Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Dharma galau ditinggalkan Zoya


__ADS_3

"Kenapa diam saja? Apa ada yang salah?" tanya Zoya yang menatap Dharma dengan tatapan yang penuh tanya.


"Tidak apa-apa, hanya saja merasa sepi saja jika tidak ada kamu disamping aku. Apa lagi kamu entah kapan akan kembali" jawab Dharma yang mengatakan apa adanya pada Zoya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus stay disini saja tanpa tahu keadaan Zayn adik ku? Apa itu say kamu?" tanya Zoya yang menatap tidak percaya pada Dharma yang menjadi aneh seperti ini.


"Ya bukan seperti itu juga. Aku kan hanya bilang jika nanti aku akan merasa kesepian jika kau tidak ada. Bukan bermaksud untuk membuat kamu tidak boleh menjenguk adik kamu. Sama sekali tidak ada niatan seperti itu" ucap Dharma yang langsung mendekati Zoya dan langsung memeluk Zoya untuk bisa sedikit meredakan rasa kangen nantinya.


"Kamu ini aneh sekali. Masa baru ditinggal segitu saja sudah seperti ini? Ini sama sekali tidak seperti Dharma" ucap Zoya yang menikmati pelukan dari belakang oleh Dharma yng meletakan dagunya dipundak Zoya.


"Entah kenapa aku sangat merindukan kamu, walau kamu belum pergi dari sini. Sungguh sayang, jangan lama-lama suasananya. Aku bisa-bisa tidak kuat jika berjauhan dari kamu" ucap Dharma yang masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.


"Aku tidak akan lama. Ya, mungkin hanya satu atau dua minggu disana. Karena selain itu aku juga ingin melakukan sesuatu disana. Kamu masih bisa bertahan bukan jika aku selama itu?" jawab Zoya yang membalikan tubuhnya menghadap kearah Dharma yang masih memeluk pinggangnya dan Zoya mengalungkan tangan nya dileher kokoh Dharma.


"Demi kamu aku akan menguatkan diri ini saat berjauhan darimu kamu. Tapi kamu harus berjanji, jika sudah selesai kamu langsung kembali lagi kemari dan membicarakan masa depan kita berdua nantinya" ucap Dharma yang mendekatkan tubuhnya pada Zoya dan keduanya saling memeluk dan juga melepaskan rindu untuk dua pekan kedepan.


"Baiklah. Tunggu aku pulang dan kita akan membicarakan hal penting nantinya, jangan macam-macam jika sedang berjauhan dariku. Awas saja jika kau macam-macam!" ucap Zoya yang memberi ancaman pada Dharma yang menatapnya dengan pandangan tersenyum tipis pada Zoya.


"Aku berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan yang pernah aku lakukan pada kamu waktu itu" ucap Dharma sambil mentap penuh cinta dimatanya untuk Zoya yang hanya menatapnya datar.


"Aku pegang kata-kata kamu barusan. Jika kau berbohong padaku, Kim akan mendapatkan akibatnya dari ku sendiri" jawab Zoya yang mengurai pelukan nya pada Dharma yang masih menatapnya.


"I'm promise you sweetie" ucap Dharma pada Zoya yang sedang menatap tajam.


.


Tidak jauh berbeda dengan keempat saudaranya yang lain. Zia juga mendapatkan protes dari Juan dam Quinzy yang tidak diajak pergi bersama dengan nya. Akibat salah dengan Zico dan juga Joyce menjadikan dia lupa pada dua orang yang sudah menjadi kesayangan nya.


"Maafkan aku, aku tadi sedang marah pada abang Zi makanya tidak bilang-bilng pada kalian berdua. I'm sorry" ucap Zia saat menerima panggilan dari Juan dan disana ada Quinzy juga langsung sedang menatapnya melakukan panggilan video.


"Mommy jaat, nda bilang-bilang cama Ici" ucap protes Quinzy pada Zia yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh rasa bersalah pada gadis kecil ini.


"Jika kalian mau, kalian bisa menyusul kemari. Aku akan senang jika kalian kemari" ucap Zia yang tersenyum saat mengatakan itu pada Juan dan Quinzy.


"Apa boleh Mom?" tanya Quinzy yang menatap penuh binar saat mendengar itu dari Zia.


"Tentu saja, kenapa tidak boleh. Jadi setelah disana kita sekalian jalan-jalan dan bisa bertemu dengan uncle Z yang sedang sakit. Bagaimana? Mau bukan?" tanya Zia pada Quinzy yang menatap kearah Daddy nya dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Zia.


"Apa boleh Dad?" tanya Quinzy pada Juan yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Quinzy untuk menyusul Zia ke America.

__ADS_1


"Yey... Thank you Dad" ucap Quinzy yang membuat Zia tersenyum melihat interaksi antara Ayah dan anak itu yang sedang berpelukan bahagia dengan mengatakan akan menyusulnya.


"Apa kamu senang my princess?" tanya Juan yang masih memeluk Quinzy tapi matanya mengedipkan sebelah pada Zia menggodanya.


"Tentu saja. Mommy, kami akan belsiap kesana menemui Mommy" ucap Quinzy.


"Baiklah, Mommy tunggu disini" jawab Zia dengan senyuman dibibirnya.


Mereka menghabiskan waktu berbicara bertiga dengan sangat akrab dan juga penuh canda tawa bersama. Hingga Zia harus melanjutkan perjalanan nya kembali menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh orang-orangnya Zayn.


.


Sedangkan ditempat lain lagi Juan dan Quinzy sedang bersiap untuk pergi ke America menyusul Zia yang sudah sampai disana, tidak sengaja malah bertemu dengan keluarga Edison yang akan memasuki jet pribadi.


"Kalian mau kemana?" tanya Zico saat melihat Quinzy yang menggendong tas mungilnya dan memeluk boneka kesayangan nya.


"Mau ikut Mommy" jawab Quinzy dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Jadi kalian berdua mau ke America juga?" tanya Zoya yang sekarang sudah jauh lebih akrab dengan Quinzy yng selalu tersenyum padanya.


"Ya, auntie" jawab Quinzy dengan mengangguk dan juga Juan melakukan hal yang sama seperti Quinzy.


"Kebetulan kami memang baru ingin membelinya. Tapi, kami berdua takut merepotkan anda semua. Jadi lebih baik kami berdua menaiki pesawat biasa saja" jawab Juan yang merasa tidak enak jika harus ikut menimpali dengan mereka.


"Tidak perlu sungkan anadk muda. Justru perjalanan kali ini akan ramai jika kita berangkat bersama-sama, apa lagi tujuan kita memang sama bukan?" tanya Dad Louis yang juga ikut menimpali.


"Iya, kami ikut dengan grandpa" ucap Quinzy yang lebih dulu menyetujuinya dan malah berjalan bergandengan dengan Zico yang memang sudah sangat dekat dengan nya.


"Apa Zia tidak memberitahu mu?" tanya Zio yang kebetulan duduknya bersebelahan dengan Juan.


"Iya, dia baru mengabari jika dia sebentar lagi akan sampai dibandara Los Angeles" jawab Juan dengan biasa saja dan terkesan datar.


"Dia sedang marah pada yang Zico. Karena wanita yang tidak dia sukai menjadi kakak iparnya kami, yah... Seperti itulah Zia yang memang jika dia merasa tidak suka maka dia akan mengatakan nya dan juga langsung memperlihatkan ketidak sukaan nya terhadap orang lain atau pada siapapun" ucap Zio yang mencoba untuk mengakrabkan diri pada Juan.


"Iya, dia memang tadi juga mengatakan seperti itu. Dia memang wanita yang sangat istimewa dari juga langka" jawab Juan mengiyakan ucapan dari Zio yang mungkin saja akan menjadi abang iparnya juga.


Keduanya terlihat obrolan hingga mereka berdua kelelahan dan malah terlelap bersama. Sedangkan Quinzy dan Zico sedang berbincang-bincang kemana-mana, karena Quinzy sangat suka berbicara dan juga selalu bercerita apa saja yang membuatnya senang dan juga bahagia. Seperti sekarang, dia menceritakan keseharian nya disekolah dan juga dirumah.


Apa lagi setelah mengenal Zia dalam hidup mereka berdua. Semakin membuat Juan maupun Quinzy sangat bahagia dan lebih keceriaan diwajah keduanya.

__ADS_1


"Apa Izy senang bisa menyusul Mommy dan jalan-jalan disana?" tanya Zico yang sekarang duduk berdampingan dengan Quinzy.


"Tentu saja. Ici senang akan bertemu dengan Mommy disana. Apa uncle juga senang?" jawab Quinzy yang bertanya juga pada Zico yang sedang tersenyum menatapnya.


"Tentu saja. Apa lagi uncle akan bertemu dengan saudara uncle yang sedang sakit, dan kami memang ingin menjenguknya. Apa Izy mau menjenguknya juga?" jawab Zico sambil menatap wajah Quinzy dan bertanya kembali pada anak berusia 3tahun lebih itu.


"Memangnya uncle sakit apa? Apa palah?" tanya Quinzy yang bertanya layaknya orang dewasa pada Zico.


"Sepertinya iya. Karena sekarang sedang dirawat karena tidak sadarkan diri selama beberapa hari, makanya kami datang untuk menjenguknya dan melihat keadaan nya sekarang" jawab Zico yang masih menatap gadis kecil itu dengan sangat gemasnya.


'Apa mungkin nanti baby yang ada didalam kandungan Joyce sama menggemaskan nya seperti Quinzy? Semoga saja iya, mau laki-laki atau perempuan. Yang penting keduanya sehat dan juga selamat sampai persalinan nya nanti. Amiin' ucap Zico dalam hati yang menatap Quinzy yang masih saja berceloteh menceritakan dan juga bertanya tentang Zayn.


"Apa uncle nya baik juga, sama seperti uncle?" Tanya Quinzy yang menatap Zico yang sejak tadi menatapnya dengan penuh senyuman dan juga gemas.


"Baik, walau wajahnya datar dan juga terlihat galak. Aaliyah aslinya dia baik dan juga sangat menyayangi anak-anak. Apa Izy akan takut melihatnya nanti?" jawab Zico yang bertanya juga pada Quinzy yang hanya diam seperti sedang berfikir.


"Kenapa diam saja my princess? Apa my princess takut dengan uncle Z?" tanya Zico yang melihat suaminya masih saja diam tidak bersuara sedikit pun juga.


"Tidak, Izy hanya sedang belfikil" jawab Quinzy yang otomatis membuat Zico tertawa akan jawaban yang diberikan oleh Quinzy padanya.


Hingga semua orang menatap kearah keduanya yang sedang tertawa. Lebih tepatnya Zico yang tertawa, sedangkan Quinzy hanya diam dan bingung. Mungkin dia berfikir kenapa Zico tertawa terbahak-bahak seperti itu.


"Abang kenapa tertawa terbahak-bahak seperti itu?" tanya Zoya yang kebetulan duduk disebrang mereka berdua.


"Tidak apa-apa kak. Aku hanya merasa lucu saja akan ucapan dan juga jawaban dari Quinzy yang membuat ku gemas" jawab Zico yang mengatakan apa yang memang terjadi.


"Kenapa memangnya? Apa yang membuat kamu lucu dan juga bisa tertawa lepas seperti itu? Kakak sampai heran melihat tawa kamu yang sudah sangat lama tidak terlihat" ucap Zoya yang bertanya juga pada Zico.


"Aku bertanya padanya jika bertemu dengan Z akan takut atau tidak? Jawaban yang dia berikan adalah, dia ingin berfikir jika nanti akan takut atau tidak. Makanya membuat aku tertawa kak. Jawaban nya sudah seperti orang dewasa saja" jawab Zico yang menceritakan apa yang membuatnya tertawa.


Zoya juga ikutan tertawa mendengar jawaban dari Zico. Karena anak berusia 3tahun lebih bisa mengatakan kata-kata yang sama persis seperti orang dewasa. Tapi malah terkesan lucu, karena dijawab oleh anak kecil.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah seiklasnya ya...

__ADS_1


Subscribe dan pollow akun Othor ya....


__ADS_2