
Zia terus menjelaskan semuanya pada Mom Vita, Dad Louis dan pada saudaranya yang lain. Zia sekarang tidak bisa menutup-nutupi nya dari seluruh keluarganya.
"Jadi dia ini sejak pertama sudah memanggil kakak dengan panggilan itu?" tanya Mom Vita pada Zia.
"Iya Mom" jawab Zia dengan mengangguk.
"Lalu dimana Ibunya sekarang?" tanya Mom Vita pada Zia.
"Ibunya sudah lama meninggal Mom, meninggal saat melahirkan Quinzy. Itu yang Zia tahu" jawab Zia dengan menatap wajah Quinzy yang sedang diatas pangkuan nya.
"Inalillahi, kamu harus bisa menjelaskan nya secara perlahan kak. Jika kakak bukanlah Ibunya, takutnya dia akan terus bergantung pada kakak. Nanti apa yang akan kakak lakukan jika dia menjadi bergantung terus pada kakak?" tanya Mom Vita yang memang sangat benar adanya.
"Kenapa kakak harus memikirkan nya jika jawaban ada didepan mata" jawab Zayd dengan mengedipkan sebelah matanya pada Zia.
"Apa maksud kamu Zayd?" tanya Mom Vita yang belum mengerti maksud dari ucapan Zayd barusan.
"Kakak sekarang kan juga dekat dengan Ayah nya. Kenapa masih memikirkan yang belum pasti Mom, Mommy tahu sendiri bukan. Jika kakak selama ini tidak pernah dekat dengan siapa-siapa selain duda itu" jawab Zayd dengan senyuman dibibirnya.
"Jadi, maksud kamu...." Mom Vita malah ikutan tersenyum juga dengan Zayd.
"Mom, aku dan dia itu tidak ada hubungan apa-apa. Jadi stop membicarakan hal seperti itu" protes Zia yang tidak terima dengan yang diucapkan oleh Mom Vita dan juga Zayd.
"Jika Daddy sih yes saja girl" ucap Dad Louis yang ikut menggoda Zia.
"Oh ayolah. Kenapa kalian semua menjadi kompak seperti ini?" tanya Zia dengan prustasi akan ejekan dari kedua orang tuanya dan saudara bungsunya.
"Jika kalian berdua berjodoh kenapa tidak Zi?" tanya Zio yang ikut menimpali juga, rasanya ini sudah sangat lama bagi mereka semua tidak menghabiskan waktu untuk mengobrol santai seperti ini.
"Oh God" ucap Zia yang menyerah, karena sudah ada lagi bala bantuan yang akan membuatnya semakin kesal nantinya.
"Mommy napa?" tanya Quinzy yang bingung dengan bahasan semua orang dewasa didepan nya.
"Mommy hanya ingin bisa dekat dengan Daddy kamu Quinzy. Apa boleh, hmm?" tanya Zayd yang semakin membuat Zia jengah dan juga kesal.
"Emm, apa nda? Daddy and Mommy cama-cama" jawab Quinzy dengan riangnya menjawab pertanyaan dari Zayd.
"Tuh kak dengerin. Anak sambung kakak saja setuju. Buahahahaha" ucap Zayd yang langsung lari dari amukan Macan betina.
"Zayd...... " teriak Zia dengan sangat kencang memanggil adik bungsunya yang selalu membuatnya darah tinggi.
"Sayang, jadi nama kamu Quinzy?" tanya Mom Vita yang sekarang duduk didekat Quinzy.
"Iya Dema" jawab Quinzy dengan cadelnya.
__ADS_1
"Dema?" tanya Mom Vita yang belum mengerti dengan sebutan tersebut.
"Iya, Dema and Depa" jawab Quinzy sambil menunjuk Mom Vita dan Dad Louis.
"Mungkin maksud dia itu grandma and grandpa Mom" ucap Zio yang mulai faham akan sebutan yang diucapkan oleh Quinzy.
"Owalah, Mommy kok malah tidak mengerti ya?" ucap Mom Vita yang memang tidak mengerti. Dulu six Z tidak ada yang berbicara cadel jadi Mom Vita tidak mengerti jika ada anak yang berbicara cadel.
"Mommy ini" ucap Dad Louis yang sama saja tidak mengerti.
"Dad, kau pun sama saja bukan? Tidak mengerti akan ucapan dari Quinzy" ucap Zio yang langsung membuat Dad Louis mati kutu.
"Mom Dad, Zoya harus berangkat sekarang. Ini sudah siang" ucap Zoya yang menyela ucapan dari Zio yang akan menggoda Dad Louis lagi.
"Zi juga Mom Dad" Zico juga sama akan pergi juga.
"Kalian berdua hati-hati" ucap Mom Vita pada kedua anaknya yang selalu saja diam dan memendam perasaan nya sendiri.
"Iya Mom" jawab keduanya yang langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Mereka berdua memang sangat mirip. Tidak bisa diajak bercanda, terlalu kaku" gumam Zio yang masih berada disana bersama dengan kedua orang tuanya dan juga Quinzy.
"Apa kamu tidak berangkat juga boy?" tanya Dad Louis pada Zio yang masih bergumam memandangi kedua saudaranya yang sudah tidak terlihat lagi.
"Sebentar lagi Dad. Lagi pula sudah ada kakak yang menghendle dikantor, aku akan bertemu dengan klien diluar" jawab Zio yang memang sudah diatur sedemikian rupa olehnya dan juga Zoya tentunya.
"Iya Mom, lagian kan memang ini yang diinginkan oleh kakak sendiri" jawab Zio yang melihat jam tangan nya.
"Oke Mom, Dad. Zio berangkat sekarang, takutnya klien malah menunggu ku disana" ucap Zio yang juga ikut pamit setelah Zico dan Zoya pergi beberapa menit yang lalu.
"Hati-hati Zi" ucap Mom Vita pada putranya yang satu ini.
"Oke Mom" jawabnya yang langsung pergi setelah mengucapkan itu pada kedua orang tuanya.
Sedangkan Quinzy menatapi kedua orang tua yang sedang berada didekatnya saat ini. Dia masih belum mengerti dengan keadaan seperti disini yang terlihat sangat ramai dan juga terlihat saling menyayangi.
"Hai princess, kenapa diam saja?" tanya Dad Louis yang duduk disamping Quinzy juga.
"Ici binun apa Depa and Dema cama uncle auntie?" tanya Quinzy yang mana membuat Mom Vita dan Dad Louis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kami tidak tahu apa yang Quinzy katakan pada kami berdua?" tanya Mom Vita yang mana malah bertanya lagi pada anak berusia tiga tahun ini.
Quinzy malah menepuk keningnya sendiri. Karena kedua orang ini tidak mengerti yang dia ucapkan barusan. Tiba-tiba.....
__ADS_1
"Ampun kak, sakit kak...." ucap Zayd yang ternyata sudah ditangkap oleh Zia dan sekarang sedang dijewer dengan sangat kencang oleh Zia.
"Rasakan! Makanya jadi orang jangan jahil" ucap Zia yang masih kenjewer telinga Zayd yang sudah sangat memerah.
"Mom, no. Cian uncle, anti angis" ucap Quinzy yang langsung menghampiri kedua kakak beradik itu.
Zayd yang mendengar ucapan dari Quinzy langsung menangis dengan sangat kencang. Tentu saja itu hanya pura-pura saja, supaya Zia melepasakan jeweran nya.
"Huaaaa... Sakit banget... Izy, tolongin uncle dari Mommy kamu yang galak ini... Huaaaa... " ucap Zayd yang sengaja menutup matanya dan sedikit mengintip.
"Mommy, acian uncle angis. Ici edih iat uncle angis-angis" ucap Quinzy yang malah ikut meneteskan air matanya juga.
Zia langsung melepasakan jeweran nya pada Zayd. Zayd yang baru saja dilepaskan langsung mengusap telinganya yang sangat marah akibat ulah kakak nya, Zia.
"Izy, don't cry. Mommy dan uncle hanya bercanda saja oke" ucap Zia yang langsung mendekat Quinzy yang sedang berdiri sambil memeluk boneka kesayangan nya.
"Ici edih, uncle angis" jawab Quinzy dengan tatapan polosnya dan juga mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jangan sedih ya, uncle sudah tidak nangis lagi oke" ucap Zayd yang tidak tega melihat Quinzy yang akan menangis sungguhan.
Semuanya tersenyum melihat senyuman mengembang dari anak berusia tiga tahun itu. Rasanya mainson ini sangat ramai, sama seperti saat six Z masih kecil dulu. Mereka semua bisa membuat suasana menjadi hidup.
"Kak, katanya dia datang bersama dengan Daddy nya? Kenapa dia tidak ikut masuk kemari?" tanya Mom Vita yang tidak melihat pria yang sedang dekat dengan putrinya saat ini.
"Dia berada diluar Mom. Dia tidak ingin ikut masuk kemari jika tidak mendapatkan undangan langsung dari pemilik mainson katanya" jawab Zia yang memang Juan sendiri yang mengatakan nya.
"Aneh sekali. Kakak sudah mengajaknya masuk bukan?" tanya Mom Vita yang merasa heran dengan sosok pria itu.
"Ya begitulah dia Mom. Berbeda dengan kebanyakan pria yang akan langsung masuk begitu saja" jawab Zia yang secara tidak langsung membela Juan.
"Benar juga. Ya sudah bilang padanya jika Mommy dan Daddy ingin bertemu dengan nya" ucap Mom Vita pada Zia.
Zia langsung pergi untuk menyuruh Juan masuk. Dan benar saja, setelah mendapatkan izin dari Mom Vita Juan mau masuk kedalam mainson dan menemui Mom Vita dan Dad Louis.
"Pagi Tuan, Nyonya. Maaf saya dan putri saya mengganggu waktu anda" ucap Juan yang baru saja masuk dan membungkukan sedikit badan nya memberi hormat pada kedua orang tuanya Zia.
"Pagi, Silahkan duduk. Kami tidak merasa terganggu sama sekali. Justru kami merasa senang dengan semua ini, karena dengan kedatangan Quinzy mainson kami terasa ramai kembali" jawab Mom Vita pada Juan.
Sedangkan Dad Louis masih menampilkan wajah datarnya. Dia ingin tahu karakter pria yang sedang duduk berhadapan dengan nya dan juga sedang dekat dengan putri sambung nya.
.
.
__ADS_1
Othor tidak pernah bosan untuk mengingatkan supaya meninggalkan jejaknya...
Like, komen, vote dan hadiahnya Othor tunggu 😙😙😙