Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Duniaku hanya tertuju padamu


__ADS_3

Zayd dengan langkah yang pasti menuju ruangan kerjanya saat ini. Dia melihat sekeliling yang terlihat sangat rapih dan juga sangat nyaman suasananya.


"Tuan Muda ini minuman yang anda inginkan" ucap seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Lea yang membawa nampan berisi minuman dan juga camilan untuk pemilik cafe tersebut.


"Ele, sudah berapa kali saya bilang jangan panggil saya dengan sebutan itu jika sedang berdua" ucap Zayd yang tidak terima selalu dipanggil seperti itu oleh kekasih hatinya.


"Maaf sayang. Habisnya wajah kamu ini bikin aku jadi ngeri melihatnya" jawab Eleanor yang suka dipanggil dengan Lea. Dan hanya Zayd yang memanggilnya dengan nama depan nya yaitu Ele.


"Ini baru benar" ucap Zayd langsung menarik Eleanor kedalam pelukannya.


"Aku sangat merindukan kamu" ucap Zayd saat mereka berdua sedang berpelukan.


"Aku juga" jawab Eleanor dengan membalas pelukan dari kekasihnya.


"Kenapa kamu tidak mau hubungan kita terlihat didepan public? Apa kamu malu bersanding dengan ku?" tanya Zayd yang sudah berulang kali ingin memperkenalkan Eleanor pada semua orang dan juga keluarganya.


"Aku sama sekali tidak malu. Justru aku sangat beruntung bisa mendapatkan kekasih yang seperti kamu ini. Aku hanya belum siap jika nanti ada yang bilang jika aku mendekati kamu karena ada sesuatu. Lebih tepatnya karena kamu pemilik cafe dan juga kamu adalah orang berada. Jadi supaya aku bisa mengimbangi kamu, aku akan berusaha keras supaya bisa segera dengan kamu" ucap Eleanor pada Zayd dengan mengacak-ngacak rambut Zayd dengan gemas.


Zayd yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum dan mengecup kening kekasihnya yang sangat dia sayangi dan juga dia cintai.


"Ih, gemesin banget sih.. Pacarnya siapa sih ini, kok tampan nya sampe beluber begini" ucap Eleanor dengan mengusap pipi Zayd dan menguel-uel gemas pipi Zayd yang memperlihatkan wajah imutnya.


"Kekasih nya siapa dulu ini" ucap Zayd yang mencubit hidung mungil Eleanor dengan sangat gemas juga.


"Iihhh, sakit tahu" ucap Eleanor dengan memeluk Zayd yang masih berdiri dihadapan nya saat ini.


Mereka berdua duduk bersama disofa dengan Eleanor yang berada diatas pangkuan Zayd saat ini. Mereka berdua saling mencurahkan kerinduan keduanya yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukan Zayd yang sebagai seorang dokter muda yang berbakat dan juga sangat baik dan ramah.


"Sayang, sebentar lagi abang Zi akan menikah. Kamu datang ya untuk menemani aku dan akan aku perkenalkan pada Mommy dan juga Daddy disana. Jangan protes dan tidak ada penolakan. Mengerti!" ucap Zayd yang tahu akan jawaban dari Eleanor yang akan menolaknya.


"Iya, baiklah aku akan datang dan akan tampil dengan sangat sempurna diacara itu. Karena sebentar lagi akan bertemu dengan camer" jawab Eleanor dengan senyuman yang selalu membuat Zayd semakin gemas akan kekasihnya ini.


"Mau kemana?" tanya Zayd dengan sangat posesif.


"Aku mau tutup cafe dulu. Nanti kita lanjutkan lagi mengobrol nya" ucap Eleanor yang ingin bangkit dari pangkuan Zayd.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan tunggu disini" jawab Zayd yang menatap kepergian Eleanor dari ruangan itu.


"Kenapa aku tidak bisa jauh-jauh darinya? Ini benar-benar sangat membahagiakan. Benar kata orang, jika sedang jatuh cinta akan terasa membahagiakan seperti ini" gumam Zayd dengan senyuman mengembang dibibirnya tidak pernah lepas.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu sayang? Membuat ku menjadi curiga" tanya Eleanor saat sudah berada didalam ruangan lagi bersama dengan Zayd.


"Sedang memikirkan kamu. Karena bersama kamu aku selalu merasa bahagia dan seakan dunia ku hanya tertuju pada mu seorang" jawab Zayd dengan senyuman yang sangat manis. Saking manisnya bikin diabetes 😁😁


"Kamu ini ada-ada saja. Talk aku suka" ucap Eleanor dengan senyuman dibibirnya juga langsung memeluk tubuh sispack kekasihnya ini.


"Apa kamu tidak akan pulang sayang? Ini sudah larut malam loh?" tanya Eleanor pada Zayd yang tidak ada tanda-tanda akan pulang.


"Aku sudah izin sama Mommy, jika aku tidak bisa pulang. Karena ada pasien yang sangat urgent, dan Mommy mengijinkan nya" jawab Zayd dengan santainya.


"Jadi kamu bilang sedang bersama pasien kamu begitu? Bilang urgent segala lagi!" ucap Eleanor yang sudah akan marah pada Zayd.


"Iya, memang ini sangat urgent sayang. Dan kamu adalah pasien sepesial ku saat ini. Makanya aku tidak bisa pulang cepat jika sudah berdua dengan kamu" jelas Zayd yang memang selalu bisa membuat Eleanor bisa meleleh dengan semua ucapan manis yang keluar dari mulut kekasihnya yang sangat manis dan juga menggemaskan.


"Iiihhh, kenapa selalu gemesin banget sih" ucap Eleanor dengan memeluk tubuh Zayd dengan sangat erat dan menghirup aroma tubuh Zayd yang sangat menenangkan bagi Eleanor.


"Kamu mandi dulu gih. Setelah itu baru kita lanjutkan lagi pelukan nya" ucap Zayd pada Eleanor yang masih memeluknya dengan posesif.


"Iya sayang. Mandilah, aku akan menunggu disini dengan mengerjakan tugasku yang belum selesai" ucap Zayd dengan senyuman juga.


Zayd mengambil ponselnya untuk menghubungi Mommy nya supaya tidak mengkhawatirkan dirinya. Sebenarnya Zayd tidak bisa menjaga rahasia dari sang Mommy. Makanya dia berbicara jujur pada Mommy nya jika dia sedang bersama dengan kekasihnya.


"Halo Mom" ucap Zayd saat langgilan nya dijawab oleh Mom Vita.


"Halo sayang, kenapa menelpon Mommy? Apa kamu tidak bisa pulang?" tanya Mom Vita yang sudah bisa menebak putranya yang satu ini.


"Iya Mom, aku masih sangat merindukan nya jadi aku tidak bisa pulang" jawab Zayd dengan senyuan yang tidak pernah pudar dari bibirnya.


"Ya sudah. Tapi kamu jangan pernah berbuat kesalahan seperti abang kamu! Mommy paling tidak suka dengan seperti itu. Dan itu juga dilarang oleh agama kita Zayd. Ingat pesan Mommy baik-baik!" ucap Mom Vita dengan sangat tegas pada putra bungsu nya.


"Pasti Mom, aku akan menjaga kepercayaan dari Mommy. Aku sayang Mommy" jawab Zayd yang dengan sangat yakin dengan ucapan nya.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu langsung istirahat saja. Ingat, jangan macam-macam!" ucap Mom Vita sebelum memutusakan panggilan telpon dari Zayd.


"Nggak akan macam-macam kok Mom. Hanya satu macam saja" ucap Zayd yang langsung memutuskan sepihak panggilan nya.


TUT.....


"Maaf Mom" ucap Zayd saat sudah memutuskan panggilan nya.


Zayd langsung masuk kedalam kamar Eleanor yang sangat rapih dan juga wangi khas dirinya menyeruak diindra lenciuman nya saat ini. Da itu sangat membuat Zayd semakin tenang dan juga sangat nyaman.


"Loh kok sudah masuk?" tanya Eleanor saat melihat Zayd sudah berada didalam kamarnya dan sedang merebahkan dirinya diatas kasur.


"Kenapa memangnya?" tanya Zayd balik pada Eleanor yang menatap heran padanya.


"Ya tidak apa-apa juga sih. Aku kaget saja melihatnya, untung saja aku selalu menggunakan baju ku didalam kamar mandi. Jika tidak maka kamu akan khilaf melihat ku tidak mengenakan pakaian" ucap Eleanor yang sudah sangat tahu jika laki-laki akan bersikap seperti itu.


"Kamu benar sekali sayang" jawab Zayd yang bangun dan mendekati Eleanor yang masih berdiri disamping ranjang nya menatapi Zayd yang berjalan mendekat.


CUP


"Sangat wangi dan juga menenangkan" ucap Zayd saat satu kecupan singkat dia berikan untuk Eleanor dikening nya.


Eleanor sangat senang, karena Zayd tidak pernah bertindak lebih dari sekedar mencium kening dan juga Pipi. Karena Zayd sering bilang "jika sayang itu ya mang harus bisa menjaganya, bukan malah merusak". Itulah kata-kata yang selalu Eleanor ingat hingga sekarang.


"Iya lah, emangnya kamu yang belum mandi. Mandi dulu gih, setelah itu aku siapkan makan untuk kamu" ucap Eleanor pada Zayd yang sedang memeluk nya.


"Iya my honey bunny sweetie ku yang cerewet tapi menggemaskan" jawab Zayd yang langsung menyambar handuk dan pakaian yang sudah disiapkan oleh Eleanor untuk nya.


Sedangkan Eleanor menyiapkan makan malam untuk Zayd yang memang pasti belum makan saat ini. Karena dia selalu seperti itu jika sudah berduaan dengan nya seperti sekarang ini.


Zayd keluar dengan penampilan yang sudah sangat segar dan rambut yang masih dibiarkan setengah basah. Zayd menatap wanitanya yang sedang menyiapkan berbagai jenis makanan untuknya.


"Wah, kelihatan nya sangat enak ini" ucap Zayd yang langsung memeluk Eleanor dari belakang.


"Tentu saja, karena ini aku buat dengan penuh cinta dan sayang didalamnya" jawab Eleanor yang membalikkan tubuhnya untuk menatap Zayd yang sangat berlipat-lipat ketampanan nya setelah mandi.

__ADS_1


Eleanor mengalungkan tangannya dileher Zayd dan dia langsung berjinjit untuk bisa mencium bibir Zayd sekilas. Zayd yang sudah biasa menerimanya hanya diam dan tersenyum menerima perlakuan manis dari kekasih hatinya ini.


Mereka berdua makan malam bersama. Sebenarnya ini bukan makan malam, karena ini sudah sangat terlewat dari jam makan malam.


__ADS_2