Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Eleanor (Lea)


__ADS_3

Tuk...


"Siapa sih yang nimpuk kepala aku!" ucap Zayd mengusap-ngusap kepala nya yang sedikit benjol karena kena kaleng minuman bekas.


Zayd menengok kanan, kiri dan kebelakang. Tapi tidak ada siapa-siapanya. Zayd membuang kaleng tersebut kedalam tempat samapah yang tidak jauh dari nya berdiri.


"Aneh, siapa sih yang iseng banget nimpuk-nimpuk? Masa siang bolong gini ada hantu sih. Bodo, ah. Mending aku segera pulang. Sebelum Mommy murka" gumam Zayn yang masih berdiri didekat tempat samapah sambil mengusap-ngusap kepala belakang nya yang lumayan sakit.


Zayd sudah menyetop taxi yang lewat didepan nya. Dia pergi dari tempat yang membuat nya sial.


Plasback On


"Sial banget sih nasib gue, baru juga kerja sehari sudah dipecat" gerutu seorang gadis cantik dengan penampilan yang seperti laki-laki.


Dia adalah gadis yang sangat cantik juga pintar. Tapi sayang, nasib nya tidak seperti wajahnya yang cantik khas orang Indonesia. Dia adalah Eleanor, yang suka dipanggil Lea itu adalah gadis yatim piatu yang tinggal dikota ingin mencari kerja dengan modal Ijazah SMA.


Dia barusaja dipecat lantaran habis memukul pengunjung restaurant yang kurangajar pada nya. Dia berani menyentuh tangan dan bahkan berniat ingin mele*ehkan nya didepan umum.


Tanpa banyak bicara lagi Lea langsung membanting seorang pria paruh baya tapi mata keranjang itu dengan sekali gerakan saja sudah terkapar.


Dan seluruh pengunjung restaurant menjadi riuh karena kehebohan yang dibuat oleh Lea. Manager restaurant langsung memecat Lea tanpa mendengarkan penjelasan dari Lea.


"Padahal tuh orang yang salah, kenapa jadi gue yang kena marah dan langsung dipecat. Dasar atasan tidak adil! Gue sumpahin bangkrut tuh restaurant" ucapnya sambil berapi-api dan menendang kaleng bekas yang ada didepan kaki nya.


Klontang...


Tuk..


"Aduh" ucap seseorang yang berada tidak jauh darinya.


"Mampus gue!" ucap nya lalu bersembunyi dibalik tempat samapah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi.


Dia cekikikan mendengar gerutuan dari laki-laki yang kena timpuk kaleng minuman bekas yang menurut nya sangat diluar nalar. Supaya tidak didengar oleh laki-laki yang masih berdiri disamping tempat samapah.


Lea membekap mulutnya supaya tidak terdengar suaranya oleh orang yang sudah dia timpuk. Saat laki-laki itu sudah pergi menggunakan taxi baru dia keluar dari persembunyian nya dan langsung tertawa terbahak-bahak.


"Sumpah, tuh orang bikin mood gue balik lagi. Absurd banget sih tuh orang" ucap Lea yang masih tertawa terbahak-bahak.


Flashback Off


Zayd masih mengingat kejadian tadi siang waktu kepalaya kena kaleng minuman bekas. Sepertinya tadi dia mendengar seseorang yang sedang tertawa, tapi dia tidak melihat ada orang dimana-mana. Maka nya dia langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Aku kenapa susah banget sih buat lupain kejadian itu. Aku kan jadi merasa ngeri-ngeri sedep" gumam Zayd sambil bergidik ngeri sendiri.


"Kenapa kamu?" tanya Zio saat melihat Zayd yang sedang duduk dan bergumam sendiri.


"Nggak ngapa-ngapain" jawab Zayd.


"Terus kenapa kamu bicara sendiri?" tanya Zio penuh selidik.


"Nggak apa-apa bang. Hanya sedang memikirkan bagaimana caranya bilang sama Mommy dan Daddy jika aku akan menjalani konseling dengan dokter yang bisa hipnoterapy" jawab Zayd dengan mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Kamu kenapa mau konseling? Bukankah kamu tidak punya trauma apapun?" tanya Zio penasaran.


"Abang lupa. Jika aku sejak kecil takut dengan darah? Sedangkan profesi aku saat ini dan nanti akan menjadi dokter bang" jelas Zayd panjang lebar pada Zio.


"Oh iya, abang lupa. Kamu bilang saja Zayd, mau abang bantu bilang pada Mommy dan Daddy?" tanya Zio menawarkan bantuan nya.


"Thank you bang, memang aku membutuhkan nya" jawab Zayd dengan tersenyum smirks.


"Kau ini" ucap Zio sambil mengacak-ngacak rambut Zayd dengan sangat gemas.


Mereka berdua bercanda dan juga saling kejar-kejaran ditaman belakang. Mereka seperti anak kecil yang sedang bermain bersama. Lalu mereka berdua tiduran diatas rumput dan saling menatap langit yang sedang sangat terik.


"Hubungan yang seperti apa Zayd? Abang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan nya" jawab Zio dengan nada lesu.


"Apa abang tidak mengungkap kan perasaan abang padanya?" tanya Zayd lagi. Dia juga sudah lama tidak pernah bertemu dengan Alexa.


"Seperti yang kamu bilang. Abang tidak berani jika bicara langsung padanya, mungkin memang abang hanya bisa mengagumi nya dan mencintai nya dalam diam" jawab Zio dengan senyuman getir nya.


"Apa abang akan sanggup jika seperti itu terus? Abang akan semakin terluka dan juga tersiksa dengan perasaan abang sendiri" tanya Zayd lagi.


"Entahlah Zayd. Abang hanya bisa melihat nya bahagia saja sudah membuat abang bahagia juga. Jadi biarlah seperti ini" jawab Zio masih dengan senyuman yang sangat terkesan dipaksakan.


"Apa abang yakin? Jika iya lanjutkan, jika tidak mundur saja" ucap Zayd dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Zio tidak menanggapi ucapan Zayd lagi. Dia tidak tahu harus bilang apa pada Zayd, karena dia sendiri tidak yakin akan jawaban yang akan dia keluarkan.


Sedangkan didalam mainson Zico memandangi kedua adiknya yang habis kejar-kejaran tersenyum senang. Dia tidak ingin yang macam-macam, dia hanya ingin keluarga nya selalu rukun dan bahagia bersama.


Saat sedang memandangi kedua adiknya ada yang menepuk pundak nya. Dan yang melakukan nya adalah Zia.


"Abang sedang apa disini?" tanya Zia.

__ADS_1


"Melihat mereka berdua" jawab Zico sambil menunjuk kedua adiknya yang sedang tiduran diatas rumput.


"Ish, mereka ini sudah besar masih saja seperti anak kecil" gerutu Zia saat melihat kedua saudara nya yang masih seperti anak kecil.


"Biarkan saja Zi, mereka malah seperti tidak memiliki beban dalam hidup dan juga selalu mengapresiasi kebahagiaan nya dengan seperti itu. Jadi biarkan saja seperti itu" ucap Zico pada adik perempuan nya.


"Tidak seperti abang yang terlalu datar dan kaku. Seperti besi" gerutu Zia yang sangat kesal dengan sifat abang nya satu ini.


Juga jangan lupakan satu lagi adiknya yang lebih dingin dan datar dibandingkan dengan Zico. Siapa lagi jika bukan Zayn.


Zico hanya tersenyum tipis melihat Zia yang sangat menggemaskan jika sedang seperti itu. Padahal Zia sedang ingin diperhatikan oleh abang-abangnya. Karena semenjak Zayn pergi Zia jarang mendapatkan perhatian dari yang lain nya. Sedangkan Zayn walau sangat dingin dan datar tapi perhatian nya selalu ada untuk Zia. Maka nya sekarang Zia ingin mendapatkan hal seperti itu lagi.


"Zia, mau ikut abang?" tanya Zico yang melihat Zia akan pergi menuju kamar nya yang berada dilantai dua.


"Kemana? Jika untuk menemani bekerja tidak!" ucap Zia dengan ketus.


"Kau ini geer sekali" ucap Zico sambil merangkul pundak adik nya menuju lantai bawah dan membawa nya kesuatu tempat.


"Kita ini mau kemana sih bang Zi?" tanya Zia saat melihat kekanan dan kiri jalan.


"Kamu nikmati saja semua nya. Dan abang melakukan nya karena sayang padamu" ucap Zico pada Zia yang masih memanyunkan bibirnya kesal.


Zico mengacak rambut Zio yang sedang digerai dengan sangat cantik. Dia membawa ketempat yang selalu mereka datangi jika sedang sedih atau senang. Pemakaman umum, tempat Daddy Surya dimakamkan.


"Abang?" tanya Zia pada Zico dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Kenapa? Kita akan mengunjungi makam Daddy. Beliau pasti merindukan my princess comel nya" ucap Zico yang masih lupa-lupa ingat penggilingan tersebut.


"Abang" Zia tidak bisa melanjutkan ucapan nya lagi. Karena dia malah menangis karena mendengar ucapan abang Zi yang membuatnya mengingat kejadian belasan tahun silam.


"Kita keluar dan mendo'akan Daddy supaya bisa selalu bahagia disana. Dengan do'a dari kita, Daddy akan diringankan dari siksa kuburnya" ucap Zico pada Zia yang masih menangis dalam pelukan abang Zi.


"Ayo" ajak Zico pada Zia.


Mereka berdua menyusuri jalanan setepak menuju makam Daddy dan juga Oma Sila. Makam mereka berdua berdampingan, karena keinginan mendiang Oma Sila sebelum meninggal.


"Assalamualaikum Dad, Oma" ucap Zico dan Zia saat sudah dihadapan pusaran Daddy dan Oma nya.


"Kami berdua berkunjung Dad Oma, kami memang hanya berdua saja. Jika kami ada waktu lagi kami akan sempatkan datang kemari dengan yang lain nya" ucap Zico pada makam Daddy nya.


Zico dan Zia membaca do'a dan juga memberikan kembang dan juga bunga sedap malam untuk makam Daddy nya sedangkan makan Oma Sila diberikan bunga kesukaan Oma Sila waktu masih hidup. Bunga mawar putih yang sangat cantik.

__ADS_1


__ADS_2