Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 160. Jebakan!


__ADS_3

Chapter 160. Jebakan!


Long De Tao yang tahu adiknya akan masuk ke dalam gua, segera menghalanginya. Akan tetapi, Raja Naga Tanah terlebih dahulu mencegat putranya yang berniat buruk.


"Anak durhaka!?" bentak Raja Naga Tanah yang tidak menyangka putra kebanggaan berniat buruk kepada keluarga sendiri, dia langsung menutup gua dengan batu besar.


Jenderal Elang juga melihat Feng Bian Baoyu yang masuk ke gua, lalu dia melihat Permaisuri Fen dan Long De Yuze. Kemudian, dia mengangkat tangan kanan sebagai isyarat untuk seseorang.


Lalu keluar satu prajurit Burung Hantu dari hutan dengan membawa bungkusan kain putih yang berlumuran darah. Semua orang melihat prajurit tersebut memberikan bungkusan itu kepada Jenderal Elang.


Permaisuri Fen mengepalkan kedua tangannya saat merasakan perasaan buruk. Demikian juga dengan Feng Bian Ai yang perasaannya sudah tidak karuan.


Jenderal Elang membuka bungkusan secara perlahan dengan sengaja. Akhirnya semua orang melihat kepala seseorang pria.


Melihat dan mengetahui kepala siapa itu, sontak membuat Permaisuri Fen dan putrinya gemetaran menahan amarahnya. Kepala pria itu adalah Raja Burung Feng yang dipenggal.


"Sialan kamu...!?" teriakan Permaisuri Fen yang akan menyerang Jenderal Elang, namun di cegah oleh Long De Yuze.


Permaisuri Fen berpikir jika Jenderal Elang belum melaksanakan rencana jahatnya setelah berkomunikasi dengan pendukungnya. Karena itu, dia masih bisa tenang dan akan bertindak ketika kembali ke Dunia Mistik.


"Biadab?!" bentak Feng Bian Ai yang tidak pernah berpikir suaminya sangat kejam.


Long De Sun segera menahan bahu Feng Bian Ai yang juga ingin menyerang Jenderal Elang. Sedangkan Jenderal Elang tertawa penuh kemenangan, baginya melihat Permaisuri Fen marah sangat memuaskan.


Jenderal Elang membayar mahal jasa Mansion Dewi Kesenangan untuk membunuh Raja Burung Feng. Selain itu, Jenderal Elang juga anggota Mansion Dewi Kesenangan dengan lencana Emas.


Sebelum Jenderal Elang berbicara, pembunuh bayaran lencana Bumi menyela, "jangan banyak bicara lagi! Tugasmu tangkap semua wanita itu, biar kita yang urus mereka!"


Long De Yuze langsung bersiap-siap untuk melawan pembunuh bayaran.


"Kalian semua hati-hati dan serang bersama-sama!" peringatan Long De Yuze, lalu dia berubah wujud menjadi Naga Tanah, kemudian diikuti oleh keturunannya.


Permaisuri Fen dan putrinya juga berubah wujud menjadi Burung Phoenix ekor sembilan. Seluruh Naga Tanah meraung-raung, lalu disusul pekikan burung Phoenix. Pembunuh bayaran lencana Bumi segera memberikan jalan untuk Jenderal Elang dan Long De Tao masuk ke gua


Boom...


Long De Yuze memuntahkan bola api ke arah pembunuhan bayaran lencana Giok...


...****************...


Di tempat lain, tepatnya di pintu masuk ke Makam Peperangan Kuno.


Weng Aiguo sebagai ketua pertama dan wakil dari She Bao, segera memberikan perintah kepada pasukannya beserta peserta Konferensi Tianwu untuk memblokir pintu masuk. Lalu dia mengeluarkan Pagoda Emas untuk memblokir pintu masuk dan juga tempat perlindungan.


Setelah mengatur semuanya, Weng Aiguo berserta para petinggi mengeluarkan Artefak Pedang Terbang sebagai sarana transportasi. Mereka pun melesat dengan sangat cepat menuju ke Laut Kecil mengikuti Fiend Spirit.


Namun, Kun Ashi yang memiliki sifat memberontak, tidak mengindahkan perintah Weng Aiguo, dia bersama Tim Gigas Fire menyelinap ke Hutan Belantara untuk menemui Zhi Shimo.


Akan tetapi, Lei Ziran dan kelompoknya mengetahuinya, mereka mengikuti Kun Ashi. Di antara mereka, ada juga Ming Jinghai dan satu pria tua yang tidak lain adalah ayahnya.

__ADS_1


Seng Weiheng dan Gong Liang melihat Ming Zihan yang masuk ke Hutan Belantara, mereka juga mengikutinya...


Kun Ashi yang diikuti oleh banyak orang dengan jelas merasakannya, dia sesegera mungkin mempercepat pergerakannya.


"Bos, jangan cepat-cepat!" pinta Xu Huang sambil berusaha mengikuti Kun Ashi yang bergerak sangat lincah.


"Jangan banyak bicara, ikuti aku saja!" sahut Kun Ashi sambil melompat batang pohon ke batang pohon lainnya.


Tiba-tiba seberkas sinar melesat dengan sangat cepat. Kun Ashi melirik sinar tersebut, lalu dia menghentakkan kaki kanan untuk bermanuver. Sayangnya, sinar itu lebah cepat menghadangnya, lalu berdiri seseorang pria tua memblokir jalan Kun Ashi dan timnya. Pria tersebut adalah Ming Zihan.


"Oh tidakkk!!" pekik Xu Huang yang spontan berhenti mendadak sebelum menabrak Kun Ashi, namun justru dia ditabrak Gigas Hector dan disusul timnya dari belakang.


Kun Ashi tidak memperdulikan Xu Huang dan yang lainnya, dia fokus terhadap Ming Zihan yang tampak jelas berniat buruk. Tidak berselang lama datang Lei Ziran dan kelompoknya yang langsung mengepung.


"Senior, apa maksud Anda menghalangi jalan kami?" tanya Kun Ashi sambil melirik Lei Ziran yang mendekati Ming Jinghai yang berdiri di sisi kanan ayahnya.


"Nona Muda Ashi, saya hanya ingin membawa bocah gendut itu!" ungkap Ming Zihan.


Ming Zihan mendapatkan tugas dari Weng Aiguo untuk menangkap Xu Huang, dengan tujuan untuk dijadikan sandera. Saat inilah kesempatan untuk menangkap Xu Huang, sebab tidak lagi diawasi oleh She Bao yang terfokus pada Fiend Spirit.


Xu Huang dan timnya segera merapatkan diri pada Kun Ashi dan mengambil sikap waspada terhadap Lei Ziran dan kelompoknya. Xu Huang terkejut, ternyata dirinya menjadi target Ming Zihan, dia menduga ini terkait Zhi Shimo yang mengalahkan Lei Ziran.


"Membawanya? Apa tujuan Anda membawanya? Saya pemimpin tim dan harus mengetahui alasannya!" sekali lagi Kun Ashi bertanya, sebab dia merasa Xu Huang tidak terlalu menonjol daripada peserta lainnya. Selain itu, Xu Huang juga tidak pernah mencari keributan kepada pihak lain.


"Dia telah mencuri Artefak Bintang Empat milik wakil Pengawas!" jawab Ming Zihan.


Sontak Kun Ashi dan timnya terkejut, terutama Xu Huang yang tidak merasa mencuri Artefak Bintang Empat. Kun Ashi dan Tim Gigas Fire melihat Xu Huang.


Kun Ashi dan Tim Gigas Fire mengangguk mengerti, sebab tidak mungkin Xu Huang mencuri, apalagi milik Weng Aiguo. Selama bersama Xu Huang, Kun Ashi dan Tim Gigas Fire tidak melihat Xu Huang memiliki sifat serakah.


Kun Ashi menatap tajam Ming Zihan, sebelum berbicara, Ming Zihan mendahuluinya, "fitnah atau tidak, bisa di buktikan setelah kita kembali ke Istana Awan Surgawi. Bawa dia!"


Mendapatkan perintah dari Ming Zihan, Lei Ziran dan kelompoknya segera mendekati Xu Huang. Tim Gigas Fire dan Xu Huang segera mengeluarkan senjata andalannya.


"Jika kalian mendekat, aku tidak segan-segan membuat kalian mengulang dari awal!" ancam Kun Ashi dengan merentangkan telapak tangan kanannya, dari telapak tangannya keluar sebuah mata.


Lei Ziran dan kelompoknya segera berhenti saat tangan Ming Zihan terangkat sebagai tanda untuk tidak bergerak. Ming Zihan, Lei Ziran dan Ming Jinghai melihat telapak tangan Kun Ashi yang mengeluarkan mata.


"Keluar, waktunya kamu beraksi!" perintah Ming Zihan pada seseorang, dia tidak berani kepada Kun Ashi karena faktor Kaisar Kun.


Lalu keluar dari balik pohon seorang pria. Kun Ashi yang melihat pria itu jelas kaget, sebab dia sangat mengenalnya. Pria itu adalah Kun Jiazhen putra dari pamannya, atau kakak dari Kaisar Kun.


Kun Jiazhen sudah dianggap putra kandung oleh Kaisar Kun semenjak ayahnya meninggal dunia. Karena kebaikan Kaisar Kun, Kun Jiazhen akan melakukan segala perintahnya.


"Layak menjadi seorang putri Kekaisaran Nebula... Tapi, tidak hanya kamu saja yang mencapai tingkat Half Alfa level 5...." ucap Kun Jiazhen sambil mengeluarkan kekuatan yang berada di tingkat Half Alfa level 6.


Kekuatan Kun Jiazhen jelas mengejutkan semua orang, kecuali Ming Zihan yang sudah mengetahuinya. Semua orang tidak menyangka Kun Jiazhen menyembunyikan kekuatan sangat dalam, bahkan tugu prestasi tidak mencatat pencapaian Kun Jiazhen.


Semua orang bertanya-tanya, bagaimana caranya Kun Jiazhen mengelabui tato Burung Merak di punggung tangan?

__ADS_1


Semua orang melihat tangan kanan Kun Jiazhen yang tertutup oleh sarung tangan berwarna hitam, yang ternyata itu adalah Artefak Bintang Empat tahap menengah.


Satu hal yang menarik perhatian semua orang selama ini, dimana tugu prestasi tidak menyantumkan nama peserta nomer dua hingga lima. Banyak orang yang berpikir jika tugu prestasi sedang rusak.


Sedangkan Kun Ashi yang dipuji oleh Kun Jiazhen tidak sedikitpun merasa bangga, sebab dia yakin ayahnya yang sengaja membantu Kun Jiazhen dalam meningkatkan kekuatan seperti dirinya.


"Jadi, ini semua karena pengaturan beliau, bukan?" tebakan Kun Ashi dan hanya di anggukan saja oleh Kun Jiazhen sebagai jawaban.


Kun Ashi tahu diri jika tidak berhasil menaklukkan Zhi Shimo maka ayahnya akan membuat rencana lain. Hanya saja dia tidak menduga jika tugasnya digantikan oleh Kun Jiazhen.


"Jika kamu bisa mengalahkan ku, kamu dan mereka bisa keluar dari sini!" tantang Kun Jiazhen.


"Aku pegang ucapan mu!" sahut Kun Ashi yang menerima tantangan saudaranya.


Xu Huang menatap punggung Kun Ashi, dia merasa haru dilindungi olehnya. Lalu dia dan timnya segera mundur untuk memberikan ruang pertarungan mereka berdua. Demikian juga dengan semua orang yang ikut mundur.


Swosh...


Kun Ashi berinisiatif untuk menyerang Kun Jiazhen terlebih dahulu. Kun Jiazhen tersenyum tipis dan segera melesat ke arah Kun Ashi...


Boom...


Dua kepalan tangan saling berbenturan dengan sangat keras dan memicu gelombang kejut energi spiritual. Dua petarung mundur setelah saling beradu pukulan...


...****************...


Di Laut Kecil, Weng Aiguo beserta para petinggi Istana Awan Surgawi mengikuti Fiend Spirit, saat baru tiba di pinggir pulau melayang, mereka tertekan oleh kekuatan tingkat True Gama level 37.


Mereka segera berhenti di pinggir pulau melayang dan melihat pertarungan antara Zhi Shimo melawan jutaan Fiend Spirit, mereka tercengang melihat ganasnya badai angin tornado menghisap Fiend Spirit.


"Mundur!" perintah Weng Aiguo saat tornado yang berasal dari Zhi Shimo membesar, dia memutar pedang terbangnya agar tidak terhisap oleh badai angin tornado.


Dengan panik semua orang mengendalikan pedang terbang dan menjauhi pulau melayang. Setelah cukup aman dari badai angin tornado, mereka melihat lagi pertarungan Zhi Shimo dengan Fiend Spirit.


"Sangat hebat bola Kunang-kunang miliknya!" pujian Weng Aiguo.


Weng Aiguo dan semua orang yang mengetahui kemampuan Zhi Shimo, mereka menyebut Teknik Kultivasi Delapan Batu Keabadian sebagai Bola Kunang-kunang. Kemampuan Zhi Shimo sudah diketahui oleh para petinggi Istana Awan Surgawi dari Ancestor Adalvino Altair.


Oleh sebab itu, dengan mudahnya petinggi Istana Awan Surgawi disuap oleh Ancestor Adalvino Altair, karena mereka juga menginginkan kemampuan Zhi Shimo.


Zhi Shimo dengan ganas menghisap Fiend Spirit hingga mengeluarkan Kristal Jiwa. Shuǐ Jīnglíng dengan santainya mengambil Kristal Jiwa dengan kemampuan telekenisis tanpa sedikit terganggu dengan badai angin.


Lalu dia menyuapkan Kristal Jiwa kepada Zhi Shimo yang terus-menerus mengendalikan energi Kunang-kunang agar berputar. Lambat laun Fiend Spirit mulai berkurang jumlahnya.


Tiba-tiba Zhi Shimo merasakan aura Long De Yuze yang sedang bertarung dengan orang lain, lalu dia juga merasakan aura kekuatan Kun Ashi yang juga bertarung.


Perhatian Zhi menjadi pun terbagi tiga, dengan Mata Langit dia melihat gua, dimana Jenderal Elang dan Long De Tao berusaha menghancurkan Formasi Perlindungan.


Lalu dia melihat Long De Yuze dan keturunannya berubah menjadi Naga Tanah, demikian juga dengan Permaisuri Fen dan putrinya yang berubah menjadi Burung Phoenix ekor sembilan. Mereka mengeroyok dua pembunuh bayaran yang memiliki lencana diikat di pinggangnya.

__ADS_1


Setelah itu, Zhi Shimo melihat ke Hutan Belantara, dimana melihat Kun Ashi bertarung dengan seorang pria, dia juga melihat Ming Zihan, Lei Ziran dan Ming Jinghai.


"Sialan, ini jebakan!" umpat Zhi Shimo saat tahu keadaan Kun Ashi dan Long De Yuze.


__ADS_2