
Chapter 39. Nenek Lonceng Lilin.
Yuna Aurora terkejut setelah mendapatkan segel keluarga, dimana dantian-nya bergejolak tanda akan menerobos, dia segera duduk bersila untuk meningkatkan kekuatan.
Zhi Shimo tersenyum melihat Yuna Aurora, namun senyuman itu menghilang seketika, saat mendengar suara lonceng yang pernah dia dengar di Desa Chang.
Zhi Shimo buru-buru keluar untuk memeriksa diluar Formasi Perlindungan, disaat keluar melihat Pang bersaudara malah tertidur dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
Diluar Formasi Perlindungan dia melihat suasana malam begitu hening, tidak ada suara binatang maupun pemburu siluman yang sesaat lalu masih terdengar mengobrol.
Di jalur masuk ke Lembah Seribu Siluman, Zhi Shimo melihat beberapa api yang melayang dan bergerak mendekati tenda pemburu siluman barisan terdepan. Zhi Shimo segera membuka Mata Langit dan melihat seseorang wanita tua berwajah menyeramkan.
Kedua mata wanita tua itu menyala, gigi tajam, hidung besar, membawa lonceng di tangan kanan dan lilin di tangan kiri, pakaiannya berwarna putih dan compang-camping, kedua tangannya berkerut dengan kuku-kuku yang tajam, anehnya wanita itu tidak memiliki kaki.
Zhi Shimo terus mengawasi apa yang akan dilakukan oleh wanita tua menyeramkan itu. Wanita tua itu mendekati tenda pemburu siluman yang berada di depan jalur menuju ke Lembah Seribu Siluman.
Wanita tua itu terus membunyikan lonceng, tampak ingin membuat semua orang tertidur pulas, sesekali dia menyeringai dan terlihat lidahnya yang bercabang seperti ular.
Lalu wanita itu melihat dua pria yang sudah tertidur di depan bara api unggun, dia mencondongkan tubuh dan mendekati salah satu pria yang paling lemah, hingga jarak bibir mereka terpaut satu jengkal.
Kemudian keluar dari mulut si pria energi kehidupannya yang terlihat seperti kabut, energi kehidupan si pria itu diserap oleh wanita tua yang menyeramkan.
Secara berlahan tubuh si pria itu lemas, kulit mulai mengeriput, dan seketika tewas tanpa merasakan kesakitan. Wanita tua itu membasahi bibirnya setelah melahap energi kehidupan, lalu tubuhnya sedikit mengeluarkan cahaya redup.
Zhi Shimo bergidik ngeri melihat wanita tua itu, dia menduga wanita tua itu adalah Siluman Hitam, lonceng yang selalu dibunyikan untuk membius korbannya yang memiliki basis kultivasi rendah, lalu lilin di tangan kiri berfungsi untuk menutupi auranya.
"Siluman Hitam jenis apa dia?" gumam Zhi Shimo yang tidak tahu.
"Itu Siluman Sungai yang dikenal dengan sebutan Nenek Lonceng Lilin...," sahut Celestial She yang sejak tadi ikut melihat apa yang dilihat oleh Zhi Shimo, dia menceritakan legenda Nenek Lonceng Lilin.
Nenek Lonceng Lilin kategori Siluman Hitam yang terkenal jahat, metode kekejamannya membuat korban tertidur pulas dengan menggunakan lonceng yang selalu dibunyikan. Setelah korbannya tertidur, Nenek Lonceng Lilin baru menyerang energi kehidupan si korban. Tapi, Nenek Lonceng Lilin hanya menargetkan korban yang lemah.
Konon katanya, sebelum menjadi Siluman Hitam, Nenek Lonceng Lilin merupakan sosok wanita dewasa yang cantik; baik, ramah dan suka menolong, memiliki suami dan dua putri.
Sayangnya, suami Nenek Lonceng Lilin sangat kejam; suka mabuk-mabukan, berjudi, merampok dan melakukan tindakan asusila, sehingga banyak orang yang menaruh dendam. Karena perbuatan buruk suaminya yang tidak diketahui oleh si Nenek Lonceng Lilin, banyak orang berbondong-bondong menuju ke rumahnya untuk membalaskan dendam.
Singkat cerita, si Nenek Lonceng Lilin dan kedua putrinya disiksa selama tiga hari tiga malam, di gantung dengan posisi kepala di bawah, disiksa dan dikuliti hidup-hidup, demikian juga dengan kedua putrinya yang diperlakukan layaknya wanita penghibur. Setelah puas menyiksa dan sebelum mati, kaki ketiga wanita itu diikat dengan batu, lalu diceburkan ke dalam sungai.
Semenjak itu, Nenek Lonceng Lilin dendam kepada semua pria, dia selalu menyerap energi kehidupan korbannya, untuk kaum wanita juga tidak jauh berbeda, setelah dibunuh lalu dijadikan pengikutnya. Para pengikut Nenek Lonceng Lilin juga memiliki wujud yang sama, dan pengikutnya menjadi penghuni sungai, setiap ada sungai selalu ada Nenek Lonceng Lilin.
"Jadi, didalam sungai itu banyak silumannya... Kenapa para pemburu siluman harus masuk ke Lembah Seribu Siluman untuk berburu, kan lebih baik berburu di sungai saja? Lalu bagaimana dengan suaminya?" tanya Zhi Shimo setelah Celestial She selesai berbicara.
__ADS_1
"Berburu di sungai tidak mudah seperti di daratan. Setelah, kematian istri dan kedua putrinya, suaminya juga dibunuh. Entah dibuang kemana mayatnya!" jawab Celestial She dan kembali memejamkan mata, dia tidak khawatir akan keselamatan Zhi Shimo.
Nenek Lonceng Lilin telah membunuh dua orang, lalu kembali berniat memburu yang lainnya. Zhi Shimo segera keluar dari Formasi Perlindungan, lalu dia berubah menjadi angin.
Namun, saat Zhi Shimo mendekati Nenek Lonceng Lilin, dia mencium bau busuk yang keluar dari tubuh Nenek Lonceng Lilin. Sebelum Nenek Lonceng Lilin mendekati tenda pemburu siluman, dia mengeluarkan Bola Segel Siluman tingkat tinggi, lalu mengarahkan kepada Nenek Lonceng Lilin.
Nenek Lonceng Lilin terkejut saat melihat sinar yang keluar dari Bola Segel Siluman tanpa melihat Zhi Shimo, dia langsung kabur sebelum diserap oleh Bola Segel Siluman.
Namun, Nenek Lonceng Lilin terlambat kabur, tubuhnya telah terselimuti sinar dan dengan cepat terserap ke dalam Bola Segel Siluman.
"Arghh!" teriakan terakhir melengking sebelum Nenek Lonceng Lilin tersegel.
Zhi Shimo tersenyum puas telah berhasil memburu Siluman Hitam untuk pertama kalinya, lalu dia segera kembali ke kelompoknya.
Suara teriakan Nenek Lonceng Lilin membuat semua pemburu terbangun setelah tidak dipengaruhi suara lonceng, mereka segera waspada dengan memeriksa sekitarnya.
"Ini gara-gara kamu tidak menggunakan Mantra Yin! Bodoh... Bodoh!? Lihat dua teman kita mati!" umpatan salah satu pemimpin tim kepada wakilnya yang lalai, dia dan temannya melihat dua anggota tewas menggemaskan. Namanya adalah Gu Lin, memiliki kekuatan tingkat Great Ascension level tiga.
Tim Seribu Malam juga keluar dari tenda saat mendengar suara Nenek Lonceng Lilin, Pang bersaudara juga terbangun. Mereka melihat keributan di tenda barisan terdepan.
"Apa yang terjadi?" tanya Yuna Aurora yang baru selesai menerobos sebanyak empat level, dia keluar dari gerbong kereta kuda.
Zhi Shimo yang telah kembali dan berdiri di belakang timnya segera membalikkan badan. "Nenek Lonceng Lilin membunuh dua orang!" jawabnya.
Mereka terlihat geram dengan perbuatan Nenek Lonceng Lilin yang banyak membunuh kehidupan.
"Pantas saja aku tiba-tiba mengantuk... Ini pasti karena loncengnya!" sahut Pang Hong yang merasa bersalah tidak bertugas dengan baik, dia seharusnya mampu menangkal pengaruh suara lonceng.
"Ini karena kita terlalu banyak minum minuman keras," kata Pang Heng, sambil terus melihat lokasi korban dikerumuni banyak pemburu siluman yang ingin tahu penyebab kematian.
Kun Liong yang juga berada di sana segera memeriksa korban si Nenek Lonceng Lilin, setelah melihat kondisinya yang terbunuh karena kehabisan energi kehidupan, dia melihat Gu. Lin.
"Dia dibunuh oleh Nenek Lonceng Lilin!" ungkap Kun Liong dan berdiri.
"Sialan!? Aku pasti akan memburunya esok hari!" umpatan Gu Lin, dia segera masuk ke tenda untuk membereskan bekalnya dan akan memburu Nenek Lonceng Lilin.
Zhi Shimo dan timnya masih melihat dari kejauhan, mereka tidak berniat ikut mendekat. "Kita kembali istirahat saja dan tidak perlu khawatir Siluman Hitam bisa menerobos Formasi Perlindungan," katanya kepada tim.
Zhi Shimo dan Yuna Aurora kembali ke dalam gerbong kereta kuda dan timnya pun masuk ke tenda masing-masing.
...****************...
Kun Liong melihat kearah Zhi Shimo dan tersenyum sinis setelahnya, lalu dia kembali ke kelompoknya. Kemudian Kun Ashi mengajak Kun Liong kedalam tendanya.
__ADS_1
Di dalam tenda sudah ada seseorang pria tua yang menggunakan jubah penyamaran dan dia adalah Kaisar Kun yang sedang menyamar.
"Ayah."
"Paman."
Sapa Kun Ashi dan Kun Liong kepada Kaisar Kun. Kaisar Kun meminta mereka duduk.
"Aku akan berikan kalian kekuatan secara instan, tapi hanya setingkat Crossing Tribulation level sepuluh untuk mengalahkan dia. Sebelum kalian membunuhnya, tampung jiwanya di dalam wadah ini...," kata Kaisar Kun kepada putri dan keponakannya.
Lalu Kaisar Kun memberikan sebuah alat berbentuk cermin kepada Kun Liong, alat itu adalah Cermin Penyerap Jiwa. Dengan alat itu, jiwa siapapun yang diserap akan mengungkapkan semua rahasianya.
Kun Ashi jelas kegirangan namun masih menahan diri, dia memeluk lengan ayahnya dengan manja. Kun Liong juga senang dan menerima Cermin Penyerap Jiwa.
"Liong'er, tugasmu mengalahkannya, setelah berhasil kabari aku dan jangan sekali-kali menyerap jiwanya saat terjebak di dalam cermin! Kamu segera duduk bersila!" perintah Kaisar Kun kepada keponakannya.
"Baik, Paman. Saya akan melaksanakan tugas ini dengan taruhan nyawa!" jawab Kun Liong yang penuh keyakinan mampu mengalahkan Zhi Shimo jika memiliki kekuatan.
Kun Liong segera duduk di lantai dengan bersila. Kemudian Kaisar Kun meletakkan telapak tangan kanan di kepalanya, dia segera mengalirkan energi spiritual yang memasuki tubuh Kun Liong.
Kun Liong seketika menerobos dengan gila-gilaan, dari Golden Core melejit ke tingkat Crossing Tribulation. Kaisar Kun menekan energi terobosan agar tidak diketahui oleh siapapun yang berada di luar tenda.
Kun Liong segera berlutut di depan Kaisar Kun, dia berkali-kali mengucapkan rasa terima kasihnya. Bagi Kaisar Kun, memberikan kekuatan setingkat Crossing Tribulation adalah hal yang sangat sepele, sebab kekuatannya berada di tingkat True Delta, sangat jauh dari tingkat Crossing Tribulation.
Kaisar Kun sebenarnya mampu memberikan kekuatan sampai setingkat Alam Dunia Ilahi atau setingkat Deity. Namun dia sengaja tidak memberikan kekuatan diatas Crossing Tribulation, sebab akan memicu perhatian.
Sebelum menerobos ke tingkat Earth Immortal, seseorang kultivator akan mengalami Kesengsaraan Petir terlebih dahulu, sebab itu Kaisar Kun hanya memberikan kekuatan sebesar Crossing Tribulation level sepuluh.
"Sekarang kamu bisa kembali. Ingat pesan ku!" perintah Kaisar Kun.
Segera Kun Liong keluar dari tenda milik Kun Ashi dengan wajah berseri-seri, setelah keluar dia melihat gerbong kereta kuda milik Zhi Shimo, di dalam hatinya dia berkata, "saatnya pembalasan dan merebut apa yang seharusnya milikku!"
Kun Liong sangat mencintai Yuna Aurora dan segala cara akan dilakukan untuk mendapatkannya. Lalu dia berjalan ke tenda Wu Chyou dan Wu Jin untuk membahas rencana membunuh Zhi Shimo.
Kun Ashi telah duduk bersila di lantai, membelakangi ayahnya. Kaisar Kun melakukan hal yang sama seperti Kun Liong. Setelah Kun Ashi mendapatkan kekuatan yang sama seperti Kun Liong, dia memeluk ayahnya.
"Tugasmu, jika Liong'er gagal, giliran mu mendekati Dewa Binatang, rayu dia dengan segala cara. Tapi, aku yakin Liong'er mampu mengatasinya. Aku lakukan ini untuk berjaga-jaga karena tidak bisa lagi menemui kalian seperti saat ini. Apakah kamu paham!" kata Kaisar Kun dengan nada lembut saat berbicara kepada putrinya.
Kaisar Kun menemui putrinya tanpa sepengetahuan Kitab Suci, dia melakukan ini untuk mendapatkan apa yang dimiliki oleh Zhi Shimo, rencana ini sudah dibahas dengan Kaisar Hernandez Celosia sebelum Konferensi Tianwu dimulai.
Kun Ashi menghela nafas berat saat orang yang telah memikat hati akan dibunuh, lalu dia berbicara kepada ayahnya dengan manja, "Yah, apakah harus membunuhnya?"
Kaisar Kun geleng-geleng saat tahu putrinya telah jatuh hati kepada orang yang akan dia bunuh. Lalu dia berdiri dan berjalan mondar-mandir di depan putrinya. Kaisar Kun akan melakukan apapun demi putri yang paling dia sayangi, namun dia juga tidak mungkin melepaskan Zhi Shimo yang memiliki hal berharga dari apapun.
__ADS_1