
"Daddy benar, jika kita memang harus mencoba nya lebih dulu. Karena kita tidak tahu jika dia memang benar adanya. Tapi, kenapa Mommy diam saja? Apa Mommy memikirkan sesuatu Mom?" tanya Zoya pada Mom Vita yang sejak tadi hanya diam saja.
"Mommy tidak apa-apa. Hanya saja, Mommy merasa jika Mommy juga pernah melakukan itu dan merasa dejafu" jawab Mom Vita dengan pikiran yang entah kemana.
"Mommy jangan terlalu difikirkan, jika seperti itu maka Mommy sendiri yang akan sakit. Mommy harus relax Mom, kita akan selalu ada untuk Mommy dan akan mencari tahu semuanya" ucap Zoya yang melihat Mom Vita yang sedang memegangi kepalanya.
"Apa Mommy sakit? Kenapa wajah Mommy pucat?" tanya Zoya yang melihat perubahan diwajah Mommy nya.
"Mommy tidak apa-apa. Hanya sedikit pusing saja, mungkin karena banyak fikiran" jawab Mom Vita yang masih memegangi kepalanya.
"Mommy istirahat saja dulu Mom. Nanti setelah Daddy kembali Mommy bisa pulang. Atau mau aku antar pulang Mom?" tanya Zoya memberikan tawaran.
"Tidak usah, biar Mommy istirahat disini saja sambil nunggu Daddy kembali" jawab Mom Vita sambil merebahkan tubuh nya diatas sofa panjang didalam ruangan Zoya.
Sedangkan Zoya melanjutkan pekerjaan nya, hingga Dad Louis masuk kedalam ruangan Zoya dan melihat wanitanya sedang tertidur. Akhir-akhir ini kesehatan Mom Vita memang menurun, entah kenapa.
"Honey, kita pulang sekarang" ucap Dad Louis pada Mom Vita tapi tidak ada respon sama sekali.
"Honey" ucap Dad Louis lagi dan langsung menatap wajah istrinya sudah sangat pucat dan tidak bergerak.
"Dad, Mommy kenapa?" tanya Zoya saat melihat jika Daddy nya sudah panik dan langsung membawa Mom Vita menuju kerumah sakit.
Saat sudah didalam rumah sakit dan Mom Vita sudah mendapatkan penanganan oleh dokter. Ternyata Mom Vita hanya stres biasa dan mengakibatkan tekanan darahnya naik hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
"Dad, apa yang terjadi dengan Mommy? ucap Zio yang menyusul mereka menuju rumah sakit. Dan diikuti oleh Zico, Zayd dan Zia sampai dirumah sakit juga.
"Keadaan Mommy sudah baik-baik saja. Sekarang sedang istirahat. Jaga Mommy dengan baik, Daddy akan segera kembali" jawab Dad Louis pada ketiga anaknya.
"Baik Dad" jawab mereka.
"Kak, apa yang terjadi pada Mommy?" tanya Zia pada Zoya yang sedang duduk disamping Mom Vit.
"Mommy sudah lebih baik Zi" jawab Zoya dengan lesu. Pasalnya dia yang tadi menangis karena takut terjadi apa-apa pada Mommy nya.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti ini kak?" tanya Zia yang menggenggam tangan Mommy nya yang terasa dingin.
Zoya menceritakan pada adik-adiknya apa yang terjadi pada Mom Vita dan kejadian tadi saat Pak Putra datang menemui nya ingin bertemu dengan Mom Vita.
"Jadi maksud kakak, Mommy kemungkinan ada hubungan dengan keluarga Atmajaya?" tanya Zio yang juga mendengar penjelasan dari kakak nya.
"Iya, tapi kita tidak tahu. Karena Mommy tidak ingat apa-apa tentang masalalu nya. Dan saat Mommy mengeluh pusing ya seperti ini jadinya" jawab Zoya dengan menatap kondisi Mom Vita.
"Lalu apa Mommy baik-baik saja? Kenapa Mommy tidak bangun-bangun sejak tadi?" tanya Zico yang sedang duduk disofa bersama Ara.
"Kakak juga tidak tahu bang. Kata dokternya tadi Mommy sedang istirahat" jawab Zoya sambil meneteskan air matanya.
"Kakak jangan menangis, kita do'akan saja, supaya Mommy tidak kenapa-kenapa" ucap Zia menenangkan kakak nya.
"Iya kak, kita semua ingin kita saling menguatkan. Jika kakak seperti ini Mommy juga pasti akan sedih melihat kakak yang seperti ini" ucap Zayd yang langsung memeluk kedua kakak nya.
Saat sedang saling menguatkan satu sama lain tiba-tiba Mom Vita sudah bangun dan menatapi anak-anaknya satu persatu. Dan disaat bersamaan juga pintu ruangan nya dibuka dari luar dan muncul lah Zayn yang baru saja datang.
"Mom, apa Mommy baik-baik saja?" tanya Zayn yang sudah berdiri didekat Mom Vita dan memeluknya dengan erat.
"Z sudah menyelidiki semuanya Mom, dan Mommy memang putri kandung dari Atmajaya yang sekarang sedang berada dinegara ini untuk menemui Mommy. Tapi Z minta maaf, Z belum bisa mengungkap dalang dari semua yang Mommy alami" ucap Zayn dengan memeluk Mommy nya.
"Jadi abang Z sudah menyelidiki semuanya? Terimakasih nak, Mommy akan segera menemui kakek kalian. Kalian juga ikut ya, Mommy ingin kalian juga mengenal nya" tanya Mom Vita pada Zayn dan meminta semuanya untuk ikut dengan nya.
"Iya Mom, sekarang Mommy harus banyak istirahat saja dan jangan banyak fikiran" ucap Zia yang memeluk adik dan juga Mommy nya secara bersamaan.
Mereka saling memeluk tanpa terkecuali dan tadi saat Zayd kemari ternyata Joyce ikut dengan nya juga Zia. Sebenarnya Zia sudah ingin protes akan hal itu, tapi dia masih panik karena memikirkan kondisi Mom Vita.
Dan disini lah dimana Joyce melihat interaksi antara Ara dengan Zico yang terlihat sangat mesra dan juga seperti pasangan lain nya.
Joyce terlihat mengepalkan tangan kanan nya karena menahan kesal dan juga cemburu. Sedangkan mata Zia yang sejak tadi tidak pernah lepas dari Joyce melihat tangan nya yang mengepal dan juga tatapan penuh kebencian pada Ara.
"Abang Zi apa Ara tidak apa-apa dibawa kesini? Dia kan juga baru sembuh" tanya Zia yang sengaja ingin melihat reaksi seperti apa yang akan dilakukan oleh Joyce nantinya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir" ucap Ara menggunakan bahasa isyarat.
"Syukurlah jika tidak apa-apa" ucap Zia yang juga sudah bisa menggunakan bahasa isyarat.
Zayn tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia diam saja dan menatap sekilas pada yang lain, dia hanya fokus pada Mommy nya saja.
Dan itu semua diperhatikan oleh Joyce, Joyce tidak menyangka jika yang bernama abang Z ini lebih tampan dan lebih segalanya dibandingkan dengan Zico. Aura nya lebih mendominan tapi dia ingin diterima dulu didalam keluarga ini dengan menjadi teman dekat dari Zayd.
Joyce belum tahu saja bagaimana kejam nya seorang Z atau Zayn. Dia adalah the king of mafia, salah sedikit saja nyawa jadi taruhan nya.
Zico juga tahu jika Joyce hanya ingin mendekatinya lagi, makanya dia selalu menempeli Ara terus karena dengan begitu Joyce tidak akan berani mendekatinya.
.
Sedangkan ditempat yang sama tapi ruangan berbeda Dad Louis sedang berbicara dengan Tuan Atmajaya dan juga Paman Putra.
"Apa dia selalu seperti itu saat sedang banyak fikiran atau memikirkan sesuatu?" tanya Tuan Atmajaya.
"Iya, akhir-akhir ini dia memang seperti banyak fikiran dan juga tekanan. Tapi baru kali ini dia mengalami hingga pingsan seprti tadi" jawab Dad Louis yang sedang menatap pria tua didepan nya.
"Dia mirip sekali dengan mendiang Ibunya. Jika sedang banyak fikiran akan seperti itu, tapi dia tetap terlihat biasa dan tidak ingin semua orang mengkhawatirkan dirinya" jelas Tuan Atmajaya.
"Iya anda benar. Jika memang seperti itu, apa nyawa istri dan anak-anak saya dalam bahaya?" tanya Dad Louis yang masih duduk dan menatapi kedua pria didepan nya.
"Bisa iya bisa juga tidak. Karena selama ini saya mencari dalang dari semua ini tidak pernah ketemu dan juga tidak pernah menemukan titik terang nya. Seperti mencari jarum ditumpukan jerami" jawab Tuan Atmajaya dengan menghela nafasnya berat.
"Lalu apa yang akan anda lakukan? Tidak mungkin anda diam saja bukan? Jika sampai keluarga saya terjadi apa-apa. Saya tidak akan tinggal diam, selama ini saya menjaga dan menyayangi mereka dengan sepenuh hati dan jiwa saya ada yang terluka atau tersakiti!" ucap Dad Louis pada kedua orang pria yang sedang menatapnya.
"Saya sebagai kakak dan juga Paman bagi mereka akan menjaganya juga. Saya tidak mungkin diam saja, sudah cukup keluarga saya yang jadi korban nya. Jangan sampai ada lagi" ucap Paman Putra dengan tatapan yanh sudah memerah menahan amarahnya.
"Baiklah, saya akan menemui istri dan anak-anak ku. Mereka pasti sudah menunggu. Saya permisi, jika ada kabar atau apa pun itu hubungi saya dan jangan pernah bertindak sendiri" ucap Dad Louis yang langsung bangkit dari duduknya dan pergi dari ruangan rawat Tuan Atmajaya.
Kedua orang itu saling pandang dan menghela nafasnya kasar secara bersamaan.
__ADS_1
"Apa yang kita lakukan sudah benar? Jika kita melakukan kesalahan yang sama lagi bagaimana Yah? Apa kita akan kehilangan orang-orang yang kita sayangi?" tanya Putra pada Tuan Atmajaya.
Tuan Atmajaya hanya diam saja, dia juga memikirkan hal yang sama dengan Putra. Dulu dia juga salah bertindak dan akhirnya keluarga Putra tidak selamat semua. Dari istri dan kedua anaknya ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.