Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 82. Lorong Waktu.


__ADS_3

Chapter 82. Lorong Waktu.


Di hutan Lembah Seribu Siluman, tepatnya di kawah yang menyedot Tim Seribu Malam, berdiri dibibir kawah seseorang pria tampan, memegang senjata tombak dan dengan sengaja menunjukkan basis kultivasinya yang berada di tingkat God Emperor level 7, dia adalah Kun Quentin, keponakan dari Kaisar Kun.


Kun Quentin ingin mencari adiknya yang bernama Kun Liong. Dalam beberapa hari ini, Kun Liong tidak ada kabar berita, seandainya jika kalah dan mengulangi lagi, seharusnya ada pemberitahuan dari tato Burung Merak yang dimiliki oleh semua peserta Konferensi Tianwu. Karena khawatir terjadi sesuatu pada adiknya, Kun Quentin melanggar aturan Istana Awan Surgawi yang melarang kekuatan dibawah God Warrior turun ke Alam Tianwu.


"Pasti dia yang membuat adikku terjebak atau dipenjara!" tebaknya yang mengambinghitamkan Zhi Shimo.


Kun Quentin telah mendapatkan informasi tentang Zhi Shimo dari pamannya yang tidak lain adalah Kaisar Kun, dia menduga menghilangnya Kun Liong terkait dengan Zhi Shimo yang telah bentrok sebelumnya.


Kun Quentin segera melompat ke dalam kawah dan menarik tubuhnya...


Sedangkan Zhi Shimo telah berada di pinggir Kota Reruntuhan, dia mengamati pergerakan Magic Orb Spider yang dengan sabar menunggu mangsanya terjebak di jaring.


Lalu ia melihat ada beberapa binatang mistik yang terjebak di jaring laba-laba, tubuh binatang mistik itu telah terselimuti jaring laba-laba hingga membentuk kepompong.


Zhi Shimo membuka Mata Langit untuk mencari tempat yang dikatakan oleh Naga Tanah. Ia melihat beberapa Magic Orb Spider keluar dari gundukan tanah, Mata Langitnya melihat didalam gundukan tanah terdapat banyak lorong seperti labirin.


Segera Zhi Shimo terbang menuju pintu masuk ke lubang di tengah gundukan tanah. Saat melewati jaring laba-laba yang beracun, jaring laba-laba sedikit bergetar dan membuat Magic Orb Spider waspada sambil melihat ke arah Zhi Shimo yang tidak terlihat.


Zhi Shimo belum menyadari jika ada seutas jaring laba-laba melekat di betisnya. Magic Orb Spider saling berkomunikasi dengan bangsanya dan mengejar jejak yang menempel di betis si penyusup.


Zhi Shimo langsung masuk ke dalam lubang yang dipenuhi dengan jaring laba-laba, dengan santainya dia melewati rintangan jaring laba-laba beracun. Ia terus masuk hingga melihat lorong menjadi bercabang.


Zhi Shimo berhenti dan bertanya kepada Naga Tanah, "Paman, lorong yang mana harus aku lewati?"


"Tuan Muda lihat lorong sebelah kanan yang terlihat lebih banyak jaring beracun, masuk saja nanti hamba pandu!" jawab Naga Tanah yang terlihat sangat hafal.


Zhi Shimo segera melihat ke kanan dan memang ada lorong yang lebih banyak jaring laba-laba beracun. Sebelum bergerak, ia merasakan dibelakangnya ada yang menyerangnya.


Dengan santai Zhi Shimo menoleh ke belakang dan melihat banyak jaring laba-laba yang masih membentuk sulur berwarna putih mengarah kepadanya, jaring laba-laba melewati tubuhnya yang menjadi angin.


"Bagaimana mereka tahu jika ada yang masuk ke sarangnya?" gumam Zhi Shimo dan segera memeriksa tubuhnya.


Ia melihat betis menempel jejak seutas jaring laba-laba dan segera menghilangnya. Magic Orb Spider telah mengepungnya seketika terlihat kebingungan, mereka tidak lagi merasakan jejak yang menempel di betis si penyusup.


Zhi Shimo segera melesat ke dalam lorong sesuai arahan Naga Tanah. Setelah Zhi Shimo masuk, kembali jaring laba-laba beracun sebagian menempel di tubuhnya dan membuat Magic Orb Spider mengejar dengan panik, sebab jalur lorong yang dilewati oleh Zhi Shimo menuju sarang Laba-laba Peternak.


Melihat dirinya dikejar lagi, Zhi Shimo mengeluarkan energi Kunang-kunang yang memenuhi lorong. Magic Orb Spider melihatnya dan berlomba-lomba berebut energi Kunang-kunang.

__ADS_1


Boom... Boom...


Rentetan ledakan ketika energi Kunang-kunang dilahap oleh Magic Orb Spider dengan rakusnya. Zhi Shimo segera menghilangkan jaring laba-laba yang menempel di tubuhnya, dan mengeluarkan energi Kunang-kunang untuk menghancurkan jaring laba-laba yang menghalangi jalannya.


Kembali Zhi Shimo melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh Naga Tanah. Namun, semakin banyak Magic Orb Spider yang berdatangan dari arah depan dan belakang.


Ledakan energi Kunang-kunang terus terdengar dan membuat lorong menjadi runtuh. Zhi Shimo tidak panik, karena dia masih bisa bergerak melalui celah-celah reruntuhan lorong. Sedangkan Magic Orb Spider jelas tertimbun tanah.


Namun tidak semua Magic Orb Spider tertimbun tanah, banyak yang berdatangan dari lorong lainnya, mereka terlihat berkomunikasi dengan bangsanya dan meninggalkan lokasi lorong yang runtuh, mereka mengira si penyusup telah mati.


Setelah bergerak selama waktu satu dupa lebih, akhirnya Zhi Shimo keluar dari lorong yang telah runtuh, dia melihat gua besar dan ditengahnya ada lorong waktu yang sesuai dengan ucapan Naga Tanah, apa yang dilihatnya seperti lubang dimensi, berbentuk lingkaran dan berwarna hitam, dari lubang itu mengeluarkan fluktuasi energi kegelapan.


Di gua banyak sekali Siluman Laba-laba Peternak yang sedang bertelur, wajahnya menyerupai manusia dan tubuh laba-laba. Zhi Shimo pernah melihatnya sewaktu di Bukit Batu Gajah.


Lalu dia kembali fokus dengan lorong waktu yang terlihat mengeluarkan energi misterius, dia pun mendekati dan mengamati terlebih dahulu sebelum memasukinya.


"Keluarkan aku!"


Mendengar suara Qin Diao Chin meminta keluar dari cincin dimensi, Zhi Shimo segera mengeluarkannya dan langsung memeluk pinggang ramping Qin Diao Chin.


Semua Tim Seribu Malam telah mulai berkultivasi dan Qin Diao Chin juga telah melihat keseluruhan didalam cincin dimensi, sebab itu dia meminta keluar.


"Jangan menjauh dariku!" pinta Zhi Shimo yang tidak ingin mendapatkan masalah jika terlihat Siluman Laba-laba dan Qin Diao Chin mengangguk paham.


Lalu Qin Diao Chin melihat lorong waktu dan samar-samar ada yang memanggilnya, lalu dia bertanya, "apa itu lorong waktu?"


"Iya, menurut informasi ...!" jawabnya dan hampir keceplosan menyebutkan nama Naga Tanah, untungnya Qin Diao Chin fokus apa yang dilihatnya.


"Aku merasa ada yang memanggil jiwaku untuk masuk! Ayo, kita masuk, siapa tahu ada sesuatu yang berharga didalamnya!" ungkapnya dan mengajak Zhi Shimo memasuki lorong waktu.


Namun, Zhi Shimo tidak segera menjawab, sebab dia teringat ucapan Naga Tanah, bahwa setingkat God Sovereign harus berpikir ulang untuk memasuki lorong waktu.


"Siapa yang memanggilmu?"


"Entahlah, aku hanya mendengar suara raungan binatang dengan nada memanggil! Apakah kamu tidak mendengarnya, kan kamu Dewa Binatang, seharusnya lebih peka dengan gelombang resonansi suara?" jawab Qin Diao Chin dan malah bertanya balik.


Zhi Shimo segera fokus untuk mempertajam panca indera agar bisa mendengar dan merasakan getaran vibrasi, samar-samar dia mulai mendengar suara-suara raungan binatang, tapi tidak mengetahui jenis binatang apa. Dia menghela nafas panjang saat tidak bisa memastikan jenis binatang apa yang meraung-raung


"Aku sedikit mendengar suara raungan ... Baiklah kita masuk dan jangan pernah melepaskan tanganku!" jawab Zhi Shimo setelah berpikir sejenak dan juga penasaran apa yang ada di dalam lorong waktu, lalu dia memegang tangan kiri Qin Diao Chin.

__ADS_1


Qin Diao Chin baru sadar pinggangnya dipeluk oleh Zhi Shimo dan kini memegang tangan yang tidak pernah dilakukan selama hidupnya sebagai seorang ratu. Zhi Shimo merasakan telapak tangannya berkeringat dingin dan merupakan tanda sedang gugup.


"Kamu berani memelukku dan mencium tempo hari, kenapa sekarang menjadi gugup? Oh iya, kan kamu masih belum berpengalaman!" goda Zhi Shimo.


"Enak saja...! Pengalaman ku melimpah dan lebih lama hi--"


"Cantik, anggun, kaya dan seorang Ratu... Sayangnya, tetap saja hidup sendirian!" sela Zhi Shimo.


Qin Diao Chin sangat gemas mendengar ocehan Zhi Shimo, dia memalingkan wajahnya karena malu, dan memegang erat tangan Zhi Shimo untuk meluapkan emosinya. Seumur hidupnya, hanya Zhi Shimo yang selalu menggoda, mengejek, merayu dan satu-satunya pria yang bersentuhan dengannya. Sedangkan Pangeran Kun yang gigih untuk mendapatkan dirinya selalu saja ditolak dan malahan menjadi musuh.


Berbeda dengan Zhi Shimo, tanpa banyak usaha bisa menaklukkan hatinya, hanya mengandalkan kejeniusan, kecerdasan dan mental yang kuat selama perjalanan hidupnya menjelajahi Galaksi Kelahiran, itupun dia selalu mendukungnya dari bayang-bayang. Dan, dengan mudah menaklukkan hatinya.


"Entah kenapa aku bisa menyukainya ...!" batin Qin Diao Chin setelah sejenak melamun tentang perjuangan Zhi Shimo dan hidupnya.


Zhi Shimo menertawakan lalu meniup telinganya. Qin Diao Chin mendengus kesal dan menarik tangan Zhi Shimo untuk memasuki lorong waktu, ia sengaja tidak membalas ucapan Zhi Shimo, sebab tahu jika dijawab malah tidak berhenti mengoceh.


Akan tetapi, Zhi Shimo menahan tangannya dan berkata, "yakin mau masuk?"


"Aku berpengalaman dalam hal portal dimensi, lorong waktu dan juga lintas antar alam semesta! Percayalah, semuanya baik-baik saja!" jelas Qin Diao Chin dengan percaya diri.


Zhi Shimo geleng-geleng kepala ketika teringat akan kemampuan kekasihnya ini. Waktu itu, dia banyak mengalami perpindahan dimensi dalam sekejap, saat melewati ujian sebagai pewaris tunggal Ordo Kegelapan.


Ya, maklum jika Qin Diao Chin tidak khawatir seperti Zhi Shimo, sebab dalam hal pengalaman Zhi Shimo jelas kalah darinya. Tapi masalah kecerdasan dalam mengungkap misteri, Zhi Shimo bisa diandalkan.


Mereka berdua segera masuk saling bergandengan tangan dan masih dalam wujud menjadi angin. Qin Diao Chin belum menyadari, jika tubuhnya tidak terlihat siapapun.


Saat masuk ke dalam lorong waktu, tubuh mereka berdua berubah menjadi kuantum yang sangat kecil. Pegangan tangan mereka pun terlepas karena efek perpindahan waktu. Zhi Shimo dan Qin Diao Chin melihat sekitarnya yang gelap gulita dan hanya terlihat sinar kecil yang bergerak sangat cepat, lalu mereka saling mencari dan tubuhnya hanya terlihat seperti seutas jaring laba-laba yang memanjang serta putus-putus.


"Apakah kamu tahu kita dibawah kemana?" tanya Zhi Shimo saat masih merasakan aura Qin Diao Chin didekatnya.


"Tidak tahu, aku kira kita akan dipindahkan ke tempat lain!" jawab Qin Diao Chin yang ambigu.


Sebelum Zhi Shimo berbicara, dia dan Qin Diao Chin melihat gambar suatu peristiwa yang bergerak sangat cepat, seperti sebuah film tapi sulit dilihat dengan Mata Dewa, bahkan Mata Langit tidak mampu menangkap secuil gambar tersebut. Semua itu akibat pergerakan mereka yang sangat cepat saat melintasi lorong waktu.


Melihat gambar-gambar suatu peristiwa, membuat Qin Diao Chin dan Zhi Shimo merasakan pusing, lalu secara perlahan pandangan mereka menjadi buram. Mereka berdua sekuat tenaga agar tidak pingsan selama melintasi lorong waktu, sebab khawatir jika terjebak di dalamnya, serta tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti.


Mereka berdua tidak tahu berapa lama harus melintasi lorong waktu, yang dirasakan hanya rasa pusing, perut mual, mata buram serta tidak bisa menghirup udara. Untung saja mereka adalah seorang kultivator, jika orang biasa sudah dipastikan akan pingsan dan bisa berujung kematian.


Naga Tanah, Naga Langit dan Celestial She juga melihat apa yang terjadi, mereka bertiga saling berkomunikasi dengan telepati, membicarakan tentang lorong waktu...

__ADS_1


__ADS_2