
Juan sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Dengan berbagai luka disekujur tubuhnya, dan itu semua tidak ada yang tidak terluka. Semuanya sudah terluka.
"Cepat panggil ambulance" ucap Zia yang memerintahkan pada Zayd.
"Aku sudah menghubunginya kak. Mungkin sebentar lagi akan datang" jawab Zayd dengan tatapan tidak percaya bisa melihat ini semua dengan mata kepala nya sendiri.
"Apa dia masih hidup kak?" tanya Zayd dengan konyol nya.
"Jelas saja masih bodoh" jawab Zia yang langsung menoyor kening Zayd dengan sangat kencang.
"Sakit kak, aku kan hanya bertanya saja" ucap protes Zayd pada kakaknya.
"Apa dia sering melakukan seperti ini?" tanya Zia pada pelayan paruh baya itu yang mengikuti Zia dan Zayd masuk kedalam kamar Juan.
"Iya Nona, Tuan akan melakukan ini jika dia sedang merasa tertekan dan juga sedang berfikiran yang bukan-bukan" jawab pelayan yang sudah mengikuti Juan sejak dulu. Jadi dia sudah tahu apa saja yang biasa Juan lakukan.
"Kenapa kamu tidak segera membuka pintu nya jika sudah tahu kejadian nya seperti ini? Jika saja terlambat ditangani mungkin nyawanya tidak akan bisa diselamatkan" ucap Zia yang memarahi wanita paruh baya tersebut yang menjadi pelayan Juan.
"Maaf Nona, karena sudah sangat lama Tuan tidak seperti ini. Dan ini baru mengalaminya lagi" jawab pelayan paruh baya tersebut.
Tidak berselang lama petugas medis datang dan membawa Juan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepatnya.
"Kak, kakak yakin akan menunggui nya?" tanya Zayd yang tadi nya ingin segera pulang tidak jadi karena Zia juga tidak ingin diajak untuk pulang.
"kakak masih butuh penjelasan darinya. Kamu pulang saja, jika Mommy tanya jawab saja aku menginap disini dan berikan alasan yang tepat untuk nya juga" jawab Zia yang sedang dalam perjalanan mengikuti ambulance dari belakang menggunakan mobil yang Zayd kendarai.
"Ya sudah, aku akan pulang setelah kakak sudah ada dirumah sakit dan juga Juan itu mendapatkan perawatan" ucap Zayd yang membiarkan sang kakak menginap dirumah sakit.
"Makasih Zayd" ucap Zia yang sudah akan masuk lebih dulu saat sudah sampai didepan rumah sakit.
"Dok, apa dia tidak mempunyai wali yang akan mengurus administrasinya?" tanya seorang perawat yang sudah sangat mengenal Zia dan juga Zayd.
"Saya yang akan menjadi walinya. Sekarang kerjakan tugas kalian semua, Susan akan menunggunya disini" ucap Zia yang memerintahkan para perawat menangani luka-luka yang ada disekujur tubuhnya Juan dan juga dibeberapa bagian yang sangat parah.
"Dok, pasien kehilangan banyak darah. Dan stok disini sudah tidak ada, golongan darah pasien adalah O rhesus negative dan itu sangat langka dok" ucap seorang perawat yang sedang menangani Juan.
__ADS_1
"Ambil saja darah saya, kebetulan golongan darah saya sama dengan nya" ucap Zayd yang untungnya belum pulang.
"Kamu yakin Zayd? Kakak tidak mau jika kamu kenapa-kenapa setelah mendonorkan darah kamu untuk nya" ucap Zia yang sudah tahu jika Zayd akan langsung lemas setelah mendonorkan darahnya.
"Aku yakin kak, lagian aku tidak mungkin membiarkan seseorang sekarat. Jika aku bisa menolongnya maka kenapa tidak? Aku bisa memakan makanan yang akan mengembalikan darahku kembali" jawab Zayd yang meyakinkan kakaknya untuk tenang.
"Baiklah, kamu segera bersiap lah. Setelah itu kakak juga akan mengantarkan kamu pulang dulu, jadi kamu bisa langsung istirahat" ucap Zia yang mengiyakan ucapan dari Zayd.
Zayd mengikuti perawat yang akan mengambil darah dari Zayd dengan langsung mentrasfusikan darahnya langsung pada Juan.
Setelah beberapa saat kemudian Zayd juga terlihat pucat karena habis mendonorkan darahnya. Dia juga langsung mendapatkan penanganan juga diberi obat yang untuk penambah darah dengan cepat.
"Are you okay Zayd?" tanya Zia saat Zayd sudah keluar dalam keadaan yang lebih baik.
"Seperti yang kakak lihat. Aku juga sepertimu akan menginap disini saja kak, aku harus menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Mommy untuk saat ini. Aku juga rasanya harus mendapatkan infusan juga sekarang" jawab Zayd yang langsung diangguki oleh Zia.
"Kakak akan menghubungi Mommy, dan akan bilang kamu bersama kakak juga disini. Istirahatlah, kakak akan segera kembali" ucap Zia yang langsung pergi untuk menghubungi Mommy nya supaya tidak merasa khawatir.
"Dok, pasien sudah bisa dipindahkan keruangan perawatan sekarang" ucap perawat tersebut yang akan membawa Juan keruangan perawatan yang berlawanan arah dengan Quinzy.
"Tunggu, lebih baik ruang perawatan nya disatukan dengan ruangan perawatan sanak, supaya saya tidak harus bolak balik untuk menjenguknya" ucap Zia yang memberi saran pada perawat yang sedang mendorong brangkar Juan yang masih tidak sadarkan diri.
"Terimakasih" ucap Zia yang sudah melihat Juan dan Quinzy berada diruangan yang sama.
"Sama-sama dokter. Kami akan memeriksa kondisi pasien beberapa jam kedepan" ucap perawat tersebut yang akan undur diri.
Zia tidak menjawab atau apa pada perawat tersebut, Zia langsung pergi lagi setelah melihat keadaan Juan dan juga Quinzy. Zia langsung menuju ruangan Zayd untuk menunggui nya dan juga berisatirahat juga dengan Zayd.
"Kakak sudah kembali? Apa dia sudah dipindahkan keruangan perawatan kak?" tanya Zayd yang mendapatkan anggukkan dari Zia yang langsung tidur diatas sofa ruangan rawat Zayd untuk malam ini saja.
"Good night kak" ucap Zayd yang melihat Zia sudah terlelap dalam tidurnya.
Keeroksan harinya kondisi Zayd sudah lebih baik dan dia langsung pulang karena tidak mau jika Mommy nya pasti akan protes melihatnya pulang telat saat menginap dirumah sakit untuk berjaga.
"Kak, kakak dari mana sepagi ini?" tanya Zayd yang melihat Zia sudah ada didalam ruangan nya dengan berbagai makanan yang dia bawa untuk Zayd.
__ADS_1
"Kakak habis membeli ini semua untuk kamu. Kamu harus banyak makan makanan yang bisa memulihkan kamu, karena kamu kan habis transfusi darah" jawab Zia yang menyerahkan berbagai makanan enak untuk Zayd.
"Thank you sister, you are always the best" ucap Zayd pada Zia yang sedang menyiapkan makanan untuknya.
"both my younger brothers" jawab Zia yang sudah menyiapkan makanan dan sekarang akan menyuapi Zayd yang akan manja jika sedang seperti ini.
Zayd menerima suapan demi suapan dari sang kakak dengan sangat semangat. Karena dia memang sudah sangat kelaparan sekali lagi ini.
"Kak, apa kakak tidak akan pulang?" tanya Zayd dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Kakak sudah pulang Zayd, kamu tidak melihat jika kakak sudah berganti pakaian dan sekarang kakak juga harus bekerja lagi ini" jawab Zia dengan santainya.
Setelah meyuapi Zayd, Zia langsung pergi dari ruangan Zayd karena infusan Zayd juga sudah dilepaskan dan kondisinya juga sudah seperti sediakala.
"Kakak, akan langsung peraktek?" tanya Zayd yang melihat Zia melangkah kearah ruangan nya sendiri.
"Iya, setelah memastikan kondisi kedua orang yang masih hidup tapi selalu menghantui fikiran ku" jawab Zia yang melangkah menuju ruangan rawat Juan dan juga Quinzy.
"Aku ikut kak" teriak Zayd yang langsung mengikuti sang kakak dari belakang dan mensejajarkan langkanya dengan Zia.
"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Zia pada seorang dokter yang sedang memeriksa kondisi Juan saat ini.
"Kondisinya sudah lebih baik. Hanya saja dia masih belum sadarkan diri karena masih kekurangan banyak cairan didalam tubuhnya dok" jawab dokter tersebut dengan ramah pada Zia.
"Baiklah" setelah mengucapkan itu Zia menghampiri Quinzy yang masih terlelap juga, dan sekarang kondisinya juga sudah lebih baik dari kemarin saat pertama Zia melihat Quinzy.
Zia langsung pergi untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter Psikolog yang selalu bisa memberikan konseling untuk para pasien nya.
Zia dan Zayd langsung menuju ruangan Zia yang ternyata sudah ada beberapa pasien yang sudah menunggunya untuk mendapatkan penanganan langsung darinya.
"Kamu pulang saja Zayd. Kamu juga harus banyak istirahat untuk pemulihan kamu, kakak sudah meminta izin untuk supaya kamu cuti saat ini" ucap Zia yang akan memasuki ruangan praktek nya.
"Baiklah kak, kakak jangan terlalu memaksakan diri. Jika lelah kakak harus segera istirahat" ucap Zayd yang akan melangkah pergi dari hadapan Zia saat ini.
"Iya, kakak pasti akan melakukan itu" jawab Zia yang langsung masuk kedalam ruangan prakteknya.
__ADS_1
Zia melakukan tugasnya dengan sangat baik hingga semua pasien nya merasa puas dan juga merasa tenang karena mendapatkan seorang dokter seprti Zia yang sangat baik dan juga selalu mengerti perasaan lara pasien-pasien nya.
Hingga Zia selesai waktu bekerjanya yang hanya mengambil setengah hari saja, dia ingin segera melihat kondisi Juan dan juga Quinzy yang masih mendapatkan perawatan intebsif dari dokter ahlinya.