
Antara Zico dan Arabella masih sama seperti tadi saling diam dan tanpa bicara sedikit pun. Hingga kedatangan Mommy Vita dan Daddy Louis membuat mereka berdua semakin canggung.
"Eh, sudah sadar rupanya. Selamat datang kembali nak. Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa ada yang sakit atau tidak enak atau apa?" tanya Mommy Vita dengan mendekatinya.
Arabella hanya diam dan memandangi gerakan bibir dari wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang ada dihadapan nya.
Lalu Arabella menggunakan tangan nya untuk memberi isyarat pada Mom Vita bahwa dia tidak bisa bicara dan mendengar.
"Astagfitullah. Jadi kamu tidak bisa bicara dan mendengar?" tanya Mom Vita memastikan.
Pasalnya informasi dari Zayn hanya mengenai latar belakang nya saja dan juga asal usul nya. Sedangkan masalah ini tidak ada yang tahu.
"Maafkan saya ya. Saya tidak tahu, jadi kamu ini maaf, tuna wicara?" tanya Mom Vita lagi dan diangguki oleh Arabella.
"Kasihan sekali kamu nak. Nasib kamu kurang beruntung" gumam Mom Vita yang langsung memeluk tubuh kurus seorang gadis.
Saat suasana sedang haru datang para saudara Zico. Dan ternyata Zoya juga baru sampai di Jakarta dan langsung kemari untuk bertemu dengan gadis malang ini.
"Selamat ya. Kamu sudah sadar lagi" ucap Zia yang menghampiri Arabella dan mengulurkan tangan nya memberi selamat.
"Kenapa dia diam saja?" tanya Zia merasa heran.
"Dia tidak bisa bicara Zi" ucap Zico yang sedang berada didekat saudaranya yang lain.
"Jadi, dia..." Zia tidak melanjutkan ucapan nya lagi karena mendapatkan tatapan mengerikan dari Mom Vita.
"Hehehe, I'm sorry Mom" ucap Zia yang langsung diam dan duduk berdampingan dengan Zico.
"Kenapa abang tidak bilang jika dia tidak bisa bicara?" tanya Zia pada Zico yang hanya diam dan memainkan ponsel nya.
"Abang saja baru tahu" jawab nya.
__ADS_1
Yang ternyata dia melihat tata cara menggunakan bahasa isyarat pada orang yang tidak bisa bicara. Dan dia sudah mengerti semua gerakan nya. Zico akan memperagakan nya nanti setelah dia hanya berdua dengan Arabella.
"Zi, kakak mau bicara sama kamu" ucap Zoya pada Zico yang sedang duduk didepan nya.
Mereka berdua keluar dari ruangan ruangan rawat Arabella. Zoya mengajak adik nya menuju sebuah taman yang masih berada didalam kawasan rumah sakit.
"Zi, apa kamu menyukainya?" tanya Zoya to the point.
"Maksud kakak?" tanya Zico balik bertanya pada Zoya.
"Kamu menyukainya bukan? Sudah sangat terlihat dimata kamu Zi. Kamu bukan hanya mengagumi nya seperti kamu mengagumi Joyce. Kamu mengagumi nya dan ingin melindunginya dan menjaganya bukan? Apa lagi setelah kamu tahu jika dia tidak dapat bicara" ucap Zoya menatap wajah Zico yang terlihat memerah karena malu.
"Lihatlah Zi, kau terlihat malu-malu seperti anak gadis sedang jatuh cinta" goda Zoya sambil tersenyum dan menatap wajah Zico yang sangat merah. Apa lagi telinganya juga memerah.
"Kakak bicara apa sih kak, aku tidak..." ucapan Zico disela oleh Zoya.
"Kakak setuju dengan pilihan kamu yang satu ini. Dia benar-benar gadis yang baik dan sangat polos. Jika kamu bisa membuatnya nyaman dan mempercayai mu buat lah dia menjadi milik kamu Zi. Karena untuk mendapatkan yang seperti nya akan sangat sulit. Mungkin kamu nantinya bukan yang pertama yang menyentuhnya. Karena kamu tahu sendiri kisahnya dia seperti apa, kakak hanya bisa mengingatkan kamu. Jangan pernah salah memilih, seperti kakak yang salah memilih seorang pendamping" ucap Zoya masih menatap wajah Zico yang juga sedang menatap nya.
"Pertama, dia adalah gadis yang sangat malang hidupnya. Kedua, dia tidak memiliki siapa-siapa didunia ini dan tempat tinggal. Ketiga, dia gadis tuna rungu yang membutuhkan penjagaan dan kasih sayang dari seorang yang benar-benar tulus padanya. Keempat atau terakhir, dia gadis yang patut untuk diperjuangkan. Walau dia tidak bisa bicara dan mendengar dengan baik, dia memiliki prestasi yang sangat bagus. Kamu bisa melihat ini" ucap Zoya sambil menyerahkan tab pada Zico untuk melihatnya.
"Kamu bisa melihat kan, jika sebelum dia mengalami pele*ehan dari orang terdekat nya, dia adalah gadis yang sangat berprestasi dikampus nya. Dia juga menjadi idola karena kebaikan dan juga kelembutan nya. Dia harus mengalami berbagai kejadian yang membuatnya menjadi trauma terhadap laki-laki. Ini saja yang bisa kakak kasih tahu sama kamu. Selebihnya kamu sendiri yang memutusakan, karena hanya kamu yang akan menjalani kedepan nya" ucap Zoya panjang lebar. Supaya adiknya ini tidak salah pilih.
Tiba-tiba Zico dipanggil untuk masuk kedalam ruang rawat Arabella yang terlihat riuh dan Mommy nya terlihat sangat panik.
"Mom, apa yang terjadi?" tanya Zico setelah menghampiri seluruh keluarga nya.
"Ara... Arabella mengalami pendarahan hebat dan sekarang dia sedang berada didalam ruang operasi untuk segera melakukan tindakan" jawab Mom Vita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maksud Mommy? Kenapa bisa, dia mengalami pendarahan? Sedangkan sebelumnya dia baik-baik saja dan janin nya juga sehat. Kenapa bisa terjadi?" tanya Zico lagi dengan tatapan yang sudah memerah dan menahan emosinya.
"Tadi ada seorang dokter yang sedang visit dan dia memberikan obat dan juga suntikan. Kata dokter nya itu adalah vitamin dan juga untuk segera memulihkan tenaga nya juga bisa cepat dibawa pulang. Setelah melakukan itu Arabella langsung terlelap dan kami semua menunggu nya dan tiba-tiba dia menjerit kesakitan dan kami semuanya melihat begitu banyak darah yang keluar. Seperti itu lah kejadian nya Zi" ucap Dad Louis yang berbicara pada putra nya.
__ADS_1
Tanpa mengucapkan apapun lagi Zico berlari menuju ruang operasi. Dia ingin tahu bagaimana kondisinya Arabella sekarang. Dia menyesal karena tidak bisa menjaga nya dengan baik, dia tidak tahu jika kejadian seperti ini akan terulang.
Sedangkan keluarga Zico sedang membicarakan kejadian tadi dengan Zoya. Dia juga bingung dengan apa yang terjadi.
"Apa Daddy dan Mommy mengenali dokter tersebut?" tanya Zoya dengan perasaan nya.
"Tidak, karena kata dokter tersebut dia adalah dokter baru dan juga sedang menggantikan tugas dokter obgyn yang biasa nya memeriksa kondisi Arabella" jawab Mom Vita dengan mengingat-ngingat kejadian tadi.
"Sepertinya aku tahu siapa pelakunya Mom Dad" ucap Zia yang sudah bisa menebak siapa pelaku utama nya.
"Siapa Zi, jangan asal nuduh jika tidak ada bukti yang kuat. Disini juga terlihat jika dia menggunakan kacamata tebal juga mengenakan masker. Kenapa kamu bisa mengetahui nya?" tanya Zoya pada Zia.
"Aku curiga padanya Joyce yang kemarin-kemarin menemui abang Zi, dan dia juga mengancam akan melakukan sesuatu pada Arabella karena abang Zi telah menolak nya. Dan tadi, kamu lihat kan Zayd postur tubuh dan gelagat nya? Dia sama persis bukan?" ucap Zia pada Zayd juga yang lain nya.
"Tapi kak, kita tidak boleh asal nuduh saja selagi tidak ada bukti. Dan sekarang kabarnya Joyce sedang berada di London sedang menenangkan fikiran karena cintainya ditolak" ucap Zio yang memang sudah tahu dari Joyed jika kembaran nya akan melakukan perjalanan menuju London.
"Kenapa kakak berfikiran jika Joyce yang melakukan nya. Sedangkan Arabella sendiri memiliki banyak musuh, mungkin orang yang waktu itu mengejarnya dan tidak berhasil, akhirnya membuat Arabella menjadi seperti ini" ucap Mommy Vita yang tidak mau jika nanti akan ada yang merasa dirugikan dalam hal ini.
Apa lagi jika itu adalah putri dari orang kepercayaan dari Daddy Louis. Itu sangat tidak mungkin sekali menurut Mommy Vita. Kemungkinan yang besar adalah orang yang memangengincar Arabella sejak lama.
"Ya, seperti yang kakak bilang tadi Mom" jawab Zia yang langsung menunduk karena dia tidak mau jika dia dibilang menuduh tidak ada bukti.
"Kita memang harus mencari tahu semua nya hingga tuntas. Bila perlu kita buat tuntutan hukum yang jelas, supaya semuanya bisa terungkap siapa dalang dari semua musibah ini" ucap Zoya yang diangguki oleh semuanya.
"Zayd, sejak kapan kamu tidak pingsan melihat darah?" tanya Zoya yang memang belum tahu jika Zayd sudah sembuh.
"Sudah sejak lama kak, aku menjalani hipnoterapy kak selama beberapa bulan terakhir. Dan Alhamdulilah sesuai yang aku inginkan, walau belum sembuh total" jawab Zayd dengan senyuman mengembang dibibir nya.
"Syukurlah jika memang seperti itu. Kakak senang mendengarnya, karena walau bagaimana pun pekerjaan mu kelak adalah seorang dokter yang akan berhadapan dengan darah langsung. Jika kamu melihat darah pingsan, bagaimana dengan pasien kamu nantinya" ucap Zoya yang menggoda adiknya.
Tapi juga dia juga senang mendengarnya, adik bungsunya tidak akan ketakutan dan juga pingsan saat melihat darah.
__ADS_1