Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Keputusan mutlak


__ADS_3

Zia selalu tersenyum melihat kedua saudaranya sudah akur kembali. Dia tidak menyangka jika Zio mau meminta maaf lebih dulu pada Zico.


"Abang sudah baikan rupanya" ucap Zia saat Zio sudah duduk disamping nya.


"Kenapa memangnya? Bukankah ini yang semalam kamu sarankan pada abang?" tanya Zio yang langsung menyantap makanan nya.


"Iya juga. Tapi bagus, karena abang bisa mengambil keputusan secepat itu" ucap Zia yang mengiyakan ucapan Zio.


"Bagus juga saran dari kamu Zi. Ngomong-ngomong abang ingin bertemu dengan duda yang sedang dekat dengan kamu" ucap Zio yang malah menggoda Zia.


"Nanti setelah abang bisa melewati ujian yang akan aku selenggarakan. Hihihi" jawab Zia dengan tersenyum cekikikan akan ucapan nya sendiri.


Semuanya sarapan dengan sangat tenang kembali hingga mereka semua bubar untuk mengerjakan tugasnya masing-masing.


Seperti biasa Zia akan selalu dijemput oleh seseorang yang sangat sepesial didalam hatinya. Dengan anak kecil yang tidak pernah mau meninggalkan tentunya.


"Morning baby" sapa Juan saat Zia sudah masuk kedalam mobil dan duduk disamping nya.


"Morning too" jawab Zia sambil memasangkan sabuk pengaman nya.


"Morning my princess" sapa Zia sambil melihat kearah belakang. Dimana Quinzy sedang bermain gadgetnya.


"Moning Mom" jawabnya dengan mulut yang sedang meminum susunya menggunakan botol.


"Princess kan sudah besar. Kenapa masing menggunakan dot untuk minum susu?" tanya Zia saat menatap Quinzy yang masih asing dengan botol susunya.


"Daddy ciangan Ici uga. Adi Ici ndot" jawab Quinzy menjelaskan nya pada Zia.


"Dad..." ucap Zia sambil menatap horor pada Juan yang malah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"I'm sorry Mom. Janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Juan yang melihat tatapan mengerikan dari Zia padanya.


"Untuk kali ini bisa dimaafkan. Tidak untuk lain kali!" ucap Zia dengan sangat tegasnya pada Juan.


"Iya sayang. I'm promise" jawab Juan yang menunjukan dua jarinya yang membentuk huruf V


"Tunggu dulu. Bukankah hari ini Izy harus sekolah? Kenapa tidak menggunakan seragamnya?" tanya Zia lagi yang baru ingat jika Quinzy sudah masuk sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).


"Aku lupa sayang. Besok lagi saja, ini sudah sangat terlambat" jawab Juan yang sudah mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit tempat Zia kerja.

__ADS_1


"Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali. Sekarang kita kesekolah Quinzy dulu. Aku bisa izin pada direktur rumah sakit" ucap Zia yang memang kebetulan jika rumah sakit dan sekolah Quinzy satu arah. Jadi Juan tidak perlu putar balik atau apapun.


"Baiklah sayang. Tapi Izy tidak membawa tasnya juga? Kan niatnya tidak masuk hari ini karena kesiangan" ucap Juan yang mana itu langsung membuat Zia diam.


"Baiklah, besok saja. Kita kerumah sakit sekarang" jawab Zia yang pasrah saja dengan yang diucapkan oleh Juan.


.


Sedangkan tempat yang berbeda saat ini Zico sudah berada dikamar Joyce setelah terjadi drama karena Joyce tidak mau membuka pintunya dan tidak ingin keluar kamar.


"Kenapa abang pagi-pagi datang kesini? Bukankah abang sedang sibuk untuk minggu-minggu ini" tanya Joyce yang menyindir Zico dengan membahas pekerjaan.


"Joyce, abang sungguh minta maaf. Kemarin abang sungguh-sungguh lupa. Please don't be like this Joyce" ucap Zico yang membujuk Joyce.


"Aku akan memaafkan abang asal abang tidak akan mengulanginya lagi. Jika sedang sibuk atau apapun setidaknya menghubungi aku" ucap Joyce yang sudah bangun dari tiduran nya.


Bahkan penampilan nya saat ini sangat berbeda jauh dari biasanya yang selalu tampil sempurna dan tanpa cela sedikitpun.


"Iya. Abang akan melakukan itu" jawab Zico dengan tatapan teduhnya pada Joyce.


"Aku mau mandi dulu. Abang jika mau langsung pergi juga tidak apa-apa" ucap Joyce yang ingin pergi kekamar mandi.


"Baiklah. Abang kekantor saja, karena pagi ini akan ada meeting dengan para pemegang saham" ucap Zico yang menghampiri Joyce.


Zico hanya mengangguk dan langsung pergi dari kamar Joyce. Saat baru keluar dari kamar ternyata Zico berpapasan dengan Joyed yang ternyata baru keluar juga dari kamarnya.


"Tuan Muda. Anda ada disini juga?" tanya Joyed pada Zico yang hanya diam dan mengangguk saja.


Lalu keduanya melangkah bersama menuju mobilnya masing-masing. Dimana Zico membawa mobilnya sendiri dan Joyed juga sama.


Perasaan Zico sedikit lebih tenang saat sudah berbicara dengan Joyce saat ini. Tapi dibagian hatinya yang lain juga merasakan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saja.


"Kenapa perasaan ku tidak lega sepenuhnya? Apa lagi yang harus aku lakukan sekarang" gumam Zico yang tiba-tiba....


CEKIT....


"Hei! Kalo bawa mobil yang bener dong!!" bentak seseorang yang hampir saja Zico tabrak jika dia telat satu detik saja menginjak rem.


"Maaf Mas. Saya sedang melamun, sekali lagi saya minta maaf" ucap Zico yang menurunkan kaca mobilnya dan meminta maaf pada seorang pria yang hampir dia tabrak.

__ADS_1


"Makanya kalo bawa mobil itu jangan melamun. Membahayakan pengguna jalan lain!" ucap pria tersebut yang langsung berlalu pergi dari dekat mobil Zico.


"Kenapa aku jadi seperti ini" gumam Zayn yang terlihat jelas dimata Joyed sekarang.


Karena posisi mobil Joyed berada dibelakang mobil Zico. Pasti Joyed tahu semua yang sedang dialami oleh Zico.


"Apa dia masih mengingat akan wanita itu?" gumam Joyed yang mana sudah menyelidiki semua tentang wanita yang sebelumnya dekat dengan Zico.


"Aku harus bertemu dengan nya secepatnya. Aku tidak ingin jika Joyce mendapatkan masalah dikemudian hari" gumamnya lagi lalu melajukan mobilnya mengikuti mobil yang dikendarai Zico.


Saat sudah sampai dilobby EDC.CORP Zico langsung menuju ruangan meeting. Karena dia sudah telat beberapa menit dari jadualnya.


"Maaf saya terlambat" ucap Zico yang mana dia langsung masuk dan duduk ditempatnya.


Sekarang semuanya sudah lengkap. Sekertaris Zico mulai menjelaskan semuanya pada para pemegang saham. Dia juga menyimak semuanya dengan seksama.


"Tuan Muda. Kenapa anda melakukan hal sebesar ini dalam mengambil tindakan yang menurut saya sangat extreme ini" ucap salah seorang yang memang tidak setuju dengan apa yang akan Zico lakukan untuk perusahaan ini lebih maju lagi.


"Saya tidak ingin meminta pendapat anda semua disini. Saya mengumpulkan kalian semua hanya untuk melihat dan juga menyaksikan kinerja saya dan juga para kariawan yang ada di EDC.CORP ini. Saya juga sudah konfirmasi denga CEO EDC.CORP pusat. Yang mana disana sudah lebih maju lagi dari disini. Jadi saya tidak mau ada yang membuat pro dan kontra yang akan membuat para kariawan menjadi tidak mau melakukan apa yang sebenarnya mereka semua bisa" jelas Zico dengan panjang lebar menjelaskan semua yang akan dia lakukan.


"Jika tidak ingin mendengarkan pendapat dari kami semuanya. Kenapa masih mengumpulkan kami disini, kami disini juga ingin jika perusahaan ini maju seperti yang ada dipusat. Tapi tidak harus menggunakan cara yang malah akan membuat perusahaan ini rugi besar. Jika seperti ini lebih baik saya menarik saja saham yang ada disini" ucap salah seorang yang memang tidak ingin dia dirugikan.


"Baiklah. Jika ada lagi yang ingin menarik sahamnya silahkan untuk berbicara langsung pada saya. Saya akan mengeluarkan saham yang kalian miliki sekarang juga. Dengan kata lain saya akan membeli saham yang kalian miliki" jawab Zico dengan sangat tegas dan juga dingin dia keluarkan.


"Apa anda sudah tidak waras Tuan Muda? Anda jangan sombong! Mentang-mentang anda adalah putra dari Tuan Louis itu sendiri" ucap seorang nya lagi yang sudah sangat lama berada didalam perusahaan ini sebagai pemegang saham mayoritas.


"Saya tidak bersikap sombong Tuan. Saya hanya mengatakan yang sejujurnya, dan itu semua adalah fakta. Jadi anda jangan beranggapan jika saya sombong karena saya adalah anak dari pemilik perusahaan ini. Tapi saya bicara karena saya mampu dan saya bisa membuktikan semuanya pada kalian" jawab Zico dengan tatapan tajam dan mengintimidasi nya dia keluarkan dihadapan mereka.


"Saya akan menjualnya pada orang lain. Saya tidak mau jika saya rugi jika dijual pada anda" ucap orang yang pertama kali protes pada Zico.


"Anda disini hanya miliki saham paling terkecil dari yang lainnya. Tapi anda seolah-olah memiliki saham yang paling besar saja. Sekarang saya akan membeli saham lima persen milik anda sekarang juga. Anda bisa langsung pergi dari ini" ucap Zico yang langsung menyuruh sekertaris nya untuk mengurus pembelian saham senilai lima persen itu.


"Anda akan menyesal Tuan Muda. Karena tindakan anda ini tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bijaksana" ucapnya setelah menandatangani berkas jual beli saham sebesar lima persen tersebut.


"Saya sudah melakukan hal yang sangat benar dan juga baik dalam hal ini. Jadi saya tidak akan pernah menyesal" jawab Zico dengan sangat tegasnya.


Sehingga beberapa orang yang berniat menjual sahamnya pun menjadi ragu. Pasalnya Zico dengan mudahnya membeli itu dengan uang pribadinya sendiri dan itu dibayar langsung melalui transfer bank.


.

__ADS_1


.


Sudah senin ya sista... Othor minta vote nya donk....


__ADS_2