
"Siapa kalian! Kenapa kalian malah menahan kami! Hey jawab pertanyaan ku!" teriak wanita paruh baya yang sedang marah-marah pada Momo yang sedang menyeringai dan Zayd yang menatap tajam pada dua wanita yang sudah berada didalam genggaman nya.
"Kau tidak perlu tahu siapa saya. Yang jelas, kalian sudah menantikan permusuhan dengan saya karena telah berani-beraninya mengusik dan melukai istriku. Jadi bersiaplah untuk mendapatkan akibatnya!" jawab Zayd dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"A... Apa!!! Istri!! Sejak kapan wanita pembawa sial ini sudah menikah? Anda jangan macam-macam dan mengaku-ngaku, karena dia masih belum menikah dan dia akan ku jadikan wanita simpanan bagi pria kaya yang sanggup membayarnya. Anda jangan bercanda" ucapnya sambil tertawa tapi dalam hati malah ketar ketir.
"Jadi ini tujuan kalian berdua? Kenapa tidak putrimu saja yang menggantikan? Pasti akan seru jika dia yang akan menggantikan dan menjadi wanita pemu*s na*su dari para pria hidung belang" ucap Zayd dengan seringai liciknya dan dia juga memerintahkan Momo untuk membawa wanita yang selling berpenampilan sangat sexy dan juga menor itu.
"Tidak. Aku tidak mau! Ma, Mama jangan diam saja. Aku tidak mau menjadi jal*ng seperti itu. Aku akan menikah dengan seorang kaya raya, Mama harus melakukan sesuatu" ucapnya sudah sangat panik saat tangan nya ditarik paksa oleh Momo yang sudah sangat geram pada dua wanita ular ini.
"Lepaskan. Lepaskan putriku, aku akan melakukan apa yang kamu inginkan. Tapi lepaskan putriku, aku berjanji tidak akan melakukan apa-apa lagi terhadapnya. Tolong lepaskan putriku" ucapnya sambil memohon untuk dilepaskan.
"Saya tidak perduli. Saya ingin kalian merasakan apa yang dirasakan oleh oleh istriku, dan bahkan lebih parah lagi" ucap Zayd yang tidak ingin medengarkan permohonan dari dua wanita toxic ini.
"Tolong, saya berjanji. Jika kami dilepaskan, maka kami akan melakukan apapun yang kamu inginkan. Tapi tolong lepaskan kami dulu, setidaknya putriku" ucapnya yang sudah sangat frustasi dan tidak tahu lagi harus melakukan apa.
Karena jika mereka berdua nekad menyerang atau melarikan diri sekarang. Yang ada mereka berdua akan mati konyol, karena setiap anggota yang sedang mengelilingi dan juga mengawasi memegang senjata semua. Jadi lebih baik mereka berdua memohon-mohon untuk biasa dilepaskan.
"Akan saya fikirkan" jawab Zayd yang membuat Jeff dan Momo dibuat melongo atas jawaban yang diberikan oleh Zayd. Sedangkan kedua wanita itu sudah tersenyum puas karena bisa mengelabui Zayd.
"Tapi nanti, setelah kalian sudah berada dirumah Madam Mery. Karena dia yang berhak atas kalian berdua" lanjut Zayd yang membuat Momo dan Jeff dibuat geleng kepala melihat dan mendengar jika Zayd bahkan bisa lebih gila dibandingkan dengan Zayn saat memutuskan hukuman seperti apa pada musuhnya.
"Tidak, dia adalah wanita yang sangat jahat dan bahkan tidak segan-segan melukai para wanita yang berada dibawah kekuasaan nya. Aku tidak mau! Aku tidak mau Ma!" teriak wanita muda yang katanya anak dari wanita yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi setelah mendengar ucapan Zayd tadi.
"Bawa mereka berdua. Saya tidak ingin melihat batang hidungnya lagi, jika mereka berdua berani kabur dan membuat kekacauan. Maka kalian yang akan mendapatkan hukuman lebih parah dari yang bisa kalian bayangkan! Camkan itu baik-baik dalam diri kalian semua!" ucap Zayd yang membuat Jeff bisa menyeringai saja mendengarnya, karena ini adalah sisi kekejaman King nya ada sedikit pada adiknya.
__ADS_1
"Kan kami lakukan Tuan" jawab Jeff dengan menggerakan tangan nya untuk memerintahkan anggotanya yang sudah sangat berpengalaman dalam hal seperti ini.
"Kami permisi lebih dulu Tuan. Kami akan mengamankan mereka berdua dulu" ucap Jeff yang menyuruh anggotanya untuk membawa kedua wanita yang sedang meronta-ronta ingin dilepaskan.
"Kamu akan baik-baik saja sayang. Maafkan aku yang datang terlambat" ucap Zayd yang sudah berada didalam mobil bersama dengan Momo dan Eleanor yang sudah tidak sadarkan diri lagi berada dipangkuan nya.
"Lebih cepat lagi bawa mobilnya. Saya tidak ingin terjadi sesuatu padanya" ucap Zayd dengan sangat kencang pada supir yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Baik Tuan" jawab supir yang langsung menginjak pedal gas untuk segera menuju rumah sakit.
Setelah kebut-kebutkan dijalan raya, mereka sudah sampai didepan rumah sakit tempat Zayn praktek. Zayn sudah mengenakan pakaian formalnya dan dia dibantu oleh para perawat yang sedang berseliweran dedalam dan diluar rumah sakit.
"cepat bantu saya" ucap Zayd pada seluruh perawat yang akan membantunya.
"Dok, tolong anda isi administrasinya dulu. Nanti supaya langsung mendapatkan perawatan secepatnya" ucap perawat yang bertugas bagian administrasi.
Zayd langsung mengisi apa yang memang seharusnya dia isi. Dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang UGD, dimana Eleanor sedang ditangani oleh rekan dokter Zayd.
"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Zayd saat rekan dokternya sudah keluar dari ruangan UGD.
"Kamu tenang dulu. Dia baik-baik saja, hanya dehidrasi dan juga banyak luka luar dan juga lebam-lebam. Hanya saja kondisi psikisnya tidak baik-baik saja, dan untuk lebih jelasnya harus mendapatkan perawatan intensif supaya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kamu tenang saja dokter" ucap dokter yang menepuk bahu teman dokternya.
"Terimakasih Di" ucap Zayd yang mengangguk akan ucapan dari Andi yang tidak lain adalah rekan nya.
"Sama-sama brother, kita adalah kawan dan seorang kawan harus saling membantu bukan?" jawab Andi yang mengangguk akan ucapan Zayd padanya.
__ADS_1
"Apa ada sesuatu antara kamu dan wanita cantik itu? Atau memang kalian ada hubungan sepesial?" tanya Andi pada Zayd sambil menggoda Zayd.
"Jangan banyak ba*ot loe. Itu bukan urusan kamu, jadi jangan ikut campur" ucap Zayd yang ingin pergi menuju ruangan UGD dan menemui Eleanor yang masih belum sadarkan diri.
"Sudahlah, aku ini adalah teman kamu. Dan aku akan mendukung kamu dengan nya, karena yang aku tahu dia memang pantas mendapatkan kamu. Dia memang harus mendapatkan perawatan dan juga konseling dengan dokter Zia. Karena dia adalah ahlinya dalam masalah ini" ucap Andi pada Zayd yang menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
"Thanks bro. Aku kedalam dulu, setelah dia sadari akan aku ajak konseling langsung dengan dokter Zia" ucap Zayd yang langsung masuk kedalam ruangan UGD setelah mengatakan itu pada Andi.
"Dokter Zayd, pasien sedang istirahat dok. Karena sejak tadi tidak bisa istilahat dengan tenang, jadi dokter Andi memberikan suntikan obat penenang dan bisa membuat pasien lebih tenang dan bisa istilahat" jelas perawat yang sedang mencatat semua kesehatan dan juga apa saja yang diderita oleh pasien nya.
"Bisa dipindahkan sekarang juga kedalam ruangan rawat?" Zayd bertanya pada perawat yang sedang menatap pasien sangat juga pada Zayd lalu mengangguk.
"Bisa dok, kami akan menyiapkan kamarnya dan langsung mengantarkan pasien kesana segera. Anda bisa menunggu dulu dokter" jawab perawat tersebut yang meletakan catatan nya dan memanggil rekan seprofesinya untuk membantunya memindahkan pasien keruangan perawatan.
Zayd hanya mengangguk dan mengikuti perawat yang lain mendorong brangkar Eleanor menuju ruangan perawatan. Zayn berpapasan dengan Zia yang baru saja mnangani pasien nya yang sudah lumayan parah.
"Mau kemana Zayd? Dan siapa wanita itu?" tanya Zia yang menatap wajah adiknya terlihat kusut.
"Mau mengantarkan pasien keruangan perawatan kak" jawab Zayd yang tidak mengatakan sebenarnya pada Zia.
"Kamu tidak sedang berbohong padaku kan Zayd?" tanya Zia yang menatap penuh selidik pada Zayd.
"Tentu saja tidak kak, untuk apa aku menyembunyikan sesuatu dari kakak, tidak ada untungnya bukan?" jawab Zayd yang sedikit gelagapan menjawab pertanyaan dari Zia dan dia bertanya pada Zia.
"Kamu itu jika berbohong akan sangat terlihat Zayd. Jadi jangan membohongiku Zayd" ucap Zia yang langsung pergi dari hadapan Zayd yang hanya diam saja.
__ADS_1