
Tanpa mengucapkan apapun lagi Luna langung pergi begitu saja. Dia tidak ingin jika harus mencari Ibu Sri yang jelas-jelas sangat membencinya dan juga tidak menyukainya sedikitpun. Jadi jalan yang terbaik adalah pergi bukan?.
Sedangkan Dharma dan juga Pak Kimin sudah mencari kemana-mana tapi tidak kunjung ketemu juga. Bahkan Dharma sangat menyesal telah membuat Ibunya pergi dan juga mengucapkan kata-kata yang sudah membuat Ibunya sakit hati dan malah membentaknya juga.
"Pak, apa kita langsung menyusul pulang saja. Dharma akan meminta cuti untuk mencari Ibu, Dharma tidak bisa tenang sebelum Ibu ditemukan Pak" ucap Dharma yang sudah lelah mencari kesana kemari.
"Ya sudah. Bapak tunggu disini saja, Bapak tidak kuat lagi" ucap Pak Kimin yang sudah sangat kelelahan.
"Iya Pak" jawab Dharma yang langsung berlari menuju rumahnya untuk mengambil mobilnya. Dia merasa heran dengan halaman nya yang sudah tidak ada lagi mobil milik Luna.
"Apa dia sudah pulang?" gumam Dharma yang merasa ada yang aneh dengan Luna yang memang tidak bisa dekat dengan Ibunya sendiri.
Dharma langung mengemudikan mobilnya menuju Pak Kimin yang sedang menunggunya ditepi jalan dengan nafas sangat ngos-ngosan. Dharma memberikan air minum pada Bapak nya setelah masuk kedalam mobil.
"Pak, apa aku sudah sangat keterlaluan ya sama Ibu?" tanya Dharma yang melihat sekilas pada Bapak nya.
"Bapak juga merasa seperti itu. Tadi Bapak juga sudah membentaknya juga. Ini memang baru pertama kali Bapak melakukan ini pada Ibu kamu Dharma. Bapak juga sangat menyesal akan hal ini, pantas dan juga wajar jika Ibu kamu marah dan juga pergi saat ini. Semoga saja Ibu kamu baik-baik saja dan memang benar-benar pulang kampung" ucap Pak Kimin yang merasa sangat bersalah sudah membuat istrinya menangis dan juga bersedih karena ucapan nya tadi.
Keduanya saling diam dalam fikiran nya masing-masing. Hingga mereka berhenti dulu karena sekarang Dharma sudah mengantuk dan juga kelelahan karena ini adalah perjalanan yang sangat jauh.
.
Berbeda dengan Dharma yang sedang merasa bersalah dan juga lelah mencari Ibunya. Zoya sedang mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda waktu itu dia masih fokus dengan semua pekerjaan yang sedang dia kerjakan.
"Kenapa aku kepikiran dia" gumam Zoya yang malah memikirkan Alkana. Pria muda yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.
__ADS_1
"Ah, sudahlah. Kenapa juga harus memikirkan nya sih" ucap Zoya sambil memukul-mukul kepalanya sendiri beberapa kali.
Saat dia sedang berbicara sendiri tiba-tiba Zico datang bersama dengan Quinzy yang selalu berada didalam gendongan Zico dan tidak pernah mau lepas.
"Kak, apa kakak sedang sibuk? Aku mau nitip Quinzy dulu boleh nggak?" tanya Zico yang melihat kakak nya sedang mengerjakan sesuatu.
"Kamu mau kemana? Memangnya kemana kedua orang tuanya?" tanya Zoya yang memang tidak terlalu menyukai anak-anak. Jadi dia terlihat risih jika berdekatan dengan anak kecil.
"Aku mau mandi kak, belum mandi seharian kak. Jika kedua orang tuanya sedang membeli sesuatu untuk kita semua makan dan dibawah tidak ada siapa-siapa, makanya aku mau nitipin Quinzy disini" jelas Zico yng baru menurunkan Quinzy dari gendongan nya.
"Izy disini dulu ya sama auntie Zoya, jangan nakal" ucap Zico pada Quinzy yang sudah dia dudukan diatas sofa tepat disamping Zoya.
"Oke" jawab Quinzy dengan senyuman dibibirnya.
"Kenapa diam saja? Apa takut pada auntie?" tanya Zoya pada akhirnya.
Quinzy hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia tidak berani menatap wajah Zoya yang sedang menatapnya. Quinzy merasa takut pada Zoya saat melihat wajah Zoya tidak bersahabat.
"Hei. I'm sorry, auntie tidak membuat kamu takut kan? Auntie hanya tidak suka saja jika ada anak kecil yang bandel dan tidak sopan pada orang dewasa. Jika Quinzy merasa tidak seperti itu jangan takut oke" ucap Zoya sambil memegang dagu Quinzy yang sedang menunduk supaya bisa menatapnya.
"Auntie nda malah ama Ici?" tanya Quinzy dengan sangat polosnya pada Zoya.
"Tentu saja tidak. Kenapa auntie harus marah?" tanya Zoya yang tersenyum pada Quinzy.
Sekarang mereka berdua malah terlihat sangat akrab. Bahkan keduanya sedang bermain bersama didalam kamar dengan main boneka yang sudah ditata rapih oleh Quinzy. Karena dia sedang pura-pura menjadi guru yang sedang mengajari muridnya termasuk dengan Zoya yang ikut menjadi salah satunya.
__ADS_1
Saat keduanya sedang asik berdua. Zico datang setelah sudah rapih kembali, dia juga membawakan segelas susu untuk Quinzy yang mungkin sudah kehausan dan juga ini adalah jadualnya anak-anak untuk tidur.
"Izy minum dulu susunya" ucap Zico sambil menyerahkan segelas susu tersebut pada Quinzy.
"Ndot uncle" ucap Quinzy yang tidak mau menerima susu dari Zico.
"Dih, kenapa kamu masih ngedot? Nggak malu apa?" tanya Zoya saat melihat Quinzy mengerucutkan bibirnya.
"Disini tidak ada dot yang Izy inginkan. Minumnya menggunakan gelas dulu hari ini, jika Izy mau meminum susunya sekarang. Uncle akan memberikan hadiah nanti" ucap Zico yang mencoba membujuk Quinzy supaya mau menggunakan gelas minum susunya.
Quinzy mainson tidak mau menerima gelas yang berisi susu tersebut untuk diartikan minum walau terpaksa. Tapi, Quinzy tidak ingin jika nanti tidak mendapatkan hadiah dari Zico.
"Wah, pinter banget nih my princess. Sudah bisa dibaca hebat meminum susunya" ucap Zico sambil bertepuk tangan saat melihat Quinzy dengan patuhnya meminum susunya dengan sangat senang melihatnya.
"Iya, Izy sangat hebat melakukan nya" ucap Zoya juga yang ikut bertepuk tangan juga, sama dengan Zico.
Keduanya sangat menikmati waktunya bertiga dengan menyemangati Quinzy yang sedang meminum susunya dengan sangat lahap juga sangat bersemangat sekali. Saat Quinzy sudah meminum susunya hingga habis Juan dan juga Zia datang menghampiri mereka bertiga.
"Wah, lagi padha ngapain ini? Rame banget?" tanya Zia yang sudah duduk disamping Quinzy yang baru selesai meminum susunya dengan mulut yang masih belepotan dengan sisa susu dibibirnya.
"Wah, Izy habis minum susu? Pakai gelas ini? Hebat banget sih... My princess nya siapa ya ini?" tanya Zia yang melihat Quinzy sudah kekenyangan dan juga terlihat mengantuk.
"Izy ikut pulang dengan Daddy ya. Ini sudah larut, auntie dan juga uncle nya mau bobo juga. Jadi kita pulang yuk?" ajak Juan yang sudah menggendong Quinzy yang sudah sangat mengantuk itu.
"Maaf sudah merepotkan anda berdua" ucap Juan yang langsung pamit setelah mengucapkan itu pada Zico dan Zoya.
__ADS_1