Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 178. Menjebak Permaisuri Fen.


__ADS_3

Chapter 178. Menjebak Permaisuri Fen.


Saat di Istana Awan Surgawi, Zhi Shimo berdiskusi tentang banyak hal. Setelah selesai berdiskusi, semua orang kembali beraktivitas, apalagi ini hari pertama sebagai anggota baru Istana Awan Surgawi.


Setelah keluar dari istana, Zhi Shimo meminjamkan Dragon Spaceship kepada Permaisuri Fen untuk digunakan sebagai transportasi cepat menuju ke Dunia Mistik, dan juga untuk menjemput keluarga besar Ras Naga Tanah.


Mengingat Gunung Leluhur Naga Tanah memiliki Formasi Alami, Zhi Shimo berniat untuk menyerapnya setelah semua Ras Naga Tanah pindah.


Sambil menunggu kembalinya dua pelindung Istana Awan Surgawi, Zhi Shimo berniat mengunjungi satu per satu tempat kerja keluarganya. Sedangkan semua istri beserta keluarganya terlebih dahulu menuju ke tempatnya masing-masing.


Pertama dia berkunjung ke Balai Pekerjaan Umum bersama Long De Qiu, Raja Naga Tanah, Putri Niu dan Lu Guniang. Sedangkan She Xia dan She Jinjing membantu ayahnya.


Di saat baru masuk ke Balai Pekerjaan Umum, Zhi Shimo melihat dua wanita yang dikenalinya bekerja di bagian bidang sumber daya, atau yang bertugas untuk mengirimkan upah bagi semua anggota Istana Awan Surgawi, mereka adalah Jia Li dan Li Mei.


Jia Li dan Li Mei adalah anak buahnya si Yusan, kenal akrab dengan She Xia, She Jinjing, Putri Niu dan Lu Guniang. Zhi Shimo mengenai mereka berdua saat berada di Kota Pahlawan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Paviliun Penakluk Siluman.


Jia Li dan Li Mei segera menghampiri Zhi Shimo dengan wajah berseri-seri, sudah lama mereka tidak bertemu semenjak Zhi Shimo dan Tim Seribu Malam berburu siluman. Jika bukan karena sibuk dengan pekerjaan, mereka sudah pasti menemui Zhi Shimo sebagai penjabat Penatua Nominal.


"Kalian ada disini? Aku kira masih menjaga Penginapan Seribu Malam!" tanya Zhi Shimo sebagai bentuk sapaan.


"Ceritanya panjang bagaimana kita bisa ada disini! Kamu luar biasa, dalam 1 tahun lebih ini telah mencapai tingkat yang tidak masuk akal, bagaimana caranya kamu memperoleh kekuatan setinggi itu?" jawab Jia Li dan balik bertanya karena penasaran.


Semenjak invasi Fiend Spirit, Kota Pahlawan yang paling dekat dengan Pegunungan Hutan Terlarang menjadi sasaran pertama Fiend Spirit.


Karena itu, Jia Li dan Li Mei segera melarikan diri ke Perguruan Api Surgawi untuk berlindung dari serangan Fiend Spirit. Kota Pahlawan kini tinggal puing-puing, termasuk Penginapan Seribu Malam dan Paviliun Penakluk Siluman.


"Ayo, kita ke tempat kerjamu, disana kita bisa lebih leluasa untuk mengobrol!" ajak Li Mei sebelum Zhi Shimo berbicara.


Melihat kedatangan Zhi Shimo, banyak orang yang menghampirinya untuk berkenalan, dan sebagian hanya memberikan hormat saja. Kemudian, Zhi Shimo diajak oleh Jia Li ke lantai 6 yang menjadi ruang kerjanya. Sedangkan Raja Naga Tanah dan Long De Qiu menuju ke ruang kerjanya sendiri.


Sesampainya di ruang kerja, Jia Li kembali bertanya kepada Zhi Shimo dengan pertanyaan yang sama.


"Perjalananku selama ini juga panjang ceritanya... Pencapaian ku saat ini hampir saja merenggut nyawa, beruntung masih hidup ditempat itu, dimana nyawa dipertaruhkan setiap saat!" jawab Zhi Shimo dengan singkat, dia jelas tidak akan memberitahukan tentang Benua Qi.


Seandainya Zhi Shimo terbunuh di Benua Qi, Formasi 12 Bintang tidak akan bisa menyelamatkannya sebab diluar jangkauan Formasi Array.


"Tempat apa itu?" tanya Li Mei, dan ketiga sahabatnya menunggu jawaban Zhi Shimo.


"Entahlah, awalnya aku tidak sengaja menemukan sebuah altar dan tiba-tiba berada di tempat itu!" jawab Zhi Shimo yang berpura-pura tidak tahu.


Putri Niu dan ketiga sahabatnya memikirkan perkataan Zhi Shimo tentang altar, sebab altar di Alam Tianwu kebanyakan tempat situs pemujaan Ras Siluman, altar pemujaan Dewa Abadi.


"Apa kamu menemukan tempat rahasia Dewa Abadi?" selidik Putri Niu.

__ADS_1


Shuǐ Jīnglíng yang awalnya mendengar obrolan dan terlihat bosan, menjadi terkejut saat mendengar nama Dewa Abadi. Sedangkan Zhi Shimo langsung memikirkan tentang dirinya sendiri yang pernah bertemu dengan Dewa Abadi, dimana dirinya adalah Dewa Abadi.


Satu hal yang membuat Zhi Shimo berpikir keras karena kebingungan. Ada dua versi cerita sejarah tentang Alam Tianwu yang membingungkan dan semuanya berbeda.


Pertama versi sejarah tentang Dewa Tianwu yang katanya penyebab Peperangan Kuno. Kedua, versi Dewa Abadi, menurut catatan sejarah Ras Siluman, Dewa Abadi penyebab terjadinya Peperangan Kuno.


"Lalu versi sejarah mana yang benar? Dan, apakah semua terkait dengan Benua Qi?" batin Zhi Shimo yang masih kebingungan karena tidak menemukan jawaban.


Zhi Shimo berusaha keras untuk mengingat percakapannya dengan Dewa Abadi, namun percakapan itu terlalu singkat dan hanya terkait dengan Ras Siluman. Selain itu, Zhi Shimo mengingat benar jika Dewa Abadi berkata kepadanya...


"Aku tahu! Tapi, saat kamu berada di Alam Tianwu, keadaanmu sangat lemah dan akan dimanfaatkan oleh para penguasa busuk itu! Apakah kamu tidak ingat ucapan kakek? Alam Suci sedang mengawasi mu, hati-hati saat menggunakan Batu Keabadian, karena itu aku menyebarkan bagian-bagian Kitab Asal Muasal ... Jangan sampai kamu membawa semua hal penting yang menyangkut kehidupan alam semesta... Apa kamu paham?"


Memikirkan hal itu, kepala Zhi Shimo terasa pusing, misteri kali ini lebih sulit dimengerti daripada misteri yang dibuat oleh Ordo Kegelapan dan si Wei Yan.


Sedangkan pertemuan dengan Dewa Tianwu waktu itu juga singkat, namun saat itu Dewa Tianwu terkejut melihatnya, dan berjanji akan menemuinya.


"Dewa Abadi?" gumam Shuǐ Jīnglíng dan berusaha mengingat tentang masa lalu.


"Iya, Dewa Abadi bagi Ras Siluman adalah nenek moyang kita!" sahut Lu Guniang yang mendengar gumaman Shuǐ Jīnglíng, terdengar ada rasa kekaguman terhadap Dewa Abadi.


Dewa Abadi bagi Ras Siluman adalah penciptanya, sepeninggal Dewa Abadi yang diperkirakan telah meninggal dunia, maka Ras Siluman banyak membuat situs altar pemujaan untuk mengenang penciptanya.


"Bisakah kalian mengantar ku ke tempat altar pemujaan?' pinta Zhi Shimo yang ingin menyelidikinya.


"Siapa tahu berbeda!" alasannya Zhi Shimo.


Akhirnya Zhi Shimo diantar menuju ke lokasi altar pemujaan Dewa Abadi di luar Istana Awan Surgawi. Selama perjalanan, Zhi Shimo lebih banyak diam, sebab dia memikirkan dua versi sejarah Alam Tianwu.


Dark Soul melihat Zhi Shimo yang keluar dari Formasi Perlindungan Istana Awan Surgawi. Namun, sebelum Dark Soul berbicara menggunakan komunikasi telepati, Zhi Shimo terlebih dahulu berbicara.


"Masih belum ada jawaban dari Kitab Suci, dan kamu jangan khawatir aku menipu mu!"


"Saya akan selalu menunggu di sini!" ucap Dark Soul yang tidak melepaskan pandangannya, yang mana Zhi Shimo yang menuju ke arah Sekte Pendekar Naga Sakti.


Diam-diam Dark Soul mengikuti Zhi Shimo. Zhi Shimo tersenyum tipis mengetahui dirinya diikuti oleh Dark Soul, biarpun begitu dia membiarkannya, sebab memaklumi kekhawatiran Dark Soul yang telah memberikan Buah Suci tingkat Ilahi.


...****************...


Di Istana Awan Surgawi, tepatnya di Balai Alkemis.


Di Balai Alkemis menjadi kacau-balau karena perbuatan empat orang yang menggunakan penyamaran. Mereka banyak merusak properti milik Balai Alkemis dan menjarah banyak pil yang dipajang.


Para pekerja Balai Alkemis tidak mampu melawan mereka, dikarenakan kalah dalam hal kekuatan. Setelah menjarah, para penjahat kabur ke arah yang berbeda dengan memisahkan diri menjadi dua tim agar tidak mudah ditangkap.

__ADS_1


Permaisuri Fen dan Feng Bian Ai jelas terkejut saat baru tiba di Balai Alkemis sudah berantakan. Mereka berdua segera mengintrogasi para pekerjanya, lalu salah satu pekerja menunjukkan ke arah dimana empat penjahat tersebut kabur.


"Kalian segera melapor ke Balai Pengawas Alam Tianwu!" perintah Permaisuri Fen kepada salah satu pekerja.


Si pekerja segera menuju ke Balai Pengawas Alam Tianwu. Sedangkan Permaisuri Fen bersama putrinya mengejar penjahat yang menjadi pemimpinnya, penjahat tersebut memiliki ciri-ciri menggunakan pedang besar.


Permaisuri Fen dan putrinya menuju ke arah Barat bersama dengan 10 prajurit penjaga Kota Awan Surgawi. Sesuai petunjuk dari penjaga kota, arah kaburnya si penjahat menuju keluar wilayah Istana Awan Surgawi.


Arah si penjahat menuju ke wilayah kekuasaan Mansion Dewi Kesenangan, lokasi yang cocok untuk bersembunyi dari kejaran anggota keamanan Balai Pengawas Alam Tianwu.


Wilayah kekuasaan Mansion Dewi Kesenangan dekat dengan Sekte Pendekar Naga Sakti, tepatnya di sisi Barat dan berjarak 200 km dari pusat Sekte Pendekar Naga Sakti.


"Nyonya Fen, alangkah baiknya kita kembali dan menunggu Penatua Muda untuk menangkap mereka, sebab wilayah Mansion Dewi Kesenangan dihuni banyak orang yang kuat!" peringatan komandan penjaga kota setelah keluar dari Formasi Perlindungan.


Permaisuri Fen mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan Dragon Spaceship, dia teringat akan pembunuh bayaran yang telah membunuh suaminya.


Setelah menimbang dan memutuskannya, Permaisuri Fen mengeluarkan Dragon Spaceship, dia berniat untuk membalas dendam atas perbuatan Mansion Dewi Kesenangan.


"Jika kalian takut, kembali saja dan laporkan kepada Dekan She Bao dan Penatua Muda!" ujar Permaisuri Fen dengan ketus dan segera naik ke Dragon Spaceship bersama putrinya.


Komandan penjaga kota menghela napas berat karena peringatannya diabaikan, lalu dia memutuskan untuk melapor ke Balai Pengawas Alam Tianwu. Sebelum masuk ke Formasi Perlindungan, si komandan melihat Dragon Spaceship yang telah terbang dengan cepat ke arah Mansion Dewi Kesenangan...


Saat berada di ruang kendali Dragon Spaceship, Feng Bian Ai berkata kepada ibunya yang sedang mengendalikan roda kendali kapal, "Bu, kejadian ini terlihat aneh!"


"Maksudmu?" tanya Permaisuri Fen yang tidak mengerti.


"Apa Ibu tidak merasakan keanehan hal ini, dimana si penjahat bisa keluar masuk ke wilayah Istana Awan Surgawi? Selain itu, waktu kejadian, kenapa tidak ada penjaga kota yang datang?" jelas Feng Bian Ai.


Permaisuri Fen memikirkan perkataan putrinya. Setelah beberapa saat berpikir, dia berbicara, "maksudmu ini terjadi karena ada seseorang yang ingin menjebak kita?"


Feng Bian Ai mengangguk sebagai jawaban. Permaisuri Fen memperlambat laju Dragon Spaceship untuk memikirkan tujuan membalas dendam kepada Mansion Dewi Kesenangan.


Yang menjadi pertanyaan di hati Permaisuri Fen, apa manfaat para penjahat yang ingin menjebaknya? Padahal dia tidak memiliki sesuatu yang berharga dan menarik minat siapapun.


Saat Permaisuri Fen berpikir, di bawahnya ada beberapa orang yang melepaskan pukulan berenergi ke arah Dragon Spaceship.


Boom boom boom...


Dragon Spaceship sedikit bergetar ketika terkena serangan energi. Permaisuri Fen dan putrinya jelas kaget dan spontan menghentikan laju Dragon Spaceship dan mengaktifkan perlindungan kapal.


Kemudian, sebelum Permaisuri Fen keluar dari ruang kendali kapal, bermunculan tujuh orang yang menggunakan jubah penyamaran menghadang jalan Dragon Spaceship. Salah satu diantara mereka membawa pedang besar, dan itu adalah pemimpin penjahat yang menjarah Balai Alkemis.


"Ibu, jangan keluar dari sini!" cegah Feng Bian Ai sambil memegang pergelangan tangan ibunya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2