Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 50. Bukit Batu Gajah.


__ADS_3

Chapter 50. Bukit Batu Gajah.


Tubuh Zhi Shimo tengelam ke dalam laut setelah terkena serangan, dadanya terasa panas dan terlihat bekas satu kepalan tangan. Celestial She yang tahu hanya diam, sebab dia sudah memberikan peringatan, jika Laut Berlian Biru sangatlah berbahaya, dan Zhi Shimo malahan berhenti di pulau kecil.


"Kekuatan Deity... Pantas aku kalah!" gumamnya di dalam hati, dia tidak menyesal kalah dari yang lebih kuat.


Kedua matanya menjadi buram dan samar-samar melihat wajah Yuna Aurora yang ketakutan. Karena melihat wajah istrinya, Zhi segera menguatkan dirinya dengan berusaha untuk tidak pingsan, segera dia berenang kepermukaan air laut sambil menahan rasa sakit di dadanya.


Namun, disaat akan mencapai permukaan air laut, Zhi Shimo melihat banyak Humanoid Monster Frog Sea menceburkan diri untuk menangkapnya, segera dia merubah wujudnya menjadi air.


Ada sekitar tiga puluh lima Humanoid Monster Frog Sea melewati Zhi Shimo, termasuk dua orang yang menyerangnya. Setelah mereka lewat, Zhi Shimo segera bergerak secara perlahan, agar tidak memicu gelombang air.


Tiga puluh lima Humanoid Monster Frog Sea menyebar, namun tidak menemukan Zhi Shimo. Mereka keheranan, bagaimana mungkin Zhi Shimo yang baru saja terjatuh dan tenggelam bisa menghilang begitu saja.


Dua Humanoid yang menyerang Zhi Shimo membalikkan badan dan melihat ke atas, sekilas terlihat gelombang air bergerak aneh yang melawan arus seperti dilewati oleh sesuatu.


Kedua Humanoid saling berkomunikasi dengan bahasa katak. "Kwok... Serangan mu tadi jelas mengenainya, tapi... Kwok... Kemana dia?"


"Kamu tanya aku, lalu aku tanya siapa? Kwok!" sahut rekannya yang bertubuh lebih gemuk, lalu dia segera kembali ke permukaan laut untuk memeriksa gelombang air laut yang aneh.


Gelombang air laut yang mereka lihat aneh itu, dikarenakan Zhi Shimo sedang bergerak ke permukaan laut. Sedangkan Zhi Shimo telah keluar dan terbang secepat mungkin menjauhi pulau Humanoid Monster Frog Sea.


Zhi Shimo segera mengeluarkan dua butir Pil Penyembuh dan langsung menelannya. Efek Pil Penyembuh segera dirasakan, dimana dia terbatuk-batuk dan memuntahkan darah yang menggumpal.


Sepanjang perjalanan menuju ke tempat persembunyian Yuna Aurora, Zhi Shimo melihat banyak tentara Kepiting. Saat berada di tengah Laut Berlian Biru, dia melihat binatang air Kunpeng keluar dari dalam laut.


Zhi Shimo mengurangi kecepatannya dan bergerak menjauhi binatang air Kunpeng. Namun, dua ekor binatang air Kunpeng itu mengetahui pergerakan angin yang diterjang oleh Zhi Shimo.


Salah satu Kunpeng segera mengejarnya dengan kecepatan tinggi, disaat dekat dengan pergerakan angin yang dilewati oleh Zhi Shimo, dia mengayunkan ekornya.


"Sialan!?" umpat Zhi Shimo saat melihat ekor binatang air Kunpeng melesat ke arahnya.


Swosh...


Zhi Shimo pun terhempas dan melesat saat cepat melebihi kecepatannya. Seketika dorongan angin memperlihatkan wujud Zhi Shimo yang seperti anak panah.


Kunpeng yang melihatnya segera memuntahkan bola air ke arah angin yang membentuk seperti anak panah.


Zplazh...


Tubuh Zhi Shimo terhantam bola air dan makin membuatnya terpental dengan sangat cepat. Walaupun merasakan rasa sakit yang teramat, dia tidak berteriak keras, khawatir akan memperjelas penyamarannya yang menjadi angin.


Zhi Shimo terguling-guling di udara tanpa mampu menstabilkan tubuhnya, hingga perlahan dia pun memejamkan mata dan pingsan.


Jelas Zhi Shimo bukan tandingannya binatang air Kunpeng, sebab kekuatan terpaut tiga belas tingkat. Kunpeng berada di tingkat God Warrior, sedangkan Zhi Shimo di tingkat Earth Immortal.

__ADS_1


...****************...


POV, Yuna Aurora dan Qin Diao Chin.


Di gua tempat persembunyian Yuna Aurora, tepatnya di bukit berbatu seukuran binatang Gajah, namanya Bukit Batu Gajah.


Di gua, terlihat delapan wanita yang bersembunyi dari kejaran Roh Jahat, mereka adalah Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Qin Lianshi, Yusan, Ming Yun, Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu.


Di gua, Yusan dan Ming Yun bertugas untuk mengawasi situasi di luar, mereka melihat dua puluh lebih Roh Jahat yang berkeliaran mencari mangsa.


Nasib mereka sedikit lebih baik dari Zhi Shimo dan yang lainnya, dimana setelah dimuntahkan dari lorong labirin, lokasi mereka terjatuh tidak berjauhan seperti lainnya, dan mereka bisa berkumpul bersama-sama.


Anehnya, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi telah berada di Bukit Batu Gajah lebih lama, terpaut jarak lima hari dari Tim Seribu Malam, gua itu juga tempat persembunyian yang mereka berdua temukan.


Waktu itu, setelah dimuntahkan dari lorong labirin, mereka bertemu dengan Roh Jahat. Akhirnya, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi bertarung dan banyak menewaskan Roh Jahat. Namun, jumlah Roh Jahat yang seakan-akan tidak ada habisnya, membuat mereka kabur dan menemukan gua Bukit Batu Gajah.


Semenjak itu, mereka pun bersembunyi, dan akan keluar disaat Roh Jahat tidak ada disekitar Bukit Batu Gajah. Di hari yang kelima, Qin Lianshi yang kebetulan sedang mencari makanan dan tanaman langka, melihat di langit muncul beberapa lubang dan keluar Yuna Aurora dan yang lainnya.


Segera Qin Lianshi menghampiri Yuna Aurora dan yang lainnya. Lalu mengajak mereka untuk bersembunyi di dalam gua, sebab munculnya lubang di langit diketahui oleh Roh Jahat.


"Kenapa Roh Jahat itu tidak meninggalkan Bukit Batu Gajah!" ujar Ming Yun yang kesal, dia dan semua temannya merasa menjadi ikan yang terjebak di dalam jaring.


Qin Diao Chin yang sedang duduk bersila untuk berkultivasi, membuka mata dan melihat ke luar gua, lalu dia berbicara, "tidak lama mereka akan pergi. Biasanya, mereka hanya akan berada di Bukit Batu Gajah selama waktu dua dupa, setelah itu mereka pergi."


Selama lima hari ini, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi telah mempelajari kebiasaan Roh Jahat. Roh Jahat seperti memiliki jadwal untuk berburu, setiap waktu empat dupa, Roh Jahat akan keluar dari dalam tanah untuk berburu mahkluk jenis apapun, selain siluman. Setelah waktu dua dupa, mereka akan kembali ke sarangnya, entah mendapatkan mangsa atau tidak, Roh Jahat harus kembali, dan mereka melakukan itu terus berulang-ulang.


Karena telah mengetahui kebiasaan Roh Jahat, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi bisa bertahan hidup di Bukit Batu Gajah, selama itu mereka terus berkultivasi agar cepat meningkatkan kekuatannya, lalu bisa bertarung dengan Roh Jahat dengan mudah.


Setelah waktu dua dupa, Roh Jahat meninggalkan Bukit Batu Gajah. Yusan dan Ming Yun menghela nafas lega, mereka seperti terlepas dari tekanan berat.


"Ayo, kita mencari apapun yang bermanfaat selama waktu dua dupa ini dan segera kembali sebelum Roh Jahat keluar lagi!" ajak Qin Lianshi kepada teman-temannya, lalu melihat Yuna Aurora.


Yuna Aurora membuka mata, ketika merasakan segel keluarganya bergetar sesaat, segera dia memeriksanya. Dia bernafas lega saat tato di pusarnya baik-baik saja. Namun, perasaannya menjadi gelisah dengan keadaan Zhi Shimo.


Reaksi Yuna Aurora yang khawatir tentang keadaan Zhi Shimo dikarenakan segel keluarga yang saling terkoneksi, apapun yang Zhi Shimo rasakan dan alami, segel keluarga akan memberikan reaksi. Segel keluarga yang bergetar ketika Zhi Shimo terkena serangan binatang air Kunpeng.


Diao Chin yang melihat Yuna Aurora yang terlihat gelisah segera bertanya, "ada apa?"


"Perasaan ku tidak enak dengan keadaan suamiku!" jawab Yuna Aurora.


Qin Diao Chin dan Qin Lianshi tertawa kecil saat Yuna Aurora memanggil Zhi Shimo sebagai suami. Yuna Aurora yang merasa diejek segera memperlihatkan segel keluarga.


"Ini bukti aku telah menjadi pasangan Dao Zhi Shimo, dia sendiri yang memberikannya!" terang Yuna Aurora dengan nada bangga, sesaat kegelisahannya menghilang.


Semua wanita melihat segel keluarga di pusar Yuna Aurora, berbentuk lingkaran Yin Yang. Qin Diao Chin mendekati Yuna Aurora dan melihat segel keluarga dengan teliti.

__ADS_1


"Segelnya bisa bergerak namun sangat lambat," Kata Qin Diao Chin setelah memperhatikan segel keluarga besar Zhi Shimo.


"Mirip dengan kedua matanya!" imbuh Qin Lianshi yang teringat kedua mata Zhi Shimo.


Semua wanita yang penasaran segera mengerumuni Yuna Aurora dan melihat segel keluarganya. Wajah-wajah mereka terlihat iri dan reaksinya dilihat oleh Yuna Aurora.


"Tidak mudah mendapatkan segel ini, aku harus membuatnya percaya dan juga... Itu...!" ucap Yuna Aurora dengan malu-malu.


Qin Diao Chin mengerutkan alisnya dan mengangkat kedua tangannya dengan dua jari telunjuk saling bersentuhan. "Apakah kamu sudah...?" tanyanya, sambil memperagakan dua jari saling menempel dan terlepas berulang-ulang.


Yuna Aurora mengangguk sebagai jawaban, wajahnya yang putih menjadi merah. Semua wanita melongo melihat pengakuannya, mereka pun makin cemburu dengan Keberuntungan Yuna Aurora menjadi pasangan Dao Dewa Binatang.


Padahal, Yuna Aurora hanya berciuman, ketika akan melakukan hubungan suami-istri, selalu saja terhalang banyak hal. Jadi, Yuna Aurora berkata begitu agar tidak ada pesaing dan Zhi Shimo hanya untuknya.


Namun, Qin Diao Chin malah tertawa, sebab dia mengetahui jika Yuna Aurora masih seorang gadis dan belum pernah berhubungan intim dengan Zhi Shimo.


"Kenapa tertawa? Segel ini adalah bukti" protes Yuna Aurora yang merasa Qin Diao Chin tidak percaya.


Akhirnya semua wanita tahu jika Yuna Aurora berbohong dan ikut tertawa. Sebagai seorang wanita, semuanya tahu ciri-ciri wanita yang telah berhubungan intim dan Yuna Aurora masih mengeluarkan Energi Yin murni.


"Ya... Ya ... Ya, aku percaya kamu telah menjadi pasangan Dao! Tapi, kamu masih mengeluarkan Energi Yin murni!" jawab Qin Diao Chin dan kembali menertawakan Yuna Aurora.


Sebelum Yuna Aurora berbicara, Qin Lianshi segera berkata, "ayo, kita cari makanan dan tanaman sebelum Roh Jahat keluar."


Dengus Yuna Aurora yang tidak bisa membalas ejekan Qin Diao Chin, lalu dia melihat Yusan dan Ming Yun. "Kalian dulu, berikutnya baru aku dan Chin'er!" pintanya kepada mereka berdua.


Akhirnya yang keluar dari gua adalah Qin Lianshi, Yusan, Ming Yun dan Juan Fangsu. Dan waktu berikutnya giliran Yuna Aurora dan ketiga temannya.


"Bagaimana kamu bisa berada di sini?" tanya Yuna Aurora kepada Qin Diao Chin yang telah duduk bersila di depannya.


"Ini gara-gara putra Raja Caldwell, mereka menjebak kita ...." jawab Qin Diao Chin, disaat akan bercerita bagaimana mereka berdua bisa berada di Dunia Mistik, dia tiba-tiba menatap ke luar gua dengan raut wajah serius


Shima Yao, Bai Nuan dan Yuna Aurora ikut melihat ke luar gua, tapi mereka tidak melihat Roh Jahat. Dengan rasa penasaran, Yuna Aurora bertanya, "bagaimana kamu bisa terjebak?"


"Dia akan lepas... Bencana sebentar lagi akan dialami Alam Tianwu!" ungkap Qin Diao Chin dan segera berdiri, lalu dia berjalan menuju pintu keluar gua.


Yuna Aurora, Shima Yao dan Bai Nuan menjadi kebingungan dengan ucapan Diao Chin, mereka pun ikut berdiri dan mengikuti Qin Diao Chin.


"Apa maksudmu? Bencana apa yang akan terjadi?" cecar Yuna Aurora yang kebingungan.


"Monster Lima Elemen akan kembali ... Tampaknya ada seseorang yang melanggar larangan yang dibuat oleh Wali Penjaga Alam Tianwu!" jawab Qin Diao Chin dan menjelaskan secara singkat.


Yuna Aurora yang akhirnya mengerti, karena sebelumnya Qin Diao Chin pernah bercerita tentang Monster Lima Elemen, lalu dia melihat ke luar gua dengan tatapan serius. Berbeda dengan Shima Yao dan Bai Nuan yang masih kebingungan, ingin bertanya tapi segan melihat Qin Diao Chin yang sangat serius.


Ya, karena Qin Diao Chin secara pribadi dan bersama anggota Ordo Kegelapan yang memenjarakan Monster Lima Elemen, sehingga dia mengetahui apa yang terjadi dengan altar penjara.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2