
Chapter 76. Siluman Menjangan.
Kembali ke Zhi Shimo, yang kini membuka mata setelah timnya mengisi semua Bola Segel Siluman dengan King Kong Nightmare. Kemudian Qin Diao Chin melihat Zhi Shimo.
"Ayo, kita segera menuju altar penjara!" ajaknya yang tidak ingin membuang waktu.
Zhi Shimo mengangguk paham, lalu dia berdiri dan melihat keseluruhan cangkang kura-kura yang sangat kuat, dia berniat menjadikan cangkang kura-kura sebagai kapal perang dan juga perlindungan.
"Tunggu sebentar, aku ingin membawa cangkang kura-kura ini!" pinta Zhi Shimo sambil menyimpan Pagoda Penjara dan segera keluar dari cangkang kura-kura.
"Hahaha! Mana mungkin cincin dimensi mu muat!" Xu Huang menganggap Zhi Shimo sedang berhayal bisa menyimpan cangkang kura-kura yang berukuran sangat besar.
Zhi Shimo tidak memperdulikan ocehan Xu Huang dan semua orang segera mengikutinya. Sesampainya di luar, Zhi Shimo mengeluarkan 10 Tubuh Bayangan untuk menggali cangkang kura-kura yang sebagian badannya tertimbun tanah.
Sepuluh Tubuh Bayangan bergerak cepat dengan memutari cangkang kura-kura hingga terciptalah sebuah parit. Semua orang melihat sepuluh Tubuh Bayangan.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan cangkang kura-kura?" tanya Yuna Aurora yang ingin tahu.
"Mungkin mau dijadikan kapal angkasa!" sahut Qin Diao Chin yang tahu tujuan Zhi Shimo.
"Benar!" jawab Zhi Shimo dengan singkat.
Xu Huang langsung menyahut, "bukannya kamu sudah memiliki kapal Naga ... Apakah kamu ingin memberikan kapal Naga untuk kakakmu yang tampan ini, setelah memiliki kapal angkasa yang baru?"
Zhi Shimo melihat sekilas Xu Huang yang mengembangkan senyuman bahagia. "Menyia-nyiakan Dragon Spaceship berada di tanganmu, bisa karatan dia kamu pegang!" jawab Zhi Shimo yang bercanda.
Xu Huang tertawa dan mendekati Zhi Shimo, namun dia berhenti ketika melihat tatapan mata semua wanita yang tidak suka. Seketika dia terdiam dan berpura-pura melihat tulang.
Kedua mata Xu Huang berbinar-binar saat melihat inti binatang mistik purba sebesar perutnya yang buncit. "Inti binatang!" seruannya dan segera berlari untuk mengambilnya.
Pang Hong dan Pang Heng segera melihat, lalu mereka berdua mengejar Xu Huang untuk mendapatkan inti binatang mistik purba yang mampu meningkatkan kekuatan. Tak ayal, mereka bertiga saling tarik-menarik untuk mendapatkan inti binatang terlebih dahulu.
"Di belakang cangkang kura-kura ada banyak inti binatang setingkat Golden God, ambil untuk kalian," kata Zhi Shimo kepada wanitanya yang sedang menertawakan ketiga pria yang berebut inti binatang.
Tanpa bertanya karena mempercayai ucapan Zhi Shimo, Yuna Aurora segera mengikuti jari telunjuknya dan disusul semua wanita.
Inti binatang yang diperebutkan oleh Xu Huang dan Pang Bersaudara hanya setingkat True God. Bagi Zhi Shimo, dia tidak membutuhkan inti binatang yang memiliki kekuatan dibawah Ancient God. Tapi jika ada diatasnya, dia pasti akan mengambilnya terlebih dahulu. Inti binatang bisa meningkatkan kekuatan bagi kultivator, dan juga bisa digunakan sebagai bahan pembuat Pil Kultivasi untuk meningkatkan kualitas.
Disaat semua tim sedang sibuk mengambil inti binatang di tengkorak binatang mistik purba, sepuluh Tubuh Bayangan telah menyelesaikan tugasnya. Terlihat ukuran cangkang kura-kura yang sebenarnya, besarnya tiga kali lipat dari Dragon Spaceship.
Zhi Shimo mengalirkan energi supranatural yang menyelimuti cangkang kura-kura, dalam sekejap mata menghilang dan masuk ke Dunia Jiwa. Lalu dia memerintahkan para ahli Smelting untuk menjadikan cangkang kura-kura sebagai kapal perang.
__ADS_1
Setelah itu, Zhi Shimo mencari cangkang kura-kura yang lainnya. Baru berjalan sejauh tiga ratus kaki dia melihat lagi cangkang kura-kura. Dan seperti sebelumnya, dia hanya melihat sepuluh Tubuh Bayangan bekerja sambil mengawasi timnya.
Zhi Shimo melihat Xu Huang berhasil mendapatkan inti binatang dengan tertawa terbahak-bahak di atas kepala binatang banteng purba. Namun, Pang bersaudara tidak marah dan malahan ikut tertawa, mereka melihat di belakang Xu Huang ada inti binatang setingkat Great God dan buru-buru berlari untuk mengambilnya.
Xu Huang membalikkan badan saat melihat dua temannya berlari, lalu dia juga melihat inti binatang yang menjadi target berikutnya, dia langsung melompat tinggi agar mendahului Pang bersaudara. Sayangnya, pakaiannya tersangkut kerangka binatang.
Pang Bersaudara menertawakan Xu Huang yang tersangkut kerangka binatang dan malah melemparkan tulang agar dikejar. Zhi Shimo tersenyum melihat kelakuan sahabatnya.
"Tolong! Woiii!!" teriak Xu Huang yang tangan kanannya tidak bisa meraih pakaian bagian belakang punggung yang tersangkut.
"Apa? Aku tidak dengar!" sahut Pang Hong sambil berpura-pura mengorek telinganya saat berada di depan inti binatang.
Xu Huang pun memaki-maki Pang bersaudara dengan segala nama binatang terlontar dengan lancar. Malahan Pang bersaudara melemparkan tulang di sisi Xu Huang.
"Kampret!! Aku bukan anjing, prettt!!"
Zhi Shimo yang melihat ketiga sahabatnya yang saling mengumpat hanya tertawa, dan tidak terasa sepuluh Tubuh Bayangan telah selesai bekerja. Akhirnya tim kembali berkumpul setelah mendapatkan banyak inti binatang.
Inti binatang bermunculan dikarenakan pertarungan sepuluh Tubuh Bayangan dengan banyaknya King Kong Nightmare, sehingga tengkorak binatang yang tertimbun tanah menjadi keluar.
"Jangan terlalu jauh satu sama lainnya," kata Zhi Shimo kepada timnya, dia pemimpin jalan menuju bagian terdalam Bukit Tengkorak. Semua orang mengeluarkan senjata, lalu mengikuti Zhi Shimo yang berjalan beriringan dengan Yuna Aurora dan Qin Diao Chin.
"Apa kamu tahu lokasi tepatnya altar penjara?" tanya Zhi Shimo memecahkan keheningan, sambil melihat Yuna Aurora yang wajahnya mengeluarkan butiran air keringat, demikian juga dengan Qin Diao Chin.
"Wali Pelindung Alam Tianwu hanya berkata di wilayah terdalam Bukit Tengkorak!" jawab Qin Diao Chin yang tidak jelas lokasinya.
Karena tidak mendapatkan jawaban tepat, Zhi Shimo bertanya kepada Naga Tanah, "Paman, apakah tahu tempatnya altar penjara disini?"
"Tuan Muda, di depan... Kira-kira sejauh 675 meter akan ada bukit simpang tiga, pilih jalan bagian tengah... Kalau tidak salah, hamba pernah melihat benda bulat yang memiliki empat tiang, di depannya ada tugu prasasti bertulis!" jawab Naga Tanah.
Zhi Shimo tersenyum senang mendapatkan petunjuk jalan yang pasti. Memiliki Naga Tanah seperti sebuah peta berjalan dan tidak khawatir akan tersesat di Dunia Mistik.
"Tapi, ada penunggunya disetiap persimpangan bukit, mereka adalah Siluman Menjangan yang alih dalam ilusi! " sambung Naga Tanah dan membuat Zhi Shimo berhenti berjalan.
Spontan Tim Seribu Malam ikut berhenti dan saling merapatkan punggung, lalu mereka melihat sekitarnya yang mana suasana sangat hening, banyak tulang-tulang berserakan, kabut karena hawa siluman begitu pekat dan seakan-akan membentuk wujud menyeruput hantu.
"Ada apa?" tanya Yuna Aurora dengan suara lirih.
"Kita masuk di dalam ilusi Siluman Menjangan! Kalian bawa mantra pengusir siluman, kan? Tempelkan kertas mantra di punggung dan dahi kalian!" jawab Zhi Shimo kepada semua tim.
Karena ketakutan terjebak di dalam ilusi, semua orang segera mengeluarkan kertas mantra pengusir siluman dan menempelkan di dahi serta punggung. Kedua mata semua orang menjadi terhalang mantra yang menempel di dahi, dan meniupnya agar tidak menghalangi pandangan.
__ADS_1
Namun, Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi tidak menempelkan mantra seperti yang lainnya, mereka menghadap Zhi Shimo dengan tatapan curiga.
"Cepat pakai mantra pengusir siluman!" pinta Zhi Shimo kepada ketiga wanita yang menatapnya dengan curiga, dia melihat sekelilingnya dan tidak menanggapi sorot mata mereka.
"Sejak kapan mantra di tempelkan di dahi? Kamu pikir kita siluman!" ucap Qin Diao Chin dengan nada ketus.
Mendengar ucapan Qin Diao Chin, semua orang membalikkan badan dan melihat Zhi Shimo, mereka baru menyadari telah dibodohi. Akan tetapi, Zhi Shimo tidak mempedulikan tatapan mata mereka, dia terfokus ke arah persimpangan bukit.
Dengan Mata Langit, Zhi Shimo melihat ada tiga jalan yang dibatasi tebing tinggi dan tajam, tiap jalannya ditumbuhi pepohonan setingkat lebih dari sepuluh meter. Tapi bukan tebing dan pepohonan yang menjadi perhatian Zhi Shimo, melainkan ada beberapa Siluman Menjangan menyerupai manusia yang cantik serta tampan. Namun, wujud aslinya sangat menyeramkan.
Siluman Menjangan yang cantik itu melambaikan tangannya kepada Zhi Shimo. Sedangkan siluman pria melambaikan tangannya kepada wanitanya, namun karena semua wanita sedang terfokus pada Zhi Shimo, mereka tidak mengetahuinya. Selain itu jarak diantara mereka masih jauh.
"Jika mental kalian kuat, lepaskan saja mantra pengusir siluman! Asal kalian tahu, kita masih ada tiga kali kesempatan, dan aku pribadi, tidak mau mengulangi dari awal!" kata Zhi Shimo dengan nada serius, "saat ini kita juga dalam kompetisi, berhasil atau tidaknya itu tergantung kemampuan kalian! Satu hal lagi, aku sebenarnya sudah enggan berada di sini, jika tidak ada alasan yang tepat. Hidup dan matinya kehidupan juga bukan urusanku!" sambungnya, lalu berjalan tanpa menunggu reaksi timnya.
Perkataan Zhi Shimo juga merupakan pengingat bagi timnya, namun ada juga rasa ketidakpuasan terhadap para penguasa yang membebankan masa depan kepadanya. Semua orang kebingungan apa yang dikatakan oleh Zhi Shimo yang tiba-tiba aneh.
"Adik, kamu sakit?" tanya Xu Huang yang tidak tahu maksud perkataan Zhi Shimo, setelah itu dia meniup kertas mantra yang menghalangi pandangannya.
"Iya, sakit karena kurangnya kasih sayang! Hahaha!" jawab Zhi Shimo yang tertawa setelahnya.
Qin Diao Chin menghentakkan kakinya karena gemas dengan sikap Zhi Shimo, selama hidupnya dia tidak pernah diperlakukan seperti ini. Qin Diao Chin mengejar Zhi Shimo dan diikuti oleh timnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan. Disaat jarak dengan persimpangan sudah dekat, Zhi Shimo memberikan peringatan, "sebentar lagi kita akan masuk ke wilayah ilusi Siluman Menjangan. Jangan ada pikiran negatif, tetap tenang apapun yang kalian lihat. Jika ada yang muncul atau sesuatu yang aneh terjadi, jangan pernah terpengaruh!"
Akhirnya mereka telah masuk ke wilayah ilusi Siluman Menjangan, seketika sekitarnya berubah menjadi indah, ada rumah yang terbuat dari kayu beratap jerami, banyak bunga-bunga yang indah. Lalu keluar dari dalam rumah kayu banyak wanita cantik dan pria tampan.
Pria dan wanita menyambut kedatangan Zhi Shimo dan timnya. Wanita menari dan sang pria memainkan musik dengan alunan meriah. Disaat akan mendekati pendatang, siluman wanita dan pria seakan-akan terhalang oleh energi yang tak kasat mata.
Xu Huang yang melihat banyak wanita cantik yang berpakaian minim dan menari dengan anggun jelas terpengaruh, dia berjalan mendekati salah satu wanita yang menarik.
"Lepaskan dulu mantra itu jika kamu ingin aku layani!" pinta wanita siluman kepada Xu Huang, dia semakin bersemangat untuk menari dan menunjukkan tubuh yang menggoda iman.
Plak...
Zhi Shimo segera menepuk dahi Xu Huang yang akan melepaskan mantra. Seketika Xu Huang tersadar dengan menggelengkan kepala sambil mengucek matanya.
Baru Xu Huang terkejut melihat wujud asli wanita cantik berubah menjadi menyeramkan, dia langsung merapatkan tubuhnya kepada Pang Hong. Selesai Xu Huang yang tersadar, giliran Pang Heng yang terpengaruh dengan kecantikan wanita siluman.
Plak...
Sebelum Pang Heng melepaskan mantra pengusir siluman, Zhi Shimo menepuk dahinya dengan telapak tangan. Seperti Xu Huang, Pang Heng juga ketakutan tanpa berani mengeluarkan suara walaupun dahinya terasa sakit.
__ADS_1