
Zoya mengajak semuanya untuk keluar dari kamar rawat Zico, karena memang Zico sudah diperbolehkan untuk pulang. Jadi dia sekalian pulang mampir untuk mengikuti Zoya melihat sesuatu.
"Kenapa kita kearah kantin kak?" tanya Zia yang merasa heran sedangkan Quinzy sedang asik karena digendong oleh Zico.
"Sudah diam saja. Kita semua lihat dengan mata kepala sendiri, supaya tidak beranggapan jika kakak disini yang terlalu over atau apa itu" jawab Zoya yang memperlihatkan Dharma dengan seorang wanita cantik sedang duduk bersama dan terlihat sangat mesra sekali.
Betapa terkejutnya semua orang, termasuk dengan Mom Vita yang melihatnya juga merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Mom Vita langsung memalingkan wajahnya kearah lain supaya tidak melihat kemesraan dari Dharma dengan seorang wanita.
"Apa Mommy bisa percaya dengan semua ucapan dari ku sekarang?" tanya Zoya yang sudah menahan air matanya supaya tidak menetes.
"Mommy percaya pada kamu nak. Mommy akan selalu percaya, lebih baik kita tinggalkan tempat ini saja. Jangan membuat keributan" ucap Mom Vita yang mengajak anak-anaknya untuk segera meninggalkan area kantin rumah sakit.
Semua anak-anak dan juga Dad Louis ikut pergi meninggalkan kantin rumah sakit. Zoya sebenarnya tidak ingin melakukan itu karena semakin menyakiti perasaan nya yang sudah bisa mulai sedikit melupakan nya.
"Kalian pulang duluan saja. Aku mau pergi dulu kesuatu tempat" ucap Zoya pada semuanya.
"Kamu yakin nak?" tanya Mom Vita dengan penuh kelembutan dan juga sangat perhatian pada putri sulungnya.
"Princess, apa kamu yakin?" tanya Dad Louis yang menatap manik mata Zoya.
"Emm, aku serius" jawab Zoya dengan mengangguk dengan sangat pasti.
Zoya tidak ikut dengan keluarganya untuk pulang. Dia pergi menuju suatu tempat yang dia rasa sangat nyaman. Disana banyak anak-anak dan juga para pasangan sedang bersantai disore hari ini. Pandangan nya tertuju pada seorang yang sepertinya dia kenal dengan pemuda yang sedang duduk sendirian dan juga dengan tumpukan buku-buku yang ada disampingnya.
"Alkana kan?" tanya Zoya yang mengenalinya.
Pemuda yang dipanggil dengan sebutan Alkana hanya diam dan menatap sekilas lalu menatap lagi dengan tatapan yang tidak percaya.
"Kak Zoya kan? Wah, seneng banget bisa ketemu kakak disini. Sama siapa kak?" tanya Alkana dengan sangat ramah walau sebenarnya dia itu adalah pemuda yang pendiam dan juga cuek.
Karena dia mengenal Zoya dan juga Zoya lebih tua darinya, jadi dia bersikap sopan dan juga ramah padanya.
"Sendirian saja?" tanya Zoya yang sudah duduk disamping Alkana yang sedang memegang buku yang sedang dia baca.
__ADS_1
"Iya kak, lagi cari reference buat nyusun skripsi. Sebentar lagi aku lulus S2 kak. Kakak sendiri?" jawab Alkana yang menjelaskan apa yang sedang dia kerjakan dan juga bertanya pada Zoya.
"Seperti yang kamu lihat, kakak sendiri" jawab Zoya dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.
Keduanya terlihat obrolan sangat dekat dan juga sangat akrab sekali. Mungkin jika dilihat dari sisi yang berbeda, mereka berdua sedang berbincang dan saling membahas pekerjaan juga. Dan itu sangat nyambung, karena Alkana juga akan menggantikan posisi Papa nya jika dia sudah mampu untuk menjadi CEO WJ.CORP selanjutnya.
"Apa cowok kakak tidak akan marah nih kakak duduk deket-deket sama aku? Aku takut saja jika nanti malah disebut pebinor lagi" tanya Alkana yang sambil tersenyum. Karena merasa lucu sendiri dengan ucapan nya yang absurd.
"Ya nggak lah. Masa sama adik sendiri cemburu sih" jawab Zoya yang juga ikut tersenyum dengan Alkana.
"Kakak memang sengaja datang kemari? Atau hanya singgah saja?" tanya Alkana yang sedang membaca bukunya.
"Sengaja, lagi butuh waktu untuk bisa tenang saja dan menghilangkan beban dalam fikiran yang sangat berat karena urusan kantor" jawab Zoya yang sedang menatap lurus kedepan dengan senyuman yang tidak pernah pudar.
"Ini memang tempat yang sangat nyaman kak, untuk bisa menenangkan fikiran" ucap Alkana yang juga ikut menatap lurus kedepan juga. Dia langsung menumpuk buku-buku yang dia bawa tadi dan memasukan nya kedalam tas.
"Kamu benar. Kakak sering datang kemari jika sedang suntuk atau banyak fikiran. Kamu sendiri emang sering seperti ini atau tidak?" tanya Zoya yang menatap Alkana sekilas lalu mengalihkan pandangan nya lagi kedepan.
"Aku sih jarang kak. Cuman sesekali saja datang kemari" jawab Alkana yang juga sekarang malah menatap Zoya.
"Memangnya ada yang salah jika aku suka sama kakak apa?" tanya Alkana yang memberanikan diri bertanya tentang hal yang sensitive pada Zoya.
"Memang tidak ada yang salah sih, cuman kamu akan malu dan malah disangka sedang jalan dengan tante-tante" jawab Zoya dengan senyuman dibibirnya dan dia tidak mengalihkan tatapan nya yang lurus kedepan sana.
"Masa sih? Justru kakak masih sangat cantik dan juga sama dengan ku. Mungkin mereka beranggapan jika kita ini seumuran" ucap Alkana yang tersenyum sambil menatap Zoya.
"Kamu ini bisa saja. Kakak malah nanti malah bikin kamu malu lagi, kan nggak lucu" ucap Zoya yang malah sekarang mentap Alkana yang ternyata menatap kearahnya juga.
Mereka berdua saling pandang cukup lama dan saling tertawa bersama hingga mereka harus berpisah karena Alkana sudah disuruh untuk segera pulang oleh kedua orang tuanya.
Setelah kepergian Alkana, Zoya sendirian lagi dan dia menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Dia kembali memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepan nya nanti. Karena dia akan selalu bertemu dengan Dharma dan juga wanita ulat bulu itu.
"Apa keputusan ku sudah benar ya? Aku hanya butuh ketenangan hati dan juga fikiran. Supaya aku bisa tetap waras menghadapi semua masalah dalam hidup ini" gumam Zoya yang sedang menatap anak-anak kecil yang sedang berlarian saling kejar.
__ADS_1
"Seperti anak-anak itu, bebas dan tidak ada beban didalam hati dan juga fikiran. Sangat menenangkan" gumamnya lagi sambil terus tersenyum indah.
Pada saat bersamaan juga datang dua orang yang sedang dia hindari untuk tidak bertemu lagi. Tapi tetap saja takdir berkata lain.
"Eh, Nona Zoya ada disini juga rupanya" sapa Luna yang sengaja menghampiri Zoya yang sedang duduk. Apa lagi mereka berdua memamerkan kemesraan nya pada Zoya.
Zoya hanya diam saja disapa oleh Luna. Yang terkesan sangat lebay dan juga aneh, tapi Zoya tidak mau ambil pusing. Saat ingin beranjak dia melihat ada buku yang tergeletak disampingnya duduk tadi. Zoya mengambilnya dan memasukan kedalam slempangnya.
Lalu dia beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja setelah melihat kedua orang yang sangat dia benci dengan tatapan merendahkan dan juga tersenyum sinis. Inilah yang membuat Zoya berbeda dengan para saudaranya yang lain apa lagi Zia yang memang terlihat sedikit bar-bar dan selalu mengatakan apa yang menurutnya benar.
Berbeda dengan Zoya yang hanya diam, tapi setelah mengetahuinya jangan harap bisa mendapatkan kesempatan kedua atau selanjutnya. Itu tidak akan pernah terjadi dan tidak akan mungkin.
Zoya memasuki mobilnya dan melajukan nya kesuatu tempat yang membuatnya bisa menjadi lebih tenang lagi. Dia membelokan mobilnya kesebuah masjid yang terletak tidak jauh dari taman yang tadi dia singgahi. Dan itu menjadi pusat perhatian semua orang.
Pasalnya mereka semua baru melihat Zoya dan juga penampilan juga mobilnya berbeda dari orang-orang yang hanya singgah sebentar untuk bisa melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim. Zoya hanya diam saja dan memasuki masjid tersebut dengan sangat perlahan dan juga menatap lurus kedepan dan matanya berkaca-kaca melihat rumah milik Allah ini.
Zoya langsung mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat ashar dan dia tidak langsung keluar setelah sholat. Kebetulan didalam masjid ini akan diadakan pengajian, Zoya tentu tidak ingin melewatkan pengajian ini. Karena dengan seperti ini dia merasa sangat dekat dengan sang maha pencipta.
"Assalamualaikum Nona. Anda mau ikut pengajian juga?" sapa wanita cantik dan juga berhijab syar'i dan tidak lupa dia juga menggunakan cedar yang hanya menampilkan matanya saja.
"Wa'alaikum salam, iya Nona. Saya mau mengikuti pengajian juga" jawab Zoya dengan tersenyum dan tidak melepasakan mukena yang sedang dia kenakan.
"Alhamdulilah, semoga Nona selalu istiqomah" ucap wanita bercadar itu dengan penuh senyuman terlihat dari matanya yang sedikit menyipit.
"Amiin" jawab Zoya mengaminkan ucapan dari wanita itu, mereka saling mengobrol dan juga saling berkenalan juga.
"Nama saya Aisha Nona, nama Nona sendiri?" ucap wanita bercadar dengan memperkenalkan dirinya sebagai Aisha, juga bertanya pada Zoya.
"Nama saya Zoya. Senang berkenalan dengan anda Nona Aisha" ucap Zoya dengan tersenyum sangat cantik pada Aisha.
Keduanya saling tersenyum dan juga mengobrol bersama dengan sangat dekat dan juga terlihat akrab satu sama lain.
__ADS_1
Alkana Wijaya Kusuma ya... Imut banget... Jadi pengen ngarungin🙊😁