
Mereka bertiga lumayan lama berada di cafe itu. Banyak yang mereka bicarakan dan juga saling bertukar cerita satu sama lain.
Ternyata fakta yang baru Joyed ketahui adalah Lexa orang yang seru dan pandai beradaptasi dengan orang lain, walau masih baru kenal mereka berdua seperti sahabat lama yang sudah lama baru bertemu lagi.
"Jadi kamu akan pergi setelah selesai ujian sekolah?" tanya Joyce.
"Iya, aku sudah mendaftarkan dan juga sudah diterima. Setelah selesai baru aku akan berangkat" jawab Lexa dengan senyuman tipis dibibir nya.
"Semoga kamu bisa mencapai impian kamu. Aku akan mendo'akan kamu" ucap Joyce.
Sepertinya ada seseorang yang tidak mau jika Lexa pergi jauh. Dia hanya ingin jika Lexa berada disini dan bersama dengan keluarga nya.
Joyed merasa ada yang aneh dengan dirinya yang tiba-tiba tidak setuju jika Lexa pergi. Entah kenapa dia seperti ini, padahal mereka baru bertemu satu kali.
"Ini sudah sore, aku harus pulang. Jika tidak maka Mami aku akan marah-marah hingga aku tidak bisa tidur. Jadi aku harus pulang sekarang" ucap Lexa dengan senyuman tipis dibibir nya.
"Kita bareng saja. Lagi pula kamu tidak membawa mobil kan?" ucap Joyce menawarkan pulang bersama.
"Jika tidak merepotkan" jawab Lexa, lalu beranjak dari duduknya.
Saat Lexa sudah berjalan lebih dulu Joyce berbisik pada Joyed.
"Aku tahu kamu memiliki perasaan pada nya bukan?" ucap Joyce.
Sedangkan Joyed tidak menghiraukan ucapan Joyce. Dia melangkah dengan cepat sehingga Lexa bingung sendiri dengan sikap Joyed.
.
Sedangkan Zico sekarang berada disebuah rumah mewah yang lumayan jauh dari mainson Edison. Dia sedang berada dirumah seorang pria bule yang sekarang masih menjabat sebagai CEO diperusahaan EDC.CORP. Siapa lagi jika bukan John Nelson.
"Apa Tuan Muda sudah jelas dengan semuanya? Jika sudah, anda bisa langsung bekerja diperusahaan mulai besok. Karena semakin cepat, anda semakin mengerti dengan keadaan perusahaan" ucap John pada Zico yang memang sedang mempelajari semua nya.
"Sudah uncle, aku sudah faham. Kalau begitu aku pamit pulang dulu uncle. Terimakasih banyak atas segala nya" ucap Zico sambil berdiri dan sedikit membungkukan tubuh nya.
"Jangan seperti ini lagi Tuan Muda, saya lah yang seharusnya berterimakasih pada anda" ucap John pada Zico.
__ADS_1
"Sudahlah uncle, tidak masalah. Jangan difikirkan. Karena aku sedang belajar pada uncle" jawab Zico lalu pergi dari hadapan John.
Saat dia akan keluar Joyce dan Joyed baru akan masuk kedalam rumah nya. Mereka berpapasan saat Zico akan keluar rumah.
"Abang Zi, sejak kapan abang disini? Apa abang akan pulang sekarang?" tanya Joyce pada Zico saat mereka berdua bertemu.
"Iya, abang akan pulang. Karena sudah sejak tadi abang berada disini" jawab Zico lalu menghampiri Joyce dan mengusap rambutnya.
"Masuklah, orang tua mu pasti menunggu" ucap Zico pada Joyce untuk segera masuk.
Sedangkan dirinya menuju mobilnya diperkirkan dan segera melajukan nya dengan kecepatan sedang. Membelah jalanan pada sore hari itu.
Dia sangat bahagia bisa melihat Joyce saat akan pulang. Dia sangat menyayangi nya, bahkan dia hanya bisa diam dan melihat nya dari kejauhan. Karena Zico belum berani mengungkapkan perasaan nya pada Joyec saat dirinya belum menjadi apa-apa dalam hidup nya.
Zico sudah sampai dihalaman mainson Edison yang terlihat sangat sepi, dan tidak seperti biasa nya. Zico yang sudah berfikiran macam-macam langsung berlari masuk kedalam.
Dan dia tidak menemukan siapa-siapa didalam. Bahkan seorang pelayan pun tidak ada. Zico sudah sangat panik akan semua ini, dia mencari kemana-mana tidak menukan siapa-siapa.
Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atasnya dan...
"Selamat hari jadi abang Zi, semoga lebih hangat dan selalu tersenyum" ucap Zia yang langsung memeluk tubuh abang nya.
"Selamat ulang tahun juga untuk kamu Zia" ucap Zico dan membalas pelukan adik kembar nya.
"Selamat sayang. Semoga apa yang kamu inginkan tercapai" ucap Mommy Vita sambil memeluk tubuh Zico juga.
"Thanks Mom" ucap Zico.
"Selamat boy, sukses selalu" ucap Daddy Louis.
"Thank you Dad" ucap Zico pada Dad Louis.
"Selamat brother. Semoga semakin sukses" ucap Zio.
"Kau juga. Selamat" ucap Zico pada Zio.
__ADS_1
Dan giliran kakak nya dan juga adiknya yang belum mengucapkan apapun. Dan ternyata mereka berdua sedang membawa sebuah kado yang lumayan besar untuk Zico.
"Selamat Zi do'a yang terbaik untuk mu" ucap Zoya saat sudah berada didekat adik nya.
"Terimakasih kak. Kakak yang terbaik" ucap Zico dengan sangat tulus pada kakak nya.
"Abang Zi.... Selamat semoga bisa menjadi pemimpin yang baik dan juga bijaksana, Amiin" ucap Zayd lalu memberikan olesan krim yang ada diatas kue.
Semua orang sangat bahagia walau anggota nya kurang satu. Siapa lagi kalau bukan Zayn, tapi walau begitu mereka bersuka cita.
.
Setelah merayakan moment sepesial bagi triplets dan dengan acara makan malam bersama dengan barbeque an ditaman belakang mainson. Hingga malam berlalu dengan sangat cepat.
Mereka semua kembali kedalam kamar nya masing-masing. Begitu juga dengan Zoya, Zoya masih terjaga dan masih mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai.
Zoya bahkan melupakan jika dia memiliki seorang kekasih yang sejak tadi menelpon nya tapi tidak direspon sama sekali oleh Zoya.
"Dasar, belum apa-apa saja sudah berani mengabaikan ku seperti ini!" ucap marah Samuel yang sedang berada didalam sebuah club malam.
"Aku akan membuat kamu bertekuk lutut dihadapan ku Zoya. Kamu akan menyesal telah mengabaikan ku" gumam Samuel saat sudah setengah mabuk.
Dia ditemani oleh seorang wanita yang sangat sexy. Dia bahkan sudah setengah telan*ang dihadapan Samuel. Samuel yang sejak dulu memang petualang wanita. Dia sudah sering sekali melakukan hubungan selayaknya suami istri.
Bahkan dia dijuluki sebagai pria yang hyper ***. Dia menutupi jati dirinya dengan memasang wajah lugu dan juga penuh kasih sayang. Padahal dia adalah pria yang temperament terhadap siapa pun.
Bahkan dibelakang Zoya dia memiliki kekasih lain. Karena Zoya selalu tidak mau jika diajak untuk melakukan hubungan ba*an. Maka dari itu Samuel mencari cadangan untuk selalu memuaskan has*at nya yang sangat besar.
Sedangkan Zoya sama sekali tidak tahu apa-apa akan hal itu yang dilakukan oleh Samuel dibelakang nya. Zoya selalu percaya pada Samuel karena terlalu besar cinta nya pada Samuel, Dia bahkan tidak mendengarkan peringatan dari Zayn.
Karena Zayn sudah memperingatkan supaya kakak nya jangan terlalu dekat dengan Samuel. Tapi Zoya sedang buta akan cinta tidak akan mendengarkan penjelasan dari siapa-siapa.
Sekarang biarlah waktu yang akan memutuskan jalan yang akan dilalui oleh Zoya. Walau bagaimana pun keluarga hanya akan bisa mendukung. Jika ada yang janggal baru akan bertindak, dengan cara mereka masing-masing.
"Ya ampun, aku sampai lupa dengan ponsel ku. Astagfitullah, banyak sekali panggilan dari Sam. Apa aku hubungi kembali atau menunggu besok saja" gumam Zoya saat melihat ponsel betapa terkejut nya dia melihat perubahan kali panggilan tidak terjawab.
__ADS_1
"Semoga saja Sam bisa menerima penjelasan dari ku besok. Lebih baik aku sekarang istirahat, supaya badan ku tetap fit dan juga fresh kembali" gumam Zoya lalu dengan mudah nya sudah terlelap.