
Chapter 143. Kekejaman Dewa Perang.
Zhi Shimo siap membuat Shuǐ Jīnglíng menjadi sosok wanita sejati, dimana kini sudah waktunya untuk memahami artinya menjadi pasangan Dao.
Zhi Shimo dan Celestial She memberikan kode dengan saling mengangguk. Celestial She mencium bibir Shuǐ Jīnglíng dan menggenggam kedua tangan.
Kepala tongkat yang telah terbenam, Zhi Shimo mengangkat kedua kaki Shuǐ Jīnglíng dan diletakkan pada bahunya, dia menekan pinggulnya perlahan, terasa sempit dan mengigit.
Shuǐ Jīnglíng tersentak saat organ kewanitaannya dibobol oleh Zhi Shimo, dia merasakan sakit namun hanya sesaat. Dia juga merasakan gua surganya penuh sesak. Lalu disusul desiran darah segar mengalir. Karena berciuman, Shuǐ Jīnglíng hanya bisa mengerang teredam.
Kini, yang dirasakan oleh Shuǐ Jīnglíng hanya rasa nikmat setiap kali Zhi Shimo menekan pinggulnya hingga memenuhi rahim. Kembali tubuh bergetar ketika mencapai puncak kenikmatan. Zhi Shimo yang merasakan dinding gua surga milik Shuǐ Jīnglíng telah beradaptasi, dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat dan terus meningkat, hingga suara benturan daging menggema di dalam kamar.
Celestial She melepaskan ciuman dan tangannya setelah Shuǐ Jīnglíng terbiasa, lalu membaringkan tubuhnya sambil mengedipkan mata kepada Zhi Shimo dan menunjukkan gua surganya yang basah.
"Ohh!!" lenguhan keras dan panjang ketika Shuǐ Jīnglíng kembali mencapai puncak, tubuhnya gemetaran dan langsung lemas.
Zhi Shimo mencabut tongkatnya perlahan sambil menyerap energi Yin murni yang melimpah. Lalu dia menggeser tubuhnya dan berhenti tepat di depan Celestial She yang telah menekuk kedua kakinya...
Mereka bertiga terus berkultivasi ganda, dan berhenti ketika Shuǐ Jīnglíng meminta ampun.
Berkat berkultivasi ganda dengan wanita yang masih murni, kekuatan Zhi Shimo meningkat lagi, walaupun tidak banyak, cukup memuaskan baginya yang naik 4 level. Kini kekuatannya lebih tinggi dua level dari Nyonya Lun. Jika bertarung lagi, Zhi Shimo dengan mudah mengalahkannya.
Celestial She dan Shuǐ Jīnglíng memeluk Zhi Shimo yang bersandar pada ranjang, mereka masih telanjang bulat, hanya kaki yang tertutup selimut.
"Apa kamu tidak tahu lokasi-lokasi yang bisa meningkatkan kekuatan ku dengan cepat?" tanya Zhi Shimo kepada Shuǐ Jīnglíng, dia mengulangi pertanyaannya yang belum dijawab.
"Aku merasa ada tiga lokasi yang Energi Alami!" jawab Shuǐ Jīnglíng dengan malas tanpa membuka matanya, sebab dia masih kelelahan setelah berkultivasi ganda selama seharian penuh.
Shuǐ Jīnglíng hanya merasakan Energi Alami di tiga lokasi tersebut berkat jaringan vena struktur tanah di Benua Qi, dia seperti halnya dengan Naga Tanah, tapi tidak bisa mengetahui keadaan Benua Qi karena terhalang oleh Formasi Alami.
"Dimana?" tanya Zhi Shimo dengan menahan kegembiraannya.
"Di Utara, Barat dan Tengah!" sekali lagi Shuǐ Jīnglíng menjawab dengan malas.
Celestial She tertawa mendengar jawaban Shuǐ Jīnglíng yang membingungkan Zhi Shimo. Jawaban Shuǐ Jīnglíng sama saja menunjukkan arah tanpa kejelasan, ini seperti diibaratkan orang buta ditunjukkan arah.
"Lebih spesifik lagi!" pinta Zhi Shimo yang ingin kejelasan lokasinya.
Shuǐ Jīnglíng mendengus dingin, sebab malas untuk bergerak. Dia masih merasakan nyeri pada organ kewanitaannya yang dihujani besarnya tongkat.
"Biarkan aku istirahat dulu!" pinta Shuǐ Jīnglíng dan tertidur.
Zhi Shimo menarik selimut dan menutupi kedua tubuh pasangan Dao-nya. Lalu dia juga ikut tidur sambil memeluk kekasihnya...
...****************...
Kota Gangnam.
Jarak Kota Gangnam dengan Kota Besar Nanmen terpaut 765 km, disisi tenggara Hutan Cemara Api. Sebelum mencapai Kota Gangnam, harus melewati Sungai Namnam.
Kata Namnam diambil dari nama pohon. Namnam atau anjing-anjing atau sawo pancukan adalah nama sejenis pohon buah dari suku polong-polongan (Leguminosae alias Fabaceae).
Pohon Namnam tumbuh di tanah yang subur dan datar, buahnya manis dan juga asam. Kayunya padat dan berwarna coklat, kayunya yang keras pada bagian tertentu digunakan sebagai bahan gagang pedang dan pisau.
Jarak Sungai Namnam selebar 31 meter dengan kedalaman dasar air mencapai 79 meter. Sungai Namnam sebagai tempat mata pencarian nelayan, dan penduduk Kota Gangnam sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan pengerajin pedang.
__ADS_1
Namun, Sungai Namnam kini terlihat sepi, tidak ada satupun nelayan, jembatan penghubung antara Hutan Cemara Api dan Kota Gangnam juga dirusak.
Jika melihat dari seberang sungai, biasanya Kota Gangnam sangat jelas terlihat, kini hanya ada Pohon Namnam yang berwarna coklat, tidak terlihat satupun penduduknya, padahal jumlah penduduknya mencapai satu juta jiwa.
Karena hal itu, Kota Gangnam dikatakan menghilang dalam semalam tanpa ada tanda-tanda jejak apapun. Padahal, menghilangnya karena faktor Formasi Penghalang Mata Dewa dan Ilusi.
Saat ini di lokasi Kota Gangnam, ada dua wanita dan satu pria, mereka membawa 100 prajurit. Satu wanita memakai pakaian serba berwarna putih, wanita lain serba pakaian berwarna biru, sedangkan si prianya mengenakan pakaian berwarna hitam.
Wanita berpakaian putih adalah pemimpinnya, mereka bertiga utusan dari Kerajaan Qi, untuk menyelidiki menghilangnya Kota Gangnam.
Wanita berbaju putih bernama Qi Xiao Yu, cucu dari Taois Xiao, dia adalah salah satu penegak hukum termuda dan cerdas, memiliki IQ 200. Qi Xiao Yu menyukai hal-hal yang berbau misteri dan penuh teka-teki.
Dia juga ditugaskan untuk melacak keberadaan Monster Lima Elemen, dan kebetulan jejak Monster Lima Elemen menuju ke Kota Gangnam.
Wanita berbaju biru bernama Qi Sun Qian, keturunan dari Taois Sun. Si pria bernam Qi Tong Chen, keturunan dari Taois Tong. Mereka berdua merupakan asisten Qi Xiao Yu.
Qi Xiao Yu berjongkok di depan pintu gerbang Kota Gangnam yang menghilang, dia membawa sebuah benda bulat berwarna kecoklatan, benda itu berfungsi sebagai pelacak, benda itu disebut Cakram Aura, sesuai namanya yang digunakan melacak dengan bantuan aura target yang dicari.
"Jejak terakhirnya berhenti di sini ...," kata Qi Xiao Yu sambil melihat ke depan yang hanya ada pepohonan Namnam.
Jejak yang dikatakannya adalah milik Monster Lima Elemen. Berkat Cakram Aura, Qi Xiao Yu bisa mengejar Monster Lima Elemen hingga ke Kota Gangnam.
"Apa penyebab menghilangnya Kota Gangnam karena Serigala Malam?" tanya Qi Sun Qian sambil melihat sekelilingnya dan berharap menemukan seseorang untuk ditanya.
"Tidak mungkin seekor Serigala Malam mampu menghilangkan Kota Gangnam dalam semalam, kekuatannya saja berada di Half Alfa!" sahut Qi Tong Chen sambil melemparkan batu ke arah Kota Gangnam.
"Eh...!" Qi Tong Chen terkejut saat melihat batu yang dilemparkan tiba-tiba menghilang.
"Ada apa?" tanya Qi Sun Qian.
Qi Xiao Yu berdiri dan melihat batu yang dilemparkan oleh Qi Tong Chen. Dia dan Qi Sun Qian terkejut melihat batu yang dilempar menghilang seperti tertelan sesuatu.
"Mundur!" ucap Qi Xiao Yu, dia sekilas melihat fluktuasi energi ketika batu menghilang.
Qi Sun Qian dan Qi Tong Chen mundur sambil mengeluarkan pedangnya dari sarung. 90 prajurit segera mendekati pemimpinnya yang mengeluarkan senjata, sisa prajurit menjaga kapal angkasa, para prajurit mengeluarkan senjata dan melihat sekitarnya dengan kewaspadaan tinggi.
"Nona Yu, ada apa?" tanya Qi Sun Qian.
"Ada Formasi Array...!" jawab Qi Xiao Yu sambil berpikir jenis Formasi Array apa yang mengeluarkan fluktuasi energi sesaat, sebab banyak macam jenis Formasi Array.
Qi Sun Qian dan Qi Tong Chen mengambil satu batu lalu melemparkannya di tempat yang sama. Sekali lagi dua batu yang dilempar itu menghilang. Semua prajurit juga melihat.
"Kalian berdua, selidiki hilangnya batu yang dilemparkan tadi!" perintah Qi Tong Chen pada dua prajurit.
Tanpa menjawab, dua prajurit berjalan perlahan sambil siap menebaskan pedangnya jikalau ada sesuatu yang tiba-tiba menyerang...
Di dalam Kota Gangnam, ada sebuah Altar Pengorbanan yang telah dipersiapkan oleh Gan Hao dan Zhen Wangting. Bentuk altar kotak dengan empat tiang pada setiap sudutnya, ditengahnya ada kolam.
Disekitar Altar Pengorbanan, banyak wanita muda dan tua yang tubuhnya disalib, mulut mereka disumpal, kedua tangan dan kaki diikat dengan rantai, leher mereka tertahan besi dan kepala diikat dengan tali, sehingga pandangan mereka hanya bisa melihat kedepan dan melirik ke kanan ke kiri.
Kemudian dua prajurit menyeret satu pria tua menuju ke Altar Pengorbanan. Sesampainya di tepi kolam altar, satu prajurit mengayunkan pedangnya untuk memenggal leher pria itu.
Darah segar menyembur ke kolam, lalu tubuh pria tua itu diceburkan ke dalam kolam. Datang lagi dua prajurit yang membawa dua anak-anak. Kedua anak-anak itu juga bernasib sama dengan pria tua yang dipenggal, mayat mereka juga diceburkan ke dalam kolam.
Semua wanita yang disalib hanya bisa menangis melihat kekejaman Pasukan Delta yang dipimpin oleh Di Shiyi Yecha. Para prajurit Delta tidak sedikitpun merasakan kasihan saat mengeksekusi penduduk Kota Gangnam.
__ADS_1
Di Shiyi Yecha tertawa melihat darah memenuhi kolam Altar Pengorbanan. Dewi Shiwu tersenyum tipis tanpa ada rasa kasihan terhadap anak-anak yang tak berdosa.
Zhi Xiancai si Dewi Salju yang tidak sanggup melihat kekejaman mereka, dia membalikkan badan dan memejamkan mata. Di dalam hatinya ada rasa penyesalan harus mengikat sumpah untuk menjadi saudara dengan Dewi Shiwu. Seandainya tahu perbuatan Dewi Shiwu yang kejam tanpa ada belas kasihan terhadap kehidupan, dia tidak mungkin mau menjadi saudara angkat.
Tidak hanya Zhi Xiancai saja yang tidak sanggup melihat kekejaman Pasukan Delta yang mengeksekusi penduduk, Lu Xu Pang dan timnya juga membalikkan badan dan menutup telinga serta matanya.
Tujuan adanya Altar Pengorbanan, dipergunakan untuk meningkatkan kekuatan bagi Di Shiyi Yecha, dia seperti halnya si Dewa Binatang yang menyerap esensi darah.
Perbedaannya, Dewa Binatang hanya mengorbankan nyawa musuhnya untuk dijadikan bahan meningkatkan kekuatan. Sedangkan si Dewa Perang, dia tidak pandang bulu kepada siapapun, asal bisa meningkatkan kekuatan, saudaranya sendiri pun dijadikan tumbalnya.
"Tuan, jangan bunuh orang yang memiliki kekuatan True Theta, True Gama dan True Delta, biarkan hamba melahap mereka!" pinta Monster Lima Elemen yang terbaring disebelah Di Shiyi Yecha.
Monster Lima Elemen menjadi wujud aslinya sebagai Serigala Malam, dia ingin meningkatkan kekuatan yang turun dikarenakan sebagai Mediumship.
Di Shiyi Yecha mengangguk dan mengusap kepala Monster Lima Elemen dengan kaki kanannya. Walaupun diperlakukan tidak menyenangkan oleh tuannya, Monster Lima Elemen justru senang.
"Paman Gan Hao, jangan bunuh kekuatan diatas True Theta, biarkan peliharaan ku memilih mereka!" pinta Di Shiyi Yecha.
Gan Hao mengangguk sebagai jawaban. Monster Lima Elemen menjadi bersemangat, dia segera berlari mendekati penduduk yang akan dieksekusi mati. Dia menjulurkan lidahnya pada wajah setiap orang.
Di Shiyi Yecha biasanya tidak mau menuruti kemauan Monster Lima Elemen, berhubungan telah membantunya selama ini, dia mengabulkan permintaan Monster Lima Elemen. Selain itu, dia juga senang jika Monster Lima Elemen bertranformasi bentuk menjadi kesempurnaan.
Siapapun pasti menginginkan binatang penjaga yang kuat, tidak terkecuali si Dewa Perang. Hanya saja, Dewa Perang terlalu naif untuk mengatakan jika butuh bantuan.
bersambung.
Realm Subconscious Cultivation Stage, level 1 s/d level 100 ;
Half Alfa.
True Alfa.
Half Theta.
True Theta.
Half Gama.
True Gama.
Half Delta.
True Delta.
Half Resonansi.
True Resonansi.
Half Omega.
True Omega.
__ADS_1