
Chapter 84. Kisah Perang Raja (2).
Ras Titan itu berpihak kepada Ras Elohiim. Lalu keluar dari lubang portal dimensi Ras Golem dan berpihak kepada Ras Reptilian. Kemudian, kedua Ras Elohiim dan Ras Reptilian sebagai pemimpin segera memerintahkan untuk melawan Void Dragon yang tidak memihak siapapun.
Satu perwakilan dari Raja Ras Titan dan Raja Ras Golem segera menyerang Void Dragon. Kemudian, tubuh Raja Titan mengeluarkan cahaya merah api, semula bertubuh kecil seukuran manusia normal, kini berubah menjadi raksasa dengan tubuh berlapis baja.
Boom...
Ras Golem terjun ke tanah dan hentakan kakinya membuat gelombang tsunami, kemudian bebatuan disekitarnya melayang dan bergerak menuju ke arahnya. Bebatuan besar itu menempel pada Raja Golem, kini wujudnya berubah menjadi raksasa batu.
"Roarrr!!" raungan Void Dragon yang tidak gentar harus melawan dua musuh sekaligus.
Kedua raja itu melesat ke arah Void Dragon dan Pertarungan pun segera terjadi dengan sengit. Void Dragon yang unggul dalam memanipulasi kekosongan, dengan mudah menghilang dan muncul di belakang musuh.
Void Dragon melepaskan serangan petir kepada musuhnya, namun Raja Golem dan Raja Titan bermanuver ke kiri dan kanan kanan, lalu menyerang balik dengan melepaskan pukulan jarak jauh yang terfokus di kepala tergetnya.
Boom... Boom...
Dua pukulan berenergi meleset dan serangan mereka saling berbenturan. Kedua raja itu melihat tubuh Void Dragon meliuk-liuk memasuki kekosongan dan muncul jauh dari musuhnya
Void Dragon tidak akan memberikan kesempatan lawan bisa dekat dengannya, sebab jumlah lawan lebih diuntungkan jika bertarung jarak dekat, apalagi kekuatan mereka setara di tingkat Half Omega.
Karena Void Dragon menginginkan pertarungan jarak jauh, kedua raja itu merentangkan tangan kanan ke depan. Raja Titan mengendalikan elemen logam dan bermunculan ribuan tombok besi. Raja Golem menggunakan elemen tanah dan bermunculan ribuan batu besar.
"Roarrr!!" Void Dragon meraung keras dan dari mulutnya keluar bola petir, tanduknya juga mengumpulkan kekuatan petir.
Ketiga raja serempak melepaskan serangan terkuatnya. Dan suara "Boom...!" ledakan hebat memekakkan telinga dan memicu gelombang kejut yang sangat panas...
Zhi Shimo dan Qin Diao Chin segera menjauh dengan terbang setinggi mungkin. Bagi mereka berdua, pertempuran ini seperti nyata; bisa merasakan tekanan aura kekuatan, merasakan hembusan angin dan mendengar apapun di medan pertempuran, padahal semua yang terjadi hanyalah sebuah ingatan masa lalu.
Tubuh Zhi Shimo dan Qin Diao Chin sedikit terdorong gelombang kejutnya, mereka juga merasakan panas. Jantung berdebar-debar hingga tak mampu berkata-kata dengan pertempuran tiga raja yang dahsyat.
"Luar biasa, ini sungguh menakjubkan... Beruntung kita bisa melihatnya, merasakan dan ini bagus untuk menambah pengetahuan kita!" seruan Zhi Shimo yang sangat senang bisa melihat semuanya.
Qin Diao Chin mengangguk dan tidak sedikitpun mengedipkan matanya, ia melihat Void Dragon menghilang dan muncul jauh di atas musuhnya.
Tanpa disadari oleh Zhi Shimo dan Qin Diao Chin, dibelakang mereka berdiri sosok pria tampan yang ikut menonton pertarungan, dia menyilangkan kedua tangan di dada, di pinggang kanan dan kiri terselip pedang dan punggung bersilang senjata tombak, dia adalah Dewa Tianwu.
__ADS_1
Zhi Shimo dan Qin Diao Chin melongo melihat Void Dragon berubah menjadi sosok wanita cantik, baru tahu jika Void Dragon adalah seorang wanita.
Zhi Shimo melihat Qin Diao Chin, sebab wajahnya sangat mirip dengan perwujudan dari Void Dragon, dia makin terkejut saat melihat sosok pria tampan di belakang.
Zhi Shimo langsung menarik pergelangan tangan Qin Diao Chin dan menjauhinya, dia tidak tahu siapa pria tampan itu. Qin Diao Chin menjadi waspada melihat kehadiran Dewa Tianwu yang tidak dirasakan sama sekali.
Dewa Tianwu tersenyum hangat melihat Tian Zhi dan Qin Diao Chin, lalu dia kembali melihat perwujudan dari Void Dragon. "Jangan takut, aku bukan musuh maupun berniat buruk kepada kalian," katanya dengan intonasi suara yang tegas dan berwibawa.
Qin Diao Chin melihat wajah Zhi Shimo yang ketampanannya setara dengan Dewa Tianwu, terlihat seperti usia 35 tahun. Dewa Tianwu memiliki potongan rambut pendek, dengan tinggi badan mencapai 195 cm, tubuhnya kekar dan memiliki empat senjata Artefak Alami, pakaiannya serba berwarna putih dan pengikat kepala ada hiasan permata ditengah alis.
Sedangkan Zhi Shimo memiliki rambut panjang dan berwarna putih, pakaiannya serba hitam, tinggi badan sedikit lebih pendek dari Dewa Tianwu, di pipi hingga lehernya memiliki tato berwarna merah mirip kobaran api, di dahinya ada tato Yin Yang dan kedua matanya sama seperti milik Dewa Tianwu.
Ada dua hal yang menarik perhatian Qin Diao Chin diantara kedua pria tampan ini; memiliki aura yang sama dan kedua bola matanya terlihat sama, hanya saja bola mata Dewa Tianwu sedikit redup, sedangkan bola mata Zhi Shimo jika diamati secara seksama, akan melihat gambaran luar angkasa.
"Seperti adik dan kakak... Apakah mereka ada hubungannya? Jangan-jangan mereka bersaudara?" batin Qin Diao Chin yang menerka-nerka, lalu dia melihat wanita cantik itu melambaikan tangan dan mengeluarkan petir.
Raja Golem dan Raja Titan juga mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan Xukong Long, kembali tiga energi saling berbenturan, saking hebatnya benturan, membuat Ras Elohiim dan Ras Reptilian membuat perisai diri agar tidak terkena dampak gelombang kejut panas.
"Naga Kekosongan itu adalah nenekmu dan kamu adalah titisannya!" ungkap Dewa Tianwu sambil melihat Qin Diao Chin.
Qin Diao Chin melongo dengan ucapan Dewa Tianwu, dia tidak menyangka wujud neneknya adalah Naga Kekosongan. Namun, didalam hatinya skeptis dengan ucapan Dewa Tianwu, sebab dia terlahir dari rahim seorang wanita dari Ras Manusia yang bermarga Qin.
"Aku tahu kamu tidak akan percaya! Aku akan sedikit menceritakan asal usul Naga Kekosongan yang bernama Xukong Long. Dia adalah istriku, kami memiliki putra dan putri. Karena garis darahku lebih dominan, keturunan kami 75% adalah Ras Manusia, sisanya garis darah Naga Kekosongan. Kejadian in--"
"Maaf! Kalau boleh tahu, siapa Anda?" sela Zhi Shimo yang ingin tahu indentitas pria dihadapannya sebelum selesai bercerita, jika tidak mengetahui identitasnya, akan sulit bisa menyambungkan benang merah.
Dewa Tianwu memicingkan matanya, tampak tidak suka saat sedang berbicara dipotong. Zhi Shimo dan Qin Diao Chin makin erat memegang tangan, sebab merasakan tekanan kuat dari Dewa Tianwu yang memiliki kekuatan tingkat True Omega level 90.
Eksistensi seperti Dewa Tianwu tidak mudah untuk disinggung, apalagi membuat masalah. Dewa Tianwu menarik aura kekuatannya dan tersenyum setelahnya, lalu dia melihat lagi pertarungan Xukong Long yang dikeroyok oleh Raja Golem dan Raja Titan.
"Panggil saja... Senior Tianwu."
Zhi Shimo dan Qin Diao Chin tercengang mengetahui sosok legenda di depan mata. Qin Diao Chin mengetahui sejarah Dewa Tianwu saat Kitab Suci dari Galaksi Kelahiran bercerita sebelum Zhi Shimo datang ke Alam Tianwu.
"Maafkan ketidaksopanan kami, Dewa!"
Serempak Zhi Shimo dan Qin Diao Chin sedikit membungkukkan badannya dan menangkupkan kedua tangan, itu sebagai bentuk kesopanan pada yang lebih tua dan memiliki status terhormat. Setelah itu mereka berdua melirik Xukong Long yang melepaskan serangan terkuatnya kepada Raja Golem.
__ADS_1
Boom...
Dewa Tianwu melambaikan tangan saat gelombang kejut akan menerpa mereka bertiga, dia tersenyum senang saat dirinya masih dikenali oleh generasi muda.
Lalu Zhi Shimo dan Qin Diao Chin melihat tubuh Raja Golem hancur berkeping-keping, setelah terkena serangan pukulan petir dari Xukong Long, tubuhnya yang terbuat dari bebatuan berterbangan kemana-mana, yang mengejutkan bebatuan itu kembali menyatu dan Raja Golem kembali hidup.
"Roarrr!!"
Di kejauhan terlihat naga yang lainnya meraung keras sambil terbang sangat cepat, tubuhnya berwarna kecoklatan seperti warna kayu, dia adalah Fucang Long si Naga Tanah.
Xukong Long tersenyum melihat bala bantuan datang. Fucang Long dengan cepat tiba dan berhenti di samping Xukong Long. Mereka berdua saling mengangguk, tampak sudah mengerti siapa yang akan menjadi lawannya.
"Dia adalah Fucang Long, mungkin kalian sudah tahu tentangnya," kata Dewa Tianwu yang memperkenalkan salah satu dari 12 Raja Naga.
Zhi Shimo baru tahu nama asli Naga Tanah, dia melihat Fucang Long menyerang Raja Titan dan Xukong Long melawan Raja Golem. Karena sebelumnya sudah diceritakan oleh Naga Tanah, dia sudah tahu akhir pertarungan Fucang Long dengan Raja Titan.
Sedangkan Xukong Long si Void Dragon bertarung sengit dengan Raja Golem. Tubuh Raja Golem berulang kali hancur berkeping-keping, tapi bebatuan selalu kembali menyatu, dan juga banyak batu besar yang berdatangan untuk meregenerasi bagian tubuh yang telah menjadi debu.
Pertarungan empat raja berlangsung berhari-hari. Sedangkan Ras Elohiim dan Ras Reptilian tidak tinggal diam, dua kelompok itu saling menyerang dengan teknologi canggih.
"Karena kamu keturunan ku dan juga titisan dari istriku, aku akan memberikan sesuatu yang berharga untuk masa depanmu," kata Dewa Tianwu kepada Qin Diao Chin, dia tampak malas melihat pertarungan yang sudah tahu hasil akhirnya.
Qin Diao Chin sedikit kebingungan, sebab Dewa Tianwu tidak melanjutkan cerita tentang asal usulnya. Sebelum dia bertanya, Zhi Shimo terlebih dahulu berbicara, "Dewa, apakah saya boleh bertanya?"
Dewa Tianwu mengunci alisnya untuk beberapa saat, lalu dia memeriksa seluruh tubuh Zhi Shimo dari kepala hingga ujung kaki. Zhi Shimo merasakan tatapan tajam Dewa Tianwu yang sedang menyelidikinya.
"Kamu ...!" Dewa Tianwu terkejut saat mengetahui siapa Zhi Shimo dan enggan melanjutkan perkataannya, "setelah aku memberikan hadiah kepada cucuku, aku akan menemui mu jika waktunya tiba!" lanjutnya sambil melambaikan tangan dan energi menyelimuti tubuh Qin Diao Chin tanpa bisa menghindarinya.
Tiba-tiba kedua mata Zhi Shimo menjadi buram dan kepalanya sangat pusing, dia perlahan turun dan berlutut menahan rasa sakit kepala. Setelah beberapa saat menahan rasa sakit, Zhi Shimo melihat semua telah berubah total, tidak ada lagi pertempuran, Qin Diao Chin menghilang bersama Dewa Tianwu.
Kini yang dilihat oleh Zhi Shimo ada sebuah danau tepat di depannya, ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Fucang Long si Naga Tanah, yaitu tentang Kolam Air Tangisan.
Zhi Shimo duduk dengan kedua lutut sebagai tumpuan sikut dan tangan memijat kepalanya sendiri yang masih terasa pusing.
"Aneh...! Apa yang sebenarnya terjadi, semuanya membuatku bingung!" gerutunya yang tidak mendapatkan penjelasan dari Dewa Tianwu, lalu dia membaringkan tubuhnya dan menatap langit yang cerah.
"Eh! Ini ...!" Zhi Shimo baru menyadari jika tempatnya kini bukan lagi berada di Dunia Mistik...
__ADS_1
Bersambung.