Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Datang kebutik bersama


__ADS_3

Semua orang yang ada didalam ruangan meeting tidak ada yang berani membuka suara. Karena sudah ketakutan dengan aura yang Zico keluarkan begitu mencekam.


"Apa ada yang ingin seperti dia lagi?" tanya Zico pada semua orang.


"Jika tidak ada lagi yang bertanya dan membahas lagi masalah yang tadi lagi. Jadi saya tutup sampai disini saja rapat hari ini" ucap Zico yang langsung keluar dari ruangan meeting.


Zico keluar dengan diikuti oleh sekertarisnya yang menemaninya untuk presentasi tadi. Dia semakin terlihat sangat arrogant sekarang, dan sepertinya ada sesuatu yang membuat dirinya menjadi seperti ini, dan itu entah apa.


TOK...


TOK...


TOK...


"Abang, boleh Joyce masuk?" tanya Joyce yang menyembulkan kepalanya melihat Zico yang sedang duduk.


"Masuk saja Joyce" jawab Zico yang masih mengerjakan pekerjaan nya.


"Apa meeting nya sudah selesai bang?" tanya Joyce yang sudah duduk disebrang meja berhadapan dengan Zico.


"Seperti yang kamu lihat. Apa ada yang kamu inginkan?" tanya Zico yang meninggalkan pekerjaannya sebentar untuk mendengarkan keinginan Joyce.


"Iya, kemarin kan tidak jadi untuk fitting gaun pengantin nya. Gimna jika hari ini saja?" tanya Joyce dengan hati-hati dan juga menunduk.


Joyce tidak berani menatap Zico. Karena takut akan ditolak dan akhirnya dia sedih, jika menunduk tidak akan terlihat jika dia menangis.


"Baiklah. Abang akan membereskan ini dulu" ucap Zico tanpa diduga oleh Joyce akan menerima dengan mudah keinginan darinya.


"Iya bang, aku akan selalu menunggu. Walau itu belum pasti sampai kapan tiba waktunya aku menyerah" jawab Joyce yang ditengah kalimat hingga akhir hanya didalam hati saja.


Zico hanya diam saja dan fokus pada beberapa berkas yang sedang dia susun diatas meja. Joyce yang melihat itu juga diam saja, dia juga merasakan perasaan yang aneh.


Sebelumnya dia sangat yakin bisa memiliki Zico seutuhnya baik itu raga dan jiwanya. Hatinya juga akan bisa dia miliki, tapi disaat semuanya sudah didepan mata rasanya tidak seperti saat sedang berusaha membuat dia bisa dekat dengan Zico.


"Kenapa diam? Apa tidak jadi pergi?" tanya Zico saat melihat Joyce hanya diam dan melamun saja.


"Eh, kenapa? Jadi bang. Masa tidak jadi lagi" jawab Joyce dengan perasaan yang tidak menentu.


"Ya sudah ayo" ajak Zico yang sudah berdiri didekat Joyce yang masih diam saja.


"Iya" jawab Joyce yang mengangguk dan langsung menggandeng lengan Zico.

__ADS_1


Mereka berdua sangat serasi dilihat dari berbagai sudut pandang orang. Tapi diantara keduanya sama-sama tidak bahagia jika dilihat lebih dekat dan juga kedalam hatinya. Yang ada hanya luka dan saling menyakiti satu sama lain.


"Abang sungguh tidak keberatan dengan semua ini? Aku merasa tidak enak saja, karena abang sudah meluangkan waktu untuk aku" tanya Joyce yang mana mereka berdua sudah berada didalam mobil.


"Kamu ini bicara apa Joyce. Abang sedang berusaha supaya selalu bisa meluangkan waktu untuk kamu, jadi jangan pernah merasa tidak enak seperti itu pada abang. Nikmati saja semuanya dengan kebahagiaan kamu" ucap Zico yang menatap sekilas pada Joyce dan mengusap kepalanya dengan lembut.


"Thanks bang" ucap Joyce yang tersenyum mengembang mendengar penuturan dari Zico.


"You're welcome Joyce" jawab Zico dengan tersenyum juga pada Joyce.


Zico juga merasa seperti tidak merasakan beban jika sedang berbicara berdua dengan santai seperti ini. Seolah-olah mereka berdua memang pasangan pada umumnya yang selalu terlihat mesra dan juga bahagia.


"Didepan sana belok kanan bang. Itu butik rekomendet dari sahabat aku" ucap Joyce yang memberitahukan jalan nya pada Zico.


"Iya" jawab Zico yang akan membelokan mobilnya menuju butik yang terlihat sangat mewah juga berkelas.


"Silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu?" sapa pelayan butik tersebut saat Joyce dan Zico baru memasuki butik tersebut.


"Kami calon pengantin yang kemarin tidak jadi fitting. Dan sekarang baru bisa melakukan nya" jawab Joyce yang selalu tersenyum didepan semuanya orang. Karena dia memang public figure jadi mau tidak mau ya harus seperti itu.


"Oh, Silahakan Nona. Anda memang sedang ditunggu oleh pemiliknya langsung" ucap pelayan tersebut yang mengarahkan Joyce dan Zico menuju ruangan kerja pemilik butik gaun pengantin Joyce.


"Terimakasih" ucap Joyce yang masih setia menggandeng lengan Zico.


"Hai juga tante. Iya nih, maklum lah calon suami ku ini sedang sibuk banget makanya baru bisa sekarang datang kemarinya" jawab Joyce yang sudah duduk berdampingan dengan Zico dan juga pemilik butik.


"Kenalin ini adalah Zico calon suami aku tan" ucap Joyce yang memperkenalkan Zico pada pemilik yang tidak lain adalah Ibu dari sahabatnya.


"Iya, siapa coba yang tidak kenal dengan seorang Zico Pratama Edison yang seorang CEO muda dan handal seperti Tuan Muda Zico" jawab pemilik butik tersebut dengan sangat ramah.


"Ah, yang benar saja. Padahal saya ini biasa saja" ucap Zico merasa tidak seperti itu, dan ternyata dia seterkenal itu.


"Itu benar Tuan Muda. Bahkan suami saya tidak henti-hentinya memuji dan juga selalu membanggakan anda didepan kami semua anak-anak dan istrinya" ucap pemilik butik tersebut.


"Tante, ini gaun nya pas banget dan aku sangat menyukainya" ucap Joyce yang sudah mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik dan juga elegant.



Gaun yang dipakai oleh Joyce. Fokus gaun nya saja..


"Sekarang giliran anda Tuan Muda yang mencoba tuxedo anda" ucap pemilik butik tersebut.

__ADS_1


Zico hanya mengangguk saat diperintahkan untuk mencoba tuxedo yang akan dia kenakan nanti saat resepsi pernikahan nya dengan Joyce. Zico memasuki fitting room untuk segera mengganti pakaian nya dengan tuxedo yang diberikan oleh pelayan tadi kepada Zico.



Jangan lihat background nya ya😁😁😁


"Kalian berdua sangat serasi sekali. Semoga saja semuanya lancar hingga hari H nanti" ucap pemilik butik tersebut pada calon pengantin.


"Terimakasih tante. Ini karena gaun yang tante design untuk aku" ucap Joyce yang langsung memeluk lengan Zico dan keduanya difoto oleh salah seorang pelayan butik tersebut.


"Kami permisi dulu ya tan, kami masih harus melakukan sesuatu lagi setelah ini" ucap Joyce setelah mengganti gaun pengantin nya dengan pakaian nya semula.


"Baiklah, terimakasih banyak sudah mempercayakan gaun yang akan Tuan Muda dan Nona untuk pernikahan kalian berdua" ucap pemilik butik tersebut.


"Tante terlalu berlebihan. Koleksi gaun tante memang bagus-bagus juga sangat indah, jadi jangan merasa rendah seperti itu" ucap Joyce yang sudah sangat cocok dengan design dan juga pelayanan nya.


Mereka berdua pergi dari tempat fitting gaun pengantin dan juga tuxedo yang akan digunakan oleh Zico.


"Sekarang kita kemana lagi?" tanya Zico pada Joyce.


"Kita akan membeli cincin pernikahan kita berdua. Abang tidak keberatan kan?" jawab Joyce yang sudah sangat bahagia sekali hari ini. Karena semua perasaan yang berkecamuk dalam dirinya perlahan menghilang dengan sendirinya.


"Iya, kenapa juga harus keberatan? Bukankah ini adalah keinginan yang sangat dinanti-nantikan oleh semua calon pengantin bukan. Tak terkecuali dengan kita berdua bukan?" tanya Zico dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya.


"Abang benar juga. Ternyata aku adalah wanita yang sangat beruntung bisa mendapatkan calon suami yang sangat pengertian seperti abang" ucap Joyce yang langsung memeluk lengan Zico yang sedang menyetir.


"Apapun untuk kamu Joyce. Abang akan berjuang dan juga berusaha semampu dan sebisa yang abang bisa untuk keluarga kita kelak" jawab Zico yang sangat merasa bahagia saat mendengar kata-kata manis yang Zico ucapkan.


"Terimakasih untuk segalanya bang. Karena abang sudah memberikan yang terbaik untuk aku juga keluarga kita kelak. Aku merasa tidak pantas mendapatkan semua ini dari abang, tapi aku sangat bahagia bisa merasakan kebahagiaan seperti ini dari abang Zi yang sudah melakukan hal sebesar ini untuk aku" ucap Joyce yang sudah berkaca-kaca menatap Zico yang juga menatapnya dengan sangat teduh dan juga penuh perhatian dan juga terlihat kasih sayang didalamnya.


"Jangan pernah merasa kamu tidak pantas mendapatkan semua perlakuan manis dari abang Joyce. Karena abang sedang berusaha untuk bisa membahagiakan kamu sekuat dan semampu abang" ucap Zico yang sudah menepikan mobilnya disebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota ini.


Keduanya keluar dari mobil menuju kedalam Mall tersebut dan menuju tempat toko perhiasan dijual disana. Keduanya menjadi pusat perhatian dari semua orang yang mengunjungi mall terbesar dikota tersebut.


Bahkan tidak sedikit yang memuji kedekatan mereka berdua dan juga kecokokan keduanya. Mereka berdua sudah sampai didepan toko perhiasan terbesar dan termahal didalam mall tersebut.


.


.


Jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejaknya ya...

__ADS_1


Untuk like, komen, vote dan hadiahnya...


__ADS_2