Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 100. Peti Batu Ukir.


__ADS_3

Chapter 100. Peti Batu Ukir.


Zhi Shimo segera terbang sangat cepat menuju wilayah Kerajaan Burung Feng. Tanpa menggunakan Teknik Perubahan Wujud, bergerak Zhi Shimo lebih lincah dan juga kecepatannya makin bertambah.


Saat terbang, Zhi Shimo melihat pintu gerbang belum menghilang, dia melihat energi spiritual menahan pintu gerbang agar tidak tertutup. Lalu dia kembali melihat wilayah Kerajaan Burung Feng, kemudian kedua mata mengunci Gunung Jīngshén.


Di dalam Gunung Jīngshén tempat Perapian Air Suci berada, Zhi Shimo langsung menuju ke target berikutnya.


Raja Burung Feng melihat Zhi Shimo dan segera memobilisasi pasukan untuk menghadangnya. Puluhan ribu Crow Night Army segera berterbangan dengan membentuk Formasi bulan sabit.


Owl Warrior Army, Eagle Knight Army juga berterbangan di belakang Crow Knight Army. Mereka dipimpin oleh tiga Jenderal Phoniex. Total semua pasukan yang menghadap Zhi Shimo berjumlah lebih dari 250 ribu prajurit.


Zhi Shimo pun berhenti di udara dengan sayap mengepak pelan, dia melihat Raja Burung Feng terbang dan berhenti dibarisan tiga pasukannya dengan didampingi oleh tiga jenderalnya.


"Kamu pasti Zhi Shimo, kan? Orang yang telah mencuri harta Naga Tanah dan juga Inti Air Kehidupan milik Naga Samudera. Tujuanmu kesini pasti ingin mencuri harta kita, kan?" tanya Raja Burung Feng tanpa basa-basi, dia tampak tidak takut dengan kekuatan Zhi Shimo yang sengaja diperlihatkan.


"Pencuri? Aku tidak merasa mencuri... Ya, awalnya aku berniat mencuri, tapi karena ada sesuatu hal yang ku kenali dan diijinkan untuk mengambilnya... Jelas aku tidak akan menolaknya!" kelit Zhi Shimo yang tidak mau dituduh sebagai pencuri.


Raja Burung Feng tertawa dan menganggap ucapan Zhi Shimo seperti kekanak-kanakan, sebab segala sesuatu kejahatan berawal dari niat, dan ucapan Zhi Shimo dengan jelas mengakui perbuatannya.


"Terserah apapun alasanmu! Tapi, kami tidak seperti dua penguasa itu yang tidak mampu melindungi hartanya. Jika kamu berniat untuk mencuri harta kami, hadapi kami semua, atau ... Kita bisa bernegosiasi...!" ucap Raja Burung Feng.


"Negosiasi? Apa maksudmu?" tanya Zhi Shimo yang jelas kebingungan dengan ucapan Raja Burung Feng.


"Bukannya tujuanmu ingin menyerap Energi Perapian Air Suci, aku bisa ijinkan kamu menggunakan tempat itu untuk berkultivasi, tapi sebagai gantinya ... Aku menginginkan Zirah Perang Naga yang kamu dapatkan!" jawab Raja Burung Feng sambil mengamati Zirah Perang Naga yang masih digunakan oleh Zhi Shimo, terlihat di kedua matanya memancarkan keserakahan.


Akhirnya Zhi Shimo mengetahui keinginan Raja Burung Feng yang sebenarnya, dia tersenyum tipis dan melihat keseluruhan pasukan lawan.


"Apakah hanya ini saja pasukan yang kamu miliki, apa tidak ada yang lain?" tanya Zhi Shimo seperti biasa sebelum mengalahkan lawannya, dan bukan berarti dia sombong, melainkan ingin segera menyelesaikan semuanya dengan cepat.


Raja Burung Feng dan pasukannya menertawakannya, mereka mengira Zhi Shimo sombong dan tidak bisa mengukur batas diri sendiri saat berhadapan dengan jumlah yang lebih banyak.


"Masih ada sebenarnya, tapi apa perlu aku kerahkan semua pasukan hanya untuk mengalahkan mu? Tidak, tidak perlu! Kami handal dalam pertarungan udara dan terkenal sebagai rajanya angin!" ucap Raja Burung Feng yang kini menyombongkan dirinya, "aku malas berdebat dengan mu. Terima tawaran ku atau kami terpaksa mengalahkan mu?" sambungnya.


Zhi Shimo geleng-geleng kepala, dia heran kenapa setiap lawan yang dihadapi selalu mengira dirinya sombong. Tapi dia memakluminya, sebab lawan belum mengetahui kemampuannya.


Klik...

__ADS_1


Zhi Shimo menjentikkan jarinya dan bermunculan 20.000 energi Kunang-kunang dihadapan Raja Burung Feng dan pasukannya, sebagian energi Kunang-kunang melindunginya.


Raja Burung Feng yang telah mengetahui energi Kunang-kunang dari Long De Yuze, segera berubah wujud menjadi burung Suzaku, ukuran bentang sayap mencapai 20 meter dan panjang dari kepala hingga ekor 27 meter, tubuhnya mengeluarkan api.


Demikian juga dengan semua pasukannya yang berubah menjadi wujud aslinya dan ukurannya juga besar.


"Hindari bola Kunang-kunang dan serang dari segala penjuru!" perintah Raja Burung Feng.


Semua prajurit burung bergerak tanpa berani mendekati energi Kunang-kunang yang melayang, mereka mengepung Zhi Shimo tanpa ada jalan untuk kabur.


Klik... Swosh...


20.000 energi Kunang-kunang melesat secara acak dan mengejutkan musuh dengan kecepatannya. Mereka yang mengepung menjadi kocar-kacir hanya untuk menghindari energi Kunang-kunang.


Boom... Boom boom boom...


Rentetan ledakan ketika energi Kunang-kunang mengenai tubuh pasukan burung, tidak terkecuali Raja Burung Feng yang terkena serangan energi Kunang-kunang. Setelah ledakan itu efek dampak gelombang kejut mengenai yang lainnya.


Puluhan ribu burung berjatuhan, tubuhnya hangus dan hanya menyisakan kulit yang menghitam, diudara beterbangan bulu-bulu burung yang perlahan turun.


Sedangkan Raja Burung Feng sedikit lebih baik berkat bulu-bulunya yang terlindungi zirah perang, walaupun begitu dia masih menghantam tanah dan masih banyak bulunya yang rontok, satu serangan energi Kunang-kunang seketika membuatnya pingsan.


Melihat masih banyak yang pasukan lawan, Zhi Shimo memiringkan badan saat mengangkat kaki kanan, lalu dia menggerak-gerakkan kaki kanan dengan ditekuk-tekuk, lalu memutar tubuhnya 360°.


"Seribu Tendangan Maut!" teriakan Zhi Shimo saat tubuhnya berputar-putar, itu adalah Teknik Kitab Putih jurus ketiga ciptaan Fucang Long.


Bermunculan seribu kaki mengikuti pergerakan Zhi Shimo yang berputar, lalu seribu kaki melesat ke targetnya. Pasukan burung terkejut saat merasakan aura yang mengerikan, mereka melihat kaki melesat kearahnya dengan sangat cepat.


Boom... Boom


Kembali suara ledakan energi ketika seribu kaki mengenai pasukan burung, mereka berjatuhan seperti daun kering dan kembali bulu-bulu berterbangan diudara.


Sisa-sisa pasukan burung yang masih hidup segera kabur ke segala penjuru. Zhi Shimo terkejut melihat Raja Burung Feng tidak mati, lalu tiga prajurit burung membawanya pergi.


Zhi Shimo terus melihat pasukan burung yang membawa rajanya menuju ke suatu tempat. Dengan Mata Langit, Zhi Shimo mengetahui Makam Leluhur Burung yang berada diatas bukit kapur, dia tersenyum tipis melihat ada banyak harta, lalu terbang mengikuti mereka dengan berubah menjadi angin.


Sesampainya di bukit Makam Leluhur Burung, Zhi Shimo melihat adanya Formasi Perlindungan setingkat Jenderal Surgawi tahap menengah, tapi dia dengan mudah melewatinya tanpa memicu fluktuasi energi.

__ADS_1


Saat berada di dalam Zhi Shimo melihat peti batu ukir, lebarnya mencapai 10 meter, panjang 17 meter dan tinggi 3 meter. Setiap peti ada satu kerangka burung dan banyak harta, totalnya ada 25 peti batu ukir.


Setiap kerangka burung memiliki mutiara jiwa berbagai ukuran dan warna. Mutiara jiwa ada yang sebesar ujung jari kelingking orang dewasa dan yang paling besar seukuran telur ayam, warna mutiara yang makin gelap menandakan tingkat jiwa yang mumpuni, mutiara jiwa tertinggi pada tingkat Danau tahap atas.


Ada satu peti batu ukir diujung makam, ukurannya dua kali lebih besar daripada yang lainnya. Lalu dia melihat Raja Burung Feng diletakkan di atas peti batu ukir yang paling besar.


Didalam peti besar itu terdapat empat kerangka yang mirip kerangka manusia tapi struktur tulangnya lebih kecil, dua dari empat kerangka itu memegang dua batu berwarna perak yang mirip dengan telur, di kepala kerangka ada empat mutiara jiwa tingkat Danau tahap puncak dan beberapa cincin dimensi di tulang jari.


Setelah memeriksa isi didalam peti, Zhi Shimo segera masuk kedalam peti batu terdekat, didalamnya ada satu butir mutiara jiwa tingkat Danau tahap rendah dan langsung dia telan, dia merasakan mutiara jiwa seperti setetes air yang membasahi lidah,


"Lumayan ada sedikit peningkatan pada kekuatan jiwa ku!" gumamnya dan berlanjut mengambil harta didalam peti tanpa meninggalkan apapun.


Disaat mengambil cincin dimensi di jari kerangka, seketika tulang jari menjadi bubuk, bisa dipastikan usia tulang mencapai jutaan tahun lebih. Tanpa merasa bersimpati, Zhi Shimo mengeluarkan kotak kayu dan mengambil bubuk tulang tersebut.


Bubuk tulang memiliki kandungan protein dari garam-garam mineral, seperti kalsium fosfat, kalsium karbonat, magnesium fosfat dan kalsium florida. Tulang mengandung kurang lebih 50% air dan 15% sumsum merah dan kuning, semuanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pil.


Bagi Zhi Shimo yang seorang Alkemis, tulang yang menjadi bubuk merupakan harta berharga, apalagi tulang tersebut juga berkultivasi dan makin meningkatkan kualitas Pil Kultivasi, Pil Penyembuh dan lain sebagainya, semakin tinggi kekuatan pemilik tulang makin besar manfaatnya.


Kemudian Zhi Shimo memeriksa isi cincin dimensi, didalamnya banyak gulungan kulit binatang yang berisi berbagai macam teknik beladiri aktif dan pasif, ada banyak Pil Qi bergaris, Batu Mistik, Batu Kuno, emas, bahkan ada juga Batu Cahaya.


Setelah satu peti batu ukir telah kosong, Zhi Shimo berlanjut ke peti batu lain. Seperti sebelumnya, dia menelan mutiara jiwa dan merasakannya hanya setetes air membasahi lidah, lalu mengambil harta dan menyentuh kerangka agar menjadi bubuk, lalu tulang yang menjadi bubuk dia simpan.


Setelah 25 peti batu ukir dikosongkan, tinggal satu peti yang paling besar, Zhi Shimo terkejut melihat cahaya yang keluar dari dalam peti menyelimuti tubuh Raja Burung Feng yang terluka akibat energi Kunang-kunang, dengan Mata Langitnya dia melihat cahaya itu berasal dari di batu yang dipegang oleh kerangka.


Dengan kecepatan mata memandang, tubuh Raja Burung Feng secara perlahan pulih, bulu-bulu yang rontok mulai tumbuh, kulit yang gosong juga mulai berubah warna menjadi seperti sediakala.


Setelah luka luar dipulihkan oleh cahaya yang keluar dari dalam peti, Raja Burung Feng masih belum sadarkan diri, bisa dipastikan luka dalamnya butuh waktu lama untuk sembuh, apalagi jiwanya juga terluka serius.


Dua prajurit burung terlihat gembira melihat rajanya telah pulih, lalu salah satu prajurit burung melihat rekannya yang berada di pintu masuk makam sedang mengawasi diluar.


"Apakah monster itu telah pergi?" tanya Eagle Knight Army kepada juniornya si Crow Knight Army yang sedang berjaga-jaga.


"Dia tidak terlihat... Mungkin telah berada di Perapian Air Suci!" jawab Crow Knight Army sambil melihat ke tempat terakhir Zhi Shimo menyerang pasukan burung.


"Kamu kabarkan pada Permaisuri Bian tentang kejadian ini!" pinta Eagle Knight Army kepada rekannya dari Owl Warrior Army.


Permaisuri Bian Fen memimpin anak-anaknya berserta keluarga besar untuk berburu harta di Makam Peperangan Kuno, dia hanya membawa satu jenderal Phoenix yang memimpin 100 Eagle Knight dan 200 Owl Warrior Army. Dengan membawa satu jenderal dan tiga ratus prajurit sudah dipastikan Makam Peperangan Kuno berpotensi akan ada persaingan yang intens antar pemburu harta.

__ADS_1


Owl Warrior Army segera keluar dari makam untuk menemui Permaisuri Bian yang berada di Alam Tianwu, dia langsung terbang tanpa menimbulkan suara dan inilah kelebihannya.


Zhi Shimo yang mendengar obrolan mereka hanya tersenyum tipis, lalu dia masuk ke dalam peti batu terakhir yang dijadikan tempat tidur Raja Burung Feng.


__ADS_2