
Chapter 72. Tiba Di Bukit Tengkorak.
Di saat perjalanan mendekati Bukit Tengkorak, Zhi Shimo melihat pepohonan di sekitarnya lebih tinggi dan besar, ada yang setinggi 300 meter lebih, batang pohon berdiameter lebih dari 80 meter. Seandainya Zhi Shimo tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri, dia mungkin tidak akan mempercayai jika ada orang yang bercerita tentang hal ini.
Pepohonan itu seperti menari-nari padahal tidak ada angin kencang yang berhembus. Di bawah mahkota pohon, mampu menampung banyak kehidupan dan sangat nyaman jika ada matahari.
Karena sudah dekat dengan Bukit Tengkorak, Zhi Shimo tidak lagi mengagumi pepohonan yang besar itu. Dia menurunkan ketinggian Dragon Spaceship hingga mencapai 900 meter.
Dengan Mata Langit, Zhi Shimo melihat Bukit Tengkorak banyak terdapat tulang-tulang binatang yang bisa dikatakan mengerikan, karena ukuran tulang jari sebesar tubuhnya, untuk melihat tulang-tulang lainnya membuat Zhi Shimo geleng-geleng.
"Apakah semua kehidupan masa lalu berukuran super besar?" gumaman Zhi Shimo dan membayangkan binatang zaman dulu berkeliaran pada saat ini, bisa-bisa menghancurkan segalanya.
"Tuan Muda ... Apakah Tuan Muda benar-benar tidak mengingat masa lalu?" sahut Naga Langit yang ingin Zhi Shimo mengingat masa lalunya.
Zhi Shimo mengunci alisnya ketika ditanya tentang masa lalu yang tidak dia ketahui, dengan rasa keingintahuan yang besar, dia bertanya, "Paman, seandainya aku ingat, apa perlu heran dan takjub dengan apa yang aku lihat? Jika Paman mengetahui masa laluku, kenapa tidak menceritakannya saja? Apakah masa laluku begitu menyakitkan, sehingga Paman tidak mau berbicara?"
Jujur saja, Zhi Shimo sebenarnya ingin marah karena tidak sedikitpun mengingat tentang masa lalunya bersama keempat kakak-kakaknya. Ia tidak marah kepada Naga Tanah dan Naga Langit, karena tahu sumpah mereka adalah suci dan tidak mungkin dilanggar apapun yang terjadi.
Naga Langit terdiam dan jelas dia tidak akan membicarakan tentang masa lalunya, selama Zhi Shimo belum mengingatnya sendiri. Seandainya Zhi Shimo sedikit ingat, kemungkinan besar Naga Tanah dan Naga Langit akan berbicara sesuai apa yang diingat oleh Zhi Shimo, dan itu tidak melanggar sumpahnya.
Bang... Bang...
Tiba-tiba Dragon Spaceship di serang sesuatu dari bawah dan membuat kapal sedikit berguncang. Zhi Shimo kaget dan melihat akar-akar pohon melilit Dragon Spaceship. Dengan panik, Zhi Shimo meningkatkan kecepatan Dragon Spaceship hingga angka 6,0 Mach.
Dragon Spaceship bergetar hebat, ketika lajunya tertahan oleh akar-akar pohon raksasa yang makin banyak dan menutupi badan kapal, dan seolah-olah menarik ke bawah. Bisa dibayangkan, kecepatan tinggi tapi ditahan oleh banyak akar-akar pohon besar, dan pastinya akan bergetar hebat.
"Itu adalah Siluman Pohon, kekuatannya rata-rata di tingkat Profound God dan fisiknya setara God Warrior!" jelas Naga Tanah yang tidak panik seperti Zhi Shimo.
Segera Zhi Shimo mengeluarkan energi Kunang-kunang untuk menghancurkan akar-akar pohon yang melilit badan kapal.
Boom... Boom
Rentetan ledakan pun terdengar ketika energi Kunang-kunang menyerang akar-akar pohon. Seketika akar-akar pohon meledak. Namun, Siluman Pohon mengerahkan akar-akarnya untuk kembali melilit badan kapal.
Semua orang yang sedang berkultivasi jelas kaget merasakan Dragon Spaceship bergetar hebat dan disusul ledakan energi. Dengan membuka mata, mereka melihat ke luar jendela kamar dan banyak akar-akar pohon seperti tentakel telah melilit badan kapal. Segera mereka keluar dari kamarnya dan menuju ke anjungan kapal.
"Saudara Hong, dorong tuas ini secara bertahap sesuai angka di panel ini!" pinta Zhi Shimo kepada Pang Hong yang baru tiba di anjungan kapal.
Pang Hong segera mengambil alih kendali kapal tanpa banyak bicara, dia tahu situasi saat ini sedang bahaya. Kemudian Zhi Shimo keluar dari anjungan kapal.
__ADS_1
Yuna Aurora dan timnya yang baru tiba di pusat kendali kapal segera ikut keluar untuk membantu Zhi Shimo. Disaat Zhi Shimo keluar, dia melihat banyak Siluman Pohon bekerjasama untuk menjatuhkan Dragon Spaceship.
"Earth Dragon Armor, aktif!" teriakan Zhi Shimo dengan mengeluarkan Tombak Naga Langit.
Seluruh tubuhnya bercahaya dan menghilang dalam sekejap, kini tubuhnya telah memakai zirah perang. Zhi Shimo langsung melesat untuk menghancurkan akar-akar pohon sambil mengayunkan tombaknya.
Crazh... Crazh...
Akar-akar pohon terbelah seperti roti saat tombak mengayun. Yuna Aurora dan timnya melongo melihat Zhi Shimo memiliki zirah perang bersayap. Qin Diao Chin dan Qin Lianshi yang tidak terkejut segera mengaktifkan zirah perangnya dan mengeluarkan senjata andalannya, senjata pedang andalan Qin Lianshi dan dua senjata cakram emas andalan Qin Diao Chin.
Pertarungan pun sangat sengit di atas dek kapal, Zhi Shimo dan timnya bekerjasama untuk menghancurkan akar-akar pohon. Sedangkan Pang Hong terus mendorong tuas agar terlepas dari genggaman akar-akar pohon. Dragon Spaceship makin bergetar hebat saat lajunya tertahan, namun akar-akar pohon tidak sedikitpun menggores badan kapal.
Yuna Aurora yang jengkel dengan akar-akar pohon yang masih terus berdatangan, akhirnya dia mengeluarkan Api Semesta. Lalu muncul dari telapak tangan bola Api Semesta dan melemparkan ke bawah kapal.
Boom...
Ledakan bola api menghanguskan akar-akar pohon yang melilit badan kapal. Siluman Pohon yang musuh alaminya adalah api, jelas ketakutan. Mereka segera berlarian ke segala arah. Kemudian, Dragon Spaceship melesat dengan sangat cepat, sebab Pang Hong mendorong tuas hingga angka 7,8 Mach.
"Arghh!!" teriakan semua orang ketika Dragon Spaceship lolos dari lilitan akar-akar pohon.
Tubuh semua orang tersentak ke belakang dan meraih apapun agar tidak terjatuh dari kapal. Pang Hong juga tersentak ke belakang, untungnya dia memegang tuas dan tertahan kursi komando kapal, sehingga tidak sampai menghantam dinding kapal. Segera Pang Hong menarik tuas kapal hingga kapal tiba-tiba berhenti mendadak...
"Arghh!!" Kembali semua orang berteriak dan terjungkal ke depan.
"Pang Hong, kamprettt...!?"serempak semua orang memaki-maki Pang Hong sebagai kapten kapal yang tidak becus.
Pang Hong tertawa melihat rekan-rekan seperti ikan asin yang tergeletak di pagar dek Dragon Spaceship. Termasuk Zhi Shimo yang harga dirinya langsung hancur. Ya, apa gunanya bertarung dengan gagah, tapi ujung-ujungnya terjungkal seperti ikan asin yang dijemur!
Apalagi Qin Diao Chin dan Yuna Aurora yang sangat malu dibuat seperti ini oleh Pang Hong, mereka sebagai seorang ratu jelas sangat malu bisa terjungkal ke depan dan ke belakang.
Sedangkan Xu Huang yang takut ketinggian, wajah pucat pasi dan muntah-muntah, Juan Rou memukul punggungnya agar memuntahkan semuanya.
"Kamu ingin membunuhku!" protes Xu Huang kepada Juan Rou yang tidak bisa lemah lembut.
"Kapan? Aku sudah mempunyai anakmu!" sahut Juan Rou yang tidak takut dengan Xu Huang.
Seketika Xu Huang terdiam dan berhenti muntah-muntah. Lalu dia berdiri tegak dan berusaha untuk tegar, sambil menatap langit, dia berbicara, "jika cinta itu indah, tidak ada yang namanya kesedihan...!"
Juan Rou langsung muntah-muntah dan membuat Xu Huang yang ingin bersyair menjadi panik dengan mengelus punggung Juan Rou. Xu Huang pikir, Juan Rou muntah-muntah karena dia hamil muda, padahal Juan Rou jijik mendengar ucapannya.
__ADS_1
Setelah itu, semua orang berdiri dan membenahi pakaian dan rambut yang acak-acakan. Lalu Zhi Shimo melihat Yuna Aurora yang seakan-akan menatap tajam kearah Siluman Pohon yang sudah tidak terlihat semua orang.
Yuna Aurora yang merasa sedang dilihat oleh Zhi Shimo, segera melirik dan mengembangkan senyuman puas telah berhasil membuat Siluman Pohon ketakutan.
"Siluman Pohon ... Kenapa kamu buat mereka takut? Ayo, berburu... Naikkan lencana...," sungut Zhi Shimo yang ternyata ingin melemahkan Siluman Pohon dan setelah itu baru memenjarakannya di Pagoda.
Yuna Aurora seketika malu, karena sudah terlanjur bangga, dia pikir akan mendapatkan pujian dari Zhi Shimo dan ujung-ujungnya diprotes...
Pang Hong didalam anjungan kapal tertawa terbahak-bahak melihat rekan-rekan mengalami nasib yang kurang beruntung, dia segera kabur ke kamar pribadinya, takut mendapatkan pukulan dari timnya.
Kemudian, Zhi Shimo melihat sekitarnya dan baru sadar telah melewati Bukit Tengkorak karena kecepatan Dragon Spaceship. Zhi Shimo dan semua orang menatap hamparan luas yang terlihat tidak ada ujungnya.
Di kejauhan, semua orang melihat cahaya warna-warni yang sangat indah dengan Dunia Mistik yang minim pencahayaan. Apa yang mereka lihat seperti lukisan mahakarya Alam Semesta dan benar-benar mengagumkan.
Zhi Shimo melihat Yuna Aurora yang kecantikannya seperti cahaya warna-warni itu. Cahaya itu dikenal dengan sebutan Aurora. Aurora adalah cahaya yang terbentuk akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki galaksi, dengan partikel yang dipancarkan oleh cahaya matahari.
Lalu Zhi Shimo melihat Qin Diao Chin yang wajahnya memancarkan aura seorang wanita dewasa, tabah dalam menghadapi berbagai masalah dan banyak mengalami pengalaman hidup, anggun dan elegan dan memang cocok jika menjadi seorang ratu.
Jika dibandingkan dengan Yuna Aurora, Yuna Aurora lebih condong dengan karakter yang energik, pemarah tapi baik, tidak mau kalah dengan siapapun. Intinya, semua wanitanya memilih keunikannya masing-masing dan membuatnya tidak bosan untuk untuk hidup bersama mereka.
"Dimana ini?" tanya Zhi Shimo kepada Yuna Aurora yang memiliki peta buatan Celestial She.
Yuna Aurora segera mengeluarkan peta dan melihat posisi saat ini berada di perbatasan Bukit Tengkorak, lalu dia melihat ke belakang. Ternyata, Dragon Spaceship telah melewati Bukit Tengkorak sejauh dua puluh kilometer lebih.
"Tidak ada namanya. Tapi, kita sudah jauh melewati Bukit Tengkorak!" jawab Yuna Aurora dan melihat hutan yang tampak kecil.
Zhi Shimo mengangguk paham, lalu dia berkomunikasi dengan Naga tanah. "Paman, saat ini kita berada di mana?"
"Ini adalah Daratan Kematian, Tuan Muda. Hati-hati, dibawah pasir ada banyak binatang monster jenis Cacing Kekacuan, Siluman Ular Gurun, banyak juga Semut Gurun!" jawab Naga Tanah dengan nada serius.
Baru mendengar Naga Tanah seserius ini, Zhi Shimo segera waspada dengan melihat ke bawah Dragon Spaceship yang jarak antara permukaan pasir menjadi setinggi 1.000 meter.
Disaat semua orang sedang menikmati cahaya Aurora, Zhi Shimo dan Yuna Aurora masuk ke dalam anjungan kapal untuk kembali ke Bukit Tengkorak.
Ketika Dragon Spaceship bergerak, semua orang buru-buru masuk. Segera mereka duduk di kursi personil kapal, lalu memasang sabuk pengaman. Mereka masih trauma jika harus kembali terjungkal gara-gara kecepatan Dragon Spaceship yang tidak manusiawi.
Akhirnya, Dragon Spaceship pun tiba di Bukit Tengkorak dan melihat pemandangan yang berbeda dari Daratan Kematian. Tidak ada keindahan di Bukit Tengkorak, yang ada aura kematian lebih pekat dari Daratan Kematian.
"inilah Bukti Tengkorak, tempat Monster Lima Elemen dipenjara," kata Qin Diao Chin sambil melihat sekitarnya untuk menemukan lokasi altar penjara.
__ADS_1