
Sedangkan Mom Vita langsung menghampiri Joyce dan memeluknya supaya bisa tenang. Karena Joyce sedang menangis sesegukan, dengan mendapatkan pelukan dari Mom Vita Joyce sangat senang karena dia seperti mendapatkan dukungan supaya bisa lebih dekat dengan Zico. Mungkin saja akan menikah dengan nya.
"Kamu tenang dulu sayang. Kita dengarkan dulu semua yanh diucapkan oleh abang Zi dulu. Kamu tidak mau kan jika seandainya kamu menikah dengan seseorang yang hanya terpaksa menikahi kamu. Jadi auntie minta, kamu tenang dulu ya" ucap Mom Vita membuat Joyce semakin marah dan juga geram.
'Ini kenapa sih, bukan nya membela gue malah memojok kan gue kayak gini. Gue nggak terima jika abang Zi nggak jadi milik gue. Gue harus bisa memiliki nya bagaimana pun caranya. Itu harus tetap terjadi!' gerutu Joyce dalam hati dengan mengepalkan salah satu tangan nya disamping badan nya.
Joyce masih menangis sesegukan didalam pelukan Mom Vita. Sedangkan Zia menatap jengah pada sikap Joyce yang terkesan mendramatisir keadaan yang seperti ini.
Sedangkan Zoya menatap nanar pada keduanya. Dia semakin bingung dengan semua ini, karena walau bagaimana pun Zico adalah adiknya. Dia tidak ingin jika Zico merasa tertekan dengan semua ini. Apa lagi Ara sudah kembali lagi, dan mungkin hubungan mereka berdua juga kembali.
Zoya sangat dilema disini. Disatu sisi sebagai seorang kakak dan disisi yang lain nya sesama perempuan yang memiliki perasaan yang sangat rapuh dan juga ingin dilindungi oleh seorang pria yang dia cintai.
"Abang Zi lanjutkan lagi bicaranya bang" ucap Mom Vita pada Zico yang hanya diam menatap wanita yang sedang menangis didalam pelukan Mom Vita.
Zico menjadi serba salah. Apa dia memang sangat kejam selama ini pada Joyce yang selalu ada untuk nya? Tapi bagaimana dengan perasaan nya sendiri yang sama ingin bahagia dengan orang yang dia cintai dan juga sayangi.
Tapi melihat Joyce yang menangis seperti itu Zico merasa tidak tega juga. Karena selama ini memang benar, Joyce lah yang selalu menemaninya dan juga menghiburnya disaat-saat dia sedang terpuruk dan juga tidak memiliki harapan hidup dan juga masa depan.
Dengan adanya Joyce dia merasa bisa seperti manusia yang berguna dan juga memiliki hati dan perasaan. Walau terkesan dingin dan datar, tapi perasaan nya sangat rapuh. Apa yang harus dia lakukan? Dia juga ingin menyampaikan jika dia baru saja bertemu dengan Ara dan memperbaiki hubungan nya kembali.
Apa dia akan mengatakan nya sekarang pada seluruh keluarganya atau tidak.
"Abang kenapa masih diam? Bukankah tadi abang belum selesai berbicara?" tanya Mom Vita dengan kening yang berkerut.
"Abang hanya mau bilang, jika abang sudah menemukan Ara kembali. Dan abang juga sudah memperbaiki hubungan kami. Kami juga sudah berencana ingin melangsungkan pernikahan kami yang tertunda dulu" jawab Zico dengan tenang dan juga tegasnya.
"Maksud abang Ara, Arabella yang dulu menghilang?" tanya Mom Vita memastikan pendengaran nya.
"Iya Mom. Kami juga sudah bertemu langsung dengan nya Mom" bukan Zico yang menjawab melainkan Zia yang sudah jengah dengan keadaan ini.
Zia menyangka jika Zico akan merasa ragu lagi dengan perasaan nya seperti dulu lagi. Yang mana dia akan menyakiti perasaan wanita yang sangat baik dan juga sangat tulus.
"Jadi, kakak juga sudah bertemu dengan nya juga?" tanya Mom Vita dengan tatapan bertanya nya.
"Kami semua lebih tepatnya Mom" jawab Zio yang sejak tadi diam sekarang angkat bicara.
__ADS_1
"Jadi, hanya Mommy dan Daddy saja yang belum mengetahuinya dan juga bertemu dengan nya?" tanya Mom Vita dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
"Maaf Mom, kami sebenarnya ingin membawanya kemari dan tinggal disini lagi Mom. Tapi dia juga memiliki keluarga yang juga sangat menyayangi nya sama seperti kita menyayangi nya" jawab Zico dengan tatapan teduh nya lagi. Seperti beberapa tahun yang lalu sebelum ditinggalkan oleh Ara.
"Maksud abang Zi? Ara masih memiliki keluarga?" tanya Mom Vita yang memang belum mengetahui apapun masalah Ara.
"Kami juga baru mengetahuinya juga Mom. Tapi Mommy juga sudah tahu keluarganya dan juga sudah sangat mengenalnya" ucap Zico memberi sebuah clue untuk Mommy nya.
"Maksud abang Zi siapa? Mommy tidak mau main tebak-tebakan sama abang" ucap Mom Vita dengan tegas.
"Keluarga kandung dari Ara adalah keluarga Harrison Mom" jawab Zoya dengan tatapan datarnya.
"Jadi? Dia putri yang selama ini dicari oleh Harris dan juga istrinya hingga mereka berdua pergi untuk selamanya?" tanya Mom Vita tidak percaya dengan semua yang dia dengar.
"Iya Mom, semuanya memang itu kebenaran nya" jawab Zio menimpali.
'Ini kenapa jadi membahas sigagu itu lagi. Kenapa jadi diluar ekspektasi gue ini. Gue harus bisa membuat keluarga ini bisa membuat gue jadi bagian dari keluarga ini supaya bisa memiliki hati bang Zico jadi milik gue' ucap Joyce dalam hati sangat kesal dengan keadaan seperti ini.
"Maaf auntie Joyce akan pulang sekarang. Ini sudah hampir malam, jadi Joyce harus segera pulang" ucap nya yang memang sudah sangat jengah dengan keadaan ini.
Karena dari pandangan Mom Vita ada sesuatu yang disembunyikan dari Joyce entah itu apa. Jika sudah bisa berdua dan juga bisa melihat bagaimana cara dan sikap sebenarnya.
Walau Joyce adalah anak dari orang kepercayaan suaminya sendiri dan juga keduanya adalah orang-orang yang baik dan berkompeten. Tapi tidak menutup kemungkinan anaknya akan baik juga bukan? Tapi entahlah, hanya Tuhan yang tahu.
"Maaf auntie, bukan nya Joyce menolak untuk tawaran menginap disini. Karena Mommy sering bilang jika wanita tidak baik untuk menginap ditempat seorang pria walau itu adalah keluarga sahabat atau teman dekat auntie" ucap Joyce yang menampilkan wajah nya merasa tidak enak karena menolak keinginan dari Mom Vita.
"Oh, itu memang lebih baik. Ya sudah tidak apa-apa, mungkin lain kali bisa auntie meminta izin darinya. Jadi saat ini kamu boleh menginap disini, biar auntie yang menghubungi Mommy mu" ucap Mom Vita membujuk Joyce supaya bisa mau menginap dimainson Edison.
"Baiklah auntie jika auntie yang meminta izin pada Mommy. Karena jika Joyce yang meminta izin pasti akan dimarahi" jawab Joyce yang menampilkan wajah yang dibuat semanis mungkin.
"Sudahlah Mom, jika dia tidak mau menginap jangan dipaksa" ucap Zia yang sudah sangat muak melihat wajah sok polos dan tak berdosa nya ini.
"Jangan bicara seperti itu kak. Tidak baik, Mommy tidak pernah mengajari kalian untuk tidak sopan pada orang lain" ucap Mom Vita memperingati putrinya.
"Sorry" ucap Zia yang langsung pergi begitu saja saat setelah mengucapkan itu pada Mom Vita.
__ADS_1
"Abang akan kekamar juga ya" ucap Zico yang juga pergi kekamar nya juga.
"Ya sudah, kalian istirahat lah semuanya" ucap Mom Vita pada semua anaknya untuk istirahat.
Sedangkan Dad Louis sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya karena tidak mau ikut campur dalam masalah perempuan. Apa lagi dengan rencana istrinya tercinta.
"Kamu juga istirahat dulu Joyce. Biar auntie antarkan ke kamar tamu" ucap Mom Vita pada Joyce yang hanya diam mematung ditempatnya berdiri tadi.
"Iya auntie. Kebetulan Joyce sangat lelah hari ini, berbagai kejadian terjadi hari ini. Jadi membuat tidak fit" jawab Joyce yang sudah mulai jengah harus selalu terlihat baik dan juga lugu.
Mom Vita benar-benar mengantarkan Joyce hingga kedalam kamar tamu dan menyuruh Joyce segera instirahat.
.
Sedangkan didalam kamar lain Zico masih saja dilema akan apa yang dia lakukan kedepan nya. Walau bagaimana juga dia ingin yang terbaik untuk dirinya sendiri dan juga keluarganya.
"Apa selama ini aku sudah terlalu baik pada Joyce dan terlalu memberinya harapan?" gumam nya sendiri hingga dia tidak bisa tidur.
"Apa semua wanita akan bersikap sepertinya. Dan selalu menyalahartikan kebaikan dan juga perhatian yang pria berikan padanya? Ah... Kenapa ini membuatku semakin dilema dengan ini semua" ucap Zico dengan sangat frustasi.
Zico keluar dari kamarnya menuju kedalam kamar Zia. Dia ingin berbicara masalah ini dengan nya, karena Zia paling tahu dengan masalah seperti ini.
Tok
Tok
Tok
Zico mengetuk pintu kamar milik Zia. Dia ingin berbicara berdua dengan adiknya ini.
"Zi, apa kamu sudah tidur?" tanya Zico saat dia masuk kedalam kamar Zia ternyata kosong.
"Kemana dia? Kamarnya kosong" gumam Zico yang akan keluar lagi dari kamar Zia, ternyata Zia baru masuk membawa teko berisikan air minum.
Zia merasa heran. Tumben-tumben nya abang Zico nya mau datang kedalam kamarnya. Pasti ada apa-apa.
__ADS_1