Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Menyibukkan diri


__ADS_3

Zoya benar-benar merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Dharma padanya. dia sudah sangat percaya dan juga sudah sangat menyayanginya lebih dari segalanya. Sekarang yang dia dapatkan hanya rasa sakit dan juga kecewa yang sangat dalam.


"Kenapa disaat aku sudah sangat menyayanginya dan juga sangat mencintai nya, dia dengan teganya jalan berdua dengan wanita lain dan tidak memperdulikan perasaan aku" gumam Zoya dengan tangisan yang sangat pilu sekali.


Zoya segera menghapus sisa air matanya yang mengalir dipipinya dengan tisu yang ada didalam mobilnya. Dia segera melajukan mobilnya lagi menuju kekota.


Zoya mencoba menetralkan perasaan nya yang berkecamuk dalam dirinya. Jika sudah seperti ini semuanya hanya bisa bersabar dalam menghadapi ujian hidup yang membuat nya lebih bisa membentengi hatinya lagi.


Zoya sudah setengah perjalanan, karena dia membawa mobilnya dengan kecepatan penuh dan tanpa istirahat sedikit pun juga. Bahkan ia menempuh perjalanan yang lumayan singkat dibandingkan dengan keberangkatan nya dengan Dharma.


Zoya sudah memasuki mainson dengan penampilan yang segar kembali. Dia sengaja menutupi dari seluruh keluarganya yang melihatnya sudah kembali dari kampung halaman Dharma.


"Loh kak, sudah kembali? Katanya mau beberapa hari disana?" tanya Mom Vita saat melihat Zoya sudah ada didalam mainson.


"Iya Mom, tadi Zoya mendapatkan telpon jika ada yang harus Zoya kerjakan sekarang juga. Aku masuk kekamar dulu ya Mom" jawab Zoya yang langsung masuk kedalam kamarnya setelah mengatakan itu pada Mom Vita.


"Aneh sekali" gumam Mom Vita saat melihat Zoya yang seperti sedang ada masalah.


"Maafkan Zoya Mom, Zoya tidak bisa bicara masalah ini pada Mommy" gumam Zoya saat akan memasuki kamarnya.


Zoya langsung membersihkan dirinya dan langsung pergi lagi menuju PRATAMA.GROUP untuk menghilangkan kesedihan nya dengan semua kesibukan yang ada diperusahaan.


"Loh kak, mau pergi lagi?" tanya Mom Vita yang melihat Zoya keluar dengan pakaikan yang formal.


"Seperti yang aku katakan tadi Mom, aku sedang buru-buru harus bertemu dengan klien ku hari ini juga. Aku pergi ya Mom, dah" ucap Zoya yang langsung pergi menuju halaman mainson.


Dengan segera Zoya mengendarai mobilnya menuju PRATAMA.GROUP, dia ingin semuanya bisa diam lupakan termasuk lerasaan nya pada Dharma saat ini.


"Aku pasti bisa. Come on Zoya, kau harus bisa dan kau adalah wanita kuat" gumamnya menyemangati diri sendiri.


Zoya langsung mengerjakan berbagai pekerjaan nya yang sudah sangat menumpuk itu. Dia bahkan tidak memikirkan masalahnya lagi dengan Dharma saat ini.


.


Sedangkan Dharma sedang sangat kacau saat ini. Dia benar-benar sudah sangat bersalah pada wanita mandiri seperti Zoya.


"Apa kamu sedang ada masalah dengan neng Zoya Dharma?" tanya Ibunya pada Dharma yang hanya duduk diam dan juga merenung.


"Tidak Bu, tadi memang Zoya tidak suka jika aku berdekatan dengan Luna. Sedangkan ini tahu kan aku dan Luna sudah berteman lama, dan Luna juga baru pulang dari kota setelah menyelesaikan kuliahnya. Dharma juga sudah menjelaskan semuanya jika Dharma dan Luna tidak ada hubungan apa-apa selain pertemanan saja" jelas Dharma pada Ibunya.

__ADS_1


"Ya jelas atuh neng Zoya marah. Sekarang Ibu teh tanya sama kamu! Kamu tadi pergi boncengan kitu naik motor sama si Luna?" tanya Ibu Sri yang sudah terbawa emosi juga.


"Iya Bu, lagian cuman jalan muter-muter kampung saja tidak lebih" jawab Dharma membela diri.


"Kamu teh sadar dengan yang kamu katakan itu! Kamu teh sudah menyakiti perasaan wanita sebaik dan semandiri neng Zoya. Kamu teh harus mikir pake otak. Percuma kamu sekolah sampe sarjana jika otak kamu teh tidak dipake" maki Ibunya pada Dharma.


Dharma hanya diam saja mendengarkan ucapan dari Ibunya yang ternyata membela Zoya. Bagaimana tidak membelanya, walau Zoya adalah wanita kota dan juga orang kaya. Dia tidak pernah malu dan juga gengsi untuk melakukan yang dia ingin lakukan.


Apa lagi Zoya juga sangat menghormati kedua orang tua Dharma seperti pada kedua orang tuanya sendiri.


"Kamu teh tahu Dharma. Jika si Luna teh suka sama kamu. Dia pasti seneng bisa membuat kamu berantem dengan neng Zoya. Ibu teh tidak rido tidak iklas jika kamu teh melepaskan orang sebaik dan sepengertian seperti neng Zoya demi wanita seperti si Luna-Luna itu" ucap Ibunya dengan sangat keras dan juga kencang kepada putranya yang oneng nya minta ampun.


"Ibu kenapa jadi malah seperti itu sih bu? Dharma juga tidak mungkin melepaskan Zoya begitu saja. Dharma sudah sangat mencintainya Bu" ucap Dharma yang tidak mau disalahkan oleh Ibunya.


"Sekarang kamu teh harus susulin neng Zoya. Bilang sama dia sangat jelaskan semuanya. Jika kamu tidak mau maka kamu teh harus siap melepaskan nya. Karena wanita mandiri dan bisa segalanya sendiri teh tidak akan mau dipermainkan oleh laki-laki yang modelnya teh seperti kamu yang serba pas-pasan" ucap Ibunya yang langsung pergi dari duduknya.


"Bagaimana aku kesana nya Bu? Sedangkan disini jauh dari mana-mana" gumam Dharma yang memikirkan cara bisa sampai dikota dengan cepat jika tidak punya kendaraan.


Sedangkan diluar rumah Dharma seseorang ternyata sedang mendengarkan pembicaraan antara Dharma dan juga Ibunya. Siapa lagi jika bukan Luna yang menguping semua pembicaraan Ibu dan anak itu.


"Aku harus bisa memiliki kamu Dharma. Jangan harap kamu bisa kembali lagi pada wanita kaya itu" ucap Luna dengan kemarahan nya yang sudah sejak tadi dia tahan.


Dharma yang tidak tahu dengan rencana dari Luna percaya saja dengan semua yang Luna katakan padanya.


"Aku harus bersiap untuk pergi ke kota sekarang juga" ucap Dharma yang sudah memesan trevel untuk diartikan pergi ke kota sekarang juga.


"Ibu, Bapak. Dharma berangkat sekarang ya, Ibu sama Bapak juga harus ikut dengan Dharma. Seperti rencana kita kemarin" ucap Dharma yang sudah siap dengan semua barang yang harus dia bawa.


"Iya, ini Ibu sama Bapak teh sudah siap" jawab Ibu Sri pada Dharma yang memang sudah bersiap sejak tadi.


"Ini semua akan Ibu bawa?" tanya Dharma yang bingung dengan semua barang bawaan dari Ibunya yang sangat banyak.


"Iya atuh. Masa mau bertemu calon besan tidak mempersiapkan nya. Itu teh tidak mungkin atuh" jawab Ibunya dengan sangat santai.


"Ya sudah atuh Dharma, biarkan saja. Yang penting Ibu kamu teh senang, jadi dia saja atuh" ucap Bapak menengahi keduanya yang seperti ini.


"Ya sudahlah. Ayo kita berangkat sekarang" ucap Dharma akhirnya mengalah juga pada kedua orang tuanya yang sudah sangat senang akan pergi dan tinggal dikota.


"Eh, ceu Sri teh mau kemana? Banyak banget barang-babang nya?" tanya salah seorang tetangga nya yang tidak jauh dari rumah Ibu Sri.

__ADS_1


"Eh, ceu Euis. Saya teh mau ikut Dharma ke kota dan tinggal disana atuh. Jadi jangan kangen ya sama saya" ucap Ibu Sri yang memanas-manasi tetangga nya yang suka julid ini. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibunya Luna.


"Oh, pantesan atuh. Si Luna juga sama atuh mau kekota" ucapnya lagi dengan senyuman mengejeknya.


"Sabodo teuing!" jawab Ibu Sri dengan langsung masuk kedalam mobil travel nya.


Dan benar saja didalam sudah ada Luna yang sudah duduk disamping Dharma. Dharma hanya diam saja saat melihat Luna sudah duduk disamping nya saat ini.


"Dharma, kamu teh duduknya dibelakang saja sama Bapak. Ibu disini, takutnya Ibu teh mabok" ucap Ibunya Dhara yang menyuruh putranya untuk pindah.


Dharma hanya menurut saja apa yang diinginkan oleh Ibunya dari pada nanti Ibunya malah membuat ulah dengan banyak bicaranya itu.


Sedangkan Luna sudah sangat kesal. Lantaran diperjalanan jauh ini tidak bisa berdekatan dengan Dharma. Malah dengan Ibunya yang cerewetnya minta ampun.


"Kenapa? Kesal, tidak bisa dekat dengan anak saya?" tanya ibujari Dharma dengan sinis pada wanita disampingnya.


"Maksud Ibu apa ya?" tanya Luna yang sok polos didepan Ibunya Dharma.


"Tidak usah pura-pura didepan saya. Saya teh sudah tahu kamu ini wanita seperti apa. Jadi jangan pernah mendekati Dharma lagi" ucap Ibunya Dharma yang langsung membuat Luna menjadi diam.


'Lihat saja nanti. Aku akan menyingkirkan kamu jika aku sudah memiliki Dharma seutuhnya wanita tua tidak tahu diri!' ucap Luna yang hanya berani didalam hatinya saja.


Mereka semua hanya diam menikmati perjalanan yang sangat panjang dan juga melelahkan ini nantinya. Dharma selalu memikirkan Zoya yang pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun padanya.


.


.


.


Othor mengiba donk minta dukungan dari para reader semua...


Minta like, komen, vote dan hadiahnya....


jangan lupa subscribe dan pollow


IG Atikah_syarif440


FB Atikah syarif

__ADS_1


__ADS_2