
Saat sampai didepan toko perhiasan mereka berdua disambut oleh pelayan yang sangat ramah. Apa lagi banyak yang mengenal Zico, sampai manager nya sendiri yang melayani Zico dan Joyce.
"Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?" tanya sang manager dengan sedikit membungkukan tubuh nya.
"Kami sedang mencari cincin pernikahan" jawab Zico dengan menatap wajah Joyce yang sedang menggandeng lengan nya.
"Silahkan Tuan Muda, Nona. Ini adalah koleksi terbaru dari toko kami" ucap manager toko tersebut pada Zico dan juga Joyce.
"Kamu pilihlah yang kamu suka" ucap Zico yang meminta Joyce yang memilihnya.
"Ini semua bagus-bagus. Tapi terlalu mewah, ada yang lebih simple tapi terlihat elegant" ucap Joyce yang meminta pada manager tersebut.
"Ada tiga yang simple bang. Abang suka yang mana? Aku bingung" tanya Joyce yang memperlihatkan tiga pasang cincin pasangan Zico.
"Ini yang ketiga saja, lebih biasa dan tidak ada bentuk-bentuk yang aneh-aneh" jawab Zico yang memilih cincin yang ketiga.
"Baiklah yang ketiga ini saya ambil" ucap Joyce pada manager toko.
"Pilihan yang sangat tepat Tuan Muda. Karena ini adalah yang paling terbaru dari yang lainnya" ucap sang manager toko tersebut.
"Langsung bungkus saja. Dan saya juga minta satu set berlian yang simple dan elegant, dan hampir mirip dengan cincin nya" ucap Zico pada sang manager toko perhiasan tersebut.
"Yang ini Tuan Muda. Ini adalah koleksi terbaru juga hanya berbeda beberapa minggu dari cincin yang anda ambil tadi" jelas manager tersebut.
"Baiklah, ini juga bagus. Sesuai dengan calon istri saya" ucap Zico yang langsung diangguki oleh manager toko.
Setelah membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk pernikahan nya Zico dan Joyce langsung pergi dari mall terbesar dikota. Tapi tanpa diduga Zico melihat Ara sedang berjalan dengan Alvin menuju kearah yang berlawanan dengan nya.
"Ara" gumam Zico saat berpapasan langsung dengan Ara.
Sedangkan Ara dan Alvin seperti tidak mengenal orang yang berpapasan dengan nya. Mereka berdua melewati dua orang yang dulu pernah dekat dengan nya.
__ADS_1
"Ara, tunggu" ucap Zico yang otomatis membuat Joyce kesal dan juga marah.
Joyce mengepalkan kedua tangan dengan sangat erat sehingga buku-buku jarinya memutih. Tapi dia tidak berani menegur Zico untuk tidak memanggil Ara.
"Ara, abang perlu bicara dengan kamu" ucap Zico menggunakan bahasa isyarat.
"Apa lagi yang kau inginkan! Semuanya sudah selesai dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi!" ucap Alvin yang sudah sangat marah pada pria dihadapan nya saat ini.
"Saya hanya ingin berbicara sebentar dengan Ara" ucap Zico dengan nada dingin nya.
"Aku tidak bisa, karena aku sudah ada janji dengan seseorang" ucap Ara menggunakan gerakan jari-jari nya.
"Abang hanya sebentar saja. Hanya sebentar" ucap Zico lagi dengan tatapan memohon nya.
"Tidak bisa" ucap Ara yang langsung pergi dari hadapan Zico yang masih menatapnya.
Zico tidak tinggal diam diam langsung membawa Ara dengan paksa dan dia juga memeluk Ara dengan sangat erat. Tentu saja Alvin langsung menghampiri dan tanpa bicara lagi menghajar Zico yang sudah kurang ajar pada Ara.
"Sudah beberapa kali saya bilang! Jangan pernah mendekatinya lagi dan membuatnya bersedih! Tapi kau tidak mendengarnya. Jadi ini pantas untuk anda" ucap Alvin yang sudah sangat geram sekali pada Zico yang tidak pernah bisa menentukan pilihan.
"Sebentar lagi anda akan menikah tapi anda dengan santainya bilang masih merindukan dan mengharapkan adik saya! Cih, jangan harap anda bisa lepas begitu saja! Camkan itu baik-baik!!!" ucap Alvin yang langsung menggandeng tangan Ara untuk menjauh dari Zico dan Joyce.
Apa lagi tadi mereka tidak menggunakan masker atau apapun untuk menutupi wajah mereka berdua. Joyce sangat terluka dengan sikap yang Zico tunjukan padanya dan juga didepan umum.
"Apa abang masih mengharapkan Ara untuk kembali bang?" tanya Joyce yang sedang memapahnya menuju parkiran mobil.
"Seharusnya abang jangan bersikap seperti itu. Apa lagi ini adalah tempat umum yang banyak orang yang tahu siapa abang dan juga siapa Alvin. Abang harus bisa menahan perasaan abang dulu walau hanya sebentar. Jika abang ingin bersama Ara, aku siap untuk mundur bang" ucap Joyce yang sudah menahan tangisan nya.
Zico hanya diam saja mendengar ucapan yang dikatakan oleh Joyce padanya. Dia semakin sekali tidak bergeming dengan apa yang Joyce sejak tadi katakan. Joyce sudah memasuki mobil dan dia yang duduk dibalik kemudi, sedangkan Zico disampingnya.
"Abang kenapa masih saja bersikap seperti ini? Jadi yang abang tadi katakan itu kemana? Apa aku serendah itu untukmu bang?" tanya Joyce saat sudah didalam mobil.
Yang akhirnya dia ungkapkan semuanya pada Zico. Dia benar-benar sudah sangat lelah dengan semua ini. Disaat pernikahan sudah didepan mata dan semuanya sudah siap tinggal nunggu waktu saja mereka akan segera sah.
Tapi apa yang dilakukan oleh Zico sudah benar-benar sangat diluar batasnya, dia sudah menyerah dengan perasaan yang seperti ini. Lebih baik dia pergi dan melepaskan Zico untuk ketenangan nya sendiri.
"Sekarang semuanya terserah padamu bang. Aku lelah, aku sudah menyerah. Aku akan pergi dari kamu dan tidak akan kembali lagi. Lebih baik kamu introfeksi diri kamu sendiri dan jangan pernah menemui ku lagi" ucap Joyce yang entah kenapa air matanya tidak mau menetes.
Perasaan nya saat ini campur aduk. Dia sudah memutuskan untuk melepasakan Zico sebelum dia jatuh kedalam kesakitan yang lebih dalam lagi.
__ADS_1
Sedangkan Zico yang terus diam tidak mendengarkan semua yang Joong katakan. Dia hanya tertuju pada satu orang, yanitu Ara saja. Bahkan dia tidak memiliki perasaan kasihan melihat Joyce yang begitu terlukanya akibat ulahnya yang tidak bisa memilih pilihan nya sendiri.
Joyce sudah sampai didepan mainson Edison. Dia langsung turun dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Zico. Zico melangkah dengan sangat gontai menuju kedalam kamarnya.
.
Joyce juga sudah sampai didalam rumanya. Dia langsung berkemas dan akan segera pergi dari rumah ini. Dia ingin meninggalkan semuanya, semua kenangan nya bersama dengan keluarganya dan juga dengan Zico.
Dia tidak ingin membuat kedua orang tuanya malu saat tahu nanti jika dialah yang sangat menginginkan pernikahan ini semuanya. Bahkan sampai rela melakukan segala cara untuk bisa membuat Zico berada didekatnya terus.
"Maafkan aku Mom, Dad. Aku harus pergi" ucap Joyce saat sudah keluar dari kamarnya dengan koper besar ditangan nya.
"Maafkan aku yang telah membuat kalian malu karena aku sendiri. Aku sungguh-sungguh sangat menyesal akan semuanya yang sudah aku lakukan" ucap Joyce yang sudah pergi dari rumah menggunakan taxi online.
Dia sengaja meninggalkan semuanya karena dia ingin bisa lebih mandiri dan juga bisa melupakan segalanya tentang Zico dan Zico. Saat sudah berada ditengah perjalanan Joyce sengaja singgah di ATM terdekat untuk mengambil uangnya. Supaya dia hanya membawa uang cash saja dibandingkan dengan kartu.
.
Sedangkan dikediaman Edison Zico sedang diam dan menyendiri saja. Dia tidak keluar kamar sekalipun, bahkan Mom Vita sudah tidak mau ikut campur lagi didalam urusan putra sulungnya ini.
Zico benar-benar seperti orang yang tidak waras karena dia masih menginginkan dua wanita sekaligus salah hidupnya. Dia sama sekali tidak ingin memilih salah satu dari mereka berdua.
Sesuatu yang akan menghancurkan dirinya sendiri nanti. Dia yang tidak bisa mengambil keputusan yang akan membuatnya bahagia atau menderita. Yang ada didalam fikiran nya saat ini hanya Ara, Ara dan Ara saja.
Hingga dia tidak sadar jika Joyce juga telah pergi darinya untuk selamanya mungkin. Karena yang dia lakukan adalah kesalahan yang sangat besar dan juga menyakiti banyak hati dan juga perasaan.
"Kenapa kamu tidak mau mendengarkan penjelasan ku dulu Ra? Apa sebegitu bercinya kamu terhadap diriku ini?" gumam Zico yang sedang duduk menatap dirinya sendiri didepan cermin.
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa percaya dan juga mau dekat denganku lagi Ra?" gumamnya lagi dengan wajah yang sudah lebam-lebam akibat pukulan dari Alvin dan juga Zio kemarin.
"Apa aku harus membawa kamu pergi juga dari sini Ra? Supaya kamu tidak bisa pergi lagi dari ku" Zico masih bergumam sendiri tidak tahu jelas.
Bahkan dia membuat seisi kamarnya berantakan karena kemarahan nya sendiri yang tidak bisa berbicara pada Ara. Semua yang dia lakukan semuanya atas dasar emosi dan juga kemarahan yang meluap dalam dirinya saat ini.
.
.
Othor gedek banget deh sama sikapnya bang Zi yang plin plan. Sebenarnya ia itu ingin apa sih?? 😬😬😬😬
__ADS_1
Othor tunggu ya like, komen, vote dan hadiahnya 😊😊😊