Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Zico depresi


__ADS_3

Zico saat ini sudah tidak bisa berfikir dengan benar. Dia benar-benar sudah tidak tahu apa yang terjadi dengan diri dan hatinya sendiri. Bahkan Zia dan Zayd merasa heran dengan suara berisik dari kamar abang nya yang satu ini.


"Ada apa dengan abang Zi kak?" tanya Zayd dengan tatapan heran.


"Jika kamu bertanya pada kakak, lalu kakak harus bertanya pada siapa Zayd?" jawab Zia yang langsung pergi menuju asal suara yang sangat gaduh.


"Kali saja kakak tahu" ucap Zayd dengan nyengir kuda.


"Abang Zi!!!" teriak Zia yang memanggil Zico dengan sangat kencang saat Zico ingin melukai dirinya sendiri.


PLAK...


PLAK...


"Kenapa abang melakukan ini. Hah!" ucap Zia setelah memberikan tamparan pada Zico.


Zico hanya diam saja dan tidak mengucapkan apapun. Dia seperti mayat hidup yang tidak memiliki gai*ah dalam hidupnya lagi setelah dia mendapatkan kabar dari orang yang membuatnya semakin frustasi.


Flashback On...


"Sial! Kenapa bisa jadi seperti ini" gumam Zico saat sedang merasa tidak karuan dengan perasaan nya yang sedang kacau karena memikirkan dua wanita sekaligus.


DRET...


DRET...


DRET...


Ponselnya bergetar dan terlihat dilayar ponselnya adalah Joyed yang sedang menghubunginya. Awalnya dia tidak mengangkatnya hingga tiga kali dan sekarang yang keempat baru Zico mau mengangkatnya.


"Kenapa?" tanya Zico saat panggilan nya tersambung.


"Anda dimana Tuan Muda?" Joyed baloney bertanya pada Zico.


"Saya sedang ada urusan lain. Kenapa?" jawab Zico dengan nada datarnya juga bertanya ada apa pada Joyed.


"Apa anda tahu kemana perginya Joyce? Tadi pelayan bilang Joyce pergi dengan membawa koper yang sangat besar dan tidak membawa mobilnya. Apa anda sedang bersamanya?" tanya Joyed yang sudah bisa menebak jika Joyce tidak ada bersama dengan Zico.

__ADS_1


JEDER....


Bagai petir disiang bolong. Zico tentu sangat kaget mendengar jika Joyce pergi entah kemana. Dia langsung memutusakan panggilan nya dan langsung mengamuk tidak jelas didalam kamarnya.


"Kenapa kamu harus pergi Joyce?? Apa yang harus abang lakukan supaya kamu tetap disini dan bertahan" ucap Zico dengan deraian air matanya.


Dia sudah memecahkan berbagai benda dan yang terakhir adalah cermin besar didepan nya juga dia pecahkan juga.


Flashback Off...


"Apa yang sebenarnya terjadi bang? Kenapa abang menjadi seperti ini? Apa abang melakukan kesalahan lagi yang membuat abang menyesalinya lagi dan mengulanginya?" tanya Zia yang sudah sangat prihatin dengan keadaan Zico saat ini.


Penampilan nya sudah sangat berantakan. Dan wajahnya sudah banyak lebam-lebam dan juga sudut bibirnya robek dan masih mengeluarkan darahnya. Sungguh sangat mengenaskan kondisi Zico saat ini.


"Kak, sebaiknya kita bawa abang Zi ke rumah sakit. Supaya bisa diobati dengan baik dan mendapatkan perawatan secepatnya" ucap Zayd yang mberikan saran pada Zia.


"Kamu benar Zayd. Sekarang bantu kakak" ucap Zia yang langsung memapah Zico keluar dari kamar yang sudah sangat berantakan.


"Kalian bereskan semua kekacauan yang ada didalam kamar" ucap Zia pada seorang pelayan yang berpapasan dengan nya.


"Baik Nona" jawab pelayan tersebut dan memanggil teman-temannya untuk membantunya juga.


Karena Mom Vita dan Dad Louis baru saja pulang. Jadi tidak tahu apa yang terjadi pada putranya yang satu ini. Mom Vita tentu sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Apa yang terjadi dengan abang kalian?" tanya Mom Vita yang melihat putranya babak belur.


"Aku juga tidak tahu Mom, kami berdua juga baru sampai malah melihat abang Zi seperti ini" jawab Zia dengan cueknya dan juga dia sedikit kesal karena mereka malah berdiri dan dia sudah sangat keberatan dengan menahan tubuh Zico yang sedang dia pegang.


"Mom, nanti saja ya tanya jawabnya. Kita mau membawa biang masalah ini kerumah sakit. Supaya aku bisa memberinya pelajaran" ucap Zia yang mana malah membuat orang menjadi tidak panik lagi.


"Ya sudah Zayd kita kerumah sakit sekarang" ucap Zia lagi sambil menyeret tubuh Zico yang sudah lemas dan otomatis Zayd juga ikut terseret.


Zayd menuruti permintaan sang kakak yang sudah menyeretnya juga hingga berjalan menuju mobilnya yang terparkir dihalaman mainson. Diikuti oleh Mom Vita dan Dad Louis dibelakngnya ingin ikut masuk kedalam mobil Zayn.


"Mommy juga ikut?" tanya Zayd yang sudah duduk dibalik kemudi.


"Sudah jangan banyak bertanya Zayd. Kita harus cepat" sela Zia yang sudah gemas akan sikap adiknya ini yang terlalu banyak bertanya.

__ADS_1


"Iya kak. Kenapa kakak galak banget sih" gerutu Zayd saat melihat kakak nya sudah melotot horor padanya.


Zayn segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terbesar dan tempat Zia dan Zayd kerja. Tidak menunggu waktu lama mobil yang dikendarai oleh Zayd sudah sampai didepan rumah sakit tersebut. Mereka dibantu oleh para perawat yang sudah bersiap untuk membawa Zico menuju ruangan UGD.


"Mom, Mommy jangan berfikiran yang macam-macam dulu. Kita do'akan saja supaya abang Zi baik-baik saja" ucap Zia yang menenangkan Mommy nya yang sedang kalut melihat putranya sakit seperti itu.


"Yang dikatakan oleh Zia benar honey. Ingat dengan kesehatan kamu juga" timpal Dad Louis sambil memeluk tubuh istrinya yang bergetar karena menangis.


"Iya Mom, kita do'akan saja semuanya baik-baik saja" ucap Zayd juga ikut menenangkan Mommy nya.


Dokter yang memeriksa keadaan Zico keluar dan memberitahu keadaan nya yang sangat memprihatin. Dimana dia depresi berat akibat memikirkan semuanya masalah yang ada dalam fikiran nya selama ini.


"Dokter Zia pasti sudah tahu bagaimana menangani masalah seperti ini. Karena pasien hanya butuh dukungan dari keluarga dan juga orang-orang terdekatnya" jelas dokter yang sudah memeriksa keadaan Zico.


"Saya mengerti dok. Terimakasih saran dan juga bantuan anda" ucap Zia yang sudah tahu jika ini tidak jauh-jauh dari masalah hati dan juga fikiran.


"Apa yang dokter katakan kak?" tanya Mom Vita yang melihat Zia baru saja berbicara dengan dokter.


"Sesuai dengan keyakinan Zia Mom. Jika abang Zi sedang depresi berat akibat semua yang dia lakukan pada dua wanita sekaligus" jawab Zia dengan sangat mantap dan juga terlihat sangat berat untuk memberitahukan ini semua pada kedua orang tuanya saat ini.


"Apa maksud kamu kak? Bukankah abang Zi sudah memutusakan semuanya dan hanya memilih Joyce saja? Kenapa menjadi ada dua?" tanya Mom Vita dengan bingung dan juga heran akan yang dikatakan oleh Zia.


"Sebenarnya abang Zi masih memiliki perasaan terhadap Ara. Dia sering kali kedapatan menemuinya secara sembunyi-sembunyi dari Joyce dan dari kita semua. Aku juga tahu dari Alvin yang bilang supaya bisa membuat abang Zi menjauhi Ara" jelas Zia yang sebenarnya merasa sangat bersalah karena ini menyangkut masalah pribadi Zico dan juga perasaan nya selama ini.


Tapi sikap Zico yang seperti inilah membuat semua orang menjadi kesal dan juga geram sendiri. Apa lagi jika masalah ini sudah menyakiti perasaan dua wanita sekaligus dan juga tiga keluarga termasuk keluarganya sendiri.


"Jadi selama ini dia... " ucap Mom Vita yang tidak bisa melanjutkan ucapan nya lagi.


Mom Vita masih tidak menyangka dengan semua yang dia dengar dari Zia. Jika Zico yang selalu menyayanginya dan selalu menurut itu memiliki cinta segi tiga yang sangat rumit. Apa lagi dia memutuskan akan menikah dengan Joyce dalam waktu dekat ini.


"Mom, Mommy jangan khawatir lagi ya. Kita baru dukungan dan juga pengertian supaya dia bisa mengerti dengan keadaan yang saat ini dia hadapi. Jangan sampai beban fikiran nya semakin besar dan akan membuatnya semakin tidak bisa mengendalikan perasaan yang sangat tidak benar itu Mom" ucap Zayd yang selama ini diam akhirnya berbicara juga.


Apa lagi mereka berempat sedang menunggu Zico benar-benar pulih dulu sebelum dipindahkan kedalam ruang rawat. Tiba-tiba Zoya dan Zio juga datang setelah diberi kabar oleh Zia akan kondisi Zico saat ini.


"Bagaimana keadaan bang Zi?" tanya Zoya yang habis berlari diangguki oleh Zia juga.


"Sedang diperiksa kak. Sebenar lagi akan dipindahkan keruangan perawatan" jawab Zia dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.

__ADS_1


Semua orang tertuju pada pintu ruangan UGD yang terbuka dan terlihatlah Zico yang keluar dari dalam didorong oleh beberapa perawat yang membantunya. Kondisinya sedang tidak sadar, dia sepertinya memang banyak beban berat yang ada didalam fikiran dan juga hatinya.


Sangat terlihat jelas diwajah Zico yang terlelap tapi sangat tegang dan tidak ada ketenangan didalamnya. Itu membuat semua orang yang melihatnya dan juga mengikutinya untuk menuju ruang rawat menjadi semakin menatap kasihan dan juga priatin padanya.


__ADS_2