Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 81. Menuju Ke Kota Reruntuhan.


__ADS_3

Chapter 81. Menuju Ke Kota Reruntuhan.


Asap mengepul ketika pukulan berenergi mengenai Zhi Shimo, sedangkan Tim Seribu Malam terhempas gelombang kejutnya.


Yuna Aurora melihat tubuh Zhi Shimo menghantam tanah hingga membentuk sebuah kawah, tidak ada raut wajah penyesalan setelah menyerangnya.


"Apa yang kamu lakukan?" bentak Qin Lianshi setelah dirinya terpental, ia segera menghampiri Zhi Shimo dan Qin Diao Chin.


Saat melihat kedalam kawah, Qin Lianshi terkejut mengetahui jika Zhi Shimo menggunakan punggungnya sendiri untuk melindungi Qin Diao Chin yang pingsan. Untung saja Earth Dragon Armor melindunginya, sehingga pukulan berenergi tidak banyak memberikan dampak buruk, hanya keluar darah segar dari sudut bibirnya.


"Pukulan setingkat God Emperor!" gumam Zhi Shimo setelah merasakan kekuatan Yuna Aurora, dia menduga jika kekasihnya dalam kendali Dewi Cahaya.


Zhi Shimo segera mengeluarkan Pagoda Penjara untuk melindungi Qin Diao Chin yang pingsan, lalu dia memasukkannya ke dalam. "Kamu juga masuk bersama yang lainnya!" perintahnya kepada Qin Lianshi dan timnya yang baru datang di bibir kawah.


Tim Seribu Malam dan tunggangannya masuk ke dalam Pagoda Penjara dengan segera, mereka tahu Yuna Aurora sedang dikendalikan oleh kekuatan yang tersembunyi.


"Kamu hati-hati dan jangan mendekatinya sampai Yuna Aurora bisa mengendalikan tubuhnya sendiri!" peringatan Qin Lianshi yang tidak ingin Zhi Shimo menghadapi Yuna Aurora yang sedang dikendalikan.


"Jangan khawatir!" jawab Zhi Shimo dan melihat Yuna Aurora masih menatapnya dengan sorot mata tajam seperti sedang bertemu dengan musuh.


Ya, memang Yuna Aurora dikendalikan oleh Dewi Cahaya, sebab itu Yuna Aurora mampu menyerang Zhi Shimo, padahal dia memiliki segel keluarga, itu dikarenakan dia tidak ada niatan untuk berkhianat, dan juga targetnya adalah Qin Diao Chin yang dianggap pesaing.


Setelah semua Tim Seribu Malam masuk ke dalam Pagoda Penjara, Zhi Shimo mengepakkan kedua sayapnya dan berhenti melayang tepat di atas Pagoda Penjara.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Zhi Shimo sekali lagi.


"Menguji kalian, apakah layak menjadi temanku!" jawab Yuna Aurora, nada suaranya terdengar ada dua orang yang berbicara.


"Dewi Cahaya ... Aku heran manusia sombong seperti kamu masih hidup! Jika kamu terlahir pada zaman ini, kamu bukan apa-apa bagiku. Seorang teman maupun sahabat tidak bisa diukur dari layak atau tidaknya dia... Seharusnya pasangan Dao yang terlebih dulu diuji, apakah layak menjadi pasangan seumur hidup?" bantah Zhi Shimo yang tidak setuju akan perkataan Dewi Cahaya.


Yuna Aurora menyunggingkan senyuman menghina, lalu dia berbicara, "aku heran, kenapa gadis ini mau denganmu dan mau-maunya berteman dengan yang lainnya!"


"Tanyakan saja dia, kenapa mau denganku dan mau berteman dengan kami? Jika kami memang tidak layak, silakan pergi dan masih banyak orang lain yang lebih baik darimu!" jawab Zhi Shimo dengan tegas, baginya di alam semesta wanita tidak hanya ada satu.


Boom...


Karena amarah, kekuatan Yuna Aurora melejit hingga naik ke tingkat God Emperor level 9, padahal kekuatannya yang asli berada di tingkat Great Principle Golden Immortal level 9, naik 12 tingkat. Lalu tangan kanan direntangkan kearah Zhi Shimo, dari telapak tangannya mengeluarkan bola energi.


"Hanya kekuatan pinjaman dan bukan kekuatan yang sebenarnya... Huff! Sungguh menjengkelkan!" gumam Zhi Shimo yang mulai kehabisan kesabaran, lalu dia melihat Yuna Aurora yang akan menyerangnya.


Seperti halnya Zhi Shimo yang bisa menggunakan kekuatan pinjaman dari 24 Galaksi Elemen. Kekuatan pinjaman memiliki batas waktu, seperti Zhi Shimo yang bisa menggunakan kekuatan pinjaman selama waktu dua dupa (1 jam), demikian juga dengan Yuna Aurora yang mampu menggunakan kekuatan Dewi Cahaya.


Sebelum Tian Zhi mengeluarkan seluruh kekuatan pinjaman untuk bertarung dengan Dewi Cahaya, tiba-tiba tubuh Yuna Aurora bergetar dan membuat Zhi Shimo mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Jika dilihat oleh Zhi Shimo, tampaknya Yuna Aurora sedang bentrok dengan Dewi Cahaya untuk mengambil ahli tubuhnya.


Setelah beberapa saat, Yuna Aurora kembali tenang dan melihat Zhi Shimo. Kini wajahnya telah kembali seperti semula, dia tersenyum kepada Zhi Shimo. Hati Zhi Shimo merasa lega melihat Yuna Aurora telah kembali...


Swosh...


Yuna Aurora terbang menuju ke Danau Jiong yang berada dibelakang bukit terbelah. Setelah masuk ke dalam Danau Jiong, tanah bergetar dan bukit yang terbelah kembali menutup. Zhi Shimo langsung mengejar Yuna Aurora.


Bang...


Sayangnya, tubuh Zhi Shimo terhalang energi pelindung sehingga tidak bisa masuk ke dalam bukit. Tidak ingin terjadi sesuatu pada Yuna Aurora, dia menggedor dinding energi dengan sekuat tenaga, akan tetapi energi pelindung itu tidak sedikitpun mengalami kerusakan. Lalu, Zhi Shimo menggunakan kemampuan Batu Keabadian untuk melewati energi pelindung, sayangnya usahanya tidak berhasil.


Sebelum Zhi Shimo menggunakan skill perubahan wujud, Celestial She berbicara, "jangan khawatir, dia dipandu oleh Dewi Cahaya untuk meningkatkan kekuatan. Sayang, lebih baik kamu tinggalkan dia dan tingkatan kekuatan mu!"


Zhi Shimo menghela nafas berat dan mengangguk paham, sebelum dia membalikkan badan, sekali lagi melihat ke dalam Danau Jiong dengan Mata Langit.


Zhi Shimo melihat didalam dasar danau ada sebuah peti mati yang terbuat dari batu giok. Di dalam peti mati itu terbaring jasad Dewi Cahaya yang masih utuh dan wajahnya sangat mirip dengan Yuna Aurora, batu giok tersebut memelihara jasad Dewi Cahaya agar tidak rusak.


Lalu, Yuna Aurora telah masuk ke dalam peti mati untuk menyerap kekuatan Dewi Cahaya. Setelah melihat sendiri dengan mata kepala, Zhi Shimo sedikit tenang dan membalikkan badannya, lalu dia menuju ke Pagoda Penjara.


Setelah Yuna Aurora masuk kedalam Danau Jiong, Bukit Tengkorak dan seluruh Dunia Mistik kembali normal, minim pencahayaan dan kabut hawa siluman kembali terlihat. Satu hari lagi bulan sempurna akan menghilang.


Sesampainya di Pagoda Penjara, Zhi Shimo melihat kondisi Qin Diao Chin yang telah sadarkan diri, tapi wajahnya pucat pasi setelah terkena pukulan Yuna Aurora, semua tim tampak mengkuatirkan kondisinya.


"Tidak apa-apa, hanya butuh waktu istirahat sebentar!" jawab Qin Diao Chin dengan segera, dia terharu melihat Zhi Shimo yang begitu perhatian.


Lalu Zhi Shimo memeriksa pergelangan tangan kanan Qin Diao Chin. Setelah beberapa saat pemeriksaan, dia menghela nafas lega. Tampaknya Yuna Aurora tidak berniat melukai sahabatnya, hanya ingin meluapkan kekesalannya saja.


Kemudian, Zhi Shimo mengeluarkan Pil Penyembuh kualitas terbaik. "Buka mulutmu!" pintanya.


Segera Qin Diao Chin membuka mulutnya dan Zhi Shimo memasukkan sebutir pil tingkat Celestial Supreme tahap puncak garis tujuh. Spontan Qin Diao Chin duduk dan menatap wajah Tian Zhi, dia tidak menyangka luka ringan harus diberikan pil tingkat tinggi.


Wajah Qin Diao Chin seketika pulih seperti sediakala dan tidak merasakan lagi sakitnya. Qin Diao Chin langsung mencium bibir Zhi Shimo dihadapan semua orang.


Semua orang memalingkan wajahnya karena malu, kecuali Xu Huang yang melotot menikmati pemandangan didepan mata. Juan Rou segera menjewer telinga Xu Huang dan memutar kepalanya.


Setelah beberapa saat berciuman, Qin Diao Chin membuang muka karena malu, apalagi Zhi Shimo telah memegang buah kenyalnya yang telah menjadi keras.


Zhi Shimo tertawa ringan sambil berdiri, lalu dia berkata kepada semua orang, "kalian akan aku bawa ke suatu tempat terpencil untuk berkultivasi. Nanti, aku akan mencari sumber daya yang bisa meningkatkan kekuatan kalian dengan cepat."


Zhi Shimo akan membawa mereka ke dalam cincin dimensi agar tenang saat berkultivasi. Selain itu, mereka tidak lagi membebaninya saat mencari lokasi yang berpotensi untuk meningkatkan kekuatannya. Sedangkan untuk meningkatkan kekuatan timnya, dia memiliki banyak Pil Kultivasi berbagai macam jenis.


"Kamu benar, kejadian hari ini telah membuka mata kita... Dengan kekuatan saat ini, kita tidak akan mampu bertahan hidup di Dunia Mistik!" dukung Qin Lianshi.

__ADS_1


"Aku yang akan mendampingi mu!" pinta Qin Diao Chin yang ingin berpetualang bersama Zhi Shimo di Dunia Mistik.


"Aku setuju, pil pemberianmu saja baru habis satu butir!" Xu Huang juga memilih untuk berkultivasi, karena dia yang paling lemah dan malu mengetahui semua tim sangat kuat.


"Kalian disini sebentar." Tian Zhi mengandeng tangan Qin Diao Chin dan mengajaknya keluar dari Pagoda Penjara.


Setelah di luar, Zhi Shimo melambaikan tangannya dan seketika Pagoda Penjara menghilang. Xu Huang dan yang lainnya tercengang melihat keadaan di luar Pagoda Penjara telah berpindah tempat.


Ya, semua tim telah berada didalam cincin dimensi, tetapi mereka tidak mengetahuinya. Mereka melihat sebuah mansion berlantai sepuluh dan dikelilingi hutan yang lebat.


"Kalian bisa keluar dan pilih kamar di lantai dua hingga lima. Berkultivasi lah dengan tenang. Jika Pil Kultivasi telah habis, kalian bisa ambil di Ruang Alkemis yang tersedia di dalam mansion," kata Zhi Shimo.


Segera Xu Huang keluar dari Pagoda Penjara dan disusul timnya, mereka masuk ke dalam mansion dan berkeliling.


"Kemana mereka?" tanya Qin Diao Chin yang memang tidak tahu, bahkan Yuna Aurora belum pernah berada didalam cincin dimensi.


"Mereka ada didalam cincin dimensi...," jawab Zhi Shimo dan melihat jari lentik Qin Diao Chin yang tidak memiliki cincin dimensi, tapi memiliki kantong spasial.


Zhi Shimo mengeluarkan cincin dimensi tingkat tinggi, lalu menyelipkan dijari manis tangan kanan milik Qin Diao Chin. Qin Diao Chin tersenyum bahagia dengan pemberian Zhi Shimo, dia melihat cincinnya.


"Ajak aku masuk ke dalam cincin dimensi!" pintanya yang ingin tahu.


Zhi Shimo memeluk pinggang ramping Qin Diao Chin dan dalam sekejap telah berada di dalam cincin dimensi, tepatnya di dalam mansion lantai sepuluh.


"Jika kamu ingin keluar... Cukup berkomunikasi dengan telepati," kata Zhi Shimo dan di anggukan kepala oleh Qin Diao Chin


Zhi Shimo kembali keluar dari cincin dimensi. Setelah berubah wujud menjadi angin, dia segera terbang rendah diatas pepohonan menuju ke Kota Reruntuhan...


Sepeninggal Zhi Shimo, banyak kekuatan yang datang di lokasinya, diantara mereka ada Long De Yuze, Raja Naga Tanah, Long De Sun, Long De Qiu dan juga Long De Xiang. Raja Burung Feng juga datang bersama rombongannya.


Mereka melihat Bukit Tengkorak menjadi berantakan dan terlihat banyak jejak pertempuran yang baru terjadi. Anehnya, tidak ada satupun korban yang mati, bahkan jejak darah juga tidak terlihat.


"Kemana perginya orang yang memiliki kekuatan God Emperor?" gumam Long De Yuze yang sangat jelas merasakan kekuatan Yuna Aurora yang meningkat drastis, tidak hanya dia tapi semua kekuatan yang datang merasakan tekanan aura kekuatan.


"Kakek, disana ada Siluman Menjangan," tunjuk Long De Xiang kearah Barat, jalur yang dilewati oleh Zhi Shimo.


Long De Yuze segera melesat dengan sangat cepat, lalu dia sudah berada di belakang Siluman Menjangan dan mencekik lehernya. Kemudian, semua orang berdatangan dan mengelilingi Siluman Menjangan.


Long De Yuze mengintrogasi Siluman Menjangan dan mendapatkan jawaban yang membuatnya marah, sebab yang baru berada di Bukit Tengkorak adalah Zhi Shimo, pelaku utama yang telah mencuri hartanya.


Karena ketakutan, Siluman Menjangan menunjukan arah kepergian Zhi Shimo secara acak, dan arahnya ke Selatan...


Bang...

__ADS_1


Long De Yuze langsung memukul kepala Siluman Menjangan hingga hancur, isi kepalanya berterbangan. Kemudian, Long De Yuze mengajak rombongannya mengejar Zhi Shimo yang menuju ke arah Kota Reruntuhan.


__ADS_2