Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Berbicara dengan Ara


__ADS_3

Lumayan lama Zico diam menunggu Ara yang akan memulai pembicaraan. Ternyata mustahil Ara akan lebih dulu memulai nya. Dengan berat hati Zico menanyakan kabar dan kenapa Ara pergi darinya.


"Bagaimana kabar kamu Ra?" tanya Zico sambil menatap wajah teduhnya yang selalu dia rindukan.


"Baik" Ara menuliskan nya diatas note yang selalu dia bawa.


"Kenapa kamu meninggalkan abang tanpa kata Ra?" tanya Zico lagi.


"Hanya ingin" jawabnya dengan singkat. Padahal hatinya sangat sakit mengatakan itu pada Zico.


"Hanya itu jawaban kamu Ara? Apa salah abang sampai kamu meninggalkan abang dengan diam nya kamu Ara? Apa kamu tahu selama ini abang selalu berharap bisa bertemu lagi dengan kamu dan mengulang lagi kenangan yang dulu kita lewati bersama. Apa kamu tahu?" tanya Zico yang selama ini tidak pernah meneteskan air matanya selama dia menjadi seperti ini, dia sekarang mengulang lagi kejadian 5tahun yang lalu.


Ara hanya diam tidak membalas ucapan Zico karena dia ingin mendengar bagaimana kehidupan Zico setelah kepergian nya. Apa lagi disisinya selalu ada wanita yang mengklaim dirinya adalah cinta sejati Zico.


"Apa kamu tidak mau menjelaskan nya Arabella? Kenapa kamu begitu tega melakukan ini semua pada ku Ra? Kenapa, apa yang ingin kamu buktikan dengan perginya kamu? Apa kamu sudah puas. Sudah menyakiti aku seperti ini? Jika tujuan kamu seperti itu. Wah, selamat Arabella. Kamu sudah berhasil melakukan nya. Berhasil membuatku seperti ini" ucap Zico dengan tersenyum getir menatap Ara yang hanya diam dengan wajah datarnya.


Wajah yang baru kali ini Zico lihat setelah sekian lama tidak bertemu. Apa mungkin ini lah Ara yang sebenarnya? Atau mungkin Ara juga terluka sama dengan dirinya? Semua nya benar-benar tidak diketahui oleh Zico.


"Abang sudah kan bicaranya? Aku akan segera pergi karena aku tidak mungkin berlama-lama dengan abang. Mungkin akan ada yang salah faham lagi nantinya. Jadi aku permisi. Terimakasih untuk segalanya" tulis Ara pada note yang diberikan nya pada Zico.


Ara membungkuk kan badan nya memberi hormat terakhir pada Zico sebelum dia meninggalkan nya. Tapi belum Ara melangkah Zico sudah menahan tangan nya dan menarik Ara hingga Ara jatuh dipangkuan nya.


Untuk sesaat mereka berdua saling pandang dan saling menyelami kedalaman hati mereka melalui mata yang mereka pandangi satu sama lain. Dan akhirnya Ara bangkit dari pangkuan Zico dan berdiri ingin melangkahkan kakinya tapi Zico masih menahan nya.

__ADS_1


Ara mencoba menulis lagi supaya Zico melepaskan nya dan membiarkan nya untuk pergi.


"Aku harus pergi bang. Abang jangan seperti ini, aku ingin bebas dan bisa menjadi diri aku sendiri. Please, jangan ganggu aku lagi aku sudah bertunangan dengan seseorang. Aku tidak mungkin seperti ini dengan pria lain. Tolong lepaskan aku, biarkan aku bahagia dengan pilihan aku sendiri. Dan abang juga harus bahagia tanpa aku dan tanpa kenangan yang menyakitkan diantara aku dan abang" tulis Ara pada note terakhir dan dia pergi dengan berlari menuju pintu keluar yang berada tidak jauh dari mereka duduk tadi.


Zico menatap nanar tulisan tangan Ara dengan membacanya berulang kali. Apa mungkin Ara nya sudah memiliki tunangan? Atau memang hanya ingin membuat nya menjauh dan tidak berharap lagi padanya? Ini benar-benar sangat membuat Zico semakin tidak bisa berfikir untuk masalah nya sendiri.


Zico masih diam dan menatapi tulisan Ara. Dia sama sekali tidak bergeming sedikit pun, bahkan dia menangis dalam diam dan juga merasakan kesedihan yang teramat sangat dalam. Apa yang membuat Ara nya berubah seperti ini? Dia bertanya pun tidak mampu.


"Abang sudah berhasil membuat abang merasakan bagaimana rasanya tidak diterima. Dulu aku merasakan yang abang rasakan sekarang. Dulu aku sering bertanya pada diri sendiri, apa kurangnya diriku ini dimata nya? Apa aku kurang cantik atau kurang menarik? Sehingga dia dengan mudahnya hanya bilang menganggap sebagai adik dan tidak lebih. Itu sangat menyakitkan bang, sangat sakit" ucap seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alexa.


"Kamu masih mengingat nya?" tanya Zico dengan mata yang sangat basah karena air mata.


"Tentu masih mengingat nya. Itu adalah kenangan yang sangat menyakitkan dan juga membahagiakan. Karena secara tidak langsung aku bisa merasakan yang namanya jatuh cinta, walau hanya sekejap" jawab Alexa dengan senyuman yang tulus dan tidak dipaksakan sama seperti dulu.


"Apa yang kamu harapkan dari ku waktu itu?" tanya Zico menatap wajah Alexa yang juga menatapnya.


"Kenapa kamu bisa berubah dengan sangat drastis seperti ini? Apa kamu sudah bisa melupakan pesona ku sekarang?" tanya Zico dengan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman samar nya.


"Wah, anda terlalu percaya diri sekali Tuan Zico, saya sudah memiliki tambatan hati saya sendiri dan sekarang saya sudah dilamar nya" jawab Alexa dengan memperlihatkan cincin yang tersemat dijari manis nya.


"Wah, ternyata aku kalah cepat darinya" ucap Zico dengan nada candaan nya membuat keduanya tertawa bersama.


Mereka berdua saling mengenang kebersamaan nya dulu. Disaat mereka berdua dekat dan bersama walau jarang melakukan nya.

__ADS_1


Sedangkan dari arah yang lain ada seseorang yang menahan kekesalan nya, karena bukan dia yang diajak bercanda dan tertawa bersama. Selama bertahun-tahun dia tidak pernah mendapatkan hal seperti itu dari Zico. Walau dia yang selalu menemani nya disaat dia sedang terpuruk hingga saat ini. Siapa lagi jika bukan Joyce yang sedang menahan amarah nya supaya tidak meledak melihat pemandangan yang seperti itu.


"Apa kamu baik-baik saja Joyce?" tanya Zio yang sejak tadi juga melihat interaksi antara Zico dan Alexa.


"Iya, aku baik-baik saja" jawab Joyce dengan memaksakan senyuman nya.


"Mereka memang sudah sangat dekat sejak dulu. Dan bahkan lebih dekat dari kami yang lain nya, tapi aku percaya Alexa akan tetap menjadi milik ku dan hatinya akan selalu untuk ku juga. Karena aku percaya itu" ucap Zio yang masih menatapi kedua nya.


"Kenapa kamu bisa sepercaya itu pada mereka berdua? Bisa saja salah satu dari mereka memiliki perasaan? Apa kamu tidak akan merasakan sakit?" tanya Joyce yang ingin membuat Zio menghampiri dan memisahkan kedua nya.


"Sudah ku bilang tadi bukan? Jika aku percaya pada keduanya. Jika sudah percaya maka tidak akan ada keraguan lagi dihati kita. Tapi jika sebaliknya itu yang akan menyakiti perasaan mereka sendiri karena merasa tidak dihargai dan dipercayai" jawab Zio dengan malah tersenyum sangat menyebalkan bagi Joyce yang melihat nya.


Sedangkan dari arah yang lain Ara sudah masuk kedalam mobil kakak nya yang akan mengajak nya pulang. Ara hanya menangis dalam diam dengan keputusan nya saat ini.


"Apa kamu sudah tidak waras! Kenapa kamu malah melepaskan nya disaat kamu sudah tahu jika dia masih sendiri?" tanya Alvin dengan nada yang sangat kesal karena adiknya ini sudah sangat bodoh sekali akan perasaan nya sendiri.


"Apa dengan begini kalian berdua bisa bahagia? Tidak Bella! Kalian saling menyakiti satu sama lain. Dan bahkan akan saling membenci. Apa kamu sudah merasa senang dengan semua ini?" ucap Alvin lagi dengan sangat geram dengan jalan fikir Ara yang sangat membuat nya kesal bukan kepalang.


"Sekarang apa yang ingin kamu kalukan? Jawab kakak Bella!" ucap Alvin mengerem mendadak mobilnya dan membentak Ara.


Ara hanya bisa menangis dan tangisan nya semakin menyayat hati. Alvin sangat frustasi dibuatnya, dia menghembuskan nafas nya kasar lalu menatap Ara dan memegang kedua bahunya.


"Kenapa kamu menyakiti hati kamu sendiri dengan seperti ini Bella? Apa kamu tidak menginginkan kebahagiaan kamu sendiri? Kakak sangat bahagia jika kamu juga bahagia. Jadi berbahagia lah, jangan pernah membuat kamu seperti ini terus. Apa kakak yang harus bilang padanya?" tanya Alvin dengan nada yang sangat lembut dan juga memeluk tubuh adiknya yang bergetar karena menangis.

__ADS_1


"Kakak jangan melakukan apa-apa. Biarlah seperti ini, jika memang kami ditakdirkan berjodoh pasti akan bersatu. Tapi jika tidak, aku akan tetap seperti ini kak" tulis Ara diatas note yang dia pegang dan diberikan pada Alvin.


Alvin tidak mengucapkan kata-kata lagi dia hanya memeluk adiknya ini. Keluarga satu-satunya yang dia miliki sekarang setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.


__ADS_2