Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Berbicara dengan Zayn


__ADS_3

Benar saja yang dikatakan oleh Zayd, jika dia akan berkencan saat Zayn sedang ada disini dan juga mungkin akan dianggap sebagai dirinya. Zayd bergegas menuju cafe Z&Z miliknya, dia sudah berdandan dengan sangat rapih juga wangi seperti biasanya. Dan itu terlihat semakin cute.


"Rapih dan wangi banget sih putra Mommy, mau kemana?" tanya Mom Vita yang menggoda Zayd yang sudah wangi juga sangat tamvan.


"Aku, aku mau ke cafe Mom. Sekarang aku akan ambil cuti, soalnya abang Z sedang ada disini dan itu pasti akan tidak nyaman jika aku juga keluar hari ini. Makanya aku hanya ingin berada di cafe saja" jawab Zayd yang sangat masuk akal untuk Mom Vita terima.


"Iya juga. Kamu hati-hati, jangan mempermainkan anak gadis orang" ucap Mom Vita memperingatkan putra bungsunya.


"Beres Mom" ucap Zayd yang mencium pipi Mommy nya lalu segera pergi dari mainson.


"Dasar anak itu" ucap Mom Vita saat melihat putranya sudah keluar dengan bersiul-siul sangat gembira.


"Kenapa honey?" tanya Dad Louis saat melihat istrinya sedang menatap kearah pintu tapi tidak ada siapa-siapa.


"Zayd, dia ingin berkencan kelihatan nya. Pagi-pagi begini sudah rapih juga sudah sangat ceria" jawab Mom Vita dengan senyuman yang tak pernah pudar dalam dirinya.


"Benarkah? Putra-putra ku ternyata sudah dewasa semua. Tapi belum ada yang ingin segera memutusakan untuk mengakhiri masa lajangnya" ucap Dad Louis yang mana membuat Mom Vita malah melotot sempurna mendengar ucapan dari suaminya.


"Memang benar kan honey. Jika mereka semua masih betah dengan perjalanan cintanya masing-masing, semoga saja five Z akan mendapatkan kebahagiaan nya masing-masing. Amiin" ucap Dad Louis yang memang ingin melihat putranya dan putri sambungnya bahagia semuanya dan bisa mendapatkan pasangan yang baik dan juga bertanggung jawab itu yang terpenting.


"Iya, Daddy benar. Mommy juga berdo'a, semoga semuanya mendapatkan kebahagiaan nya masing-masing dan juga bisa seperti kita" jawab Mom Vita yang membenarkan ucapan dari Dad Louis.


"So, kita akan ngapain sekarang? Anak-anak sudah pergi semua, dan kita hanya berdua disini" tanya Dad Louis yang menggoda Mom Vita dengan menaik turunkan alisnya.


"Dad, Kira ini sudah tua dan tidak mau apa dengan anak-anak?!" ucap Mom Vita yang mana menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari suaminya.


"Iya siapa tahu Mommy mau diajak olahraga ranjang" ucap Dad Louis yMg membisikan kata ranjangnya.

__ADS_1


"Maaf Dad, yang semalam saja pinggang Mommy sudah encok. Jadi, jangan macam-macam!" ucap Mom Vita yang menekankan setiap kata yang dia ucapkan.


"Oh, baiklah. Apalah daya ku ini, jika sudah seperti sekarang" gumam Dad Louis tapi dengan mengeraskan suaranya dan juga mengusap senjata yang sangat sakti itu.


Mom Vita hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar gumaman dari Dad Louis, yang terkesan seperti sedang menahan sesuatu dan juga memancing dalam air keruh. Entahlah, pribahasa seperti apa itu Othor tidak tahu 😁✌.


.


Sedangkan ditempat yang sangat jauh dari mainson sekarang Zoya sedang berada ditempat yang sangat sepi juga tidak banyak yang tahu tempat ini.


"Z, apa kakak bisa menta tolong padamu?" tanya Zoya yang langsung to the point saat mereka sudah saling diam beberapa saat.


"Katakan saja kakak" jawab Zayn dengan masih menatap lurus kedepan.


"Kakak ingin pergi dengan kamu atau mungkin ke negara lain saja, disini kakak terlalu banyak beban dan juga fikiran yang sangat membuat kakak sesak dan juga sulit untuk bergerak. Disini masih ada Zio yang sudah bisa untuk menghendle semua pekerjaan. Kakak sudah tidak bisa berlama-lama berada disini" ucap Zoya yang sudah meneteskan air matanya. Dengan cepat dia menghapusnya.


"Apa semua itu karena pria itu?" pertanyaan Zayn yang langsung mengenai sasaran.


"Kakak tidak perlu seperti itu. Kakak hanya perlu menghadapinya dan jangan pernah membuat kakak semakin direndahkan dan juga tidak dianggap disini. Kakak harus bisa membuat orang-orang yang sudah menyakiti perasaan dan juga hati kakak, balas dia puluhan bahkan ribuan kali lipat untuk bisa membuatnya tidak bisa berkutik dan juga akan terus memohon-mohon kepada kakak untuk mendapatkan pengampunan dari kakak sendiri. Dengan kakak pergi atau menjauh, mereka akan sangat puas dan juga senang melihat keterpurukan dari seorang Zoya Pratama Edison. Apa kakak mengerti?" jelas Zayn dengan panjang lebar pada Zoya.


Sedangkan Zoya mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Zayn padanya. Dia sedang berfikir kenapa dia tidak terfikirkan sampai disitu, dan itu membuat dia semakin ingin tahu apa tujuan Zayn berbicara seperti itu.


"Apa yang kamu maksudkan Z, kakak tidak mengerti?" tanya Zoya yang tidak mengerti semua dari kata-kata Zayn barusan.


"Apa kakak masih memiliki perasaan yang sama terhadap pria itu?" bukan nya menjawab Zayn malah bertanya pada Zoya.


"Tidak" jawab Zoya yang mengalihkan pandangan nya dan juga berbicara tidak langsung dari hatinya.

__ADS_1


"Kakak berbohong kan? Kakak ingin menghindarinya karena kakak ingin mencoba mengubur perasaan cinta kakak bukan? Ck, perasaan... Perasaan yang sangat aku benci selama ini" ucapan Zayn yang benar-benar sangat menohok dihati Zoya.


"Apa kau ini seorang peramal? Selain sebagai CEO diperusahaan besar?" tanya Zoya malah meledek pada Zayn.


"Kakak, tidak bisa berbohong padaku kak. Kakak masih mencintainya bukan? Dan sepertinya dia juga memiliki perasaan yang sama, hanya saja sikapnya itu terlalu baik dan juga tidak peka seperti bang Zi" ucap Zayn yang sekarang menatap wajah Zoya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Kau memang benar Z. Kakak memang masih memiliki perasaan yang sangat besar padanya, dia adalah pria yang selalu menghormati kakak sebagai perempuan dan juga selalu dia perlakukan dengan sangat baik" jawab Zoya pada akhirnya dengan penuh kejujuran pada Zayn.


"Jika begitu. Buat dia menjadi milik kakak, dan liat dia supaya tidak bisa kemana-mana dan berbuat macam-macam. Beres bukan" jawab Zayn dengan seringai tipis dibibirnya.


"Kau kira siapa itu kambing apa pake diikat segala!" gerutu Zoya yang mana malah kesal dengan jawaban yang Zayn katakan.


"Mengikat dalam artian untuk membuatnya tidak bisa berpaling lagi dari kakak walau diluaran dan juga didekatnya ada orang-orang yang mungkin memang menginginkan nya juga seperti sekarang. Seharusnya kakak sudah bisa mengikat dia supaya selalu melihat kakak dan juga tidak ingin jauh-jauh dari kakak. Mengerti tidak!" ucap Zayn yang sudah kesal sejak tadi. Ini bukanlah dirinya yang terlalu banyak bicara dan juga berdebat dengan seseorang. Jika saja ini bukan kakaknya, sudah dipastikan dia akan ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak dikenali lagi.


"Kakak memang belum mengerti dan juga belum jelas dengan semua yang kamu katakan Z. Intinya kakak sudah tidak ingin lagi berurusan dengan nya lagi. Dengan begitu kakak bisa menata hati dan juga perasaan kakak sekarang dan nanti" ucap Zoya yang ingin beranjak dari duduknya.


"Apa kakak akan bahagia dengan keputusan kakak yang ini? Z rasa kakak akan tersiksa sendiri dengan membohongi diri kakak sendiri. Sebaiknya, bicarakan ini baik-baik dan juga bila perlu ajak dia untuk berduel" ucap Zayn yang membuat Zoya menghentikan langkah kakinya.


"Z, kau ini seperti Mafia saja. Sedikit-sedikit harus menggunakan otot dan ada pertumpahan darah" ucap Zoya yang menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan Zayn yang memang seperti yang dia katakan.


'Aku memang seorang King Mafia kak' ucap Zayn dalam hati dengan seringai tipis dibibirnya. Lalu dia beranjak juga mengejar langkah kaki Zoya yang sudah jauh darinya.


.


.


.

__ADS_1


Othor tidak pernah lelah untuk meminta dukungan dari kalian semua para reader kesayangan Othor untuk selalu meninggalken jejaknya seperti like, komen, vote dan hadiahnya....


Jangan lupa subscribe dan pollow akun Othor


__ADS_2