Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Dibalik sikap asli Zayd


__ADS_3

Semua orang menatap Luna dengan tatapan yang sangat kesal dan juga merendahkan Luna. Sekarang malah berbalik memojokan Luna dibandingkan dengan Zoya tadi. Zoya mendekati Luna dengan santainya dan memeluk Luna.


"Kamu salah memilih lawan. Jika kamu menganggapku lemah dan tidak bisa apa-apa, salah besar! Perusahaan besar saja bisa aku taklukan, apa lagi kamu yang hanya tidak punya kekuatan apa-apa. Hanya bisa mengandalkan ucapan Danu dukungan dari orang-orang" ucap Zoya sambil berbisik dan langsung melepasakan pelukan nya dan tersenyum menatap wajah Luna yang sedang menahan kesal.


"Kita bisa pergi sekarang?" tanya Zoya setelah mengatakan itu pada Luna langsung menghampiri Dharma yang sedang menatap Zoya yang terlihat berbeda dari sebelumnya.


"Kenapa tidak" jawab Dharma pada Zoya dan Dharma ingin mengatakan sesuatu dulu pada Luna sebelum pergi.


"Aku duluan Lun, kamu bisa pulang sendiri bukan? Maaf, aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang" ucap Dharma yang langsung pergi menggandeng tangan Zoya.


"Kamu mengatakan apa padanya? Biasanya kamu akan selalu mementingkan nya dulu dibandingkan dengan ku?" ucap Zoya pada Dharma yang hanya diam menatap Zoya.


"Maaf, sebelumnya aku seperti itu. Aku ingin memprioritaskan kamu terlebih dahulu, baru orang lain" ucap Dharma yang merasa bersalah pada Zoya atas sikapnya yang sebelumnya.


"It's okay, no problem. Asalkan kamu jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama, aku paling tidak suka dengan laki-laki maupun perempuan yang tidak bisa dipegang kata-katanya" ucap Zoya dengan senyuman tipis dibibirnya.


"Thank you sayang" ucap Dharma pada Zoya dan mengusap pipi Zoya dengan sangat lembut.


Zoya hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Sedangkan disebrang mereka Luna yang masih berdiri disana sudah sangat kesal dan juga tidak suka. Dia berencana ingin menghancurkan Zoya bagaimana pun caranya, apa lagi tadi dia mendapatkan ancaman dari seseorang pria yang tidak dia kenal untuk menjauhi Zoya dan tidak mengganggunya.


Itu semua malah membuat Luna semakin bersemangat untuk bisa menghancurkan Zoya dengan atau tanpa tangan nya sendiri. Itu tekad dan juga keinginan Luna yang tidak tahu akan terjadi atau malah sebaliknya. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutan nya.


.


Sedangkan ditempat lain Zayd benar-benar sedang berkencan dengan Eleanor. Keduanya sedang berada disebuah taman yang tidak jauh dari cafe tempat Eleanor bekerja.


"Sayang, apa kamu tidak ingin aku kenalkan pada seluruh keluarga ku? Aku ingin segera meresmikan hubungan kita dan juga diketahui oleh Mommy dan juga Daddy aku" tanya Zayd yang menantap Eleanor hanya diam dan tanpa ekspresi apapun.


"Aku belum siap jika harus bertemu dengan keluarga kamu sayang. Aku masih takut jika keluarga kamu tidak menerima ku, karena kamu tahu bukan jika aku ini adalah... Anak yang tidak diinginkan, aku... Aku masih takut akan hal itu, jadi jangan memaksa aku untuk sekarang-sekarang ini. Maaf" ucap Eleanor yang memang seperti memiliki trauma tersendiri terhadap sebuah keluarga yang membuatnya takut.

__ADS_1


"Baiklah sayang. Aku akan menunggu kamu siap untuk bertemu dengan keluarga ku, karena semuanya yang kamu takutkan tidak benar tentang keluarga aku. Jadi jangan pernah mengklaim jika semua keluarga sama dengan keluarga yang lain" ucap Zayd yang mencoba membuat Eleanor mempercayainya dan juga membuang fikiran buruk tentang keluarganya.


"Iya sayang. Aku akan berusaha untuk bisa berada ditengah-tengah keluarga kamu sayang, tapi tidak untuk saat ini ya" ucap Eleanor yang diangguki oleh Zayd.


Zayd sebenarnya sudah sering menanyakan apa alasan Eleanor selalu menolak untuk diajak bertemu dengan seluruh keluarganya. Tapi tetap saja jawaban nya akan selalu sama, jika dia takut untuk bertemu dengan sebuah keluarga yang mungkin akan menolak dan juga menghinanya. Dan itu sudah berulang kali Zayd menjelaskan jika keluarganya tidak seperti yang dikatakan oleh Eleanor. Dan selalu tetap saja akan dijawab dengan jawaban yang sama, yaitu belum siap.


Zayd tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Eleanor. Jika dia tidak bisa maka Zayd akan menunggu Danu terus menunggu sampai Eleanor mau bertemu dan juga berkenalan dengan keluarganya.


"Apa kita akan tetap disini sayang? Aku sudah sangat menginginkan dan juga mencoba menu dan juga resep terbaru yang kamu luncurkan" tanya Zayd yang mengalihkan pembicaraan supaya tidak dingin seperti kutub utara.


"Oh iya, aku sampe lupa untuk itu. Ayo kita kembali ke cafe, aku akan memasakan langsung untuk kamu" ucap Eleanor yang diangguki oleh Zayd.


Keduanya jalan beriringan sambil bergandengan tangan. Keduanya juga saling tersenyum dan juga menatap satu sama lain, hingga mereka berdua bertemu dengan sosok pria misterius yang tiba-tiba berdiri dihadapan Zayd.


Zayd yang sudah mengetahui dari postur tubuh dari pria itu hanya menyuruh Eleanor masuk lebih dulu. Karena dia ingin berbicara pada Zayn abangnya.


"Ada apa bang?" tanya Zayd yang menantap abangnya dengan tatapan penuh tanya.


"Tapi, aku sudah berjanji pada Eleanor. Mana mungkin aku membatalkan nya begitu saja bang Z?" tanya Zayd yang sudah tahu jika dia akan dibawa kesuatu tempat yang membuatnya tidak kuat dan juga merasa takut.


"Aku ikut baik-baik atau dengan cara lain?" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat mengerikan bagi Zayd yang melihatnya.


"Iya, aku akan ikut abang Z. Tapi aku harus bilang padanya dulu, karena tidak mungkin aku pergi begitu saja saat aku sudah membuat janji padanya" jawab Zayd yang malah mengerucutkan bibirnya dan juga menggerutu pada Zayn yang selalu memaksa jika memintanya untuk ikut.


Zayd pergi menuju cafe untuk menemui Eleanor. Yang ternyata sedang memasak didapur, Zayd menghampirinya dengan langkah pelan dan juga merasa tidak enak membatalkan begitu saja.


"Sayang maafkan aku. Aku tidak jadi makan disini dengan mu, abang Z ingin bertemu dengan ku dan juga mengajak kesuatu tempat. Apa kau akan marah padaku?" tanya Zayd pada Eleanor yang sedang menatapnya.


Sepatula yang sedang dia pegang juga dia letakan dan berbalik menatap Zayd. Eleanor hanya mengangguk dan menatap Zayd dengan datar.

__ADS_1


"Aku pergi, nanti setelah selesai aku akan kembali kemari dan dinner bersamamu" ucap Zayd yang mengusap pipi Eleanor dengan sangat lembut dan juga tersenyum padanya.


Setelah mengatakan itu, Zayd langsung menuju mobil yang sudah terparkir cantik dihalaman dengan warna hitam pekat juga dengan pengemudi yang tidak lain adalah kembaran dari Zayd itu sendiri. Siapa lagi jika bukan Zayn orangnya.


"Apa yang abang Z inginkan?" tanya Zayd yang sudah duduk disamping Zayn yang langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari cafe milik Zayd.


"Apa harus ku jelaskan semuanya padamu Zayd?" tanya Zayn yang tidak mengalihkan pandangan nya dari jalanan dan juga masih mengenakan masker dan juga kacamata kepalanya juga ditutup oleh hoodie yang dia kenakan.


"Aku, aku harus tahu apa yang ingin abang Z katakan padaku?" tanya Zayd memberanikan diri mengatakan itu pada Zayn. Jika sedang seperti ini Zayd juga bisa melakukan hal yang sama dan juga mengeluarkan aura yang hampir sama dengan Zayn.


"Buka dashboard" perintah Zayn yang tidak menjawab pertanyaan dari Zayd.


Dengan patuhnya Zayd membuka dashboard mobil milik abangnya dan melihat ada berkas yang ada tulisan dan juga terpampang foto Eleanor dengan sangat jelasnya dihadapan Zayd.


"Ini apa bang Z?" tanya Zayd dengan memegang dan juga menatap wajah Zayn yang sama seperti tidak terlihat.


"Apa kau sudah tidak bisa melihat dengan benar dan juga membaca? Atau kau memang sudah menutup semua mata dan juga otakmu itu!" ucap Zayn dengan nada yang sangat dingin dan juga menusuk.


"Aku sudah mengetahui semuanya bang, dan juga sudah memiliki semua bukti yang abang berikan padaku ini. Dia juga sudah menceritakan semua tentangnya dan juga masalalunya yang kelam juga tidak diinginkan oleh keluarganya bukan?" jawab Zayd dengan mengatakan yang dia ketahui dari Eleanor.


"Apa kau yakin sudah mengenalnya dengan baik? Atau kau hanya mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya saja?" tanya Zayn dengan tatapan yang masih sama.


"Aku sudah mengetahui semuanya bang. Dan aku juga sudah mencari tahu semuanya tanpa abang ketahui, aku juga mengerti bang. Aku tidak mungkin dia saja tanpa tahu semuanya" jawab Zayd yang membuat Zayn bangga akan adiknya ini.


Ternyata Zayd tidak seperti dugaan nya. Jika dia akan mudah tertipu dan juga selalu menggunakan hatinya bukan logika, tapi dia menggunakan keduanya dengan sangat baik.


"Bang Z tidak perlu khawatir akan hal itu. Aku juga memiliki orang-orang seperti yang abang miliki. Walau aku seperti ini aku tidak bodoh-bodoh amat lah bang" ucap Zayd dengan kepercayaan dari yang sangat besar. Membuat Zayn jengah jika sudah seperti ini.


.

__ADS_1


.


Jangan lupakan like, komen setiap babnya, vote karena ini sudah hari senin lagi dan juga kembang sekebon dan kopinya dong buat Othor...


__ADS_2