Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Berkencan, yang ada saja gangguan


__ADS_3

"Iya sayangnya aku, aku akan selalu percaya pada kamu dan juga akan selalu mendengarkan apa yang akan kamu jelaskan nanti padaku. Intinya kita berdua harus salaing percaya dan mempercayai, itu saja" jawab Zayd sambil tersenyum dan merangkul pundak Eleanor dengan sangat erat.


"Terimakasih banyak sayang. Aku akan berusaha untuk menjelaskan nya padamu manti jika aku sudah sangat siap" ucap Eleanor dengan memeluk pinggang Zayd dari sampingnya.


Saat mereka berdua sedang menikmati keindahan pantai dan juga laut yang luas itu ada seseorang yang datang tidak tahu malunya langsung memisahkan rangkulan keduanya.


"Kalian disini rupanya" ucap seseorang itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zia yang menyusul mereka hingga kesini.


"Kak, kau ini kenapa selalu mengganggu waktu berdua ku sih" ucap Zayd yang tidak terima karena kakak nya yang satu ini selalu saja mengganggunya dimana pun dan kapan pun juga.


"Kakak tidak mau jika kejadian abang Zi terulang padamu. Makanya kakak susulin kalian kemari" jawab Zia tanpa dosa.


"Kak, lagian siapa yang bakalan macam-macam ditempat umum seperti ini? Kakak kadang-kadang suka aneh-aneh" ucap Zayd yang tidak terima dengan ucapan Zia yang menurutnya itu ngelantur.


"Iya sih, tapi kan apa salahnya jika kakak mengikuti kalian berdua. Tidak ada yang salah bukan?" tanya Zia dengan wajah tanpa dosanya.



seperti itu wajah tanpa dosanya Zia.


"Kakak memang tidak salah dalam hal ini. Tapi aneh saja jika kita berdua sedang berkencan tapi kakak malah ada diantara kami berdua" jawab Zayd yang masih saja kesal karena kedatangan kakak nya yang satu ini.


"Whatever" ucap Zia yang langsung menggandeng tangan Eleanor menjauh dari Zayd yang sedang misuh-misuh kepada nya.


"Kak, kenapa kakak selalu mengikuti dan selalu sangat dekat dengan Zayd?" tanya Eleanor pada Zia yang sudah akrab sejak mereka kenal dan tahu jika Zayd dan Eleanor menjalin hubungan.


"Entahlah, yang jelas aku lebih dekat dengan Zayd dibandingkan dengan saudara yang lain. Kenapa memangnya?" jawab Zia dan bertanya juga pada Eleanor.


"Oh, pantas saja karena yang aku tahu kakak memiliki dua saudara yang lain bukan?" tanya Eleanor lagi sambil berjalan dengan santai.


"Yang jelas aku lebih senang jika dengan Zayd dibandingkan dengan bang Zico dan bang Zio sendiri. Entahlah, mungkin karena saat kecil sudah dekat juga" jawab Zia dengan mengedikkan bahunya.


"Kalian ini tega sekali pada ku. Sudah mengganggu acara kami berdua dan sekarang malah mesabotase kekasihku" ucap protes Zayd yang langsung menarik Eleanor menjadi disampingnya.


"Kau ini pelit sekali Zayd. Kakak hanya ingin lebih dekat saja dengannya, apa tidak boleh?" tanya Zia dengan wajah yang dibuat sangat polosnya.


"Oh God. Ayolah kak, kakak tidak melakukan nya pada abang Zi dan bang Zio. Mereka juga wajib kakak awasi bukan. Malah karena kakak tidak mengawasi mereka, sampai kejadian kan. Kejadian yang iya iya diantara keduanya. Dan sekarang kakak awasi saja abang Zio yang sekarang juga kan sedang berkencan juga. Kenapa kakak tidak mengikutinya juga" keluh Zayd yang sudah dengan frustasi akan ulahnya sang kakak.


"Mereka sedang ada dirumah bersama dengan Mommy dan Daddy. Kenapa harus diawasi jika sudah diawasi oleh suhunya" jawab Zia dengan sangat santai dan dia juga melangkahkan kakinya menuju tempat orang yang berjualan es kelapa muda.


"Dasar aneh" gumam Zayd yang langsung mengajak pergi dari tempat yang sama dengan Zia kakak nya.


"Kita mau kemana?" tanya Eleanor saat sudah didalam mobil.


"Kita nonton. Sudah lama kan kita tidak melakukan itu" jawab Zayd dengan semangat nya membawa Eleanor kebioskop.


"Baiklah, yang terpening bisa berdua dengan kamu sayang" ucap Eleanor dengan bergelayutan manja dilengan Zayd.

__ADS_1


"Always you sweetie" jawab Zayd dengan senyuman dibibirnya.


Zayd mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak membutuhkan waktu lama mereka berdua sudah sampai didalam Mal terbesar dan terlengkap dikota ini.


"Mau nonton film apa?" tanya Zayd saat sudah membeli popcorn dan juga minuman untuk mereka berdua.


"Romantis penghianatan" jawab Eleanor dengan wajah yang berbinar.


"Bagaimana ceritanya? kenapa romantis penghianatan?" tanya Zayd dengan wajah bingungnya.


"Yang romantis-romantis tapi akan ada penghianatan didalamnya. Masa nggak ngerti" jawab Eleanor dengan senyuman dibibirnya.


Dia memilih film nya sendiri. Dan Zayd hanya mengikuti saja dari belakang. Zayd heran dengan film yang disebutkan oleh Eleanor tadi.


Saat sudah menonton mereka awalnya biasa saja. Lalu saat ada adegan yang membuat sedih, Zayd langsung menangis sesegukan karena hal itu. Eleanor sampai heran dengan Zayd yang menangis seperti itu. Dirinya saja tidak menangis, dia malah terkesan geram dan juga marah akan filem yang mereka berdua tonton.


"Sayang, kenapa kamu malah menangis seperti itu?" tanya Eleanor dengan tatapan heran.


"Ini itu filem nya sedih banget sayang. Kenapa masih saja ada orang yang tega berbuat seperti itu" jawab Zayd yang sudah menangis sesegukan.


"Oh, ayolah sayang. Ini hanya filem, kenapa kamu seperti yang sedang melihat adegan nyata saja" ucap Eleanor yang hanya bisa menepuk jidatnya.


"Tapi ini sangat sedih sayang, kenapa kamu tidak mengerti" jawab Zayd yang sudah berhenti menangis saat adegan nya berganti menjadi romantis kembali.


"Kenapa sekarang malah tersenyum seperti itu?" tanya Eleanor dengan kening yang berkerut.


Eleanor hanya bisa diam dan memandangi layar saja. Dalam sekejap Zayd sudah tidak menangis lagi, sekarang malah terlihat sedang senyum-senyum tidak jelas.


.


Sedangkan dipantai Zia sedang menggerutu karena dia ditinggalkan lagi oleh Zayd dan Eleanor yang pergi entah kemana lagi.


"Dasar menyebalkan. Kenapa mereka berdua pergi begitu saja" gerutu Zia yang sedang meminum es kelapa muda yang dia pesan.


"Sendirian saja dokter Zia?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah duduk disamping nya.


"Iya, kenapa memangnya jika saya sendirian atau berdua?" tanya Zia balik bertanya pada seseorang yang bertanya padanya.


"Tidak apa-apa. Hanya bertanya saja" jawabnyaalu dia juga memesan minuman yang sama dengan Zia.


"Apa anda sedang menikmati suasana pantai yangbsedamg ramai ini dokter?" tanya seseorang itu lagi dengan tatapan yang selalu sama, yaitu terlihat kosong dan juga penuh beban.


"Kelihatan nya?" tanya Zia balik dengan wajah judesnya.


"Kelihatan nya anda sedang menikmati nya dokter" ucap seseorang yang juga sedang meminum es kelapa miliknya.


Zia hanya diam tidak membalas ucapan dari orang yang ada jisebelahnya. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah pasien nya sendiri. Juan Davish.

__ADS_1


"Anda ternyata sangat tidak ramah jika bertemu diluar dokter" ucap Juan dengan pandangan yang tertuju pada seorang anak perempuan yang sedang bermain pasir dengan pengasuhnya.


"Iya, memangnya kenapa jika saya seperti ini?" Zia bertanya balik dengan menatap tajam pada seseorang yang berada disampingnya.


"Tidak apa-apa. Hanya sedikit geram saja, biasanya seorang dokter pasti akan selalu ramah pada siapa saja yng dia temui. Mau itu pasien nya atau orang yang baru dikenalnya" jawab Juan dengan pandangan yang biasa saja dan terkesan kosong.


"Bagi orang lain. Bukan saya!" jawab Zia dengan sangat tegas. Tapi tiba-tiba ada seorang anak yang memanggilnya dengan sebutan yang aneh menurut Zia.


"Mommy, Mommy" ucap gadis kecil yang mungkin baru satu atau dua tahun mendekati kearah Zia dan juga Juan.


Zia menatap sekeliling nya yang mana tidak ada wanita lain selain dirinya yang sedang duduk. Zia mengerutkan keningnya dan bersikap cuek lagi.


"Mom, Ici tanen" ucap anak itu yang berdiri didekat Zia dengan mata yang sudah berkaca-kaca sebentar lagi akan menangis.


"Nona Muda, ini bukan Mommy. Mommy Nona sudah pergi jauh dan tidak bisa kembali lagi" ucap seorang pengasuhnya pada anak yang memanggil dirinya Ici.



kira-kira seperti itu. Anggap saja sedang dipantai ya..


Juan langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri gadis kecil menggemaskan itu.


"Look Daddy, dia bukan Mommy. Dan Izi jangan mengganggu auntie yang sedang duduk disini, lihat baik-baik. Dia bukan Mommy" ucap Juan memberi pengertian pada anak perempuan itu dan dia sebut dirinya Daddy.


"No. Itu benal-benal Mommy. Daddy boong" ucap anak perempuan itu yang sudah menangis sesegukan.


Zia yang sedang meminum es kelapa nya Kangkung berhenti dan berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan anak kecil itu.


"Hai cantik, boleh tahu namanya? Tapi kenapa menangis hmm?" tanya Zia yang sudah merubah wajahnya yang judes menjadi sangat ramah.


"Mommy" ucapnya sambil menangis sesegukan.


"Hmm, kenapa menangis? Apa ada yang menyakiti my princess?" tanya Zia dengan wajah yang dibuat akan marah.


"Hmm, Daddy jaat" jawab anak perempuan itu yang sudah mulai bisa tersenyum kembali.


"Why?" tanya Zia dengan membelai pipi gembul anak perempuan itu dengan gemas.


"Daddy bilang Mommy butan Mommy, tapi auntie. Daddy jaat, Daddy bilang Mommy cudah pelgi" jawabnya dengan wajah yang ditekuk.


.


.


Wah..... Siapa sosok anak cantik itu ya.....


Next bab berikutnya....

__ADS_1


__ADS_2