Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Bertemu


__ADS_3

Joyce dan Zico benar jalan berdua menuju mall terbesar dan juga terlengkap. Mereka berdua menuju bioskop yang lumayan ramai pengunjung. Zico membeli tiketnya dan Joyce membeli popcorn dan juga minuman untuk dibawa masuk.


"Sudah mendapatkan tiketnya?" tanya Joyce dengan penuh senyuman.


"Sudah" jawab Zico dengan datar dan dingin nya. Tapi itu tidak pernah membuat Joyce menyerah untuk bisa meluluhkan hatinya yang membeku.


"Ya sudah, kita masuk kedalam" ucap Joyce yang langsung menggandeng tangan Zico masuk kedalam untuk menonton filem yang mereka inginkan, lebih tepatnya Joyce yang menginginkan nya.


Saat yang bersamaan Zio juga masuk kedalam bioskop yang sama dengan Zico dan Joyce. Sedangkan Zio pergi bersama dengan sahabatnya.


Zio ingin menyapa nya tapi dia sudah lebih dulu bertemu dengan sahabatnya yang baru datang. Siapa lagi jika bukan Alex. Alex sengaja membawa Zio datang kemari karena ingin memberikan kejutan untuk nya.


"Sorry ya lama" ucap Alex saat menemui Zio didalam ruangan bioskop.


"Kamu kenapa sih Lex ngajakin aku ketemuan disini. Kayak tidak ada tempat lain saja" gerutu Zio saat melihat sahabatnya datang.


"Aku sengaja mengajak kamu kesini karena ingin memberikan kejutan untuk kamu" jawab Alex yang langsung menuju kursi dimana ada seorang wanita yang sudah duduk menatap layar besar didepan nya.


"Hai, maaf ya lama" ucap Alex pada wanita tersebut.


Dan betapa terkejutnya Zio saat melihat wanita yang ada disamping nya, lebih tepatnya berada ditengah-tengah antara dia dan Alex.


"Alexa" ucap Zio dengan senyuman mengembang dibibirnya melihat wanita yang selalu ada didalam hatinya.


"Abang Zio juga ada disini?" tanya Alexa menatap kedua laki-laki yang ada disamping kiri dan kanan nya.


"Iya, kakak yang ajak dia kemari" jawab Alex yang menjelaskan jika ini adalah rencana nya.


"Pantas saja. Rupanya ini memang rencana kakak" ucap Alexa dengan tatapan tajam nya.


"Kita jangan disini ngobrolnya. Tidak enak sama yang lain" ucap Zio menawarkan supaya keluar dari dalam untuk berbicara diluar saja.


"Baiklah. Kita keluar saja" jawab Alexa yang menyetujui keinginan dari Zio.


"Kamu semakin cantik Al" ucap Zio yang memang hanya dia yang selalu memanggilnya dengan sebutan Al. Tidak seperti yang lain memanggilnya Lexa.


"Terimakasih bang. Abang juga sekarang banyak berubah. Lebih berkarisma dan juga terlihat gagah" puji Alexa pada Zio yang membuat Zio menjadi salah tingkah.


"Kalian ngobrol berdua saja. Gue mau pergi ngajak cewek gue" ucap Alex yang selalu menggunakan bahasa loe gue jika sudah berdua dengan Alexa.

__ADS_1


"Sono loe. Gedek gue liat muka loe" jawab Alexa yang memang sudah seperti Tom and Jerry jika bersama.


Sedangkan Zio hanya tersenyum mendengar ucapan kakak beradik itu yang sangat membuatnya bisa selalu tersenyum dan juga tertawa.


"Kamu tidak pernah berubah sejak dulu Al. Aku sangat merindukan kamu. Sudah lebih dari 5tahun kamu pergi dari sini Al" ucap Zio yang memang sangat senang bisa bertemu lagi dengan Alexa.


"Iya bang. Ternyata sudah selama itu, aku merasa baru kemarin aku meninggalkan negara kelahiran ku ini. Ternyata sudah tahun lama nya" jawab Alexa dengan senyuman yang masih sama seperti yang dulu.


"Apa perasaan kamu juga masih sama Al? Aku berharap sudah berubah Al" tanya Zio yang sudah sangat merindukan Alexa.


Ingin rasanya Zio langsung memeluk dan juga mengungkapkan perasaan nya yang dulu hingga sekarang masih sama untuk orang yang sama juga.


"Perasaan yang seperti apa bang?" Alexa balik bertanya pada Zio.


"Perasaan cinta kamu pada abang Zi. Apa masih sama atau sudah tidak ada?" tanya Zio langsung dan dia tidak ingin seperti dulu lagi, yang tidak bisa mengungkapkan perasaan nya.


"Perasaan itu sudah lama aku buang bang. Mungkin hanya menyisakan luka yang masih menganga saja didalam nya. Aku sudah mencoba berdamai dan juga melakukan yang aku bisa bang. Ternyata tidak semudah yang diucapkan. Semuanya sangat sulit untuk bisa dilupakan dengan sangat budah" jawab Alexa yang menatap lurus kedepan.


"Jika seumpamanya ada seseorang yang ingin menjalin hubungan serius dengan kamu dan ingin membina rumah tangga dengan kamu apa kamu akan menerima nya?" tanya Zio lagi.


"Aku tidak ingin munafik bang. Jika memang dia menerima ku apa adanya maka aku bersedia. Toh hidup itu realistis bang, jika kita memilih hanya yang kita inginkan tapi tidak berjodoh sama saja kan kita memaksakan kehendak kita sendiri. Aku hanya ingin laki-laki setia jujur dan apa adanya, itu saja sih bang" ucap Alexa yang masih menatap lurus kedepan sana tanpa menoleh sedikit pun.


"Alexandra Permana, aku Zio Pratama Edison ingin melamar kamu untuk menjadi istri dan juga Ibu dari anak-anak ku kelak. So.. Will you merry me" ucap Zio dengan sangat berani mengungkapkan perasaan nya pada Alexa.


"Abang serius Al. Abang sangat serius malah, sudah sejak dulu abang menyukai dan juga mencintai kamu Al. Tapi dulu abang tidak berani karena kamu sudah menyukai orang lain. Makanya abang mundur" jawab Zio dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jadi abang memang serius dengan kata-kata abang barusan?" tanya Alexa lagi pada Zio ingin memastikan.


"Abang serius Alexandra" jawab Zio sambil mencubit kedua pipi Alexa dengan gemas.


Inilah kebiasaan Zio saat sedang berdua dan mengobrol dengan Alexa. Dia akan mencubit gemas kedua pipi Alexa yang memang terlihat cuby walau badan nya langsing.


"Abang ih... Sakit tahu" protes Alexa dengan memanyunkan bibirnya.


"Maaf, abang hanya gemas saja melihat kamu yang tidak pernah berubah Al. Tetap sama seperti yang dulu, abang suka seperti itu kamu yang apa adanya" ucap Zio dengan mengusap kepala Alexa dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih bang atas segalanya. Cinta dan kasih sayang yang abang berikan untuk ku" jawab Alexa yang tanpa diduga langsung memeluk tubuh Zio dan menelusupkan wajah nya kedalam dada bidang milik Zio.


"Sama-sama" jawab Zio juga memeluk Alexa dengan erat dan sangat senang bukan kepalang. Dia sudah bisa memeluk Alexa dan juga menciumi pucuk kepala nya.

__ADS_1


Adegan mereka berdua ternyata disaksikan oleh Alex yang sedang bersama dengan kekasih nya lalu mengabadikan moment yang sangat sepesial malam ini.


Alex memotret dan juga membuat video juga untuk mengabadikan moment kebahagiaan saudara kembar nya dan juga sahabat nya. Dia tidak ingin melewatkan nya sama sekali.


Hingga kedatangan seseorang yang membuat Zio melepaskan pelukan Alexa. Zio mengejar seseorang yang sangat dia kenal karena dia masih ingat semuanya.


"Dia kenapa? Kenapa langsung berlari? Apa dia memiliki seseorang yang lain?" gumam Alexa pada dirinya sendiri.


Tapi lamunan nya dibuyarkan oleh kedatangan Alex dan juga kekasihnya.


"Loe nggak usah khawatir. Cowok loe sedang ngejar cewek nya Zico yang sudah bertahun-tahun menghilang. Mungkin dia memastikan itu benar dia atau bukan" jelas Alex walau Alexa tidak meminta nya.


Karena Alex tahu jika Alexa sangat ingin tahu kenapa tiba-tiba Zia melepaskan pelukan nya dan langsung berlari mengejar seseorang.


Tidak lama kemudian Zio datang bersama dengan wanita cantik dan juga sangat manis sedang memohon supaya tidak mempertemukan nya lagi dengan Zico.


"Maaf, apa kamu tidak bisa bicara?" tanya Alexa yang ternyata bisa berbahasa isyarat.


"Iya, tidak apa-apa" jawab nya juga menggerakkan jari-jarinya yang mungil dan juga lentik.


"Kita bicara disana. Kenalkan nama ku Alexandra. Kamu?" tanya Alexa yang sudah merasa nyaman dekat dengan wanita ini.


"Arabella" jawabnya menyebutkan nama nya menggunakan tangan nya. Zio, Alex dan juga kekasih Alex hanya saling pandang dengan interaksi mereka berdua yang seperti sudah lama kenal.


"Kamu sedang apa disini? Dan kamu juga sepertinya menggunakan seragam pegawai didalam mall ini?" tanya Alexa lagi pada Ara. Ya yang dilihat oleh Zio benar-benar Ara.


"Aku memang bekerja disini sejak beberapa tahun yang lalu. Alhamdulilah masih bisa diterima walau aku tidak bisa bicara dan mendengar" jawab Ara dengan senyman khas dirinya yang sangat manis.


"Alhamdulilah jika memang ada yang menerima kamu tidak dengan memandang fisik dan kekurangan seseorang saja" ucap Alexa juga memberi dukungan dan semangat pada Ara.


"Ara" ucap Zio menatap wajah Ara yang tiba-tiba sendu menatap Zio.


"Kenapa kamu pergi waktu itu. Apa kamu tahu jika kami sudah sangat panik mencari kamu. Terutama abang Zi yang sudah sangat frustasi dengan menghilangnya kamu. Kita pulang dan temui abang Zi lagi. Jelaskan pada nya semua yang harus kamu jelaskan pada abang Zi" ucap Zio panjang lebar dan Alexa menerjemahkan nya menggunakan bahasa isyarat nya.


.


.


.

__ADS_1


Apa Ara mau ikut pulang dengan Zio????


Besok lagi ya... Othor nya sudah ngantuk👋👋


__ADS_2