Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
pembicaraan saudara


__ADS_3

Setelah kepergian Juan dan juga Quinzy Zoya, Zico dan juga Zia sedang duduk bertiga dan saling menatap kedepan dengan tatapan sama.


"Kak, apa kakak yakin jika kakak mau dilangkahi oleh kami adik-adiknya kakak?" tanya Zia pada Zoya yang hanya diam saja.


"Ye, itu sih kamu Zia. Abang sama yang lainnya tidak seperti kamu yang sudah tidak kuat lagi mau segera married dengan duda itu kan?" tanya Zico saat melihat ekspresi Zia yang sudah akan marah padanya.


"Enak saja. Aku belum memikirkan hal sejauh itu bang, aku masih mau menikmati ini dulu sebelum aku bisa dan siap menjalani rumahtangga. Dari pada nanti malah ada penyesalan atau malah tidak panjang atau ada sesuatu yang tidak diinginkan" jelas Zia yang memang tidak mau terburu-buru memutusakan sebuah hubungan yang lebih jauh lagi.


"Iya juga sih, Zia. Kakak minta kamu jangan terburu-buru memutusakan untuk menikah, bukan nya kakak bermaksud untuk membuat kamu gamang atau tidak ingin secepatnya menata hidup kamu. Sebaiknya kamu kenali dulu dia seperti apa, karena kakak tidak mau jika kamu merasakan apa yang seperti kakak rasakan. Sudah rencana dan sudah hampir membuat undangan juga sewa gedung, tapi baru kelihatan dia seperti apa. Jadi jangan sampai kamu salah pilih saja" jelas Zoya yang membuat Zia mengangguk dan langsung memeluk sang kakak.


"Kalian berdua seperti sedang menyindir ku, yang ditinggal pergi sebelum menikah" ucap Zico yang pura-pura sedih dihadapan kakak dan juga adiknya.


"Weissss, woles bang. Kami juga masih sama seperti abang, belum memikirkan untuk jenjang yang lebih dalam juga serius" ucap Zia yang juga merangkul Zico dengan sangat tulus juga penuh dukungan nya.


"Apa kita akan seperti ini hingga pagi? Ini sudah larut malam, dan besok pagi kakak ada meeting dengan klien. Jika kakak terlambat apa kalian berdua berani tanggung jawab?" tanya Zoya yang langsung mengusir kedua adiknya dari kamarnya.


"Oke, oke kak. Biasa aja kali" ucap Zia yang langsung menggandeng lengan Zico yang berdiri disampingnya.


"Bang, abang yakin akan terus mencari Joyce? Dia sendiri yang meninggalkan abang. Jadi abang tidak perlu memikirkan nya lagi. Yang harus abang fikirkan adalah abang sendiri, abang harus bisa bahagia. Ingat jangan menjadi pria yang tidak bertanggung jawab seperti yang sebelumnya. Abang harus bisa menata hati abang yang masih sangat sulit untuk bisa melupakan Ara, setidaknya abang berusaha dan juga percayakan jika jodoh tidak akan kemana. So, abang ku. Jangan pernah membuat perasaan wanita sakit" ucap Zia yang memperingatkan Zico yang sedang dia gandeng dan juga sudah sampai didepan kamarnya.


"Iya dokter. Saya akan melakukan semuanya saran dari dokter Zia" jawab Zico dengan tersenyum dan juga mengusap kepala Zia dengan sayang juga membungkukan sedikit badan nya memberi hormat pada adiknya.


"Bagus, memang harus seperti itu" ucap Zia yang mana langsung pergi dari hadapan sang abang untuk menuju kamarnya juga.


"Semoga saja kalian berdua mendapatkan kebahagiaan dari orang yang memang benar-benar tulus juga baik kepada kalian berdua. Abang, kakak" gumam Zia yang sudah membaringkan tubuhnya diatas ranjang nya.

__ADS_1


"Aku akan selalu mendo'akan kalian dan juga akan selalu mendukung apapun yang kalian pilih selagi itu adalah benar dan juga tidak saling menyakiti satu sama lain" gumamnya lagi sebelum dia memejamkan matanya dan juga terlelap hingga pagi menjelang.


.


Pagi harinya tanpa diduga ternyata disana sudah ada Zayn yang baru saja datang dengan sangat gagahnya. Zia yang melihat itu langsung berlari dan juga memeluk adiknya dengan sangat erat.


"Z, kapan kamu sampai disini?" tanya Zia yang sudah mengurai pelukan nya dari Zayn.


"Apa itu penting?" Zayn balik bertanya pada Zia yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Kakak sumpahin kamu ya, supaya mendapatkan istri yang ceroboh juga banyak bicara dan tidak tahu malu lebih dari kakak mu ini!" ucap Zia dengan sangat menggebu-gebu saat adiknya ini memang tidak pernah jika tidak serius. Dia akan selalu serius dalam segala hal.


Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja mendengarkan sumpah serapah dari Zia. Zayn memang tidak ingin jika kakak dan yang lain nya tahu jika dia memang pernah bertemu dengan wanita yang Zia sebutkan tadi. Jadi dari pada mendapatkan ejekan dari kakaknya yang satu ini lebih baik diam, dan bukankah Zayn memang tidak banyak bicara?.


"Kapan kau kembali Z?" tanya Zoya yang juga baru bergabung dengan yang lainnya, disusul oleh Zico dan Zayd dibelakangnya. Sedangkan Zio memang sudah sejak tadi ada disana.


"Z, apa kamu akan lama berada disini? Mommy sangat senang kamu bisa pulang juga" ucap Mom Vita yang langsung memeluk Zayn dengan sangat penuh dengan kerinduan yang sangat amat dalam.


"Mungkin Mom. Z masih harus disini beberapa saat untuk bisa mengerjakan apa yang ada di EDC.CORP disini, pasalnya ada beberapa kejanggalan saat salah satu laporan ada yang masuk kekantor pusat beberapa waktu yang lalu. Apa abang Zi sudah mencari tahu apa yang sedang dikerjakan oleh orang yang abang percaya?" tanya Zayn yang langsung to the point pada Zico.


"Abang justru baru mendengar ini dari kamu Z. Setiap laporan yang sudah masuk dan juga keluar pasti abang cek dan juga memeriksanya dengan sangat teliti. Apa mungkin ada yang seperti itu?" jawab Zico yang langsung mempertanyakan apa yang salah pada Zayn didalam perusahaan EDC.CORP yang ada disini.


"Kita lihat saja nanti" ucap Zayn yang memang selalu bisa mencium adanya kejanggalan walau itu hanya sebesar biji selasih.


"Sudah, kita sarapan dulu. Baru kita semua membahas masalah pekerjaan" ucap Dad Louis yang menengahi keduanya putranya yang membahas pekerjaan.

__ADS_1


Semuanya langsung diam dan tidak ada yang berani bersuara lagi. Mereka semua menikmati sarapan nya masing-masing hingga semuanya selesai dan sekarang pergi mengerjakan pekerjaan nya.


"Z, nanti kakak juga mau bicara serius pada kamu. Apa kamu adalah waktu?" tanya Zoya yang akan masuk juga kedalam mobilnya sendiri.


"Hmm" jawab Zayn yang langsung masuk kedalam mobil yang sudah ada Max dan Jo didalam mobilnya menunggu Zayn sejak tadi.


"Kak, apa kakak tidak ingin berbicara pada ku? Aku merasa terasingkan setelah kedatangan bang Z kemari" ucap Zayd yang terlihat sedih saat melihat Zoya seperti tidak menganggapnya saat Zayn sudah datang.


"Maafkan kakak Zayd. Kakak tidak bermaksud seperti itu, kakak hanya ingin menanyakan sesuatu yang mungkin saja kamu tidak mengerti. Tapi jika kamu mau mendengarnya juga, kita jalan bertiga saja. Apa kamu setuju?" ucap Zoya yang langsung membuat Zayd tersenyum dan dia tidak ingin mengganggu waktu kakak dan juga abangnya untuk berbicara.


Apa lagi abangnya pasti tidak akan mau jika dia dikenal banyak orang disini. Dia pasti akan menjadi dirinya jika sedang dihadapan umum seperti sekarang.


"Tidak perlu kak. Aku tahu, pasti bang Z akan menjadi aku saat sedang diluar dengan kakak atau yang lainnya. Jadi aku akan bersembunyi dan juga tidak ingin menampilkan diri dulu sebelum abang Z merasa lebih baik" jawab Zayd dengan senyuman yang sangat tulus juga bahagia.


"Kenapa kamu malah terlihat senang sekali Zayd?" tanya Zoya yang melihat senyuman Zayd yang terlihat seperti ada maunya.


"Jelas senang dong kak. Aku seharian ini bisa kencan dengan Eleanor, jadi apa lagi yang lebih membahayakan? Hahaha" jawab dengan tawa yang sangat keras dan juga membuat semua orang menjadi beranggapan mendengar suara yang dari Zayd.


Zoya hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan dari Zayd. Dia memang pasti akan memanfaatkan waktu yang baik ini supaya lebih dekat lagi dengan Eleanor.


.


.


Maaf ya... Kemarin Othor tidak up, karena Othor habis mendapatkan musibah. Jadi Othor tidak up, Othor usahakan akan up setiap hari walau mungkin tidak seperti biasanya yang up 2-3bab...

__ADS_1


Maafkan Othor ya guys....


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya....


__ADS_2