjawab apa-apa atas pertanyaan yang diberikan Zio padanya. Dia sudah sering melihat jika Zico berdua dengan wanita yang sudah membuat nya harus mengambil keputusan yang menyakitkan seperti ini.
Tidak lama kemudian Ara bangkit dan dia ingin pergi dari hadapan Zio dan yang lain nya malah...
DUKKK...
BRUKK...
Ara langsung mendongak dan betapa terkejutnya Ara melihat seseorang yang sudah sejak lama dia hindari. Ara langsung menunduk dan ingin segera berlari jika tangan nya tidak ditahan oleh seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zico.
"Apa kamu akan meninggalkan ku lagi Arabella?!" kata-kata yang sejak tadi ditahan nya akhirnya bisa keluar juga dari mulut Zico.
Ara mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Zico, dia mencoba menatap datar pada pria yang sudah bisa membuat nya tertawa dan tersenyum beberapa tahun yang lalu.
Ara yang sekarang harus bisa membentengi diri sendiri dan juga hatinya. Dia tidak ingin merusak hubungan seseorang lagi seprti dahulu yang dia lakukan.
"Maaf, saya harus pergi. Lepaskan tangan saya" ucap Ara dengan menggunakan satu tangan untuk menggunakan bahasa isyarat nya.
Zico perlahan melepaskan genggaman nya dan menatap Ara tanpa ekspresi apapun. Hati Ara berdenyut melihat tatapan yang berbeda dari Zico dia langsung membungkuk dan pergi.
Ara tidak sanggup lagi menahan air matanya yang akan menetes. Dia ingin menghindari nya karena melihat ada wanita yang selalu ada untuk Zico dan juga sudah sering dia mengingatkan harinya supaya bisa kuat dan bisa melupakan nya.
'Kenapa disaat hati ini sudah bisa bertahan tanpa adanya cinta dan perasaan padanya harus bertemu dan menghancurkan pertahanan hati yang selama ini yang selama ini aku bangun ya Tuhan... Aku harus bagaimana lagi, aku tidak mau tersiksa dengan perasaan seperti ini... Hiks... Hiks..." jerit Ara dalam tangisan nya.
Dia benar-benar nerasa tersiksa dengan semua ini. Dia berfikir jika dia sudah pergi maka akan bisa membuat nya merasa lebih tenang dan juga lebih baik. Tapi dugaan nya salah, Ara semakin maerasa tersiksa dengan keadaan ini.
Sedangkan ditempat yang lain Zio dan yang lain nya memandangi Zico yang masih datar dan juga tanpa ekspresi nya sama sekali. Hingga suara seseorang yang sangat mereka kenal memenuhi pendengaran nya.
__ADS_1
"Apa kau sudah lebih baik dengan bertemu dengan nya?" tanya seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zoya. Kakak nya sendiri.
"Apa kau mampu untuk bisa jauh lagi dari orang yang kau cari dan kau nantikan Zi? Jika kau merasa yakin dengan keputusan mu saat ini. Jangan menyiksa diri mu sendiri dengan cara yang seperti ini Zi. Kamu jangan pernah membuat seseorang berharap pada mu dan tiba-tiba kau tinggalkan dia. Apa memang ini kemauan mu atau hanya untuk menutupi apa yang kau sembunyikan?" tanya Zoya yang suda merasa geram dengan sikap yang sudah Zico lakukan pada dua wanita sekaligus.
"Lihat Joyce, dia juga selalu ada disamping kamu saat kamu merasa terpuruk. Mencoba menghibur kamu yang tidak pernah mau meninggalkan diri kamu walau kamu selalu bersikap dingin padanya. Apa kamu juga akan menghancurkan perasaan lain nya lagi dengan kemunculan masalalu kamu Zi?" tanya Zoya lagi. Dia sebenarnya ingin tahu seberapa besarkah perjuangan dari Zico untuk bisa jujur pada orang yang selalu ada untuk nya.
"Aku tidak pernah ingin balasan apapun dari abang Zi kak. Aku hanya ingin dia bersikap baik dan juga merespon setiap yang aku ingin kan. Dan saat ini abang Zi sudah melakukan nya. Itu sudah sangat membuat aku senang dan bersyukur, jadi jangan paksa abang Zi lagi kak" ucap Joyce dengan linangan air mata.
Alexa yang melihat sikap Joyce seperti bukan ketulusan yang sesungguh nya. Alexa ternyata bisa membaca pergerakan tubuh dan juga cara bicara seseorang seperti apa. Alexa ingin segera pergi tapi tangan nya ditahan oleh Zio dan Zio menggelengkan kepalanya memberi isyarat jangan pergi.
Mau tidak mau Alexa mendengarkan drama yang membuatnya jengah dengan semua ini. Dan begitu juga dengan kekasih Alex yang memang sudah tahu bagaimana sikap dan watak asli dari Joyce yang ternyata adalah seorang model yang sangat angkuh.
"Kamu bisa dengar sendiri kan Zi, dia bisa bertahan dengan kamu selama ini hanya karena kamu masih bersikap baik dan juga menerima nya. Apa kamu tidak bisa melihat nya walau hanya sekejap? Kenapa harus Ara Ara dan Ara yang ada difikiran kamu?" tanya Zoya lagi pada adiknya yang memang sudah sangat keras harinya.
Tiba-tiba datang seseorang yang sudah melindungi Ara selama ini dan juga menyembunyikan nya dari orang yang ingin menemui nya hanya untuk menyakiti perasaan wanita lugu dan juga sangat polos seperti Ara.
"Apa maksud anda? Anda tidak tahu apa-apa, jangan ikut campur dalam masalah ini!" bukan Zoya yang menjawab. Melainkan Joyce yang tidak terima jika dia dibilang tidak pantas menjadi wanita istimewa.
"Apa anda keberatan Nona Joyce? Justru saya merasa kasihan terhadap anda. Anda memang terlihat sangat cantik dan uh sangat mempesona. Tapi, ada tapinya. Anda tidak sesuai dengan apa yang anda perlibatkan" tanya pria yang sudah sejak tadi menyimak dan juga mendengarkan semua ucapan dari klien nya yang sama sekali tidak bisa mengenali karakter seseorang itu sendiri.
"Perkenalkan nama saya Alvin Harrison kakak kandung dari wanita yang sudah anda sakiti dan anda buat menjadi seperti sampah tidak berguna. Jika saja bukan karena adik saya ini, mungkin saya akan melakukan lebih pada anda Tuan Zico Pratama Edison yang terhormat!" ucap pria yang mengaku sebagai kakak kandung dari Ara.
Semua orang sangat terkejut dibuatnya. Ternyata Ara bukan orang sembarangan, dia adalah wanita yang sama hebatnya dengan semua orang yang ada disini.
"Jika saja kalian tahu yang sebenarnya dari Nona cantik ini, pasti kalian tidak akan membela nya. Sebenarnya saya ingin memberikan perhitungan pada anda Tuan Zico. Karena anda sudah menabrak adik saya dan juga membuat nya sakit hati dalam waktu bersamaan. Tapi ya sudah lah, dengan melihat anda seperti ini saja sudah lebih baik" ucap nya lagi sebelum meninggalkan mereka semua yang menatap tidak percaya akan semua yang mereka dengar dari pria tersebut.
"Kak, maksudnya Ara adalah keluarga Harrison?" tanya Zio yang langsung mendekati sang kakak.
__ADS_1
"Kakak juga tidak tahu Zio" jawab Zoya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sedangkan Joyce sedang menatap wajah Zico yang juga menatapnya dengan tatapan aneh nya. Zico langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada semua orang.
"Sayang, siapa dia sebenarnya? Kenapa dia sangat menyeramkan?" tanya kekasih Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Joyce.
Zico mencoba mencari Ara dan ingin bertanya sesuatu padanya. Dan ternyata Ara sedang menangis dan ditenangkan oleh seorang pria yang juga ikut menangis disamping nya.
"Kakak sudah menuruti keinginan kamu Bel, apa kamu senang?" tanya pria tersebut.
Ara hanya mengangguk sambil menangis didalam pelukan pria yang mengaku kakak nya.
"Apa kamu akan selalu seperti ini? Menangis dalam diam dan hanya menyalahkan diri sendiri akan semua ini Bel?" tanya pria itu lagi.
"Bella, dengarkan kakak. Kamu harus bisa menunjukan pada semua orang, jika kamu adalah Harrison jangan pernah membuat kamu menjadi lemah seperti ini. Tunjuk kan pada semua orang bahkan pada dunia sekali pun. Jika Arabella Harrison adalah wanita yang pantas dan juga sangat patut untuk disegani dan juga mendapatkan apa yang kamu inginkan. Tegak kan wajah kamu dan angkat tinggi-tinggi, jangan hanya menunduk" ucap Alvin Harrison pada Ara.
Ara hanya mengangguk, dia tidak bisa mengatakan apa-apa dan melakukan apa-apa selain menangis dan juga bisa menangis. Karena walau Ara sudah tahu jika dia bukan orang biasa, tapi dia tetap menjadi Ara yang dulu. Ara yang sangat baik pada semua orang juga selalu mengalah.
"Apa saya bisa bicara dengan nya?" Zico memberanikan diri untuk mendekat pada mereka berdua dan juga mengatakan keinginan nya.
"Apa kamu ingin bicara pada nya?" bukan menjawab pertanyaan Zico. Alvin bertanya pada Ara, sedangkan Ara menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Please Ara. Abang hanya ingin berbicara sebentar, setelah itu abang berjanji tidak akan mengganggu kamu lagi. Seperti yang kamu inginkan" ucap Zico dengan tatapan penuh luka dimatanya.
Sedangkan Alvin yang mengetahui nya langsung bangkit meninggalkan mereka berdua walau Ara menolak nya. Tapi Alvin mengangguk supaya Ara mau berbicara berdua dengan Zico. Untuk meluruskan masalah diantara mereka berdua.
Dan mau tidak mau Ara hanya duduk diam menunggu Zico berbicara dengan nya.
__ADS_1