Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 37. Menghilangnya Kepala Pengawal.


__ADS_3

Chapter 37. Menghilangnya Kepala Pengawal.


Yuna Aurora membuka matanya dan terkejut saat melihat Stalaktit, dia segera bangun dan telah kembali di gua sebelum menemukan makam Dewa Abadi, dia melihat Zhi Shimo yang berada disampingnya yang sedang tertidur pulas. Yuna Aurora juga melihat wajah timnya yang tertidur pulas sama seperti Zhi Shimo.


"Apakah aku sedang bermimpi!" gumam Yuna Aurora yang kebingungan, lalu dia melihat jalan lorong menuju ke makam Dewa Abadi, namun dia hanya melihat dinding gua tanpa tidak melihat lagi.


Yuna Aurora semakin bingung dan memutuskan untuk membangunkan Zhi Shimo untuk bertanya, dia menggoyangkan lengan kirinya. "Sayang, bangun."


Saat menyentuh lengan Zhi Shimo, Yuna Aurora terkejut saat merasakan kekuatan Zhi Shimo telah berada di tingkat Body Integration. Tidak berselang lama, kekuatan Zhi Shimo naik dengan gila-gilaan dan membuat Yuna Aurora syok.


Setelah Body Integration, naik ke tingkat Great Ascension, lalu terus naik dengan cepat ke tingkat Crossing Tribulation dan berhenti di level delapan.


Tubuh Yuna Aurora gemetaran melihat kekuatan Zhi Shimo yang melejit seperti meteor jatuh dengan cepat.


"Dia ... Dia ... Benar-benar monster!" pekik Yuna Aurora yang tak karuan melihat kekasihnya mendapatkan kekuatan.


Zhi Shimo membuka matanya saat mendengar suara Yuna Aurora, lalu tersenyum dan meletakkan kepala di pahanya.


"Terbangun dan melihat bidadari adalah kenikmatan yang tak bisa ditukarkan dengan apapun!" puji Zhi Shimo dan kembali memejamkan mata, namun Yuna Aurora tidak terpengaruh akan pujian.


"Apakah kamu bermimpi menemukan makam Dewa Abadi yang tiba-tiba berubah menjadi istana, lalu...?" Yuna Aurora segera bertanya dengan menceritakan apa yang dia alami kepada Zhi Shimo.


Zhi Shimo pun mengalami hal yang sama, dia segera bangun dan mendengarkan cerita mimpi Yuna Aurora. Namun, Zhi Shimo tidak mengingat telah bertemu dengan Dewa Abadi dan sempat saling mengobrol.


"Iya, mimpi kita sama! Hanya saja... Setelah kita masuk ke ruang bagian tengah, aku berada di sebuah taman yang sangat indah. Roh Peri berkata, jika apa yang aku lihat hanyalah dunia ilusi dan setelah itu aku ... Aku berada di sini...!" sahut Zhi Shimo setelah Yuan Aurora menceritakan mimpinya, dia mengingat-ingat kembali setelah Kepala Istana mengungkapkan kepadanya yang telah berada di dunia ilusi, lalu dia pun pingsan tanpa ada penyebabnya.


Zhi Shimo tidak mengingat telah berada di luar angkasa dan menghancurkan bintang-bintang dengan energi Kunang-kunang, yang mengakibatkan dia terkena gelombang kejut setelah benturan dan pingsan.


Sedangkan Yuna Aurora saat diruang tengah, dia berada di istana dan menjadi seorang ratu, sedangkan Zhi Shimo menjadi seorang kaisar. Mereka berdua menguasai Alam Tianwu setelah mengalami banyak tantangan dan perjuangan yang berat.


"Mimpi kita berbeda saat diruang tengah... Aneh! Ayo, kita bangunkan mereka, siapa tahu mimpinya bisa memberikan petunjuk tentang keanehan ini!" kata Yuna Aurora dan segera berdiri untuk membangunkan timnya yang sedang tertidur pulas di gua.


"Oh iya! Lihat kekuatanmu," ujar Yuna Aurora yang sempat lupa dengan Zhi Shimo yang mendapatkan kekuatan secara tiba-tiba.


Zhi Shimo yang akan berdiri segera memeriksa kekuatannya dan terkejut saat telah berada di tingkat Crossing Tribulation level delapan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zhi Shimo dengan kebingungan dengan apa yang dialaminya.


"She'er, apakah kamu tahu yang terjadi?" tanya Zhi Shimo kepada Celestial She dengan komunikasi telepati.


"Tidak tahu! Aku hanya ingat sewaktu melihat patung ku dan setelah itu menjadi sangat mengantuk!" jawab Celestial She.


Zhi Shimo memijat pelipisnya yang sedikit pusing memikirkan keanehan ini, lalu dia menepis pikiran yang berkecamuk dan berdiri untuk membangunkan timnya.


"Kenapa kamu bangunkan aku dari mimpi indah!" protes Xu Huang yang kesal telah dibangunkan oleh Juan Rou.


Buk...


"Aduh!!"

__ADS_1


Juan Rou memukul perut Xu Huang dan membuatnya meringis kesakitan.


"Bentak aku sekali lagi...!" geram Juan Rou dengan memperagakan cara memotong daging.


Xu Huang menggigil ketakutan, lalu dia segera bercerita tentang mimpinya, "tahu gak, apa yang aku mimpi--"


"Gak tahu dan gak mau tahu!" potong Juan Rou sebelum Xu Huang selesai bercerita, lalu dia menarik kerah bajunya agar berdiri.


Zhi Shimo tersenyum melihat Xu Huang dan mendengarkan mereka bercerita tentang mimpinya yang tidak jauh berbeda dengan Yuna Aurora. Empat wanita siluman itu terlihat kecewa karena menemukan makam Dewa Abadi ternyata hanyalah mimpi.


"Mungkin mimpi kita pengaruh dari aroma bau busuk dari Monster Mounth yang terbakar dan tidak perlu lagi dipikirkan," kata Zhi Shimo yang menyimpulkan semua kejadian ini.


Semua orang mengangguk setuju dan mengikuti Zhi Shimo yang keluar dari gua. Sesampainya di kolam, Xu Huang langsung melompat untuk mengambil emas yang berada di dasar kolam. Namun, Yuna Aurora menendangnya, karena dia akan membagi harta milik para bandit secara merata.


Sedangkan Zhi Shimo melihat ke atas dimana mereka bisa tercebur di kolam. Jika timnya melewati jalur yang sama, maka akan kesulitan untuk keluar dari gua.


"Hei! Disini ada pintu!" teriakan Yusan setelah membagi emas kepada timnya, termasuk Zhi Shimo yang mendapatkan lebih banyak.


Zhi Shimo melihatnya pintu besi panjang 160 cm dan lebar daun pintu 75 cm, lalu dia segera turun ke dasar kolam. Kemudian, Yusan memberikan emas yang menjadi bagiannya.


Setelah menerima bagiannya, Zhi Shimo membuka pintu besi dan terlihat lorong. Semua orang menghela nafas berat saat melihat lorong, mereka enggan jika kembali tercebur di kolam air berlendir.


"Semoga ini adalah pintu keluarnya!" harap Zhi Shimo, seandainya dia sendirian maka akan melewati jalur awal.


Zhi Shimo segera terjun dan diikuti oleh Yuna Aurora, lalu disusul Yusan serta timnya. Zhi Shimo melihat dibawahnya ada air, tapi bukan air berlendir.


Zhi Shimo dan yang lainnya tercebur, lalu berenang dengan cepat mengikuti jalur lorong yang menuju keatas...


Namun, setelah keluar dari sungai, semua orang tidak melihat Kepala pengawal dan anggotanya, hanya meninggalkan gerbong kereta dan enam kuda terbang.


"Kemana mereka?" gumam Yusan yang khawatir mereka tidak bekerja sesuai kesepakatan, alias kabur dengan memanfaatkan situasi mereka yang sedang mencari harta milik para bandit.


Semua orang mencari keberadaan Kepala pengawal dan anggotanya, namun tidak menemukan di sekitar bukit kapur. Lalu Yuna Aurora kembali terlebih dahulu menemui Zhi Shimo yang sedang menyelidiki sekitarnya.


Disaat timnya sedang mencari Kepala pengawal, Zhi Shimo merasakan aura Siluman Hitam, lalu dia melihat jejak pertempuran yang terlihat jelas sengaja dihilangkan oleh penyerang Kepala pengawal dan anggotanya.


"Kalian semua berkumpul!" teriak Yuna Aurora kepada timnya, saat dia melihat apa yang dilihat oleh Zhi Shimo.


"Mereka habis bertempur dan jejaknya sengaja dihilangkan, aku juga merasakan aura Siluman Hitam," analisis Yuna Aurora yang mengikuti Zhi Shimo sedang menyelidiki jejak pertempuran, Zhi Shimo mengangguk paham dan melihat timnya telah kembali berkumpul.


"Ish! Aku kira si Kepala pengawal telah kembali!" sungut Xu Huang yang baru tiba bersama rekannya, tapi dia tidak melihat Kepala pengawal.


Zhi Shimo melihat secuil potongan daging dan kain milik Kepala pengawal, lalu melihat jejak beberapa pepohonan yang tumbang.


"Mereka telah mati!" ungkap Zhi Shimo setelah melakukan investigasi terkait menghilangnya Kepala pengawal.


"Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Yuna Aurora.


"Lihat daun kering disana, kalian akan melihat pohon yang tumbang ditutupi... Kepala pengawal diserang dari arah itu!" jawab Zhi Shimo sambil menunjukkan daun kering yang sengaja ditumpuk untuk menutupi jejak pertempuran.

__ADS_1


Xu Huang dan Juan Rou segera memeriksanya dan memang ada bekas pertempuran.


"Aneh, kenapa repot-repot menutupi jejak pertempuran!" ujar Yuna Aurora yang keheranan dengan pelakunya.


"Lalu siapa pembunuhnya dan tidak mungkin siluman yang melakukannya?" tanya Yusan dengan rasa penasaran.


Kondisi siluman yang lemah tidak mungkin mampu mengalahkan Kepala pengawal dan anggotanya.


"Mungkin Ras Iblis Vampir yang berniat balas dendam!" tebak Ming Yun.


Semua orang juga berpikiran sama dan ini pasti ulah Ras Iblis Vampir. Berbeda dengan Zhi Shimo, dia melirik gerak-gerik empat siluman wanita yang terlihat santai, dia mencurigai keempat wanita itu, sebab ada jejak aura mereka disekitar pertempuran.


"Bagaimana mereka melakukannya?" batin Zhi Shimo yang belum yakin pelakunya adalah keempat wanita siluman itu, karena tidak banyak bukti selain auranya.


Namun anehnya, kenapa mereka berempat tidak terpengaruh akan munculnya bulan sempurna, padahal siluman yang lainnya bersembunyi disaat menjadi lemah. Kemudian Zhi Shimo melihat mata setiap Kuda terbang dan tersenyum saat tahu penyebabnya.


"Biar aku yang menjadi kusir. Tuan dan Nyonya segera naik," kata Xu Huang dengan semangat, dia tidak ingin berlama-lama ditempat ini hanya untuk mencari Kepala pengawal dan anggotanya.


Yuna Aurora memegang tangan kanan Zhi Shimo untuk masuk ke dalam gerbong kereta kuda lalu disusul oleh timnya. Sedangkan Juan Rou menemani Xu Huang yang menjadi kusir. Mereka pun kembali menuju ke Lembah Seribu Siluman.


Didalam gerbong kereta kuda, Zhi Shimo membaringkan tubuhnya di ranjang empuk, dia memikirkan semua kejadian ini.


"Makam Dewa Abadi, tapi semuanya seperti ilusi, apa memang pengaruh bau busuk dari tubuh Monster Mounth yang terbakar, sehingga menciptakan halusinasi?" tanya Zhi Shimo kepada Celestial She.


"Bisa jadi, coba kamu selidik lendirnya!" jawab Celestial She.


Zhi Shimo segera meminta Nayoung untuk menyelidiki lendir yang keluar dari Monster Mounth, lendir yang masih menempel di pakaiannya yang kotor yang digunakan saat tercebur di kolam.


Lalu Zhi Shimo bertanya lagi kepada Celestial She, "Kenapa kondisi mereka tidak lemah?"


"Kan kamu sudah tahu jawabannya!" sahut Celestial She juga melihat Tian Zhi sedikit berkomunikasi dengan keenam kuda terbang sebelum masuk ke gerbong kereta, dan tahu penyebab menghilangnya Kepala pengawal.


Tian Zhi segera duduk dan melihat Putri Niu, Lu Guniang, She Xia dan She Jinjing sedang menghitung harta yang mereka dapatkan.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Yuna Aurora kepada Zhi Shimo yang terlihat gelisah.


"Tidak perlu dipikirkan tentang kejadian di gua! Kami saja yang menjadi keturunan Dewa Abadi tidak terlalu memikirkannya!" sahut Putri Niu yang berjalan mendekati Zhi Shimo.


Namun, Yusan segera duduk di samping Zhi Shimo agar Putri Niu tidak mendapatkan tempat duduk. Putri Niu mendengus kesal dan kembali duduk di tempat semula.


Akhirnya Zhi Shimo mengurungkan niatnya untuk berbicara kepada keempat siluman itu.


"Kamu mencurigai kita yang tidak seperti siluman yang lainnya, kan?" celetuk Lu Guniang yang tahu tatapan mata Zhi Shimo.


Zhi Shimo mengangkat jempol tangan kanan, tanda apa yang dikatakan oleh Lu Guniang memang benar.


"Karena kami memiliki darah campuran, Ras Manusia dan Siluman, sehingga kami disebut Siluman Putih!" jelas Putri Niu agar Zhi Shimo tidak berpikiran buruk.


"Karena itu, kami Siluman Putih tidak terpengaruh dengan munculnya bulan sempurna yang akan datang." Imbuh Lu Guniang.

__ADS_1


"Pantas...!" ucap Zhi Shimo dengan singkat dan memejamkan mata.


Yuna Aurora dan Yusan ikut tidur disisi Zhi Shimo. Yuna Aurora menggunakan dada bidang Zhi Shimo sebagai bantalan kepalanya, dia mendengar detak jantung Tian Zhi yang kurang stabil, tanda banyak yang sedang dipikirkan.


__ADS_2